The first 200 lines.
Kau waspada sekali sampai memajukan pertemuan kita
Aku cuma mau aman.
Sesuai instruksimu, koper ini bisa menahan bom C4.
Baru diambil 12 jam lalu.
Bahkan ia takkan mampu...
- Jangan menyepelekannya. - Hah?
Ia bisa tiba-tiba muncul.
Juga, ia ahli menyamar.
Aku pergi sekarang.
Aku rasa kau sudah tahu,
kalau sesudah ini aku muncul, maka...
Palsu, kan?
Urus juga yang satunya.
Ya.
Serahkan saja kepadaku.
Dia sedikit lebih awal.
Jangan meleng!
Ada cerita yang menarik perhatianku!
Astaga, apa maksudmu menarik perhatianmu?
Salahku.
Lupin Ke-3?
Kejar dia! Desak sampai ke anak sungai!
Jangan sampai lolos!
Jadi kalian kira kalau kalian tembaki terus, nanti pasti kena.
Jigen! Tinggal berapa?
Tiga! Gunakan baik-baik!
Ada apa ini?
POLISI INUNARI
- Ada pembatalan? - Cepat!
Maaf, ini situasi mendesak.
Sebelah sini, selamat datang.
- Ada apa ini? - Bisa cepat tidak?
Mohon maaf.
Sepertinya akan sedikit lama.
Kamu tuli, ya. Aku bilang biarkan kami kembali masuk.
MALAM INI, SAKSIKAN HARTA KARUN KOLEKSI GALERI SENI ANEI
Tertulis, " Malam ini kami datang mengambil Si Gadis dan Bunganya."
Kamu berlebihan.
Tak perlulah sampai mengusir para tamu pesta.
Kita tidak mengusir, kita mengevakuasi!
Sama saja! Dasar pencuri pajak.
Pelakunya bisa salah satu tamu!
Apa tidak peduli kalau harta karunmu yang berharga itu dicuri?
Cat's Eye itu bukan pencuri remeh! Mereka pro dan berpengalaman!
Galeriku tidak bisa ditembus! Satu kucing pun tak bisa masuk kemari.
Kalaupun bisa...
begitu keluar, dia jadi mayat!
M-Mayat?
- Memangnya apa... - Detektif Utsumi.
Kami menangkap seorang tersangka di tempat parkir.
Apa?
Mereka buat keributan, katanya mereka bekerja di sini.
Untuk amannya, bisakah mengonfirmasi mereka?
Oke, baiklah.
Ada-ada saja.
GEDUNG ASURANSI ANEI
Semua siap di sini, Rui.
Aku juga tepat waktu.
Kirimkan, Ai.
Baik.
Bagus. Mari kita mulai!
Apa? Listrik padam?
Ini buruk. Ini siasat...
Cat's Eye!
Baiklah.
Kita mulai pestanya.
Pasukan lapangan, serang begitu ada konfirmasi visual target.
Sial...
Yak!
Bagus sekali!
Pintu airnya...
Terus maju.
Akan kita tembus.
Sudah aku kira.
Sangat jelas. Menyalakan pengacak sinyal.
Utsumi di sini. Hei! Ada yang dengar? Masuk.
Sial, mengapa aku tak bisa mengontak?
Ada kartu Cat di pintu masuk!
- Apa? - Hm?
Semua petugas, berkumpul di lobi!
Tunggu, tahan! Jangan tinggalkan posmu!
Aku ulangi, berkumpul di lobi lantai satu!
Sia-sia saja.
Hei, apa yang terjadi?
Diam.
Itu juga yang aku ingin tahu!
Kalau terpaksa...
Periksa sekitar gedung!
Mengerti, periksa sekarang!
Semuanya, ikuti aku!
Semua lancar di sini, Hitomi.
Mengerti.
Tak seekor kucing pun bisa masuk.
Tetapi kami bisa.
SI GADIS DAN BUNGANYA
Ayah.
Sepertinya kamu sudah masuk.
Kalau begitu kita bertemu di titik pertemuan seperti jadwal.
Apa?
Ini serius?
Hitomi, Toshi menuju ke arahmu!
Dia panjatkah poros lift-nya?
Aku tidak heran.
Dasar bodoh!
Kukira tersangkanya di tempat parkir!
Ini sudah siasat dari awal!
Target mereka adalah galerinya.
Kalau begitu panjat cepat, dasar lamban!
Sial. Tunggu kalian, Cat!
KEPOLISIAN PREFEKTUR SAITAMA
Wah!
Tempat ini penuh dengan polisi.
Bagus sekali.
Zenigata?
- Dia mengundangnya. - Apa?
Lupin, aku bersumpah akan menangkapmu kali ini!
Sampai jumpa lagi, Bapak!
Tolong urus sisanya, ya!
Waa...
Kamu di situ! Berhenti sekarang juga!
- Tabrak saja. - Ya, Pak.
Aku menyayangimu, Bapak!
Kembali kamu, Lupin!
Cepat, sebelum kita kehilangan dia.
Kalian juga ditangkap!
- Itu mereka. - Tembak.
Sia-sia. Mereka tak mau berhenti.
Berikan.
Ambil lukisannya.
- Baik, Pak. - Baik, Pak.
Apa kotak ini tahan api?
Sensor tidak menangkap apa pun.
- Apa itu? - Kak?
Ini tak mungkin.
Perangkap licik.
Kak! Hitomi!
Aku berhasil...
mendapatkan target.
Syukurlah.
Terlalu dini untuk dirayakan.
Ayo kumpul untuk jaga-jaga.
Mengerti.
Jurus istimewa! Lemparan borgol!
Sampai di situ saja, Cat!
Ini hasilku berlatih jurus dari detektif yang kukagumi.
Menyerahlah.
- Hitomi? - Kak!
Sekarang, mari kita lihat wajahmu!
Hm?
Apa ini?
Hm?
Cabul!
Kak!
Kau terluka?
Aku menamparnya keras sekali.
Toshi jenis orang yang takkan mundur dari hal seperti ini.
Sudah, kita mesti bergegas.
Kami pastikan, lukisan sudah di tangan kami.
Dan pencurinya?
Sudah diurus.
Kamu pasti lega, Dennis.
Hm?
Kamu hampir menodai nama ayahmu.
Kirim lukisannya ke Prancis.
Paham?
Paham.
Ada apa?
Apa Lupin ikut campur?
Sepertinya dugaanku benar.
Diurus?
Oh, begitu.
Ya. Serahkan yang ini kepadaku.
Akan aku bereskan sebelum ia sempat mencapai museum.
Bodoh sekali.
Mustahil Lupin mati semudah itu.
Oke, jalan. Masukkan ke brankas.
Hah!
Kamu baik-baik saja, Lupin?
Tentu saja tidak!
Merebut barang seperti itu, mereka lebih berbahaya dari yang pernah aku dengar.
Tetapi kamu berhasil menukar.
Ya, memberi kita cukup waktu.
Hmm?
Jadi ini salah satu dari ketiga karya seni itu?
Si Gadis dan Bunganya milik Michael Heinz.
Jadi? Kamu ada petunjuk tentang dua lukisan yang lain?
Ya, si cat itu pastilah sudah mengambil yang kedua sekarang.
Cat?
Lupin!
Lupin!
Hei, itu Bapak!
Serahkan dirimu tanpa melawan!
Dia orang gigih.
Aku bisa memperdaya orang lain, tetapi tidak dengan bapak.
Bapak.
Terima kasih atas bantuannya.
Sampai bertemu lagi!
Lupin!
Tunggu!
K-Kembali kemari, Lupin!
No comments yet. Be the first to leave one.