The first 200 lines.
FILING FOR LOVE
TANPANAMA MELAPORKAN BU JOO IN-A
DIA TERLIBAT HUBUNGAN TIDAK PANTAS DI TEMPAT KERJA
SEMBUNYIKAN ID PENGIRIM
DIA TERLIBAT HUBUNGAN TIDAK PANTAS DI TEMPAT KERJA
KIRIM
SUREL BERHASIL TERKIRIM
BU JOO IN-A
HUBUNGAN TIDAK PANTAS DI TEMPAT KERJA
PERENCANAAN STRATEGIS, PEMASARAN, PEMASARAN DIGITAL, AUDIT 1, 2, 3.
KIRIM
SEKRETARIS AHN SEUNG-HEE
- Hei. - A-jeong.
Lihat artikel yang baru saja kukirimkan.
ANAK SULUNG HAEMU DIUSIR? PERSAINGAN SAUDARA SEMAKIN MEMANAS
Kau sudah menghubungi Tim Humas?
Selidiki jurnalis itu dan cari tahu bagaimana dia mendapatkan narasinya.
Aku akan hubungi Tim Hukum.
In-a.
Ada yang bisa kubantu? Suite sedang dibersihkan.
Jangan...
Nanti wajahku berlubang.
Aku tahu aku pria yang menawan dan tampan, tapi...
Apa yang kau lakukan?
Memeriksa apakah kau nyata.
Bagaimana kau bisa muncul tepat pada saat itu?
Sulit dipercaya.
Saat apa maksudmu?
Momen saat kupikir aku ingin bertemu denganmu.
Bagaimana kau bisa mengatakan hal semenggetarkan hati itu
dengan wajah datar?
Aku menyesal tidak jujur
dengan perasaanku.
Aku ingin memperbaiki keadaan
tapi kupikir semuanya sudah terlambat.
Aku kecewa dan jadi menyesal.
Tapi di saat bersamaan, aku berpikir.
"Aku ingin bertemu Ki-jun sekarang."
Saat aku memikirkan itu, kau tiba-tiba muncul.
Aku tahu perasaan itu.
Aku bergegas kemari tanpa membuang waktu.
Terima kasih sudah datang menjemputku.
Mari perbaiki semuanya satu per satu.
Aku tidak akan ke Amerika.
Akan kuusahakan untuk tetap di sini.
Jika kau memaksaku pergi
aku akan berbaring di lobi untuk protes untuk tetap di sini.
Masalahnya, pergi ke kantor Amerika akan jadi kesempatan bagus untukmu.
Bukankah kita setuju untuk jujur?
Haruskah aku pergi?
Tidak, jangan pergi.
Tetaplah di sisiku.
Tentu saja.
- Itu saja? - Ya, itu saja.
Bagaimana dengan sisi satunya?
LOVE DIVE
Ada apa? Kita baru saja saling berpisah.
Kau sudah merindukanku?
Ya, aku merindukanmu.
Jantungku hampir meledak.
Karena itu?
Kau harus bersiap.
Begitu mulai berkencan dengan seseorang
aku menggebu-gebu dan bersemangat.
Sudah kuduga.
Aku harus bersiap untuk berpacaran dengan gadis sepertimu.
Aku juga tidak mudah ditaklukkan.
Jadi, kau juga harus bersiap.
Apa? Benarkah?
Apa yang harus kusiapkan lebih dulu?
Bagaimana jika kita memikirkan harus saling memanggil apa?
Aku tidak mau memanggilmu "Bu Joo".
Itu terlalu formal dan tidak akrab.
Sayangku, In-a.
In-a.
Setelah kupikir-pikir
namamu indah.
Joo In-a.
- Hai, Semuanya. - Hei.
- Mari minum. - Bersulang.
Jae-yeol, ada apa denganmu?
Biasanya kau menolak kalau kami ajak.
Aku terlalu menjaga jarak.
Maafkan aku.
Hei, pelan-pelan.
Tidakkah kau minum terlalu banyak?
Kau mabuk karena adik tirimu menjadi wakil presdir?
Aku membacanya di berita.
Ayahmu sungguh...
Dia bisa saja meluruskan hierarki daripada menjadikannya wakil presdir.
Seolah-olah kalian berdua dibiarkan berkelahi.
Kalian banyak bicara di tempat minum-minum.
- Minumlah. - Baik.
Jae-yeol jarang ikut minum dengan kita.
- Mari minum. - Dan mabuk.
Dingin, ya?
Tidak.
Kau sangat menyukainya?
Ya.
Aku tidak percaya aku menantikan berangkat kerja di pagi hari.
Sungguh?
Aku suka berangkat kerja.
Bekerja jauh lebih menyenangkan daripada bosan di rumah.
Pantas saja.
Ada kegilaan di matamu.
Kita akan melakukan lebih banyak hal seru bersama selain bekerja.
Kosongkan jadwalmu akhir pekan ini.
Kita pergi jauh-jauh ke Pulau Jeju, tapi harus langsung kembali.
Aku memesan vila kolam renang di Sokcho.
Mari habiskan waktu bermain di laut
dan menghirup udara segar.
Jangan bilang kita akan menginap?
Itu... Begini...
Kalau pulang pergi, waktu kita tidak banyak.
Dengan senang hati.
Aku sedikit khawatir
tak bisa menyembunyikan betapa aku menyukaimu di kantor.
- Apa yang harus kulakukan? - Aku ingin melihatnya.
Tak bisa menyembunyikan.
Jangan tersenyum seperti itu.
Jika kau tersenyum, aku ikut senyum dan perasaanku akan tampak jelas.
Ini sungguh gawat. Rasa sukaku akan tampak jelas.
Tampak jelas apanya?
Bahkan saat dia menjalin hubungan.
Joo In-a masih menjadi dirinya yang dulu di kantor.
Jadi, apa kesimpulanmu?
Tidak tertulis di halaman ini atau di halaman ini.
Tidak ada apa-apa. Laporan ini tak punya poin penting!
Lihat ini?
Kau melihat poin penting dalam laporan ini?
Untuk laporan seperti ini bayar saja, bukan pantas dibayar!
Hanya buang-buang kertas.
Tulis ulang semuanya!
Kau baik-baik saja, Pak Noh?
Pak Noh.
Apa kau melakukan sesuatu yang membuatnya marah?
Tidak, itu karena dia terlalu banyak bekerja.
Pak Noh, jadilah sepertiku.
Lebih banyak bicara dan kurangi bekerja.
Makin banyak seorang auditor bekerja, makin sulit mereka diaudit.
Makin banyak yang kau lakukan, makin banyak kritiknya.
Kata-kata yang bijaksana.
Untuk seseorang yang tidak melakukan banyak hal
bagaimana kau bisa mendapatkan upah lembur terbanyak setiap bulan?
Bisakah kalian berhenti?
Bu Yoon.
Kau sudah menyelesaikan salindia untuk presentasi klub kita?
Ya, aku sudah mengirimkan versi finalnya.
Bagus.
Kau menambahkan foto, meja, dan animasi sebanyak mungkin?
Aku yakin kau sudah melakukan tugasmu.
Baguslah.
Saat kita mempresentasikan laporan kepada Bu Joo nanti
kalian semua ikut denganku.
Kau juga, Pak Noh.
Bu Joo orang yang sangat baik.
Jangan terlalu takut kepadanya.
Baik.
Aku yakin dia orang yang baik.
Masalahnya adalah dia terlalu baik.
Bu Park?
- Ya? - Kapan Wakil Presdir Jeon tiba?
Dia tak sehat hari ini.
Aku akan menyampaikan agendanya.
Baik.
Kita tak bisa menunggu selamanya.
Mari mulai tanpa dia.
Jangan lupa aku juga wakil presdir.
Ya, kurasa tidak apa-apa kita mulai.
Bu Park, kau boleh pergi.
- Tapi... - Menjadi sekretaris
tidak memberimu hak untuk hadir menggantikan wakil presdir.
WAKIL PRESDIR
SEKRETARIS PARK A-JEONG
- Astaga, airnya... - Jernih sekali.
Apa itu rockfish? Kau melihatnya?
- Ya. - Ada sekawanan.
- Luar biasa. - Hebat.
- Kau lihat? - Ya.
- Benar, 'kan? - Benarkah?
- Aku melihatnya. - Apa itu tadi?
Itu luar biasa.
Airnya jernih sekali hari ini.
- Ini peristiwa langka. - Aku tahu.
- Kau sudah pulang. - Ya.
Kau bersenang-senang?
Seo-yeon sudah tidur?
Ya.
TK Inggris-nya mengadakan kelas memasak pada tanggal 29.
Kau bisa datang, 'kan?
- Aku ada rapat klub tanggal 29. - Lagi?
Kenapa kau sering sekali pergi menyelam skuba?
Tidak bisakah kau melewatkannya sekali saja?
Aku hadir sendiri di lomba pidato Seo-yeon.
Kau tahu betapa kecewanya dia karena kau melewatkannya?
Aku akan datang di lomba selanjutnya.
Kau benar-benar menyelam skuba?
Kau merencanakan hal lain?
RINGKASAN AUDIT
Kami mendapati empat kasus di mana klub memanipulasi
No comments yet. Be the first to leave one.