The first 200 lines.
FILM BERIKUT INI MENGANDUNG GAMBARAN TENTANG KECANDUAN.
PENONTON DIHARAP BIJAK
Metamfetamina. Philopon.
Nama jalanan, sabu-sabu.
Obat ajaib ini membuat terjaga dan menghapus rasa takut,
membuat penggunanya menjadi euforia.
Obat ini terlahir selama perang.
Tentara yang teler narkoba ini menyerbu barisan lawan tanpa takut
dan narkoba ini dipakai untuk memaksa
pekerja wajib militer untuk bekerja sepanjang malam tanpa akhir.
Masalah sebenarnya dimulai setelah perang.
Setelah pembebasan dan para pria pulang ke keluarganya,
mereka sudah bukan orang yang sama lagi.
Anak yang rindu bertemu ayahnya lagi
dilanda rasa takut saat melihat pria yang tak lagi dia kenal.
Bukan hal mengherankan.
Ayahnya pulang sebagai pencandu sabu-sabu.
Hentikan!
Hentikan!
Ya Tuhan. Apa yang terjadi di sini?
Itu putra mereka.
- Mengerikan sekali. - Ya ampun.
Nama pria yang kecanduan sabu-sabu dan membunuh istrinya adalah
Jang Myeongho.
Ayahku.
Ini, makanlah.
Saat aku kecil, ayahku sering membawa pulang roti kacang merah.
Aku bosan dengan roti itu dan kubilang aku ingin yang lain.
Tapi dia terus membawa roti kacang merah.
Baru kemudian aku menyadari
bahwa itu adalah kesukaan ibuku.
Dia membelikan rotinya
bukan untukku, tapi untuk ibuku.
Bagaimana ibumu?
Apa dia sehat?
Wanita sialan itu.
Dia tidak selingkuh dariku, 'kan?
Lain kali,
pastikan kau ajak dia.
Sejak dia membunuh ibuku,
dia dikurung di rumah sakit jiwa.
Benar-benar tak menyadari tindakannyaβ¦
Dia masih mencari Ibu.
Hyeeun!
Kemarilah.
Ayo, cepat.
Kakakmu datang.
- Kakakku? - Ya, ayo.
Ayo, Semuanya. Lebih cepat!
Kalian mau tak capai kuota hari ini?
Apa kabarmu?
Sama seperti biasa.
Kurasa semua akan membaik seiring waktu.
Oh, ya.
Apa kau makin pandai bermain gitar?
Tunggu, dari mana kau tahu itu?
Dari mana aku tahu?
Kau cerita itu terakhir kita bertemu.
Benarkah?
Sudah makin pandai?
Belum.
Masih belum.
Mainkanlah sesuatu. Itu ada gitar.
Apa?
Tidak, aku tak mau. Aku malu.
Malu kenapa?
Cobalah.
Tapiβ¦
Mari lihat permainan gitarmu.
Jika tidak bagus, jangan mengejekku.
Untuk apa aku mengejekmu?
Saat kesedihan menyelimuti hatiku
Satu per satu
Seperti tetesan embun pagi
Lebih cantik daripada mutiara
Di setiap helai rumput
Aku mendaki bukitβ¦
ATAS NAMA BAPA
Jaksa Penuntut, rekomendasi hukuman Anda.
Para terdakwa, Robert Blunt
dan Jimmy Walters, memasuki rumah korban,
Kim Taeyeong dan Lee Suni, tanggal 2 Maret 1970,
sekitar pukul 19.30.
Pada saat meminta metamfetamina,
mereka membunuh para korban dengan brutal.
Pisau dan barang bukti lain
yang ditemukan di TKP yang mengerikan
dengan jelas menyatakan niat membunuh mereka
selama pelanggaran tersebut dilakukan.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat
terhadap bahaya dari kecanduan narkotika,
Kejaksaan menyatakan terdakwa bertanggung jawab penuh atas kejahatannya.
Untuk terdakwa,
Robert Blunt
dan
Jimmy Walters,
Kejaksaan mengajukan hukuman mati.
Berapa lama? Lima? Lima tahun? Sepuluh?
Harap tertib!
DAKWAAN
Hukuman mati?
KEJAKSAAN MENEMPUH JALAN LURUSβ¦
Kukira kau berjanji untuk mengurangi hukuman mereka!
Itulah sebabnya para orang AS itu kooperatif dalam penyelidikan!
"Kejaksaan,
menempuh jalan lurus, menegakkan prinsip."
Aku tak pernah berjanji. Kubilang aku akan pertimbangkan.
Mereka pantas dihukum mati.
Korban dibunuh secara brutal dengan leher digorok.
Dan Lee Suni sedang hamil.
Aku tahu. Aku paham.
Kau pikir pihak Amerika akan diam saja?
- Lalu, hubungan AS-Korea? - Ituβ¦
Yang kutahu,
Kementerian Luar Negeri mengamati dengan lekat.
Dan kudengar AS baru saja membuat lembaga federal bernama
Badan Pengendalian Narkotika atas perintah presiden.
Jadi, kenapa kita tak membuat yang seperti itu, Pak?
Jika kau rekomendasikan kepada Jaksa Agung
dan dia ajukan kepada Presiden, itu bisa terwujud.
Apa yang kau kerjakan saat ini?
Kenapa kau jarang ada di mejamu?
Aku mengerjakan yang selalu kukerjakan, Pak.
Ya, apa itu?
- Pekerjaanku. - Yaitu?
Menangkap penjahat.
Kau tahu, pekerjaanku.
Sekarang, permisi, aku harus bekerja.
Hei.
Kuperingatkan lagi.
Jangan macam-macam dengan KCIA.
Selama mereka tidak terlibat dengan narkoba,
aku tak perlu macam-macam.
Aku pergi dulu, Pak.
Dasar orang gila.
Bagaimana dengan bukunya?
Bukunya tak ada.
Bukunya tak ada?
Tidak.
Dia bilang sejak awal memang bukunya tak ada.
Dasar sundal gila.
Dia melakukan semua itu padahal bukunya memang tak ada?
Benar?
Kau bersekongkol dengan si sundal Bae Geumji, ya?
Karena itulah kau ke Jepang bersama dia
dan kenapa kau bertemu Choi Yuji?
Kau sudah rencanakan ini sejak kau mencegahku membunuh Kang Daeil, ya?
Hei. Kau memimpin departemen di KCIA.
Dan kau edarkan narkoba?
Ya?
Apa yang orang pikirkan jika mereka tahu?
Dasar bajingan!
Hei.
Kau pikir aku tak akan tahu?
Kau mau mengelabuiku?
Beraninya kau!
Maafkan aku! Maafkan aku, Pak!
Lepaskan aku.
Mohon beri satu kesempatan lagi!
Maka hidupku akan jadi milikmu.
Dasar bajingan.
Dua ratus juta.
Aku akan serahkan 200 juta setiap bulan kepadamu.
Kau pasti benar-benar ingin mati.
Hei.
Jika ada yang tahu, kita berdua akan mati, Berengsek.
Itu tak akan terjadi.
Bahkan jika terjadi masalah, kita cuma perlu menyingkirkan Kang Daeil.
Pak, ini 200 juta setiap bulan!
Nanti bahkan bisa menghasilkan lebih!
Kau tak mau menghabiskan hidupmu tunduk kepada Pak Cheon, bukan?
Kau bilang apa?
Aku bersumpah akan melakukan segalanya agar kau masuk Istana Biru, Pak.
Jadikan 300 juta.
Tiga ratus juta setiap bulan.
Jika kau tak bisa,
mati saja.
Kau mengadu, ya? Dasar keparat!
Hei, apa yang terjadi? Aku tidak mengadu.
Ayolah. Kau mengagetkanku.
Dengar.
Hwang sudah tahu semuanya, ya?
Jang Geonyoung dari Kantor Kejaksaan Distrik Busan
datang dan bilang padanya bahwa kau terlibat dengan Kang Daeil.
Jang Geonyoung beri tahu?
Ya.
Dari mana dia tahu?
Entahlah, Berengsek.
Berhati-hatilah, Bung.
Jika kau teruskan, kau benar-benar bisa mati.
Aku mau bertemu Cheon Seokjung.
Apa?
Kau pikir aku tak tahu?
Kau mata-mata yang dia tempatkan untuk mengawasi Hwang, bukan?
Kau sudah tahu sejak kapan?
Pentingkah aku tahu sejak kapan?
Apakah Hwang juga tahu?
Tidak.
Kenapa kau tak beri tahu dia? Seharusnya kau beri tahu.
Kau bisa menghadap dia dan bilang kau temukan mata-mata Cheon.
No comments yet. Be the first to leave one.