The first 200 lines.
Sebelumnya di Musim 1 Tolong Empat Minuman Lagi!
BAR TRUK
Dewan mulai menyensor kisahku.
Takut dituntut.
Sneha menyuruhku diet Keto lagi. Tanpa nasi, gula, roti, dan kehidupan.
Ada seseorang bernama Kavya.
Varun sangat serius dengannya.
Kubentak Samara Kapoor di gimnasium dan terus mengatakan,
"Maaf, tak apa," seperti lagu pop Punjabi baru.
Pekan yang buruk!
AMAZON PRIME MEMPERSEMBAHKAN
Tolong Empat Minuman Lagi!
Dia menginap?
"Dia menginap?" Dia tidak menginap.
Kapan dia akan menikah?
Dewan harus berani jika ingin masuk bisnis berita.
Hanya kau yang bisa melatihku.
Sejak Arya lahir, aku belum bercinta.
Anj, Arya hampir empat tahun.
Saat dengar ocehanmu, aku merasa di rumah,
dan semua baik-baik saja.
-Tak bisa hidup bersama. -Juga sendiri.
Kuberi ide yang mengubah hidupmu.
Apa?
Bulan bersembunyi di balik awan. Tunjukkan wajahmu!
@midwesterman: Tunjukkan wajahmu.
@zambiaking: Suka gadis cokelat. Tunjukkan wajahmu!
Bibi Kavya tidak membuatnya seperti ini.
Timku adalah reporter kriminal dan politik.
Mereka tak...
Ini yang akan menghasilkan gaji mereka.
Siddhi, aku sangat suka ide ini. "Siddhi menikahi Mohit."
Mohit homoseksual.
Karena orang bodoh sepertimu, kami juga dipaksa menulis gosip murahan.
Kau yang sudah melupakan, paham?
Membangun keluarga bahagia dan rumah indah.
Kau juga lupa.
Dia lebih memilih pria!
Diam! Diam, Sneha!
@slaveboy: Tunjukkan wajahmu! @beequeen69: PINK SEKSI
Arjun...
Vagina!
Kau tahu keinginanmu, tetapi bukan kebutuhanmu.
Itu sangat seksi!
Aku juga menyukaimu, Damini Rizvi Roy.
Ini hubungan pertamaku dengan wanita.
-Aku pun tak yakin... -Apa?
Kau tak bisa memecatku!
-Astaga. -Maaf. Aku...
Maukah kau menikahiku?
Jawab ya!
Sids, ada apa?
Jika kau tak lengah, perusahaanku masih ada.
Itu akibat hanya bercinta dengan satu orang.
Setidaknya tidak dengan semua orang di dunia.
Menjadi gadis Sexybod membuatku lebih percaya diri dari kalian
tiga tahun ini.
Apa ini?
SAMARA KAPOOR PUNYA PACAR LESBIAN!
Aku pasangan Samara.
Buatlah anakmu sendiri! Jauhi putriku!
Jangan telepon aku lagi.
Persetan para dewan.
Ambil ini. Aku berhenti.
PENGHARGAAN JURNALISME DIGITAL
Aku tak sadar ada tamu.
EMPAT BULAN SETELAHNYA
BERSAMA SELAMANYA
"Bersama selamanya," seharusnya pernyataan,
kini menjadi pertanyaan. Aku benci tanda tanya!
BERSAMA SELAMANYA?
Persetan mereka.
Persetan mereka semua.
Aku tak butuh siapa pun.
Dua bulan ini, aku bepergian di Eropa sendirian.
Aku tak butuh siapa pun.
Aku penyintas!
Aku singa!
Hati-hati kotoran.
Ya, masalahku terlalu banyak.
Apa pedulimu?
Bok, bok!
Kotoran.
Buku apa yang payah?
Bok, bok!
Apa maksudmu?
Kotoran.
Ya, payah.
Semua payah. Pria payah. Wanita payah.
Semua manusia payah!
APA YANG KAU TAKUTKAN
ROK MINI SELAMANYA
MAAF ATAS GANGGUANNYA KAMI MENCOBA MENGUBAH DUNIA
AKU BUKAN WANITA AKU BADAI BERKULIT
AKU TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MERENDAH
SISTEM TAK PERNAH RUSAK DICIPTAKAN SEPERTI INI
GANG IKUTI MIMPI ITU
CINTA
BERHENTI MENGHAKIMI
Tolong Empat Minuman Lagi!
BELAHAN JIWA TAK PERNAH MATI
Kau terlihat sangat lesu.
Myra tak memberimu makan?
Sebab aku harus melihat wajah muram setiap hari.
Jadi tak nafsu makan.
Setiap hari.
Di kursi yang sama.
Dengan wajah sedih dan melamun itu.
Kudengar patah hati bisa membuat kehilangan nafsu makan.
Patah hati siapa?
Aku dan Xerxes Facetime setiap hari.
Kau merindukan dia, ya?
Xerxes?
Dia.
Hentikan, Umang.
Apa? Kukira kau suka pemanasannya.
Omong-omong, bagaimana kabarnya?
Entahlah.
Kami belum berbicara sejak bertengkar.
Maksudku Samara.
Entahlah.
Kami belum berbicara sejak bertengkar.
Bisa telepon dia?
Kenapa kau tak telepon dia?
-Aku sudah melupakannya. -Ya.
Dua langkah ke depan dan empat langkah ke belakang.
-Sids? -Mangs.
Aku ingin dengar lagu Bollywood sambil makan es krim pedas Bachelorr.
Makanlah.
Bagaimana? Tak ada es krim pedas di Istanbul.
Kenapa kau di Istanbul?
Mencari es krim.
Mangs, aku merasa hidupku mencair bagai es krim.
Penjual es krim Turki itu melakukan banyak trik dengan sendok
saat es krim itu masuk ke contong,
es krimnya jatuh ke tanah, tetapi tetap kubayar.
Lalu aku minum empat cangkir kopi Turki kuat,
tiga hookah, dan menghabiskan sepiring mezze sendirian.
Namun, hatiku masih sakit, Mangs.
Sids, kau tak apa?
Tak ada yang baik, Mangs.
Aku dan hatiku kesepian.
Tak ada Papa, Sneha, Mihir, tak ada kalian semua.
Kenapa mereka tak bersamamu?
Kenapa kau mau tahu? Seakan kau peduli.
Harus kupasang tiga gembok di jembatan ini dan melompat ke Bosporus.
Tiga gembok untuk kalian bertiga.
Tiga sahabatku, tiga cintaku yang hilang.
Sids, jangan bodoh.
Siapa akan menghentikanku?
Mangs, kau tak tahu rasanya menjadi diriku sekarang.
Aku berusaha keras, tetapi tak bisa.
Aku berusaha kuat, tetapi terlalu sulit.
-Aku terlalu kesepian, Mangs. -Sids...
Jangan menangis. Aku menemanimu. Aku mendengarmu. Aku di sini.
Di mana kau?
Aku di sini sendirian, ribuan kilometer jauhnya,
tanpa siapa pun.
Tak ada yang peduli, Mangs.
-Sids, tolong. -Aku...
Mangs, aku sangat takut. Aku mulai gila.
-Sids. -Aku di ujung tanduk.
-Jangan lakukan apa pun. -Aku sangat takut.
Kumohon. Aku butuh kalian sekarang. Datanglah.
-Aku sangat takut. -Sids.
Halo, Sids?
Aku di ujung tanduk, Mangs.
-Mangs, kumohon... -Halo, Sids?
-Hentikan. -Di ujung apa?
Sids!
Halo, Sids? Aku tak bisa dengar...
Sial.
Berapa lama lagi?
Setengah jam, Pak.
Kalian di luar berapa lama?
-Mungkin sepuluh hari? -Bao ini harus sepadan.
Bao itu roti baru. Ada di mana-mana.
Kau tahu bao terbaik? Restoran di Seminyak itu.
Dahulu kumakan setiap hari. Beratku banyak naik.
Di mana? Di bulu matamu?
Maaf.
Omong-omong,
vila kami di Ubud memiliki kolam renang.
Sangat indah. Kami berenang telanjang setiap hari.
Lalu suatu hari, ada seorang tamu.
Ada monyet datang.
Seekor monyet. Varun langsung kabur.
Telanjang. Sangat lucu.
Dia meninggalkanmu?
-Ya, tetapi itu... -Tak bertanggung jawab, bukan?
Aku tak belajar apa pun darimu.
Kita memutuskan akan mengupayakan ini?
Permisi. Aku harus jawab ini.
Halo?
Anj, Dee. Dee, Anj. Sids dalam masalah. Kita harus bantu.
-Apa yang terjadi? -Apa?
Aku bahkan tak tahu semuanya.
Namun, dia meneleponku dari Istanbul dan menangis.
Dia sedang apa di Istanbul?
Makan es krim, berjalan di jembatan.
No comments yet. Be the first to leave one.