Animals Up Close with Bertie Gregory

Animals Up Close with Bertie Gregory

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Animals Up Close with Bertie Gregory S01 DSNP WEB h264-EDITH
A Commentary by tedi
Retail Hotstar Resync for DSNP

Tags

web
Published on: 2023-09-14
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kecepatan angin 38 knot. Tiga puluh delapan knot.

Oke, paus pembunuh mendekati bongkah es dengan anjing laut di atasnya.

Penguin malang. Menyingkirlah.

Ini dia.

Kau bisa lihat saat mereka meluncur beriringan,

mereka berenang berjejer.

Ya, Tuhan! Lihat besarnya ombak itu!

OMBAK PEMBUNUH ANTARKTIKA

TIGA MINGGU SEBELUMNYA

Aku sudah keliling dunia sebagai pembuat film hewan liar.

Kisah terbaik umumnya adalah yang tersulit didapatkan.

Ini bukan pengecualian.

Aku berusaha tidak jatuh. Aku takkan bertahan lama.

Aku pasti mati jika jatuh.

Kami berlayar di lautan es Antarktika

untuk merekam kawanan paus pembunuh dengan strategi berburu

paling rumit di bumi.

Kami harus melintasi Selat Drake.

Salah satu hamparan samudra terliar di Bumi.

Aku sudah lakukan perjalanan ini sepuluh kali dan tidak semakin mudah.

Banyak pelaut tewas saat lintasi perairan ini.

Aku merasa bagai setitik debu di sini.

Bayangkan bagaimana rasanya jadi penjelajah pertama ke sini.

Jiwa petualang mereka pasti sangat kuat

dan punya keberanian luar biasa.

Butuh enam hari dan enam malam untuk mencapai bagian spesial Antarktika.

Rumah bagi paus pembunuh yang disebut B1 oleh peneliti.

Aku memakai drone untuk merekam perburuan dari atas.

Sinematografer Tom Walker akan mengoperasikan

sistem kamera stabil untuk merekam di permukaan air.

Kami bawa pasokan untuk lima minggu, semua kru lengkap.

Tempat ini bagai planet lain. Kami di daratan penuh bongkah es

dan pegunungan dan...

Ada penguin kecil. Penguin tali dagu.

Meski tampak indah, tempat ini kejam.

Jika tertinggal di daratan, kami bisa bertahan beberapa jam,

jika jatuh ke air, bertahan sepuluh menit, tapi untungnya,

kami punya perahu layar ekspedisi untuk mendukung misi ini.

Untuk memaksimalkan peluang merekam perburuan B1,

kami harus menemukan es jenis tertentu.

Kami akan bekerja di area yang disebut "Labirin Es".

Itu adalah labirin selat sempit yang mengarah

ke lembar es yang tidak dapat ditembus.

Ini berfungsi sebagai pembuat es raksasa.

Saat musim semi gantikan musim dingin,

potongan es pecah dan mengambang di Labirin Es.

Anjing laut weddell, mangsa favorit B1, memakai es untuk beristirahat.

Setidaknya, begitulah cara kerja yang seharusnya.

Ekspektasiku tempat ini akan penuh es.

Bukan hanya gunung es, tapi lautan es. Seluruh area ini beku. Ternyata tidak.

Tahun ini berbeda. Kami harus terus maju

ke perairan Antarktika untuk lihat apa kami bisa temukan paus pembunuh.

Kami ditemani pengintai kelas dunia.

Leigh Hickmott adalah peneliti paus.

Dia punya peta tempat B1 berkumpul untuk kami datangi.

Oke, terlihat beberapa paus.

Tiga paus di depan kita.

Leigh pernah lihat keluarga B1 ini sebelumnya.

Grup ini dipimpin satu betina, si induk, dan dia hidup dengan anak-anaknya.

Senang melihat mereka berinteraksi.

Mereka tampak akrab, saling menggesekkan badan,

mengeluskan sirip dan kepala ke punggung paus lainnya.

Struktur sosial yang luar biasa kompleks, bekerja dan hidup bersama.

Paus matriarki ini bisa hidup hingga 90 tahun,

dan mewariskan pengetahuan ke anak-anak mereka.

Betina pemimpin mengarahkan mereka ke Labirin Es untuk mencari makanan.

Ini tempat berburu.

Mendadak, mereka lebih aktif.

Mereka makin cepat dan menyebar, mengeluarkan kepala dari air

saat melewati lembaran es.

Ini disebut "mengintip es". Mereka mencari anjing laut.

Mirip mainan jack-in-the-box saat kepala mereka naik turun di air.

Mereka menemukan anjing laut weddell.

Ini yang kita tunggu.

Bobot anjing laut weddell bisa mencapai 500 kilogram.

Mereka besar dan gemuk.

Saat di air, mereka adalah tangkapan mudah bagi B1.

Paus mengintip di sekeliling es.

Mencari cara

untuk menjatuhkan anjing laut dari lembaran es ini.

Paus pembunuh memiliki beberapa trik.

Mereka melesat dan memakai ekor sebagai senjata.

Wah! Ombak besar.

Anjing laut dapat bertahan di atas es.

Teknik berburu ini disebut "sapuan ombak".

Paus pembunuh B1 satu-satunya hewan di bumi yang lakukan itu.

Mereka bersiap membuat ombak lagi.

-Sapuan ombak! -Sapuan ombak!

Begitu kuat.

Tiap kali ombak menyapu, lembaran es itu pecah

dan harapan hidup anjing laut semakin mengecil.

Terlihat paus muda usia tiga tahun itu jadi bagian dari perburuan,

belajar membuat ombak dari ibu dan nenek.

Anjing laut jatuh.

Dia kembali naik.

Mereka menangkapnya.

Hewan ini memiliki kecerdasan luar biasa.

Itu strategi yang sangat keren. Mereka adalah...

predator terhebat di alam.

Aku takjub melihat keluarga ini membuat sapuan ombak,

dan melihat pengetahuan ini diwariskan ke generasi berikut.

Namun mereka adalah bagian dari populasi yang mengecil.

Diperkirakan tersisa hanya 100 paus pembunuh B1 yang hidup saat ini.

Alasan utamanya adalah es ini.

Lebih tepatnya kurangnya tipe es yang tepat.

Aku menyelam turun untuk melihat lebih dekat.

Beberapa kru menjadi pengintai, jaga-jaga paus memilih momen ini

untuk datang dan menyapa kami.

Karena suhu air di bawah titik beku, aku ingin cepat selesaikan ini.

Pasti ada pekerjaan lain yang lebih mudah.

Pertama adalah gunung es klasik Antarktika ini,

yang terpecah dari gletser.

Bersiap. Oke, ya.

Ukuran gunung es ini sungguh memukau.

Di atas permukaan ini tampak besar, tapi di bawah air, ini masif.

Terus ke dalam sejauh aku bisa melihat.

Hampir semuanya di bawah air.

Meskipun gunung es ini indah,

ini bukan tipe es yang kami cari.

Kami mencari lembaran es, aku akan ke arah sana.

Lembaran es mudah dibedakan,

utamanya karena sedikit yang terlihat di bawah permukaan air.

Ini lembaran es besar. Lihat bahwa di bawah air

bentuknya sama sekali berbeda dari gunung es.

Bagian bawah es tidak dalam,

permukaannya sangat tipis.

Karena bentuknya rata dan tipis,

ini menjadi permukaan yang nyaman

bagi anjing laut untuk melompat dari air dan beristirahat.

Meski itu tempat istirahat nyaman bagi anjing laut,

itu juga berarti paus pembunuh bisa mendekati mereka.

Lembaran es tidak jauhkan mereka dari bahaya.

Lembaran es penting bagi serangan ombak B1.

Masalahnya, lembaran es ini makin sulit ditemukan.

Lembaran es terus berkurang selama satu dekade terakhir.

Kau mungkin berpikir tempat ini dingin,

tapi Antarktika adalah wilayah dengan suhu menghangat tercepat di Bumi.

Kami berhasil menemukan keluarga tiga betina itu lagi

saat mereka mencari mangsa.

Tidak ada lembaran es, berarti tidak ada makanan bagi mereka.

Namun predator cerdas ini selalu mencari

peluang apa saja.

Oke, ada anjing laut. Itu seperti anjing laut weddell.

Ada dua paus pembunuh di sebelah anjing laut, arah pukul dua.

Sangat dekat, Bertie.

Oke, mereka menemukannya.

Ini es glasial, jadi besar di bawah permukaan,

dan B1 tidak bisa berenang di bawahnya. Sapuan ombak bukan pilihan.

Mereka menyudutkan anjing laut tepat di dinding bongkahan es.

Ada tepian yang dipakai sirip anjing laut

untuk bertumpu.

Terlihat paus pembunuh mencoba memutar ke samping,

mencoba menggigit sirip belakang.

Mereka menangkapnya. Salah satu paus berhasil

memutar ke belakang dan menangkap siripnya

dan menarik anjing laut ke bawah. Mereka melepasnya.

Anjing laut memutar dan melindungi diri dengan gigitan.

Bagaimana, Paus Pembunuh? Kau butuh strategi lain.

Mereka berhati-hati dengan mangsanya,

itu terasa aneh untuk dikatakan

karena predator sebesar itu akan bersikap hati-hati, tapi itu benar.

Paus mencoba menggigit dan menariknya.

Meskipun paus jauh lebih besar dari mangsa,

tapi anjing laut itu berbahaya. Mulutnya besar dan bergigi banyak.

Goresan ke mata paus bisa menghilangkan keterampilan berburu

dan bisa berakhir fatal.

B1 berganti taktik.

Lihat mereka buat gelembung untuk buat anjing laut bingung!

Buas.

Dibutuhkan banyak usaha,

tapi B1 menemukan cara lain untuk memburu anjing laut di es glasial

selain di lembaran es datar.

Dan satu buruan ini sangat penting bagi seluruh ekosistem.

Predator puncak ini kini memberi makanan

untuk spesies lain yang hidup di sini, utamanya burung.

Ada beberapa burung skua turun, mengambil potongan daging.

Ada petrel badai wilson menari di permukaan air,

mengambil sisa-sisa buruan.

Setelah makan, keluarga ini kembali ke perairan terbuka...

dan bertemu kawanan B1 lain.

Mengingat tinggal 100 ekor yang diketahui hidup,

terasa ajaib bisa melihat banyak paus di satu tempat.

Tapi bagaimana bisa kawanan sebesar ini berkumpul?

Kami tahu paus pembunuh memakai suara untuk berkomunikasi,

dan ini peluang besar untuk belajar lebih lanjut.

Saat kawanan ini sedang rileks dan bersantai,

kami manfaatkan itu untuk mencoba merekam suara.

Suara yang aku dengar seperti dari luar angkasa.

Mereka bersuara...

Aku dengar suara klik. Klik, klik, klik.

Itu ekolokasi, begitulah mereka melihat lingkungan di bawah air.

Meski visibilitas bawah air sangat buruk.

Mereka buat suara klik yang memantul di objek seperti es dan daratan.

Lalu mereka dengar pantulan suara, dan menggunakannya untuk membuat gambaran

lingkungan mereka, jadi mereka tahu di mana daratan,

di mana es, dan di mana mungkin ada anjing laut.

Ada suara parau.

Panggilan mereka bisa terdengar hingga 16 km di bawah air.

Peneliti berpikir inilah cara B1 berenang dengan koordinasi sempurna

saat membuat sapuan ombak.

Animals Up Close with Bertie Gregory subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left