The first 200 lines.
Hadirin sekalian, kami siaran langsung di pembukaan
pameran seni perdana Ishaya Bello.
Terima kasih.
Terima kasih sudah datang.
Siapa yang mengira impian anak muda dari Pulau Lagos akan jadi seperti ini?
Mimpiku jadi seniman, jadi Essien.
Aku berkesempatan menjadi magangnya di London,
dan dia mengubah hidupku.
Terima kasih, Essien.
Terima kasih. Juga terima kasih pada temanku.
Ishaya.
Ishaya, bangun!
Kau telat bekerja. Ibu menunggu di luar, kesal.
Sial.
Sial!
Ishaya, kita sudah terlambat. Jangan lelet.
Baik.
Halo.
Kau siapa?
Aku tukang bersih-bersih, Pak.
Putra Bu Patricia.
Oke.
Dijual lukisan bagus untuk dinding, Bu.
Aku melukisnya sendiri, ini asli. Bu!
Bu, suka lukisan?
Bu, lukisan untuk dinding rumahmu.
Karyaku sendiri. Ini karya apik.
Pak, aku jual lukisan. Karyaku sendiri.
Ini karya asliku, Pak. Pak!
Pak, tolonglah.
Kenapa bersikeras menjual karyamu?
Aku butuh uang cepat.
Uang untuk apa?
Ishaya.
Ada apa?
Tak ada.
- Kau menghamili orang? - Kau yang akan menghamili orang, Dungu.
Bicaralah, ada apa?
Katakan.
Kau tahu...
Seniman London itu?
- Essien, panutanmu. - Essien.
Dia menyediakan beasiswa seni...
untuk studi dengannya selama enam bulan.
Aku mendaftar.
Kau mendaftar?
Dia memilihku.
- Ya? - Sumpah.
Dia memilihku.
Jangan bohong. Kemari. Kau bohong.
Untuk apa aku bohong?
Kubilang dia memilih... Lihat videonya.
Tidak mungkin.
Ishaya,
- jika kau menonton video ini... - Lihat.
...maka selamat.
Kau terpilih sebagai salah satu magangku di London.
Kau akan dapat pelatihan, keahlian,
paparan yang dibutuhkan untuk memulai kariermu
di panggung global.
Sobat, kau berhasil!
- Kenapa tak bilang? - Diam.
Kau akan ke London?
Itu yang kuusahakan.
Sebelum kau bilang "Jack Robinson," kau akan di London minum teh bersama Ratu.
Jack Robinson. Apa aku di London sekarang?
Tenang. Kau akan pergi ke London.
Klienku akan membeli karya senimu.
- Dibayar di muka. - Di muka!
Aku mau bersiap ke pesta ulang tahun Rahila.
- Apa? - Sial, aku belum beli kuenya.
- Apa? - Sial.
Orang ini...
SELAMAT ULANG TAHUN
Sedang apa di sini?
Duduklah. Kau dengar Ibu?
Rahila, kuemu sudah datang.
Sayang, selamat ulang tahun!
- Hai. - Lihat yang kubawa.
Kubeli untuk Rahila.
Apa itu?
Ini modis.
- Agar dia banyak teman. - Aku tak suka, seperti pakaian PSK.
Lumayan, aku suka.
- Aku tahu kau akan suka. Nakal! - Terima kasih.
Halo, Ayah.
Ayo main.
Baiklah, ayo makan.
Ada apa?
Mau ke kamar tidur?
Aku tak apa.
Rahila, iklan sekolah impianmu.
Di Akademi Wilmer,
kami membalas jasa masyarakat yang membesarkan kami.
Kalian ingin menang beasiswa ke sekolah paling bergengsi di Nigeria?
Bagi kalian yang ingin masuk Akademi Wilmer, ini kesempatan kalian.
Datanglah ke Gelar Griya Akademi Wilmer dan daftar untuk ujian beasiswa,
dan mungkin kalian akan...
Ibu, aku sedang menontonnya!
Jangan buang waktumu.
Masuk sekolah itu mimpi yang sia-sia.
Kau dengar Ibu?
Putriku sayang, hari ini ulang tahunmu.
Mari bergembira, oke?
Jangan cemberut.
Ayo makan.
Ini yang berulang tahun.
Tersenyumlah.
Itu tampak...
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun, Lala
Selamat ulang tahun
Terima kasih.
Aku tak bisa melukis mimpimu tiap hari.
Kejar sekarang agar tak menyesal.
Mimpiku terlalu mahal.
Lagi pula, aku tak pantas di sana.
Mimpi tak realistis itu merusak.
- Mau tahu pendapatku? - Apa?
Besok Gelar Griya?
Pergilah ke sana.
Daftar ujian beasiswa. Kau tak pernah tahu.
Sayang sekali.
Mau temani ke sana?
Aku sibuk.
Kumohon.
Aku sibuk mengejar mimpiku sendiri, paham?
Oke, akan kutemani.
Kau punya kemeja, 'kan? Kenapa pakai itu?
Kini kau malu dengan asal kita?
Ayo.
Jangan iseng.
MICHAEL - LUKISANNYA SUDAH SELESAI? AKU PUNYA KLIEN BARU.
MICHAEL - KLIEN MENELEPON LIMA KALI. KEMBALILAH
AKADEMI WILMER
Lala!
Dasar berandalan miskin.
Urakan. Ayo jalan.
Lihat mereka. Sampah.
Kubilang jangan pakai baju itu.
Selamat datang.
Aku mau mendaftar ujian beasiswa.
Isi formulir ini.
Bayar biaya pendaftaran 150,000 naira.
- 150,000? - Untuk ujian beasiswa?
Ujian masuknya tidak gratis.
Tapi ini beasiswa.
Bukankah diberikan bagi orang yang tak mampu membayar?
Bisa dia ujian sekarang dan bayar nanti saat dapat beasiswa?
Ini Akademi Wilmer, bukan Sekolah Menengah Pulau Lagos.
Tak apa, Lala. Ayo.
Ayo.
Ayo.
Kau tampak sangat luar biasa.
Senyummu menerangi seisi ruangan.
- Silakan duduk. - Terima kasih.
Bermimpi itu merusak.
Mimpiku tak realistis.
Rahila, itu tak masuk akal.
Tidak, lihat Ayah.
Ayah ingin jadi seniman terkenal, lalu saudara kita meninggal.
Sekarang dia selalu kesakitan.
Mungkin dia akan berhenti kesakitan
jika dia mulai melakukan kesukaannya, melukis.
Itu sebabnya aku mengejar impianku.
Lala, hanya karena kau tak bisa masuk Wilmer
bukan berarti kau tak bisa jadi dokter...
dokter apa pun yang kau inginkan.
Di Lagos tak hanya ada Wilmer.
- Dokter bedah saraf. - Diamlah.
Cepat.
Apa ulahnya?
Dia melanggar aturan nomor satuku. Teler pakai pasokanku.
Itu pelanggaran serius.
Baido, jadikan dia makanan Angel.
Baido, jadikan dia makanan Angel.
Joe.
Pak.
Ganjanya laku, tapi...
obat ini tidak.
Molly atau ekstasi, Joe. Jika tak tahu namanya, bagaimana menjualnya?
Government,
Rush bisnis kita.
Kenapa kau jual pil?
Diversifikasi, Bung.
Ini akan menarik orang muda kaya.
Kita tahu bisnis ini bukan hal baru.
Akan kukembangkan pasar baru.
Kau sudah gila, Government.
Jual pilnya, Joe, atau jangan kembali.
Apa?
Gajiku, Pak.
Dia masih kesakitan.
Bawa kemari, tapi bayar dulu tagihanmu sebelum kami merawatnya.
Astaga.
Angkat, Ishaya.
ISHAYA MENELEPON...
RAHILA PANGGILAN MASUK
PANGGILAN DITOLAK
No comments yet. Be the first to leave one.