The first 200 lines.
Dua kamar. Kau hanya mendapat dua tamu.
- Musim sepi. - Bagaimana caramu bertahan?
Menekan pengeluaran. Pekerjaan sampingan.
- Pekerjaan sampingan? - Kau tahu, kau sedang berdiri...
...di tempat khusus karyawan.
Maaf.
- Lingkungan buruk. - Pastinya.
Senapan patah dan...
...apapun yang tersimpan di balik pakaianmu.
Baiklah.
Kalian cukup lama berkeliling.
Ya, kami harus berkendara 800 meter, mengirim fotomu,...
...kau tahulah, menunggu konfirmasi.
- Internet lambat. - Masuk saja. Ada Wi-Fi gratis.
- Sudah berapa lama kau memiliki tempat ini? - Sekitar satu tahun. Hibah dari temanku.
Kami dengar, kau tak memiliki teman.
- Tidak lagi. - Berdiam diri selama satu tahun,...
...kau pasti tahu bahwa itu terlalu lama.
Aku punya kewajiban, dan...
...kau lelah.
Seharusnya kau pikirkan sejak awal.
- Kau tahu kisahnya? - Kami tak peduli dengan kisah itu.
Kami dengar banyak kisah.
Dengar, dia mungkin tak suka, tapi tidak denganmu.
Kisah singkat? Ya, tentu.
Akan kutraktir bir. Kau bisa melepasku jika merasa bosan.
Aku dan Franco...
Hei.
Dalam perjalanan, kurang dari satu jam.
Baik.
Hei, kau baik saja?
- Kau tahu tentang penanak nasi? - Apa?
Tersedia dalam ukuran perjalanan. Kurasa terlalu mahal.
Apa? Kau ingin aku mencari tahu tentang penanak nasi?
Tentu.
Kau tahu? Tidak perlu, akan kulakukan sendiri.
Kau tahu? Kabari apa yang kau temukan.
Astaga, kau harus bercinta.
Siapa bilang aku tidak bercinta?
Hei, Ayah.
Hei. Apa yang kau tahu tentang penanak nasi?
- Tidak banyak. - Ayah berencana untuk membelinya.
Mengapa?
Ayah sering bepergian. Banyak makan nasi.
- Apa harga nasi mahal? - Hampir tak pernah mahal.
Lantas...
Kau cerdas. Wanita muda nan cerdas.
Sesuatu yang hanya dikatakan seorang ayah.
Ayah yakin U Penn tak sependapat, bukan?
Semua lancar, dan aku telah terima cek-nya. Terima kasih.
Tidak banyak.
Cukup untuk membayar tagihan dan aku bekerja di lab selama beberapa malam.
Haruskah kau bekerja? Maksud ayah, bukankah seharusnya kau fokus...
Ibu kuliah sambil kerja.
Dia ingin segalanya lebih mudah bagimu.
Aku tak suka kemudahan, tahu?
Tentu saja.
Aku tak tahu jadwal Ayah, tapi tak lama lagi aku libur.
Benar...
Ya.
- Ya, benar. - Dengar, ayah tahu...
Apa salahku, Ayah? Mengapa kita tak bisa bertemu?
Kau tidak salah.
Lima tahun.
Sudah lima tahun.
Suatu hari nanti akan ayah jelaskan, dan kau akan menyesalinya.
Astaga! Aku harus bagaimana?
Ini tidak normal! Uang ini...
Hanya itu yang dapat ayah lakukan sekarang.
Dengar, ayah harus kembali bekerja.
Ayah menyayangimu.
Aku juga menyayangimu, Ayah.
Baik, akan kubelikan penanak nasi.
Senapan di sisi lain zona merah.
Dua UFO berada dalam mobil.
Mungkin obyek memiliki pengamanan canggih, entahlah.
- Mungkin polisi. - Bukan.
Polisi telah ditangani. Pastinya bukan polisi.
- Kau yakin? - Tidak. Aku seorang bajingan... .
...yang tidak melindungimu selama 10 tahun terakhir.
Periksa pelat nomornya. 78AJUG.
- 78AUG. - 78AJUG.
Lakukan dengan serius.
- Apa-apaan? - Apa?
Hubungi aku lagi.
Hei!
Dua lebih baik dari satu, sayang.
Apa aku membuatnya, apa aku membuatmu gugup?
- Tidak, sayang, sama sekali tidak. - Tak ada yang gugup.
Kupikir kau ingin sedikit menikmati kenyamanan rumah.
Bagaimana kau bisa berakhir di sini? Pasti ada kisahnya.
- Kisahku tak seburuk yang kau pikirkan. - Begitu pula dengan kisahku.
Itulah mengapa aku tak bisa merayumu untuk jatuh cinta padaku.
Pergilah.
Terbuka!
- Boleh kunyalakan lampunya? - Tidak.
Baik.
Hei.
Berjalanlah ke jendela itu.
Tanggalkan bajumu.
Ada sesuatu di balik rok?
Bagus.
Buka tirainya.
Skoda warna biru. Lihat?
Mereka sudah pergi, sayang.
Kau mengenalnya?
Terus awasi.
Mereka polisi?
- Bukan. - Tahu dari mana?
Aku baru mengoral salah satunya.
Itu artinya mereka bukan polisi?
Dia membayar.
Mereka punya senjata?
- Aku tak melihatnya. - Mereka tipe pemilik senjata?
Ya.
Kau ejakulasi?
Mungkin.
Bangunan di seberang jalan, sedang direnovasi. Kau lihat?
- Ya. - Kau bisa naik ke sana?
Bisa, tapi tempat itu kosong.
Tidak, temanku di sana. Dia sedang lembur.
Tutup tirainya. Kenakan pakaianmu.
Jadi, kau sungguh tak ingin bercinta?
Tidak, sejak putriku berusia 14 tahun.
- Kau punya ponsel? - Ini.
Baiklah. Kuminta kau ke atas dan beri salam kepada Tn. Sanchez.
Apa pun yang dia minta, aku yang bayar.
Apa pun?
Ya, apa pun.
Setelah itu, kau bisa mendapat sisanya.
Baik.
Terima kasih.
Dah.
Skoda warna biru. Sewaan. Ada dua nama...
...tapi tak berguna bagimu karena tidak kukenal.
- Amerika? - Luar Miami.
Jika kau merasa ada yang tidak beres, batalkan.
Jika aku mundur,...
...maka takkan tahu apa yang terjadi.
Siapa lagi yang berada di sini?
- Maksudmu? - Pembunuh lain. Siapa yang aktif?
- Baik, sial. Coba kuperiksa Facebook. - Tak ada orangmu?
- Pasti sudah kukatakan. - Benarkah?
Mungkin tidak, tapi kuberitahu...
- Halo? - Sambungkan dengan temanku.
Untukmu.
Tidak mungkin. Mustahil kau melihatku.
Aku mengenali MSR hijau milikmu.
Seharusnya kau membunuhku sebelum atau setelah aku menembak?
Belum dapat dipastikan.
- Sudah, hentikan. - Apa yang kau lakukan?
Ayolah, Sanchez.
Wanita di jendela tadi gerakan yang bagus, kawan.
Tapi aku selalu berimprovisasi untukmu.
Kau pikir aku tak akan menembakmu bersama gadis itu?
Aku satu-satunya di dunia yang tahu pasti kau takkan melakukannya.
Satu kesempatan. Kemarilah. Akan kutraktir bir.
Tidak. Aku tidak minum miras, Viejo.
Sial, Viejo. Seharusnya kau tembak.
Lagipula dia pasti mati.
Tapi kau selalu sisakan pekerjaan kotor untukku.
Tidak seperti itu, Viejo.
Jadi, bagaimana sekarang? Jendela, mungkin?
Kau mengincar pintu?
Aku punya banyak waktu selagi kau pindahkan lemari.
Mulailah berlari, pengkhianat.
Dari apa? Kau? Kau bahkan tak bisa memutuskan tentang penanak nasi.
Itu sebabnya kau memberi tahu sasaran dan meminta Sanchez untuk mengkhianatiku?
Kau sasarannya, keparat.
Siapa?
Aku tak pernah bertanya. Kau tahu itu. Semua tentang uang.
Dan kau telah kedaluwarsa. Kau tak lagi bercinta atau minum miras...
Aku bisa pensiun. Seharusnya kau izinkan aku pensiun.
Kau akan bertahan satu atau dua tahun, lalu suara hati akan semakin kuat.
Kau tahu itu, kemudian kau akan memberi tahu seseorang!
Benarkah? Baik, seharusnya kau manfaatkan kesempatan, Dean. Kini...
Kini apa? Jika kau berhasil selamat, sebaiknya kau menghilang...
...karena jika terlihat, seseorang akan menuju Asrama Ridgeman di U Penn...
- ...dan entah apa yang akan... - Persetan kau!
Persetan kau, Dean!
Persetan!
ANDREA
Ayah, maafkan aku.
Jangan. Kau tak perlu minta maaf.
Kau tumbuh dengan sangat baik. Ayah sadar akan mengacaukannya jika berada di sisimu.
Tapi mungkin ayah telah mengacau. Mungkin...
Mungkin tak ada jawaban yang pasti.
Aku tahu Ayah menyayangiku. Aku tahu Ayah berusaha lakukan yang terbaik.
Benar. Sungguh. Ayah berikan yang terbaik.
Ayah hanya...
Ayah hanya ingin hubungan kita baik.
Hubungan kita sangat baik, Ayah.
Baiklah.
Baik, Ayah, selamat malam.
Selamat malam.
- Katakan kau berhasil. - Ya, Pak.
Kau baik saja? Kutahu kalian memiliki masa lalu.
Sudah lama sekali, bukan hal aneh.
Suatu hari nanti kau akan membunuhku juga, bukan?
Tidak jika kau lebih cerdas darinya. Seharusnya Renault warna merah.
No comments yet. Be the first to leave one.