The first 200 lines.
Penerjemah : Unickunru *_*
Permisi, kursi ini sudah dipesan?
Oh, um,
Aku menyimpannya untuk seseorang, tapi dia telat, jadi silahkan.
Makasih, dan siapakah dia?
-Suamiku. -Aww.
Oh. Oh, dia harusnya tak membuatmu menunggu.
Yeah, dia agak menusuk seperti itu.
-Selalu bekerja. -Hmm.
BIsa aku... Bisa aku mentraktirmu minum?
Mungkin yang agak keras?
Yeah, okay. Um, akan kupesan--
Old Fashioned? Semacamnya?
Tebakan bagus.
Tebakanku kebetulan benar.
Permisi, hai. Bisa kupesan old fashioned dengan Bulleit?
Dan dirty martini dengan tiga zaitun?
Terima kasih.
Jadi, yang dia lakukan, ini, um...
suami mu?
-Dia pengacara. -Ooh, astaga. Maaf.
Jangan tersinggung, tapi orang-orang itu, bung.
-Mereka parah. -Benar.
-Begitu juga bukunya. -Mm-hmm
Kamu tampaknya terlalu bersemangat untuk jadi pengacara.
-Yeah, mungkin benar. -Yeah.
Kurasa kamu harus lebih berimajinasi.
-Benarkah? -Mm-hmm.
Hmm.
-Bagaimana kamu tahu? -Oh, itu yang aku lakukan.
Sungguh? Dan apa yang kamu lakukan?
Aku seorang arsitek.
-Ah. -Bisa kamu tahu dari bajunya?
Yeah.
Aku selalu ingin bertemu arsitek.
Dan sekarang, kamu sudah. Seperti apa rasanya?
Yeah, ini bagus.
-Makasih. -Terima kasih.
Bersulang.
-Sangat senang bertemu denganmu. -Aku juga.
-Kamu sudah menikah, huh? -Tidak. Aku hanya tak pernah...
kamu tahulah, menemukan... wanita yang tepat.
Kamu percaya itu?
Entahlah, maksudku...
Dulunyas.
Kuyakin para gadis seksi memasrahkan dirinya padamu.
Kamu arsitek berkuasa yang tampan.
Kamu pikir aku tampan?
Mungkin.
Aku juga punya pilihan.
Tapi tampaknya itu, um...
wanita yang aku inginkan sudah punya pasangan.
Yah...
itu hanya membuatnya lebih seru, bukan?
Hanya jika kamu ingin melanggar peraturan.
Aku tak pernah bilang aku setia.
Oh, aku paham.
Dan, um...
apa suamimu tahu?
Dia tidak memperhatikannya.
Tapi, kucoba kendalikan diriku.
Kurasa.
Jadi, apa kamu bekerja?
-Oh, yeah. Yeah. -Benarkah?
-Maksudmu, kadang-kadang, yeah. -Benarkah? Apa pekerjaanmu?
Musisi, sebenarnya.
Oh, wow.
-Yeah, bukan jenis pop star sesungguhnya, -Itu keren, okay.
tapi lebih dari.. aku menulis lagu.
Meski demikian, itu..
Itu sungguh...
seksi.
Dan tak terprediksi.
Oh, bagus. Aku suka mengejutkanmu.
Kamu tahu, tiap kali aku kesini, mereka memberiku ruang yang besar,
jika kamu ingin pergi...
ke atas.
Dengar, kita harus cepat, karena..
Bisa kuminta tagihannya, tolong? Terima kasih.
Oh, aku tak pernah tanyakan namamu.
Sidney.
Kamu suka itu, Sidney?
Hey.
Hai, sleepyhead.
Kemarilah. Aku tak ingin ini berakhir.
Hey, jangan lakukan itu! Aku harus bekerja.
Aku tak punya pasien sampai jam 1, ayolah.
-Mmm. -Ayolah.
Pesan sarapan, okay? Dan tenang.
Aku akan merindukanmu.
Tadi malam mengagumkan.
-Sangat mengagumkan. -Aku tahu.
Sangat, sangat mengagumkan, tapi...
Aku senang kita bukan orang itu.
Aku suka apa adanya diriku.
Layanan kamar.
Hello. Hello?
Hey.
Pilihan yang indah.
-Yeah, aku cuma ada pertemuan. -Tentu.
Oh, ini.
Kamu bisa pesan apapun yang kamu mau.
Yeah, ini sungguh bukan bidangku.
Tapi aku yakin orang-orang ini datang ke Brooklyn dan katakan hal yang sama.
-Oh, ampun. -Mm.
-Itu cocok denganmu. -Oh, yeah?
-Selamat pagi. -Hai, dia ingin pesan..
Pankeik, tolong.
Dan aku akan pesan omlet putih telur, tolong.
Kamu tahu...
Kamu bahkan tak menciumku "hello."
Kuasumsikan kita melewati tahap itu setelah malam kemarenan.
Itu sebuah ciuman.
Hmm. uh...
Mungkin kita harus ke atas?
-Apa? -Kamu mengundangku kesini,
Kuasumsikan kamu punya kamar.
Itu... sebuah asumsi.
Aku, sudah bilang ada pertemuan.
Dengan siapa?
Seorang arsitek. Dia mendesain ulang tempat ini.
Aku menulis bagian untuknya.
Seperti apa dia?
Yah,
sekilas, kamu mungkin tak menemukan ketertarikan, tapi...
Dia dalam.
Dan bijaksana.
Semacam orang yang kamu lihat dan berpikir,
"Aku hanya ingin berada di dekatmu."
Mungkin aku akan menyukainya.
Yeah, mungkin benar.
Hey, aku sangat menyesal, tapi aku harus buru-buru.
-Ada apa? -Aku harus mengambil sesuatu.
Oh, aku ada sedikit waktu. Aku akan ikut denganmu.
Tentu.
Jika kamu suka petualangan.
NOna? Tas mu.
Oh, uh, yeah. Nanti akan kuambil.
-Dan katamu aku berbohong. -Itu bukan apa-apa.
-Itu cuma.. -Tidak, tak apa.
Hanya jenis berbeda dari pertemuan.
Bagaimana hotelnya?
Hotelnya bagus.
Bagus, terima kasih...
Senang bisa pergi.
Aku yakin.
Hey, Alexis. Menurutmu aku bisa lulus jadi arsitek?
Apa?
Tidak, maksudku jika kamu bertemu aku di bar atau semacam itu,
kamu akan percaya itu?
Kurasa.
Kamu pertimbangkan mengubah karirmu?
Mungkin di kehidupan lain.
Aku akan membutuhkanmu memesan penerbangan ke Texas.
Sudah kujelaskan pada mereka, mustahil lakukan ini dengan pihak kedua.
Akan kukerjakan. Siapa yang pergi?
Aku, kamu dan Scott. Jeanie tak akan ikut.
Kamu akan menutupi kami berdua, jika itu tak masalah.
Tentu saja tidak.
Mr. Arsitek.
Yeah...
Aku akan disini sebentar. Kamu bisa nongkrong disini jika kamu ingin.
Terlalu panas disini.
Ini bukan tempatmu.
Yeah, ini tempat Sam.
Kuharap kamu tidak marah. tapi Stevie anjingku juga.
Kenapa kamu tak bicara saja padanya? Aku yakin dia mengerti.
Aku jelas meminta untuk membawanya akhir pekan, cuma itu.
Dia jadi brengsek pagi ini, jadi persetan.
Aku akan mengambil talinya.
Uh...
Astaga, kamu tampak ketakutan.
Bagaimana kamu tahu dia tak akan kembali?
Sam punya rutinitas yang tetap selamanya.
Kita aman.
Aku... aku telat, jadi aku harus buru-buru.
Mungkin kita bisa pergi ke tempatmu lain kali?
Mungkin.
Cuma itu, jika kamu punya tempat sendiri.
Shit, aku sangat menyesal.
Kereta ditunda. Aku harus melompat ke 14th dan lari kesini.
-Maaf banget. - Tak apa, Jean.
Tak biasanya kamu telat.
Aku tahu, aku...
-Maafkan aku. -Hey, bisa bicara sebentar?
Oh, aku... aku agak...
Yeah, bisa kulihat. Apa yang terjadi malam kemarinan?
-Apa? -Sumpah aku melihatmu masuk mobil
di studio latihan.
Tidak, aku di rumah saat kamu sms, dengan Dolly dan Michael.
-Kamu yakin? -Yeah.
Pasti itu kembaranku.
Ha. Kembaranmu mengendarai mobil yang sama.
-Claire! -Jean.
Ambil mantelmu. Sebenarnya, kita akan keluar hari ini.
-Benarkah? -Mm-hmm.
Baiklah.
Thank you.
Oh, aku tak punya baju yang tepat untuk ini.
-Tak masalah, hari ini hanya percobaan. -Aku tak bisa lakukan ini.
No comments yet. Be the first to leave one.