I Hate Christmas

I Hate Christmas (Odio il Natale)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

I Hate Christmas S01 ITALIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-07
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

Aku benci Natal.

Sudah kukatakan.

Aku cuma mau kalian tahu,

andai umat manusia punah.

Bukan karena panettone atau lampunya. Tidak.

Aku suka panettone dan lampu.

Aku benci Natal karena Natal merugikanku.

Ini aku. Aku terlihat bahagia, bukan?

Aku memang bahagia.

Aku punya pekerjaan yang kucintai, serta teman yang kusukai.

Namun, orang tak peduli dengan kebahagiaanmu saat Natal.

Yang terpenting adalah berkeluarga.

Ini dia. Lihat.

Bayi Yesus bergegas menggapai ibu dan ayahnya.

Ini saudara-saudaraku.

Natal tak merugikan mereka karena mereka sudah berkeluarga.

Ibuku mencintai mereka,

karena mereka mendapat tempat mereka di dunia.

Baginya, mendapatkan tempatmu di dunia itu penting.

Satu-satunya masalah ibuku adalah aku.

Aku tak menikah atau menjalin hubungan.

Bahkan, untuk menghukumku malam ini,

dia mendudukkanku di antara anak kembar kakakku.

Aku tak akan menyerah. Tidak.

Aku bangga dengan kebebasanku.

Aku tak butuh pacar untuk bahagia.

- Yang menikah? - Aku punya!

Aku punya pacar. Akan kubawa dia saat Natal.

Ya, aku berbohong. Benar.

Namun, coba habiskan 12 jam seperti aku, lalu kita bicara.

12 JAM SEBELUMNYA

Aku merasa Natal ini

berbeda.

- Ya? - Ya.

Lucunya!

Matahari sudah terbit, sudah setahun aku tak bahas Francesco.

Baru saja kau bahas.

Itu tak termasuk.

- Ibu akhirnya memindahkan meja anak-anak. - Sungguh?

Ya, karena anak-anakmu sudah besar.

Dan si kembar?

Tidak.

Aku tak mungkin didudukkan di samping si kembar. Ya, 'kan?

Gianna, kau yang berbeda sendiri.

Kau berharap duduk di mana?

Kecuali ada yang sakit sebelum malam ini. Itu mungkin.

Di musim ini, mudah untuk tertular flu.

Giacomo, Sayang, kau pakai syal?

Jika tidak, kau bisa sakit. Jika kau sakit, Ibu mati.

Kau mau Ibu mati?

Ya, aku mau!

Sial kalian berdua. Salah kalian aku di sini.

Kenapa aku di sini?

Kami menemukan ruskusnya. Lumut daun untuk ayah kalian juga.

Karena kami dapat lumut daun juga, kita bisa pulang, 'kan? Selesai.

Ayolah, Titti. Kita selalu melakukan ini.

Kita kemari dan mengobrol.

- Ini tradisi. - Tradisi berubah. Orang tumbuh dewasa.

Mulai kini, tradisi baruku adalah berhenti melakukan ini dengan kalian.

Seperti bersepatu hak untuk ke hutan?

Bersabarlah, Tuhan. Dia bingung. Sudah tiga tahun dia tak bercinta.

Itu mistletoe?

Kata Nenek, berciuman di bawah mistletoe

membawa gairah setahun.

Ya, dia selalu bilang begitu.

- Ya. - Ya.

Ya, tapi orang menikah tak bercinta. Semuanya tahu itu.

Usiaku 30 tahun, dan masih perawan. Siapa yang lebih perlu temukan cinta?

Itu milikku.

Aku yang pertama lihat!

Tetap di sana!

Aduh! Itu kasar.

Ini milikku. Aku ambil semuanya!

Akan kusimpan untuk Natal,

Titti untuk Tahun Baru, Cathy untuk Epifani.

Dan aku?

Tak bolehkah aku mencium seseorang saat Natal?

Sayang.

Kau? Saat Natal? Ayolah.

Tampaknya tidak.

Menurut teman-temanku, aku tak mungkin berciuman saat Natal.

Benar. Sejak Francesco meninggalkanku, aku tak menjalin hubungan lagi.

Namun, bukan berarti aku akan sendirian selamanya.

Halo.

Hai, Gianna.

Aku mau satu.

Hadiah tahun ini besar.

UNDIAN NATAL

- Ya? - Perjalanan romantis untuk berdua.

Malam spa untuk berdua.

Dan sebagai hadiah hiburan,

sarung tangan,

untuk berdua.

Fantastis.

Maaf, Gianna. Apa aku tak peka?

Tentu tidak. Tak apa-apa.

Bagaimana menurutmu? Kau mau kartu lotre?

Tidak.

Sebenarnya, bagi semua orang, aku sendirian.

Dan aku akan selalu begitu.

Satu-satunya tempat ini tak penting adalah tempat yang paling kucintai.

Rumah sakitku.

Sampai nanti.

Silakan, Giulia.

Terima kasih.

- Bagaimana hasilnya? - Terima kasih.

- Ceritakan nanti. - Sampai nanti.

Halo.

- Halo. - Halo. Terima kasih.

- Giannina. - Apa kabar? Selamat datang kembali.

Baik. Giannina, sayang.

Bisakah kau bawa Nona Clotilde untuk CT...

Matilde. Matilde Castoldi.

Ya, tapi, Nyonya...

Matilde.

Mungkin menderita penyakit paru obstruktif kronis parah,

dan mengeluh sakit dada.

Tak ada obat ajaib, tapi kita bisa berikan kualitas hidup lebih baik.

Anak muda, dengar, kualitas hidupku sempurna.

Setidaknya, kau bisa berhenti merokok.

Di usia 80 tahun!

Anak muda, kita harus mati cepat atau lambat, bukan?

Di mana kalian temukan dia?

Dr. Menghini pindah dari Firenze.

Umberto, boleh aku bertanya sesuatu?

Sudah baca catatannya, 'kan? Ada tanda-tanda polikondritis.

Dia sudah 60 tahun merokok. Dadanya sakit karena paru-parunya.

Ayo lakukan pemeriksaan.

Bisa bertukar sif besok?

- Ya. - Bagus.

- Halo. - Hai.

Mengenai dugaan polikondritismu...

Akan kuminta beberapa pemeriksaan. Kau benar.

Aku pergi.

Aku ada sif di UGD.

Sampai nanti.

Kau tak beri tahu dokter kecil itu untuk belok kanan jika mau ke UGD?

Tidak.

Dia akan tahu sendiri.

- Kau kejam. - Kau yang ajari.

Menikah, paham? Dia bahkan punya anak.

- Itu tak tertulis di profil Tinder-nya? - Menurutmu bagaimana?

Kabarnya, kau lebih mahir daripada dokter.

Tidak juga, tapi...

Kau beruntung. Kau menyerah akan pria dan bisa fokus bekerja.

Tidak, aku belum menyerah.

Itu belum terjadi,

tapi "Gianna menyerah akan pria" belum ditetapkan. Tidak.

Tidak.

Kini, aku punya mistletoe.

Jadi, kita lihat saja nanti.

Setahun penuh gairah.

Terima kasih atas informasinya.

Jika sudah selesai bergosip, datanglah ke rapat.

Aku butuh daftar lima dokter dan perawat yang akan bekerja pada Malam Natal.

Siapa yang berencana merayakan dengan pasangan atau anak?

Gianna, sif ganda lagi?

Itu nasib orang lajang atau tak punya anak.

Tetap bekerja selagi yang lainnya sibuk makan.

Maaf. Aku salah lantai.

Tak apa. Karena kau sendirian di sini, kuberi kau sif ganda.

- Kau keberatan? - Tidak.

Jadi, kita akan berbagi keajaiban Natal.

Hai mari berhimpun

Dan bersuka ria...

- Aku datang. - Kau datang.

Kau bilang akan datang pukul empat.

- Maaf. - Lisa gugup tanpa kau.

Lihat dia. Dia gugup.

- Dia baik-baik saja. - Dia akan muntah.

- Ibu sayang kau. Jangan muntah, ya? - Hentikan.

Kau akan mempermalukan dia.

Kau seperti Ibu.

Apa? Tak mungkin.

Ibu tak pernah datang untuk menontonmu. Aku yang datang.

Maaf aku terlambat. Ada dua pasien darurat.

- Ya. - Aku lelah sekali.

Kau tak tahu apa itu lelah sampai kau punya anak.

Aku bisa jamin.

Aku tak tidur berbulan-bulan.

Aku juga bekerja sif malam di rumah sakit.

Tak sama. Seorang ibu tak pernah tidur.

Dan popok?

Sangat banyak!

Aku juga ganti popok di rumah sakit.

Tuhanmu

Bagus, Lisa!

Gianna, kapan kau akan punya gembala kecil?

Gianna?

Hai, Margherita. Apa kabar?

Hai, Francesco!

Kabarku baik. Dan kau? Sedang apa kau di sini?

Aku mau menonton keponakan istriku.

Greta di rumah bersama bayi kami. Aku datang untuk mewakili keluarga.

Dan Gianna?

Gianna? Gianna...

Kau tahu bagaimana dia, selalu berkeliling,

keluar masuk negeri.

Dia tak pernah menurun.

I Hate Christmas subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Hate Christmas

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left