BanG Dream! Episode of Roselia I: 約束
The first 200 lines.
Ayo.
Menari dari warna putih nan suci
dan terwujud menjadi mawar biru
Marilah mekar menuju masa depan
BanG Dream! Episode of Roselia I: JANJI
Seraya menghela napas, kupandang langit membentang
Semakin tinggi asaku, semakin banyak pula yang sirna
Kadang kala
Waktu (dan nurani) dapat lekas berlalu
Jadi genggamlah erat (tanganku) dengan penuh semangat
Rasakanlah debaran yang kian membara
Pada satu-satunya jalan menuju masa jaya
Renjana yang memikul cahaya dapat melantangkan suara
melodi lima warna
Gemakanlah hingga keteguhan berubah menjadi keajaiban
kebangkitan kita akan menjadi nyata
Raih, jangan pernah goyah
Harap, jagalah martabat
Marilah mekar menuju masa depan
Perlahan cahaya di dunia ini kian menyilaukan
Seraya saling bergandengan tangan...
Yukina, kamu jago nyanyi, ya.
Terima kasih. Papaku jauh lebih jago, lo!
Eh? Hebat!
Papaku tergabung dalam band.
Band?
Aku juga mau coba!
Kita akan terus memainkannya bersama
Sesinya asyik, ya!
Nyanyian dan permainan gitar Papa Yukina jago banget!
Aku juga ingin lebih jago seperti Papa!
Yukina, kamu suka bernyanyi?
Ya, aku sangat suka!
Kalau begitu, kamu pasti bisa bertambah mahir.
Apa aku juga bisa?
Tentu saja. Pokoknya jangan sampai melupakan perasaan kalian.
Baik!
Entah sejak kapan, kami enggak melakukannya lagi.
Bukan karena perintah orang lain, tapi berhenti dengan sendirinya.
Aku berangkat!
Ayah Yukina berhenti bermain musik.
"Minato"
Yukina sendiri...
sudah berubah.
Tahun ini pun tingkat SMP dan SMA memiliki adik-adik kelas baru.
Murid lama naik satu tingkat dan kini menjadi kakak kelas.
Lisa, Lisa!
Kukumu imut, deh.
Dipoles di mana?
Makasih. Aku memolesnya sendiri, lo.
Masa?
Seperti kudapan atau masa kecil.
Yukina!
Akhirnya terkejar.
Aku mau pergi ke toko aksesori yang baru buka.
Aku tidak ikut.
Oh.
Ya sudah.
Tenang saja, aku sudah biasa ditolak.
Gimana kalau jalan sampai tempat biasa?
Sekalipun kamu sibuk, jangan sampai nilaimu merah.
Kalau nilaiku merah, kegiatan bermusikku akan terganggu.
Iya juga, sih.
Kamu kelihatan sibuk banget, ya.
- Rinrin! - Manggung di berbagai rumah konser.
Apa masih mencari anggota band?
Tentu saja.
Pendaftaran kontes tahun ini sudah dibuka.
Tapi hal seperti itu terkesan...
Aku akan melakukannya demi ayahku.
Kamu tahu apa yang terjadi pada band ayahku setelah bergabung label rekaman, 'kan?
Ya, kurang lebih.
Baiklah, sampai sini saja.
Lalu, seniorku, Kak Lisa bilang bagus, lo!
Hei, apa kamu dengar, Rinrin?
Uh, iya. Aku dengar, kok.
Anu, suara apa ini?
Rinrin, menurutmu apa itu?
Cukup! Aku tidak tahan denganmu lagi!
Aku hanya menyampaikan fakta.
Sekalipun ditutupi oleh penampilan atau kostum,
kalau tidak meningkatkan teknik dasar, band-band lain bisa mengalahkan kalian.
Cukup! Bubarkan saja band ini!
Tenanglah. Hanya satu orang yang memiliki pendapat berbeda.
Bukan begitu, Sayo?
Iya. Kalian lanjutkan saja sendiri.
Terima kasih untuk selama ini.
Maaf.
Aku menonton penampilanmu tadi.
Mohon maaf karena menampilkan sesuatu yang tidak pantas ditonton.
Namamu Sayo, benar?
Mari membentuk band denganku.
Belakangan ini aku kecanduan pergi ke rumah konser.
Aku ingin menemukan band bagus yang hanya diketahui olehku.
Bukankah itu keren banget?
Iya, kamu benar.
Ya, 'kan?
Akhirnya aku menemukan orang yang sangat keren bagiku!
O-oh...
Kamu suka hal-hal keren, ya.
Iya! Makanya, Rinrin, ayo masuk ke sana!
Eh?
Namaku Minato Yukina.
Saat ini aku hanyalah vokalis solo.
Aku sedang mencari anggota untuk tampil di Future World Fes.
Bahkan band profesional pun bisa gagal tampil di kontes itu.
Acara yang dianggap puncak genre ini.
Kita pasti bisa kalau membentuk band.
Aku tampil setelah penampil selanjutnya.
Nanti kamu akan paham sendiri.
Tunggu. Mana bisa paham kalau hanya sekali...
Kamu kira aku sudah mengorbankan apa saja demi tampil di sana?
Aku tidak merasa tekadku dalam bermusik kalah darimu.
Selanjutnya giliran Yukina.
Dia sangat jago dan keren!
Katanya dia tak mau bicara pada orang yang tak sepadan.
Eh, kok begitu? Jahat banget.
Rinrin, kamu baik-baik saja?
Shirokane?
Di sini jauh dari panggung, lo.
- Gadis yang tadi. - Kamu enggak bakal didorong.
Jadi...
Hah?!
Wajah Rinrin membiru!
Aku... mau... pulang saja.
- Rinrin, bertahanlah! - Aku... mau... pulang saja.
Kalian berdua jangan berisik!
Yukina!
Tiap kali air mata mengalir, ia akan menjadi lebih indah
Impian akan berseri usai hujan turun
Baru kali ini...
Aku dengar suara sepertinya.
- Kemampuannya nyata. - Perlahan
cahaya di dunia ini
- Apa ini? - kian menyilaukan
- Suaranya... - Seraya saling bergandengan tangan...
Permisi.
Bagaimana nyanyianku?
Aku tidak bisa berkomentar.
Nyanyianmu sangat luar biasa melebihi musik apa pun yang pernah kudengar.
Aku ingin membentuk band denganmu.
Kalau bersamamu, idealismeku
bisa mencapai puncak.
Eh? Serius?
Serius.
Aku membentuk band dengan gadis bernama Sayo.
Meskipun masih gitaris dan vokalis,
kami sedang mempersiapkan lagu baru untuk kontes.
Oh.
Akhirnya kamu membentuk band, ya?
Aku cukup khawatir karena kamu cuma bergaul denganku.
Lisa...
Tapi aku serius tentang ini.
Ini juga demi ayahku.
Aku tahu, kok.
Bukankah syarat ikut kontes minimal tiga orang?
Tidak mau mencegahku?
Memangnya kamu akan menuruti perkataanku?
Lisa.
Eh? Ako?
Kak Yukina, aku mohon!
Mengikutiku sampai sekolah, ya?
Ako, ada apa?
Dia kenalanmu?
Iya, dia juniorku di ekskul tari.
Aku sudah mempelajari ketukan drum semua lagumu!
Aku berlatih sangat gigih!
Jadi...
Aku mohon!
Sekali saja enggak masalah! Izinkan aku bermain musik denganmu!
Lalu...
Kalau hasilnya payah, aku akan menyerah.
Aku sudah bilang berulang kali. Ini bukan main-main.
Sudahlah, Yukina. Izinkan saja.
Sekali saja bukan masalah, 'kan?
Aku cukup mengenal Ako. Dia bisa kalau bersungguh-sungguh.
Kak Lisa.
Baiklah.
Satu lagu dalam satu sesi.
Bulatkan tekad dan melangkah
Lalu genggam impian yang ingin diwujudkan sekarang juga!
Anu...
Apa aku bisa bergabung?
Oh, iya.
Maaf. Baiklah, kamu lolos.
Bagaimana menurutmu, Sayo?
Aku sependapat denganmu.
Hanya saja...
Hore!
Rasanya hebat banget!
Meski ini pertama kalinya, tapi tubuhku seperti gerak sendiri!
Aku juga!
Permainan kita cukup bagus, 'kan?
Benar. Aku juga heran.
Suara yang hanya bisa diwujudkan
dengan syarat dan dalam waktu, tempat, serta momen yang tepat.
Ke-kedengarannya seperti keajaiban, ya.
Iya. Ajaib banget!
Aku tidak suka dengan ungkapan itu, tapi memang benar.
Terima kasih atas pengalaman yang berharga.
No comments yet. Be the first to leave one.