The first 200 lines.
Hei, Jonas! Pelan-pelan. Asmamu bisa kambuh lagi.
Jonasβ¦
Sudah kubilang jangan membantu lagi, bukan?
Lihat apa yang terjadi.
Lap keringatmu.
Bajumu sudah terlalu kecil.
Aku perlu yang baru.
Nanti kubelikan.
Itu karena makanmu banyak.
Tidak!
- Hei, ini giliranku! - Biar kutemui mereka.
- Beri aku uang. - Ya.
- Kau yakin? - Ya.
Kuberi tahu kau, Osang!
Ini hari keberuntunganmu!
- Sungguh? - Ya, percaya padaku!
Tolonglah, Nenek.
Kau sudah bilang begitu padaku tiga tahun ini!
Luna! Baguslah kau datang.
Ibumu akhirnya muncul.
Katanya dia sedang mengurus sesuatu.
- Luna, apa itu kau? - Baunya busuk.
Aku pergi dulu, Luna.
Kau datang.
Ibu.
Tunggu. Aku bahkan belum menutupnya.
Luna.
Ini. Ini, Sayang.
Ini pekerjaan kapal pesiar.
Kapal pesiar.
Mereka akan melatihmu gratis. Kau tinggal naik.
Apa jeleknya?
Kau membersihkan makam tua di sini, demi Tuhan.
Kali ini kau akan membersihkan sesuatu yang hebat, Sayang.
Kau akan bersihkan kapal pesiar.
Kau akan dapat tip besar.
Dalam Euro, Sayang. Euro.
Ibu, kau memaksaku lagi.
Aku sudah mengurus semuanya.
Cuma ini peluang kita dapat hidup lebih baik.
Apa kau mau Jonas menghirup udara ini selamanya?
Itu masalahnya, Ibu.
Siapa yang akan merawat Jonas?
Aku dan nenekmu Martha.
Kau?
Kau selalu menghilang berhari-hari.
Karena aku mengurus dokumenmu.
Sebenarnya,
pekerjaanku dengan orang asing tak berjalan lancar.
Lalu, aku harus ambil pekerjaanmu.
Aku akan menjadi pemandu wisata sepertimu.
Kau dengar omonganmu?
Mau menjadi pemandu?
Cukup beri makan adikmu.
Di sana. Lihat ke atas. Semuanya tertutup kaca.
Pasti seram melihat ke bawah kalau semua kaca.
Yang itu juga tinggi.
Kau benar.
Jonas,
kau akan kembali sekolah tahun depan.
Kau sudah bilang begitu tahun lalu.
Jangan khawatir.
Aku akan mengawasi Ibu dan Nenek.
Akan kukendalikan mereka.
Wah! Jonas, Pria Kecil yang Tangguh!
Keren sekali!
Kirimi aku banyak video.
Kirimlah kapan pun kau dapat sinyal.
Agar rasanya seperti aku bersamamu.
Janji,
waktu aku kembali,
kita tak perlu naik feri untuk melihat gedung tinggi.
Kita akan tinggal di salah satu gedung tinggi itu.
Kau mau di mana? Di sini? Di sana? Yang mana?
Yang itu!
Kau suka di sana?
Suatu hari kita tinggal di sana.
Suatu tempat yang terlalu tinggi untuk debu.
Kau tak akan asma lagi.
Berjanjilah padaku.
Aku akan menunggumu.
Ingat gerakan Luna dan Jonas yang kita buat?
Pada hitungan tiga,
dua, satu, ayo!
Ke atas!
Aku akan jatuh!
- Wah! - Wah!
Kita guncang perahunya.
Hore!
Luna!
Luna! Kedipkan matamu! Hei!
Luna, jangan lupa hadiahku.
Bridget-ku selalu membawakanmu cokelat.
Kita kehabisan lagi.
Nenek!
Belikan yang baru untuk Jonas, ya? Aku tinggalkan uang.
Baik.
Kau, kalau inhalermu habis, pastikan beri tahu Nenek, ya?
Ini, Kakak.
Berjanjilah kau akan bawa ini kembali.
Bawa ini pulang bersamamu.
Buat ini lebih bagus.
Putriku yang cantik sekarang TKW!
Lihat dirimu!
Hei, Semuanya.
Saat dia turun dari kapal itu, kami akan kaya.
Kami akan pergi dari sini!
Berpamitan pada semua orang.
- Dah! - Dah!
Dah! Ya, senyum ke kamera.
Luna! Dah!
Luna!
Hai, Jonas!
Di sini indah sekali.
Kapal ini besar sekali!
Ini lobinya kapal.
Cory!
Bilang "hai" pada adikku!
Hai, Jonas!
Kapten Muhloch!
Bilang "Umur panjang!" pada adikku Jonas.
Umur panjang!
Hei, Luna! Lihat.
Dia datang. Pelayan yang tampan!
Jujurlah, dia menarik, bukan?
Aku harus pergi, Jonas. Dah.
Aku sayang padamu.
Halo, Bu.
Halo.
Terima kasih.
Kau benar-benar iri.
Tidak.
Aku yakin suatu hari, aku juga akan pergi ke pesta topeng.
Jonas?
Hei, apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?
- Aku tak bisa bernapas. - Nn. Luna Caceres.
- Kau melakukan FaceTime saat bekerja? - Nenek tak ada. Dia di pasar.
Cepat! Waktu kita tak banyak.
Bu, maaf. Ini adikku.
Apa yang terjadi? Kelihatannya mereka putus.
Kenapa dia bertengkar dengan Aji?
Aku harus berhenti merekam ini.
Luna! Aku mencarimu.
Ada apa, Kawan? Kemarilah!
Kemari, hei!
Ada masalah apa? Ayo.
Luna.
Luna, kau sedang apa?
- Luna! - Orang jatuh ke laut!
- Tolong! Tolong, seseorang tolong kami! - Orang jatuh ke laut!
- Luna! - Tolong!
- Luna! Tolong! - Tolong dia!
- Orang jatuh ke laut! - Tolong!
- Seseorang tolong! - Tolong kami, Pak!
Tolong kami. Seseorang tolong dia, Pak!
Tolong!
- Hei, Luna! - Hei!
Seharusnya kau baru kembali tahun depan, bukan?
Kau dipulangkan lebih cepat?
Ya.
Luna!
Jonas!
Luna, aku memenuhi janjimu. Aku menunggumu.
Ini untukmu.
Itu banyak.
Ini cuma hadiah.
Lebih baik diambil, daripada dibuang tamu.
Tunggu.
Aku janji membawa ini kembali padamu.
Terima kasih, Kak.
Di mana Ibu?
- Tidak tahu. - Ayo, pergi.
Ini. Ini efektif melawan kutukan.
Taruh tanganmu di atasnya!
Teman-Teman, ayo ambillah!
Apa kau tak tertarik?
Nenek?
Aku kirim uang untuk memperbaiki rumah.
Kenapa terlihat sama saja?
Aku jamin, ini akan menghalangi semua kutukan.
Nenek.
Luna, aku tak bisa bicara sekarang.
Aku bicara dengan pelangganku.
Bisa kita bicara nanti?
Di mana Ibu?
Nenek juga tak tahu, Kak.
Menurutku, dia mulai pikun.
Lihat. Dia menyimpan semua kertas itu.
Tidak, itu tagihan utilitas.
Dia tak mau melihatnya.
Yang itu lagi?
Kau sudah menyelesaikan teka-teki itu sepuluh kali.
Baiklah, Teman-Teman.
Cukup untuk hari ini, ya?
Sampai jumpa!
Syukurlah sudah selesai.
Kau.
Kenapa kau cepat kembali? Di mana itu?
Rumah lebih baik
yang kau janjikan.
No comments yet. Be the first to leave one.