The first 200 lines.
Aku kalah lagi.
Berikan aku bir.
- Birnya. - Terima kasih.
Lapor, Pak Ken. Para ayamnya masih belum terlihat.
Semua elang tua, dengarkan.
Para ayam pasti akan muncul dan mencari mangsa.
Karena itu bersabarlah.
Kenapa butuh rencana sebesar ini hanya untuk menangkap pencuri mobil?
Seperti film detektif saja.
Sepupumu baru saja lulus dan sekarang sudah menjadi inspektur.
Tentu saja dia harus membuktikan diri.
Apa kau tidak tahu?
Teman-teman kuliahnya bahkan menyebutnya "Tuan Bijak".
Bakso enak. Silakan, panas dan pedas.
Silakan.
- Yu Ching Sau. - Hai.
Yu Ching Sau, kemarilah.
- Ada apa, Suen Mei-Kan? - Bagaimana bisnismu hari ini?
Baik. Hampir terjual habis. Biar kubantu.
Terima kasih.
- Jangan terburu-buru. - Terima kasih.
Apa masalahnya? Aku sudah menghabiskan setengahnya.
Kau tak akan jadi kaya.
Inspektur Ken, para ayam tiba.
Para ayam sudah menemukan beras. Elang tua, bersiaplah.
Teman-teman, saatnya balapan.
Ayo beraksi.
Bergerak.
Kurang ajar, jangan lari.
- Tuan, berhenti memukuliku. - Berhenti memukulimu?
- Aku bisa menuntutmu. - Menuntutku? Bagaimana caranya?
Kurang ajar. Beraninya kau kabur.
Bodoh. Kau mau menuntutku?
- Aku mau beli baksonya. - Baiklah, tapi jangan buru-buru.
Apa gurumu tak mengajarkan untuk mengantre?
Ayo, satu-satu.
- Ini punyamu. - Terima kasih.
Hebat sekali, Suen. Sekarang kau seperti pengawas.
- Silakan, ini punyamu. - Aku ingin dua.
Baik.
Bakso ikan.
Semuanya, menyebar.
9,9 detik.
9,8 detik.
Perhatikan kakimu, Yu.
Mau ke mana kau? Kau mau lari?
Yu Ching-sau, cepat lari.
Jangan memukulinya.
Kurang ajar.
Lepaskan dia.
Tangkap dia.
Minggir.
Beri aku jalan. Minggir.
Minggir.
Minggir. Beri jalan.
Terus lari.
Terus lari.
Terus lari.
Tangkap dia.
Minggir.
Minggir.
Yu Ching-sau.
Yu Ching-sau.
Bagaimana keadaanmu?
- Kau baik-baik saja? - Hanya butuh sedikit istirahat.
Aku sudah terbiasa. Anggap saja ini latihan.
Putramu pasti akan menjadi seorang atlet yang hebat.
Aku akan membantumu.
Apa yang kau lakukan?
Yu Ching-sau.
Kau ingin lari? Kau masih ingin lari?
Kau baik-baik saja? Yu Ching-sau.
Ayo, coba lari lagi.
Bagaimana keadaanmu?
Ada apa, Yu? Jangan menakutiku.
Kau.
Kurang ajar.
Bedebah.
Berdiri.
Kubilang berdiri. Aku polisi.
Apa hebatnya polisi?
Apa polisi boleh menabrak orang?
Dia mati.
Yu Ching-sau.
Berhenti. Aku akan menembakmu jika kau tidak berhenti.
Jangan lari.
Apa yang kau lakukan?
Aku adalah Inspektur Percobaan Ken Dick dari markas Kowloon.
Sekarang kau tak perlu berkata apa-apa. Semuanya akan digunakan di pengadilan.
Sial, apa yang kau katakan?
Seharusnya kalian tahu siapa yang mendorong wanita hamil itu.
Aku melihatnya di samping wanita itu.
- Ya, aku juga melihatnya. - Bukan aku pelakunya.
Semua bukti dan saksi menunjukkan kau pelakuknya.
Jangan menyangkal lagi.
Kalian menjebakku.
Aku juga bisa menjadi saksi.
Kalian menjebakku, brengsek.
Karena telah menyebabkan kematian wanita hamil tersebut...
...maka Hakim memutuskan...
...tersangka, Suen Man-kwong dinyatakan bersalah...
...dan dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun.
Kau masih di sini? Tidak mau pergi?
- Aku memang ingin berada di sini. - Apa yang kau lakukan di sini?
Ada yang akan menjemputku.
Kalau begitu kau tunggu saja, aku akan pergi duluan.
Keluar. Biar aku yang menyetir.
Kau hanya tahu cara mendorong troli di rumah sakit. Ayo, masuk.
Kau sudah berada di sana selama tiga tahun. Sekarang, jagalah sikapmu.
Inspektur Lee, kau tahu kasusnya.
Bedebah itu menjebakku.
Aku tahu kau akan melakukannya dengan baik.
Bisakah kau menyetir lebih cepat?
Sudah lama sekali, tapi kita baru sampai sini.
Apa kau ini bodoh?
Bagaimana mereka mengajarimu menyetir? Apakah kau membeli SIM-mu?
Dia sudah gila.
Tenangkan dirimu. Jangan selalu menggunakan kekerasan.
Terima kasih.
Ketika kau pulang, berendamlah dengan air panas.
Telepon aku besok.
Akhirnya aku pulang.
Setelah 3 tahun, akhirnya aku tahu apa tujuanku.
Ah Lan.
Aku kembali.
- Siapa kau? - Maafkan aku.
- Maafkan aku. - Tolong. Tolong aku.
Maafkan aku.
Tolong. Tolong aku.
Tolong. Tolong aku.
Alamatnya sudah benar.
Tolong. Tolong aku.
Akan kuhabisi kau.
- Apa kau sudah gila? - Tolong.
Dasar serigala.
Kuhabisi kau. Tolong.
Tolong.
Apa kau sudah gila?
Tolong.
Dia adalah Serigala. Hajar dia.
- Ayo, hajar dia. - Tidak, jangan pukul.
Berhenti.
Apa kau sudah gila?
- Kakak. - Tit Muk-chuen?
Kau dari mana saja?
Kakak. Aku senang sekali.
- Kapan kau keluar, Kak? - Kakak? Kau masih ingat aku kakakmu.
- Tentu saja. - Kau bahkan tidak menjemputku.
- Aku sangat sibuk. - Sibuk apa?
Sibuk mengejar wanita.
Apa ini? Bukankah dia cantik?
Benar, ini adalah kakakku, Suen Mei-kan.
- Dia kakakmu? - Benar.
Dari orangtua yang berbeda.
Bagaimana dengan Ah Lan?
Dia...
Katakan padaku.
Dia...
Dia...
Apa yang terjadi dengannya?
Dia pergi ke Australia...
...setelah menikah dan menjual rumah ini.
- Kapan? - Belum begitu lama.
- Kapan tepatnya? - Belum lama, sekitar enam bulan.
Lupakanlah dia, Kakak.
Benar, aku tinggal di sini sekarang.
Ah Lan memberiku jam ini ketika dia pergi.
Jika kau mau, ambil saja.
Sial.
Itu adalah milikku.
Dia menangis.
Ya, aku menangis. Apa kau belum pernah melihat pria menangis?
Apa pria tidak boleh menangis?
Dasar bodoh.
Sebaiknya aku pergi dari sini.
Dia pikir dia itu siapa?
Lupakanlah dia.
Aku saja senang hidup sendiri.
- Apa maksudmu? - Yang kumaksud bukan kau.
Kakak, datanglah ke tempatku. Mari kita bicara.
Bagaimana kalau kau tinggal di tempatku?
- Apa kau tidak keberatan? - Tentu saja. Untuk apa?
Ayo.
Ayo, masuk.
Kau masih bekerja di toko barang elektronik itu?
Ya. Aku menyukainya. Ini.
- Minumlah teh ini. - Terima kasih.
Beritahu kakakku namamu.
Kau bisa memanggilku Piggy.
- Piggy. - Kakak, lihatlah masa depanku.
Lihatlah.
Ringan sekali.
- Ada berapa celengan? - Hanya satu.
Kakak, kau tahu, saat ini aku bekerja dengan gaji kecil.
Aku tak punya uang lebih.
- Hanya cukup untuk hidup. - Kau harus berusaha lebih keras.
Jika kau punya tanggungan,...
...bahkan babi itu pun harus dikorbankan.
Kau hebat. Kau bekerja di diskotik sebagai pelayan.
Pelayan apa? Aku hanya bekerja sementara demi masa depanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.