The first 158 lines.
Tuan Kunitoki.
Saya Muneshige.
PAMAN TOKIYUKI DAN KUNITOKI GODAIIN MUNESHIGE
Paman!
Bagaimana kondisi Kamakura? Bagaimana dengan Tokiyuki?
Saya dengar dia dibantu kabur oleh Suwa Yorishige.
Mari kita pergi juga begitu matahari terbit.
Paman!
Tenang saja. Samurai rendahan harusnya tidak mengenali wajah kita.
Saya coba kelabui. Tolong sembunyi.
Tidak! Itu berbahaya!
Anda adalah anak berharga keluarga Hojo yang dititipkan oleh Tuan Takatoki.
Saya akan melindungi Anda walau taruhannya nyawa.
Paman...
Benar. Dan yang lebih penting...
Anda adalah anak dari adik yang saya sayangi.
Kalau saya gagal, Anda harus kabur.
Paman!
Apa?
Paman?
Paman!
Paman!
Ayah! Semuanya!
Tuan Tokiyuki!
Tuan Tokiyuki!
Tuan Tokiyuki!
Sungguh wajah tidur yang manis sampai saya ingin memakannya.
Ayah, Tuan Tokiyuki sedang bermimpi buruk.
Jangan begitu meski Ayah suka melihat wajah anak tidur...
Yang benar saja!
CLING
Mencium di pipinya juga boleh, 'kan?
Tidak!
Apa-apaan kau? Apa ini?
Tuan Tokiyuki memang pandai kabur.
Di masa depan, ini disebut prank membangunkan.
PRANK SUKSES
- Teteret. - Mana kutahu!
Ini bukan waktunya bercanda, Tuan Yorishige!
Kau bilang mau menyembunyikanku di wilayahmu,
tapi kita masih sembunyi di Kamakura berhari-hari!
Itu karena
penjagaan keluar Kamakura ternyata lebih ketat dari perkiraan saya.
Tolong tunggu sebentar lagi sampai pengawasannya mengendur.
Pengawasan...
Semuanya bendera yang kukenal.
Para samurai yang bersumpah setia pada keshogunan
berkhianat dengan mudahnya dan merusak Kamakura.
Semuanya dipandu Tuan Takauji.
Di balik senyuman baiknya itu,
dia menyusun rencana menghancurkan keshogunan.
Tenang saja, Tuan Tokiyuki.
Dengan penampilan seperti ini,
kita bisa menyamar sebagai rombongan dari kuil yang terbakar.
Tuan Yorishige.
Kau menyuruhku balas dendam dengan kehebatanku kabur
dan merebut kembali kerajaan dengan kejar-kejaran.
Tapi samurai adalah sosok yang bertarung secara langsung.
Aku belum pernah dengar ada yang bisa merebut kerajaan dengan kejar-kejaran.
Kau serius berpikir aku bisa balas dendam dan merebut kembali kerajaan?
- Tentu saja! - Aku kaget!
Di mata saya yang miliki kekuatan dewa,
saya melihat Anda menjadi pahlawan.
Jadi, Tuan Tokiyuki.
Tolong bersabar untuk sementara waktu.
Untuk sekarang...
Ayo menunggu sambil main sugoroku!
Shizuku, tolong siapkan dadu dan pionnya!
Baik, Ayah.
Sugorokunya aneh. Apa itu Dewa Kemiskinan?
Kita lihat nanti saat main.
Ayo ikut ke sini juga, Tuan Tokiyuki!
Apa?
Mereka tidak bisa dipercaya.
Aku harus temukan sendiri penyintas dari keshogunan!
Dasar. Tidak ada yang bagus, ya.
Tidak ada berkahnya ambil sisaan.
Hei, aku lihat eksekusi itu.
Kalau tidak salah eksekusinya Tuan Kunitoki dari Hojo, ya?
Ya, langsung putus.
Dasar aneh.
Tidak mungkin!
Apa?
Siapa kau?
Itu tidak mungkin! Kakakku... Kakakku pasti...
Kakak?
Kakak? Maksudnya Tuan Kunitoki?
Siapa kau sebenarnya?
Aku...
Dia adalah anak kuil dari kuil saya.
Kami sudah banyak dibantu keluarga Hojo,
jadi dia terkejut saat dengar nama Tuan Kunitoki.
Benar, 'kan?
Ya.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan Kunitoki?
Godaiin Muneshige, pamannya Tuan Kunitoki yang bertanggung jawab mengurusnya,
dia memberi tahu orang-orang Nitta tentang lokasinya sembunyi.
BERPENGARUH DALAM SEJARAH
TIDAK SETIA - TIDAK TAHU MALU - TIDAK MANUSIAWI
Seorang pria yang naik jabatan berkat keponakannya,
AKSI CEPAT - MUKA DUA - RAKUS - POPULER
tapi menjual keponakannya sendiri, anak dari tuannya, seorang anak berusia 9 tahun
REPUTASI
kepada musuh dalam sekejap.
Godaiin Muneshige
dikenal sebagai salah satu panglima perang paling kejam dalam sejarah Jepang.
Tuan Kunitoki juga anak Hojo.
Dia dipenggal.
Aku melihatnya tadi.
Sungguh akhir yang tragis.
Tuan Tokiyuki?
Pengkhianat...
Otakku tidak bisa mencernanya.
Ashikaga yang lama melayani berkhianat.
Para samurai bawahan juga berkhianat.
Paman pun juga berkhianat.
Tidak ada satu pun orang yang bisa dipercaya.
Tuan Tokiyuki!
- Tuan Tokiyuki! - Tuan Tokiyuki!
Tuan Tokiyuki!
Anda sudah sadar kembali setelah melihat cahaya suci saya?
Apa-apaan sebenarnya cahaya itu?
Saya melihatnya.
Saya bisa melihat masa depan kejatuhan Godaiin.
Saya pernah bilang bisa melihat masa depan dengan kekuatan dewa, 'kan?
Kadang-kadang, masa depan yang kacau.
Ada banyak pasukan di sekitarnya, kita tak bisa sembarangan mendekatinya.
Di mana paman sekarang?
Anda penasaran?
Kalau begitu...
Ayo kita ke sana.
Biar saya beri tahu seperti apa menang dalam kejar-kejaran.
Balaskan dendam kakak Anda.
Ayo jadikan ini langkah pertama Anda untuk merebut kembali kekuasaan!
Sial!
Kenapa aku diusir?
Aku menangkap mangsa besar!
Dia anak Hojo!
Apakah karena dia anak selir?
Apakah berarti kepala anak selir tidak bernilai?
Untuk menaikkan sugoroku,
Kunitoki saja masih belum cukup sebagai dadu.
Kalau begitu...
Kalau aku menangkap anak istri sahnya...
Aku pasti bisa!
Jika aku menangkap dan menyerahkan Tokiyuki pewaris sah yang sebenarnya...
Semuanya pasti mengakuiku!
Karena perbuatan biadabnya,
dia dibenci bahkan oleh teman-temannya dan kehilangan segalanya.
Orang rakus dan kejam akan berubah jadi iblis
yang mengejar sampai tetes darah terakhir.
Tokiyuki! Jangan harap bisa kabur!
Cara nomor satu memenangkan kejar-kejaran adalah mengenali musuh.
Ayo kembali ke rumah persembunyian.
Saya akan beri tahu cara nomor dua untuk menang.
Harusnya mereka sudah sampai.
Baik, Ayah.
Kita sudah mengenali musuh dan makin mudah untuk balas dendam.
No comments yet. Be the first to leave one.