The first 200 lines.
Tugas adalah pengorbanan.
Itu menutupi segalanya
bahkan hubungan darah.
Semua pria terhormat harus menerima konsekuensinya.
Wilayah Utara berutang tugas besar kepada Tujuh Kerajaan
yang lebih tua daripada sumpah mana pun.
Sejak masa Kaum Pertama
kami telah menjadi penjaga melawan dingin dan gelap.
Melalui tradisi panjangnya
Garda Malam memupuk kekuatannya dari orang-orang malang
yang tidak memiliki apa pun selain nyawa mereka.
Tapi leluhurku, Torrhen Stark
memulai tradisi dengan membuat persembahan
di awal musim dingin.
Satu dari sepuluh pria dari keluarga kami
dipilih untuk memperkuat Garda.
Ini bukan hukuman
tapi kehormatan.
Tugas yang diterima oleh semua yang melayani Utara.
Bahkan oleh kerabatku sendiri.
Wilayah Utara harus bersiap.
Musim dingin akan datang.
Datang?
Lalu apa ini yang jatuh dari langit dan membuatku menggigil?
Ini hanya salju akhir musim panas, Pangeran.
Pada musim dingin, semuanya akan tertutup salju.
Semua kenangan tentang kehangatan akan terlupakan.
Aku senang memikirkan bahwa lebih dari seabad lalu
leluhur kita bernegosiasi di tempat ini.
Sang Penakluk dan Raja di Utara.
Setidaknya kau punya belas kasihan tak mengancamku dengan nagamu.
Pangeran.
Tuan.
Tuan.
Tuan.
Tentu Torrhen Stark yang hebat lebih memilih mati daripada menyerah.
Kecuali dia percaya Sang Penakluk bisa menyatukan Tujuh Kerajaan.
- Kau benar soal itu. - Persatuan itu kini terancam.
Kerajaan akan segera hancur
jika manusia tak ingat sumpah kepada Raja Viserys dan ahli waris sahnya.
Klan Stark tidak melupakan sumpah mereka, Pangeran.
Tapi kau harus tahu
bahwa pandanganku selamanya terbagi antara Utara dan Selatan.
Di musim dingin, tugasku pada Tembok Besar bahkan lebih berat
daripada tugasku pada Landasan Raja.
Aku butuh anak buahku di sini.
Sementara anak buahmu berjaga dari wildling dan cuaca
Klan Hightower berencana merebut takhta.
Jika ibuku ingin mempertahankan klaimnya
untuk menyatukan kerajaan, dia butuh pasukan.
Perang akan datang.
Ke seluruh negeri, Tuan.
Kami tak bisa berperang tanpa dukungan Utara.
Ayahku membawa Raja Jaehaerys
dan Ratu Alysanne untuk melihat Tembok Besar.
Yang Mulia berdiri di tempat ini
dan menyaksikan naga mereka
kekuatan terbesar di dunia, menolak untuk menyeberanginya.
Menurutmu leluhurku membangun tembok es setinggi 213m
untuk mencegah salju dan orang liar?
Lalu mencegah dari apa?
Kematian.
Ada ribuan orang tua yang sudah banyak melihat musim dingin.
Mereka sudah sangat berpengalaman.
Jadi, mereka sudah tua.
Aku bisa menyiapkan mereka untuk menjadi pasukan.
Jika mereka bisa bertarung, Ratu akan menerimanya.
Mereka akan bertarung dengan keras.
Seperti Orang Utara.
Seekor gagak tiba. Berita penting dari Dragonstone.
Gevi, Meleys.
Naiki tungganganmu lagi.
Kita terbang keluar.
Aku berpatroli lebih dari 160km di laut terbuka, tanpa henti
untuk menahan blokade.
Meleys harus makan dan beristirahat. Aku juga.
- Kita akan ke Landasan Raja. - Untuk apa?
Membunuh Vhagar.
Aku tidak bisa menghadapi wanita tua itu sendirian.
Tapi dengan naga kita bersama
kita bisa membunuh Vhagar dan penunggangnya.
Anak lelaki dibalas anak lelaki.
- Apa ini perintah Ratu? - Ratu tidak ada.
Seharusnya aku berlutut di Harrenhal
tapi aku harus tetap di sini untuk berperang.
Atau mungkin lebih sederhana, menunggunya kembali.
Dia sudah pergi berhari-hari. Terlalu lama. Dia terekspos.
Dia berduka.
Sang ibu berduka dan sang ratu melalaikan tugasnya.
Seekor gagak yang memberiku kabar tentang kematian Laena.
Aku tersiksa selama berminggu-minggu
menyangkal apa yang diberitahukan kepadaku.
Hanya saat aku melihat jasad putriku
aku baru bisa berduka untuknya.
Seekor gagak memberi tahu Rhaenyra bahwa putranya telah mati.
- Dia harus memastikannya. - Dia bodoh karena pergi sendirian.
Bagaimana jika Aemond menemukannya?
Maka aku akan mengasihani Aemond.
Ratu bertindak bijak dengan mengundurkan diri.
Dia tidak bertindak atas dorongan dendam seperti orang lain.
Seandainya kau bertindak saat ada kesempatan
maka keturunan Aegon akan sirna
dan Luke pasti masih hidup.
Terbanglah bersamaku.
Ini perintah.
Andai kau menjadi raja.
- Tuan. - Tuan.
- Tuan. - Tuan.
- Tuan. - Tuan.
Tuan.
Tuan.
Luar biasa dia bisa kembali dari Stepstones.
Nyaris hancur.
Tujuh kapal lagi berlayar pagi ini untuk memperkuat blokade.
Gullet itu luas dan jumlah kita tidak cukup untuk mencakup
seluruh perairan terbuka itu.
Kapalku harus kembali ke laut untuk memimpin pasukan.
Aku yakin masih berminggu-minggu lagi.
Tapi aku akan bicara dengan saudaraku
untuk melihat jumlah bala bantuan dari para pembuat kapal.
Bengkel pandai besi mengirimkan ini tadi.
Tuan?
Aku memesan ini untuk Pangeran Lucerys.
Aku turut berduka atas kematian pewarismu.
Itu pengkhianatan terkejam.
Maaf, Tuan.
Aku mohon undur diri. Banyak yang harus dilakukan.
Mereka bilang kau yang menyeret tubuhku keluar dari laut.
Itu sudah tugasku.
Aku berutang kepadamu, Alyn.
- Perhatian, Semuanya! - Berdiri!
- Jaga pos kalian. - Baik, Pak!
Kembali ke pos kalian! Jangan malas!
Tetap fokus!
- Naga! - Naga!
- Siapkan Kalajengking! - Siapkan Kalajengking!
Mendekat dari tenggara!
Putar balik! Jaga kedua sisi!
Kalajengking siap!
Tahan!
Tahan!
Turunkan senjata kalian. Itu Vhagar.
- Turunkan senjata! - Menurunkan senjata!
Di mana Jaehaerys?
Mengikuti pelajarannya.
Di mana itu?
Apa yang kau butuhkan darinya?
Membawanya ke Majelis Kecil.
Dia kelak akan jadi raja. Dia harus memulai instruksinya.
Bagaimana jika dia tak mau menjadi raja?
- Di mana dia? - Perpustakaan.
Kau tak boleh mengganggu kebiasaannya.
Aku takut.
Jangan takut.
Mereka bodoh jika menyerang dengan ada Vhagar melindungi kota.
Bukan naga.
Tikus.
Ratu memang sangat misterius.
Bukan begitu?
Ada udara dingin berembus.
Musim panas sudah berlalu.
Kita ditunggu di Majelis Kecil, Yang Mulia.
Kita tidak bisa
melakukannya lagi.
Baik, Yang Mulia.
Jika kau tak keberatan?
- Yang Mulia. - Selamat pagi.
Jaehaerys harus belajar aturan istana jika kelak dia ingin memerintah.
- Ya. - Ayo naik.
Selamat pagi, Tuan-Tuan!
Ibu.
Ada kabar apa?
Surat-surat kita ke Lembah dan Utara masih tidak dijawab.
Jalang.
Stormlands seharusnya menjadi milik kita
setelah perjanjian pernikahan Pangeran Aemond
dengan Lady Floris Baratheon.
Aku menunggu deklarasi tersumpah mereka.
Saudaraku meningkatkan kekuatan Barat
untuk berkumpul di Gigi Emas, tapi kami...
Terima kasih, Pangeran. Itu sangat membantu.
Keponakanku, Lord Ormund
mengumpulkan pasukannya untuk berangkat dari Kota Tua.
Mereka akan bergerak cepat, menghadapi sedikit perlawanan
sampai mereka tiba di Dataran Sungai.
Surat-suratku untuk Rhaenyra, apakah ada jawaban?
Permintaan maaf untuk mendiang putranya?
Tidak ada, Yang Mulia.
Antara itu dan blokade Gullet mereka
kita harus berasumsi bahwa Putri telah menolak syarat yang ditawarkan.
Perang itu sekarang tak bisa dihindari.
Mungkin Yang Mulia bisa memberikan suaranya untuk kami...
Cukup.
...dengan harapan syarat baru bisa dinegosiasikan.
Lepaskan sekarang juga. Bisakah seseorang...
Apa ahli waris takhta mengganggumu, Tyland?
Tidak sama sekali, Yang Mulia.
Kurasa dia ingin tunggangan.
- Yang Mulia. - Tunggangan?
Tunggangan kuda poni.
No comments yet. Be the first to leave one.