Crazy Ex-Girlfriend

Crazy Ex-Girlfriend

Download Indonesian Subtitle

Season 4

Release info

Crazy Ex-Girlfriend S04 WEBRip AMZN
A Commentary by tedi

Tags

webrip
web
BRip
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (18)
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2023-12-06
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Sebelumnya... - Tampan, pria yang tampan

Ini musim panas terbaikku, dan kaulah alasannya.

Ini daftar semua perbuatanku. Isinya buruk.

Bagaimana kau masuk? Kau kirim kotoran?

Kau mau membunuh lolo-ku?

Kau memanipulasi dan mendustaiku.

Kau mau aku pindah?

Aku tak punya apartemen, kekasih, cita-cita.

Seakan aku tak ada pijakan.

Beberapa bulan ini berarti.

Akan kulupakan yang lain demi kau.

Cinta membuat kita gila.

Tidak!

Dia mau bunuh Nathaniel.

Kau akan didakwa pembunuhan tingkat dua.

Dia mau bunuh kau.

- Aku mau kau bilang tak bersalah. - Baik.

Karena tak waras.

Kau sering kecewakan aku.

Dan kau takkan pernah berubah.

Maaf, aku tak bisa.

Aku terima konsekuensi kejadian di atap.

Aku mengaku bertanggung jawab.

Maksudku, bersalah.

Aku bersalah.

Aku mau memulai.

Penuntut hadir.

Di mana pengacaramu?

Maaf. Nathaniel... Tn. Plimpton akan segera tiba.

Aku tak yakin. Dia pergi dan tampak sangat kesal.

Nathaniel pergi.

Dia tak menjawab panggilanku.

Tak apa-apa. Aku sudah menduganya.

Aku akan hubungi nanti untuk menjelaskan alasan perbuatanku,

dan aku masih mencintainya. Semoga dia mau dengar.

Jadi, aku akan mendampingi Rebecca.

Untuk diketahui,

spesialisasiku adalah hukum real estat.

Bisakah kita mulai?

Jaksa mau menutup perkara.

- Aku mau pipis. - Bagus.

Jaksa jahat mau pipis,

aku bersalah, tulis saja "bersalah" di situ,

dan kita tuntaskan.

Tunggu. Yang Mulia, boleh aku bicara?

Kau pengacaranya?

Belum, karena aku lulus beberapa bulan lagi,

lalu, seperti dia, spesialisasiku hukum real estat.

Namun, kumohon jangan terima pengakuannya.

Jangan terima? Paula, kenapa kau?

Kau tahu apa yang kulakukan?

Aku mau jadi orang bertanggung jawab.

Ingat di sidang?

Kita saling beri senyum sama-sama tahu.

Kukira kita sama,

ternyata kita hanya saling lempar senyum?

Semuanya tenang.

Ini alasanku memanggil kalian,

untuk mengatakan aku tak terima permohonanmu.

Pertama, itu bukan pengakuan,

tetapi pidato berisi detail tak relevan

yang kau sampaikan padanya sambil memunggungiku.

Lalu ternyata kau punya hubungan romantis

dengan pengacara sungguhanmu, yang kutebak, spesialisasinya juga...

- Real estat. - Benar.

Jadi, bagus, bukan?

Pengakuannya tak diterima, berarti dia boleh dibebaskan.

Dengan hormat, Hakim,

beri aku waktu dengan dua pengacaraku.

Dengar.

- Apa yang kalian lakukan? - Aku?

Aku mau mengaku bersalah. Aku mau dipenjara.

Sudah cukup.

Kau membuat pernyataan, aku paham karena itu aku tersenyum,

tetapi kau tak boleh dipenjara

karena membela orang dari kemungkinan dibunuh.

Benar. Yang Mulia, tolong, aku perlu penebusan dosa.

Jika bukan untuk kasus ini, maka masa laluku,

yang nyata maupun metaforis. Aku mau dipenjara.

Aku senang mendengarnya karena itulah yang akan terjadi.

Aku vonis kau enam minggu di penjara wilayah.

Kita lihat apa kau akan suka, lalu kau kembali

dan sidang lagi. Kita lihat apa pernyataanmu nanti.

Kita sudah selesai.

Baiklah. Bagus.

Aku pasti bisa. Itu tak begitu buruk.

Enam minggu. Ada waktu pastikan tuntutan dicabut.

Tak peduli sidang berapa kali.

Aku akan mengaku bersalah. Di setiap sidang. Bersalah.

Aku lupa setelah itu apa

karena spesialisasiku juga real estat,

tetapi aku tahu

aku pantas dipenjara.

Ini pantas untukku.

Ini pantas untukku.

Ini pantas untukku.

Berikutnya. Pemeriksaan barang selundupan,

angkat payudara, jongkok dan batuk.

Ini pantas untukku.

Yang ini lumayan.

Untuk apa ini?

Jangan salah, aku senang membelinya.

Senang rasanya ke kasir

membawa ini semua. Pasti aku masuk daftar pengawasan mereka.

Aku perlu golok untuk ekskursi.

Semua bawa golok saat berkemah?

Ini bukan perkemahan biasa.

Ini ekskursi penyintas luar ruangan yang sangat intens.

Namanya "Petualangan Mau Mati".

Namanya bagus. Berbau terapi.

Memang, dan dengan biaya murah, hanya 100.000 dolar.

Aku membayar untuk dipukuli, di bawa ke tengah hutan

dan ditinggal untuk bertahan hidup. Aku tak sabar lagi.

Dengarlah.

Aku tahu kau mengalami masa sulit,

dan wanita yang kau cintai menolakmu dan memilih dipenjara,

tetapi kenapa kau tak bicara saja padanya?

Hentikan. Dia sudah memilih. Aku sudah selesai.

Aku tak mau tegur atau bicarakan dia.

Aku makan piza dan makanan Tiongkok.

- Jelas aku butuh penyegaran. - Ya.

Pasti ada cara lain selain bunuh diri.

Ini bukan bunuh diri. Aku ikut petualangan mau mati.

Belikan tas lain. Yang anti golok.

Aku tak bisa ke toko yang sama.

Aku tak percaya Rebecca di bui karena membunuh.

Bukan pembunuhan.

Sudah jelas dia membela Nathaniel.

Mungkin. Entahlah.

Entah harus anggap dia apa.

Kupikir Rebecca baik dan sangat polos.

- Semua begitu, 'kan? - Tidak juga.

Aku suka dia. Dia temanku,

tetapi dia sudah bertingkah gila sejak awal.

Kenapa aku tak tetap lihat?

Kenapa aku tak lihat?

Kau mencintainya. Jadi, kau tak melihatnya karena itu.

Dia punya masalah mental. Kelainan.

Kelainan?

Ya. Mungkin aku juga punya.

- Apa? - Ya, pikirkan saja.

Hal tentang Rebecca itu?

Bukan hanya itu hal-hal yang tak kulihat dalam hidup.

Aku tak mengira menjadi pendeta akan tidak menyenangkan.

Aku tak sadar sudah sebulan berdansa di bar homo.

Aku tak tahu ibumu tak suka aku bersiul.

Aneh kau tinggal bersama ibuku.

- Kau juga. - Dia ibuku.

Aku mengerti maksudmu. Aku paham. Ya, memang aneh.

- Lihat, aku punya kelainan. - Mungkin.

Atau mungkin kau kurang sadar, sibuk dengan diri sendiri

dan perlu perhatikan sekitarmu.

- Kelainan. - Atau...

Kelainan. Aku punya satu. Entah yang mana.

Ini pantas untukku.

Ini pantas untukku.

Ini pantas untukku.

- Bisakah kau diam? - Ini...

Kau sudah rapalkan itu berhari-hari.

Kasusku tindak kekerasan. Aku mau baik,

tetapi demi Tuhan kau pantas dapat tinju ke kerongkongan.

Maafkan aku.

Aku sedih dan ketakutan.

Aku ke sini untuk menebus dosa, tetapi tak tahu seperti apa,

dan kurasa aku telah mengabaikan pria yang kucintai.

Dan, astaga, tempat ini sangat buruk.

Di penjara itu buruk?

Analisis tentang

sistem peradilan pidana yang sangat mendalam, Harvard.

- Dari mana tahu aku ke Harvard? - Selain, "Ini pantas untukku",

kau cuma bilang itu sejak di sini.

Sepertinya itu kuproses di alam bawah sadarku.

Apa?

Kadang kau terdengar menyombong,

seperti saat ditanya tempat kuliahmu.

Kau jawab di Boston, ditanya lagi, "Di mananya?"

Kau jawab Cambridge. Ditanya lagi, "Harvard?"

Katamu, "Ya." "Kenapa tak bilang Harvard?"

Katamu, "Aku tak mau terdengar sombong."

Astaga, aku dipenjara.

- Kau boleh menghiburku. - Tidak mau.

- Syukurlah. Waktu beraktivitas. - Aktivitas.

Ada apa saja? Baguskah?

Ada LSM yang datang main drama dengan kita.

Maaf. Tampilkan apa?

- Zip. - Zap.

- Zop. - Zip.

- Zap. - Zop.

- Zip. - Zap.

- Zop. - Zip.

- Zap. - Zop.

Kita percepat. Jangan berpikir, bereaksi.

- Baik. - Zip.

- Zap. - Zop.

- Zip. - Zap.

- Zop. - Zop. Zap, tidak...

Aku mengacau. Seharusnya zap.

Tak apa, Rebeca. Kau mulai lagi.

Baik. Aku ada pertanyaan.

Hanya ada permainan teater?

More Indonesian subtitles for Crazy Ex-Girlfriend

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left