The first 200 lines.
Kita semua mengalami pasang-surut dalam hidup.
Namun siapa yang mengira kalau aku akan tersesat
dan berlarian pada malam hari mengenakan gaun pengantinku?
Aku bilang ke Pak Kepala
kita akan selesai cepat
untuk pemotretan hari ini.
Kenapa memberitahunya itu?
Bukankah ini mengumpat?
Tidak, mereka melakukan ini.
Ada apa?
Ayo cepat.
Ke sini.
Hentikanlah.
Apa yang sudah kulakukan?
Kenapa kirim pesan ke pacarku?
- Benarkah? - Dewasalah.
Apa? Dasar gila.
Eunseo, ayo makan pasta!
Pak, pergilah saja.
Hei, hajar dia.
Tunggu, Eunseo.
Jangan bergerak!
Sedang apa kalian? Pulanglah!
- Sampai bertemu lagi nanti. - Polisi sialan...
Kenapa mereka di sini?
Apa yang kaulakukan?
Kau mengajari Eunseo berkelahi?
- Tidak. - Bukankah kau akan ke sekolah?
Kita sudah sampai.
Duduklah dan nikmati makanannya.
Kami tak suka mendapat makanan gratis.
Siapa bilang itu gratis?
Aku meminta kalian mencoba menu baruku.
Tunggu.
Ini pastaku yang baru dengan eomuk.
Dibuat dengan eomuk dan gochujang.
Bagaimana?
Bisa dimakan.
Opsir Namgoong, selamat atas pernikahanmu.
Kenapa kau?
Kau tak menyukaiku.
Tetap saja aku boleh mengucapkan selamat kepadamu.
Parkirlah saja dengan benar
dan jangan membentakku.
Saat mengantar barang, aku...
Ada yang terlewatkan dalam laporanmu.
Dia selalu bersikap sangat dingin.
Tak bisakah kau berbicara lebih baik-baik?
Aku berusaha untuk jelas dan tepat, Pak.
Apakah kau juga seperti itu kepada Taeyoung?
Dia pengecualian.
Wow. Itu pasti cinta sejati.
Kurir itu selalu parkir secara ilegal.
Ayo ke pemotretan pernikahanmu.
- Ya. Pergilah selamanya. - Secepat ini?
Potretlah. Satu, dua, tiga.
Satukan hatinya.
Tersenyumlah alami. Santailah, Taeyoung.
Satu, dua, tiga.
Yoon, berposelah seperti ini.
Hentikanlah.
Benar begitu. Bagus.
Taeyoung, cium pipinya.
Satu, dua, tiga. Baiklah.
Ke belakanglah seperti ini.
Cium dia di bibir. Baiklah, bagus!
Hei, Jungmin.
Kukira kau temanku.
Namun, kau tak suka dicampuri.
Aku juga suka diurusi.
Kalau kulakukan, kau pasti akan memarahiku.
Mungkin kau seharusnya bersikap lebih baik.
Dasar kau...
Bisa kulihat lagi?
Itu foto cadangan. Bagaimana dengan yang lainnya?
Aku suka yang ini.
Halo?
Apa?
- Yang benar saja? - Aku tak bisa menikah dua kali.
Aku minta lili putih.
Hanya yang putih.
Ayo tetap bersama apa pun yang terjadi.
Harus ada mawar di pernikahan...
Selamat.
Makan malam sudah disajikan.
Tidakkah kau seharusnya mengundang ibumu ke pernikahannya?
Mereka hanya mencatatkan pernikahan besok.
Tetap saja.
Tak bisa kubiarkan mereka hanya lakukan itu
tanpa pernikahan.
Aku satu-satunya teman Yoon.
Ditambah lagi, ada Taeyoung.
Ide bagus.
Kalau begitu, ayo minum-minum dan merayakannya besok.
Kau akan berhenti bekerja?
Kaubilang tak suka berpatroli mengelilingi Jalan Sanbok.
Hei!
- Apa... - Kudengar
mempelai pria akan bernyanyi di pernikahannya.
Taeyoung, kau akan bernyanyi di pernikahannya?
Bersiaplah menangis besok.
Kau pasti lelah, Yoon.
Bersulang.
- Taeyoung. - Yoon.
Ada yang mau kaukatakan?
Tidak. Kau saja lebih dahulu.
Aku...
Aku memikirkan kenapa aku mau menikah denganmu.
Aku butuh pangkalan yang stabil.
Kupikir Ahn Taeyoung akan selalu ada untukku.
Namgoong Yoon, aku terharu.
Kita harus berhasil dengan restoran kita.
Karenanya aku berpikir
harus berbuat sesuatu terhadap resep-resep konyolmu.
Jangan lagi-lagi, Yoon...
- Apa yang hendak kaukatakan tadi? - Apa?
Bukan apa-apa. Kau sudah mengatakannya.
Aku mencintaimu.
Sampai jumpa.
Pergilah.
Dia pulang cepat kemarin.
Apa yang terjadi?
Kenapa mempelai prianya belum datang?
Dia tidak menghubungimu?
Kira-kira di mana dia?
Nomor yang dituju tidak aktif. Silakan tinggalkan...
Taeyoung, di manakah kau?
Baiklah, aku akan menghubungimu nanti.
Orang yang bekerja di Sanbok itu, siapa namanya?
- Yuseok! - Benar.
Dia bilang Taeyoung sudah lama pergi.
Taeyoung tak akan pergi begitu saja
tanpa bilang apa-apa.
Pasti ada sesuatu yang mendesak.
Bagaimana kalau dia kabur?
- Apa yang kukatakan? - Diamlah.
Dia pasti terlambat.
Jika begitu, dia pasti menelepon.
Namun, ponselnya tidak aktif.
Dia pasti akan datang. Ayo tetap menunggu.
Pak Kepala!
Aku memeriksa semua kecelakaan dan laporan semalam.
Aku tak menemukan apa-apa.
Ada apa dengannya?
Apakah sebaiknya kita melaporkan Taeyoung hilang?
Dia tidak hilang.
Dia tidak akan ke mana-mana.
Kalau begitu, laporkan dia kabur?
Diamlah. Pergilah!
- Ayo menunggu. - Dia mau ke mana?
Namgoong Yoon.
Bagaimana kalau dia dicampakkan sebelum pernikahan?
Jaga ucapanmu! Jangan mengatakan itu!
Taeyoung.
(Akan kumaafkan jika kau menelepon sekarang)
Tak apa-apa, belum terlambat untuk datang.
Hubungilah aku. Aku sangat khawatir!
Dasar berengsek!
(Hubungi aku saat kau melihat ini!)
Puas?
Membuatku sangat menderita?
Kalau kau menemukan ponsel ini,
bisakah kau menghubungiku?
- Ada apa? - Aku tak temukan apa-apa di CCTV.
Periksalah apakah ada kamera di sana.
Kenapa mereka?
Kutemukan Taeyoung di kamera.
Akan kukirimkan kepadamu.
Apa itu?
Apa yang dijatuhkannya?
Kuperiksa taksi yang dinaikinya. Ada yang aneh.
Pelat nomornya dinonaktifkan tahun lalu.
Kudapatkan lokasi Taeyoung di aplikasi berbagi pasangan kami.
Apa? Aplikasi untuk pasangan?
Kalian berbagi aplikasi seperti itu?
Selamat datang.
Silakan duduk.
Aku belum pernah melihat kafe ini.
Kami buka tengah malam dan tutup saat fajar.
Kenapa ponselku tak berfungsi di sini?
Kau mau secangkir kopi Irlandia?
- Apa? - Mengandung satu seloki wiski.
Boleh aku minta wiskinya dua seloki?
Ya, tentu saja.
Kau pernah melihat orang ini?
Ya. Entah apakah beberapa waktu lalu
atau sudah lama sekali.
Dia bekerja paruh waktu di sini.
Maksudmu beberapa waktu lalu
atau sudah beberapa lama?
Kurasa aku bisa bilang sekarang pun dia bekerja di sini.
Jawabanmu sungguh samar.
Maksudmu dia bekerja sekarang atau tidak?
Maksudku, enam tahun yang lalu bisa jadi sekarang dan...
Enam tahun?
Taeyoung...
Apa yang kaulakukan tanpa sepengetahuanku?
Benar, bukan?
Apa?
Aku sedang tak ingin bermain-main.
No comments yet. Be the first to leave one.