The first 146 lines.
KOMUNITAS SHANGISHA 2004
Apa yang harus dilakukan saat bangun tidur?
Ibu bicara padamu.
Seharusnya aku berdoa.
Dan kau?
Kau memelotot? Ibu tampar kau.
Berdoalah minta berkat Tuhan hari ini.
Ibu.
Ayo masuk, cepat berkemas.
Kumohon.
Kumohon, Pak. Aku tak punya apa-apa. Aku pedagang.
Kau punya sesuatu yang menarik untuk ditawarkan kepadaku.
Sesuatu yang akan kuhargai.
Buka kainmu untukku.
Aku ingin melihat barangmu.
Inem, ayo.
Kita tak bisa tinggal di sini lebih lama, ayo pergi sekarang.
Selamat pagi, Bu.
- Scar. - Comrade.
18 TAHUN KEMUDIAN
Ya?
Baiklah.
Ashanti.
Colorado.
Aku datang.
Akuntan sudah tiba.
Akuntan.
Aku gelisah.
Semuanya beres, kuharap begitu?
Dan pembukuannya?
Menarik.
Penjualan tampaknya meningkat seperti yang diharapkan.
Halo, Pak.
Semuanya beres, Pak.
Baik, Pak.
Ketua bilang kau harus menemuinya malam ini.
Pukul 20,00.
Jangan terlambat.
Aku datang.
Scar.
Mari kita rayakan.
Semuanya beres.
Aku sudah mengenalmu selama beberapa bulan,
dan ini masih gila.
Kumohon.
- Amanda. - Panggil aku Inem.
Bahkan bukan begitu cara bicaranya.
Bisakah kau memberiku permen karet?
Kumohon.
Ya, tentu.
Silakan.
Opsir.
Orang telanjang
tidak memasukkan tangannya ke sakunya.
Lihat aku.
Aku pelacur.
Dan aku tak malu.
Ada apa?
Aku tak gila.
Ini bukan lelucon bagiku.
Menghentikanku bukanlah yurisdiksimu.
Aku hanya butuh beberapa hal
sebelum pergi.
Apa yang kau butuhkan?
Sebungkus rokok dan
panggilan telepon.
Aku datang.
Colorado.
Jenderal.
Ada apa ini?
Jackie di sini.
Jackie kita?
Biarkan dia masuk.
Baik.
Beres, Pak.
Jackie-ku.
Mama T telah memutus perjanjianmu dengan kami, bukan?
Ya, Pak.
Jackie.
Jackie-ku.
Kau tahu kau akan dirindukan di Kota Kumuh.
Aku juga akan sangat merindukanmu.
Bokong yang montok.
Lihat ini.
Semua wig yang kalian pakai.
Kebebasan.
Untuk semua jasamu untuk Kota Kumuh.
Terima kasih.
Lupakan musiknya.
Lupakan alkoholnya.
Alasan kita ada di sini adalah kebebasan.
Kebebasan Jackie.
Aku tahu hidup tak mudah di Kota Kumuh.
- Ya. - Tidak mudah.
Tapi saat kalian pergi ke tempat lain,
kalian akan tahu sudah belajar apa.
Karena itu,
dengan kuasa yang diberikan kepadaku oleh Paus kita, Scar,
aku menyatakan Jackie bebas.
Jackie!
Jadi…
Pelanggan. Tunggu sebentar.
Halo, ada yang bisa kubantu?
Enewan.
Ene, ini aku. Inemesit.
Ya, Alhaji. Tunggu sebentar.
Shalewa, kemarilah.
Bukan apa-apa, aku ada urusan.
Ene, ada apa denganmu?
Kau pikir aku akan meninggalkan penjara dan membohongimu?
Kudengar kau sudah mati.
Ibu mereka yang meninggal.
Bukan aku.
Apa kau dibebaskan dari penjara?
Ene, aku bebas.
Karena aku berperilaku baik.
Lagi pula, aku hanya menjual narkoba, aku tak membunuh siapa pun.
Jadi, kau di mana?
Ene, ini bukan masalah besar.
Aku tak punya tujuan.
Setelah sepuluh tahun prostitusi, aku tak punya apa-apa.
Tunggu aku, aku akan datang.
Aku akan meninggalkan kantor polisi.
Baik. Tunggu aku.
- Aku datang. - Tunggu.
Enewan.
Bagaimana dengan Scar?
Kita bicarakan itu saat kita bertemu. Tunggulah. Aku akan ke sana.
Aku tahu aku akan segera menyusulmu.
Uangku akan segera terkumpul, sekitar bulan depan.
Aku akan pergi dari sini .
Aku akan bebas. Mereka akan merayakanku seperti ini.
Shalewa, kenapa kau masih di sini?
Itu bukan salahku.
Aku masih punya utang kepada Scar sekitar 500,000 naira.
Kau mau bilang kalau kau tak punya uang?
Kenapa bicaramu seperti ini?
Apa kau lupa apa yang kita lalui di sini?
Saat aku membayar uang keamanan, membayar jatah kepala prostitusi,
lalu membayar 60% kepada Scar, berapa yang tersisa?
Apa lagi yang bisa kutabung?
Yang benar saja.
Salahku, jangan biarkan aku mencegahmu mati di tempat ini.
Kenapa bicara begitu kepadaku?
Lihat sekelilingmu, Shalewa.
Makin lama kau tinggal di sini, makin mirip kau dengan mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.