The first 200 lines.
Penjara Danli, Honduras,
rumah bagi lebih dari 700 narapidana,
banyak dari mereka menjalani hukuman atas pembunuhan dan pemerkosaan.
Dengan tahanan tiga kali lebih banyak daripada kapasitasnya dan kurang anggaran,
pihak berwenang memutuskan dengan pendekatan berisiko.
Mereka telah mempersenjatai tahanan terkuat dengan senjata
dan memberi mereka kekuatan untuk mengatur diri sendiri.
Namaku Paul Connolly,
dan untuk pertama kalinya di televisi...
Keparat!
...aku akan masuk ke balik jeruji di penjara Danli
untuk hidup sebagai narapidana.
Mereka sangat tertarik padaku.
Aku ingin tahu bagaimana sistem yang berbahaya ini berjalan.
Kapan saja, hal buruk bisa memuncak.
Di dunia di mana para penjahat yang menegakkan peraturan.
Aku merasa berada sangat di luar zona nyamanku.
Dengan aliran obat dan senjata mengalir di balik tembok ini,
bertahan hidup saja butuh biaya mahal,
membuat ini salah satu penjara tanpa peraturan hukum
di seluruh Amerika Tengah.
Honduras, ibu kota pembunuhan di dunia.
Lebih dari 400 orang terbunuh di sini setiap bulannya.
Banyak korban akibat perang perebutan wilayah...
antara pengedar narkoba yang menyelundupkan kokaina
dari Amerika Selatan ke AS.
Tapi kini militer balik melawan,
menangkap geng dari jalanan
dan memenuhi penjara dengan beberapa penjahat paling berbahaya di negara ini.
Penjara Danli dihuni lebih dari 700 narapidana
dalam kompleks yang dibangun hanya untuk 240 orang.
Saking sesaknya, para penjaga membiarkan para tahanan mengelola bagian dalam.
Baiklah.
Aku ingin mengetahui bagaimana kehidupan di sini
bagi seorang narapidana.
Jadi, beginilah awalnya, jika kau terbukti bersalah
dan dipidana di pengadilan Danli,
kau dikirim ke penjara Danli, kau diborgol, digeledah
lalu dinaikkan ke ke atas truk.
Dalam perjalanan ke penjara,
aku mengamati lingkungan baruku.
Aku tahu Honduras adalah negara termiskin kedua di Amerika Latin,
tapi aku tetap terkejut dengan apa yang kulihat.
Kurasa reaksi wajar di sini bahwa apa pun yang kau harapkan,
itu selalu akan mencengangkan, selalu menjadi kejutan.
Aku berharap melihat kemiskinan, tapi tidak...
dalam skala sebesar ini. Ini tempat yang sangat buruk.
Dan kurasa yang terus-menerus kupikirkan,
adalah elemen berbahayanya.
Untuk saat ini, aku dilindungi oleh penjaga bersenjata.
Tapi setiba di penjara Danli,
akan ada pembunuh dan pemerkosa yang memegang kendali.
Saat kita semakin dekat, aku juga cemas
tentang betapa buruknya kondisi kehidupan di sana nanti.
Anggaran pemerintah hanya 43 sen per hari untuk memberi makan tiap tahanan.
Tak ada pengawasan, tak ada keamanan elektronik,
intinya penjara ini dibiarkan membusuk selama 30 tahun terakhir.
Kesan pertamaku adalah
semua yang ada di sini tak seperti bayanganku.
Ini sangat aneh dan asing untukku.
Maksudku, saat kami akan masuk dari luar,
ada anak-anak berjalan melewati gerbang pergi ke sekolah.
Ada ayam, lalu keadaan menjadi sangat kontras,
ada polisi di mana-mana, banyak persenjataan berat,
dan yang lebih aneh lagi adalah
itu semua ada di tengah-tengah lingkungan tropis ini.
Seperti penjara di Jurassic Park.
Sebagian besar narapidana di Danli dipenjara dalam kompleks
yang dikelilingi tembok lima meter.
Di sini, para tahanan yang berkuasa.
Terkunci di dalam Bartolina,
banyak sel sempit yang penuh sesak.
Para penjaga berpatroli di luar penjara dan juga tinggal.
Itu juga tempat waktuku sebagai tahanan dimulai
- Siapa namamu? - Paul Connolly.
Ini kali pertama kau dipenjara?
Ya, aku belum pernah dipenjara.
Pergi ke sana, ke kamar mandi.
Sebelum aku masuk ke dalam,
penjaga memeriksa aku tak membawa benda ilegal.
Lepas pakaian dan sepatumu.
Apa yang sebenarnya...
kau cari?
Jika kau terluka, kau bisa membawa narkoba atau semacamnya.
Berpakaianlah. Tak ada masalah.
Sudah selesai? Bisa kupakai lagi?
Baiklah.
Walau aku ditelanjangi,
penggeledahan ini masih terasa kurang teliti.
Tak sulit menyelundupkan barang masuk dengan pemeriksaan begini.
Kurasa itu adalah gajah di dalam ruangan.
Tapi aku bersyukur pemeriksaannya tak menyeluruh.
Langkah selanjutnya adalah mengambil sidik jariku
dan foto diriku.
Menatap ke kamera!
Kemudian aku dikirim ke dalam sarang berbahaya.
Aku melihat ke dalam, mereka sangat tertarik padaku.
Di sini, di sel sementara ini,
aku ditinggalkan para penjaga saat mereka mengunci diri di luar.
Begitu aku menginjakkan kaki di dalam kompleks tahanan,
semua hal bisa terjadi.
Aku harus mengikuti aturan para narapidana
yang ditegakkan oleh para terpidana yang dikenal sebagai koordinator,
dan sosok pemimpin mereka yang seperti ayah baptis, Nery Calero.
Jadi, aku menunggu orang bernama Nery, pemimpin para koordinator.
Dia terpidana pembunuhan.
Aku tak tahu apa aku akan diincar karena aku orang Barat,
karena aku orang baru, pendatang di tempat ini.
Aku jelas merasa
sangat jauh dari zona nyamanku saat ini.
Jaga dia.
Bawa dia masuk, ya!
Nery bahkan tak menyapaku,
dia malah memerintah dua koordinatornya untuk menuntunku.
Masuk ke sana, kau akan digeledah.
Masuk ke sini?
Kemejamu.
Aku harus melepas pakaianku?
Lepas semuanya.
Dan ternyata anak buah Nery tak memercayai ketelitian
dari pemeriksaan para penjaga.
Ya, aku tahu.
Sepatumu.
Aku harus melepas semuanya?
Ya, semuanya.
Kenapa?
Karena alasan keamanan.
Dia bisa membawa pisau atau semacam itu.
Sialan.
Pencarian ini terasa lebih mengintimidasi.
Kau melakukan ini pada setiap narapidana yang datang?
- Semuanya? - Ya
Mereka ingin aku tahu mereka yang berkuasa.
Itu perkenalan yang hebat, ya?
Namaku Paul Connolly.
Aku dalam misi untuk mencari tahu
bagaimana cara kerja salah satu penjara paling berat di Amerika Tengah.
Penjara Danli di Honduras.
Sekarang aku berada di dalam penjara,
di area yang dikenal sebagai "Bartolina".
Di sini, tak ada penjaga.
Sebaliknya, tahanan yang dikenal sebagai "koordinator" menjadi penjaga.
Aku baru di sini setengah jam,
tapi beberapa rekanku pernah lihat pisau, bahkan pistol.
Aku sangat gugup.
Baiklah.
Tapi sekarang, aku akan berhadapan
dengan pria yang bertanggung jawab atas semua tahanan.
Seorang pembunuh bernama Nery Calero.
Tak ada apa pun.
Apa kejahatanmu?
- Perampokan. - Perampokan.
Baiklah. Turun, agar aku bisa menjelaskan.
Nery memaksaku berlutut di depannya.
Ini seperti aku menyatakan kesetiaan pada raja.
Semua orang dengan tongkat di pinggang atau tangan
adalah bagian dari penjara, dan juga narapidana.
Kau harus hormati mereka, jika mereka memberi perintah, maka lakukan,
sesuai keinginan mereka.
karena mereka menjaga ketertiban di dalam agar tak ada yang terjadi padamu.
Jika tiba-tiba seseorang ingin menyakitimu,
mereka yang akan melindungi hidupmu.
Jika punya uang,
kau bisa beli satu ranjang ini.
Ini dijual,
jika ada kasur yang tersedia.
Jika tidak ada, kau akan tidur di lantai.
Kau menjualnya di sini?
Benar. Harga ranjangnya tanpa kasur adalah 135 dolar AS di sini.
Itu mengejutkanku.
Aku sangat tidak siap dengan lingkungan di sini.
Kami diberi tahu secara tegas
bahwa sementara penjaga dan koordinator
akan melakukan segalanya untuk melindungi kami,
perlindungan kami tetap tak terjamin.
Di sini terasa...
ada sebuah ketegangan yang tersembunyi di sini
yang membuatmu merasa bahwa kapan saja
bisa terjadi keributan,
dan itu bisa menjadi masalah.
Walau aku mencoba menjaga ketenanganku,
itu membuatku gugup.
Sekarang saatnya memeriksa sel yang Nery berikan padaku.
Aku dalam perjalanan ke selku, sel nomor 25.
Dan aku sudah menarik banyak perhatian di sini.
Bawa dia masuk, bawa masuk!
Sel 25 hanya berukuran setengah lapangan squash.
Dibangun untuk tujuh orang,
tapi kini 22 narapidana tinggal dan tidur di sini.
Mereka semua di bawah kendali seorang koordinator bernama Walter,
yang menjalani hukuman 18 tahun karena mengedarkan narkoba.
Akan kujelaskan aturan di Bartolina ini.
Kau harus minta keluargamu membawakan ember
agar kau bisa mandi karena ada kamar mandi di luar.
Kau harus minta keluargamu membawakan kasur kecil
karena kau akan tidur di sini. Ini satu-satunya tempat yang tersedia.
- Di lantai ini? - Ya.
- Di samping narapidana lain. - Baiklah.
Jika seseorang menghinamu atau ingin bertarung denganmu,
kau harus kemari dan memberitahuku.
No comments yet. Be the first to leave one.