The first 174 lines.
Dahulu ada peperangan hebat.
Pejuang terkenal terus bertarung demi kepercayaan dan ambisi mereka.
Namun, tak ada yang memenangkan pertarungan,
dan 21 pedang yang memegang takdir dunia
tersebar di Timur Jauh.
Kisah ini dimulai
saat seorang pria memperoleh pedang tertentu.
BLADE
TSURUGI
KIZAMI
MONME
TOUKI
PUTRI SAYA
DRAMA PANGGUNG
Putri Saya.
Touki.
Kisah ini adalah fiksi.
MEMERANKAN TOUKI AQUA HOSHINO (16)
MEMERANKAN PUTRI SAYA AKANE KUROKAWA (17)
DRAMA MUSIKAL TOKYO BLADE , LATIHAN HARI PERTAMA
Baiklah, ayo istirahat sepuluh menit.
MEMERANKAN TSURUGI KANA ARIMA (17)
MEMERANKAN KIZAMI MELT NARUSHIMA (16)
MEMERANKAN MONME SAKUYA KAMOSHIDA (22)
Kurokawa, kau ada waktu?
Ya.
Satu musim lagi telah berlalu sejak konser pertama B Komachi baru.
Sudah empat bulan berlalu.
Sejak itu, kami mengadakan beberapa konser kecil
dan mengunggah video secara rutin,
mendapatkan lebih banyak fan seiring dengan itu.
Dan untuk Kakak,
dia bilang tidak ingin menjadi aktor, tapi dia dapat banyak pekerjaan akting.
Sejujurnya, aku tak tahu apa yang dia pikirkan.
Oh, ya.
Dia kini punya pacar yang manis.
Mereka mulai berkencan lewat acara TV,
dan mereka akan tampil bersama Senpai dalam sebuah drama musikal.
Tapi menurut dia, hubungan mereka hanya bisnis.
Dia berengsek. Musuh semua wanita. Itu menurutku.
KELUARGA HOSHINO
Aku baik-baik saja.
Sampai hari aku bisa berdiri di Dome, panggung impian Mama,
aku akan terus bekerja keras sebagai idola.
GRUP IDOLA, B KOMACHI RUBY HOSHINO (16)
Lihatlah aku, Mama.
Tokyo Blade adalah manga populer, telah terjual lebih dari 50 juta kopi.
Itu kisah peperangan klasik, di mana tim berbeda di Jepang
mempererat persahabatan dan cinta mereka seiring jalan.
Arima anggota dari Faksi Shinjuku dengan seorang pemeran utama lagi.
Faksi Shibuya, tempat Akane aku, menghalangi mereka.
Skenario untuk drama musikal ini
berpusat di Kelokan Konflik Shibuya, saat kedua tim ini saling bertarung.
Adeganku bersama Arima hanya di akhir.
Apa kau kecewa kau hanya punya sedikit adegan bersama Kana?
Kalian sepertinya dekat.
Kalian datang bersama ke rapat pemeran.
Sebaliknya.
Jika mengenai akting, dia begitu bersemangat hingga menakutkanku.
Aku lega kami hanya punya sedikit adegan. Dia takkan banyak mengeluh.
Benar...
Tapi bukankah menyenangkan mengobrol tentang akting?
Aku bisa mengobrol seharian.
Kau pasti bercanda.
Itu hanya berlaku bagi orang yang menyukai akting.
Dan kau tidak?
Tidak.
Mereka yang melakukan teater adalah orang yang mencintai akting
dan tulus tentang itu.
Aku berbeda.
Akting adalah jalan untuk mendekati kebenaran tentang Ai.
Representatif Teater Lalalai, Toshiro Kindaichi.
Orang yang mungkin memengaruhi Ai dalam suatu cara.
Cara untuk mendekatinya.
- Istirahat hampir selesai. - Ya.
Tunggu.
Ayo.
Kudengar Shinjuku, wilayah tanpa hukum, telah disatukan oleh seseorang.
Namanya adalah Blade.
Begitu? Kedengarannya menarik.
Aku akan melihat pria itu.
Tolong jangan memulai perkelahian tanpa pertimbangan.
Boleh aku menemanimu?
Kita tak punya aktor buruk kali ini, ya?
Pedang Sekutu milikku disebut Iwadachi.
Wajar bagi Arima, yang telah berakting begitu lama,
dan semua di Lalalai bisa berakting.
Aku tak yakin soal Melt saat melihatnya di Hari Ini Manis ,
tapi dia tidak buruk.
Aqua berkata ini drama pertamanya, tapi dia cepat mengerti dan sempurna.
Kaburagi selalu memilih yang terbaik saat merekomendasikan pada orang lain.
Persaingan antara Arima dan Akane,
orang berbakat lama dan baru dari generasi yang sama, juga menarik.
Tipe imersif, yang menyerap dirinya ke dalam peran,
dan tipe adaptif, yang merespons pada penampilan orang lain.
Mereka sungguh bertolak belakang.
Menurutku, Akane selangkah lebih maju darinya.
Kuharap Arima takkan kalah.
Jangan terlalu yakin.
Pedang ini terlalu bagus untuk samurai desa sepertimu.
Bagaimanapun, kita punya Himekawa.
Arima, bukan?
Jangan menahan diri.
MEMERANKAN BLADE, PROTAGONIS TOKYO BLADE TAIKI HIMEKAWA (19)
Kau ingin melawanku?
Sepertinya kita tak bisa mendiskusikannya.
Pemenangnya menjadi partner pedang ini. Bagaimana?
Tentu, itu cukup sederhana!
Jangan mengeluh saat kau mati!
Kau juga sama!
Hanya itu kemampuanmu?
Kau bukan tandinganku.
Berhenti mengoceh!
Ada apa? Kau ingin menyerah?
Jangan sombong!
Ini dia!
Apa yang lucu?
Kau kuat, ya?
Jangan dekat-dekat!
Kana Arima, kau mau pergi makan?
Kedengaran bagus. Aku punya banyak pertanyaan untukmu.
Ikutlah, Melt.
Apa? Aku?
Tentu saja. Kita punya banyak adegan bersama.
Kana.
Hingga baru-baru ini, dia selalu mendahulukan orang lain.
Dia bukan tipe aktris yang mencuri perhatian.
Dia bukan tipe
yang bisa berakting dengan egois untuk mencuri perhatian semua orang.
Apa karena percaya diri? Resolusi? Apa dia memperoleh sesuatu sebagai idola?
Lalalai akhir-akhir ini juga stagnan.
Aku menerima drama musikal dan memakai aktor dari luar
karena kupikir kita membutuhkan semacam motivasi.
Mereka semua kompetitif, tahu?
Tak mungkin mereka tak rasakan apa pun setelah lihat hal seperti itu.
Mereka akan mati-matian
mencari cara untuk bersaing dengan itu.
Jika mereka aktor sejati.
DRAMA MUSIKAL TOKYO BLADE , LATIHAN HARI KETIGA
Untuk drama panggung, kami biasanya punya satu bulan untuk berlatih.
Kami mulai di tengah hari, berlatih enam hingga tujuh jam.
Banyak dari kami sibuk. Jadi, tak semua orang bisa datang.
Terutama aktor utama, yang tak bisa ikut berlatih karena pekerjaan lain.
Jadi, kami sering pekerjakan pengganti untuk menggantikan mereka saat latihan.
Tapi orang teater memang suka berakting.
Jadi, mereka akan datang meski cuma bisa ikut saat malam.
Arima, kau punya waktu?
Ada apa?
Bagaimana membaca ini?
"Sakimori."
Begitu?
Apa? Kukira itu "Boujin".
Kau sangat pintar, Arima.
Itu biasa saja.
Kenapa banyak aktor teater tak bisa membaca huruf kanji?
Mungkin kau harus lebih banyak membaca buku.
Aku tak suka buku. Tulisannya terlalu kecil.
Aku lebih suka gambar.
Aku mengerti. Aku hanya membaca manga.
Menjadi penggila teater itu...
Pada hari ketiga, kelompok mulai terbentuk di aula latihan.
Akan kubawakan buku. Jadi, bacalah.
Kelompok pemeran utama.
Baiklah.
Grup Lalalai, dan grup pemeran pembantu.
Dan...
Pacarku tampak terisolasi.
Apa dia tak pandai bergaul?
Maksudku, dia mengeluarkan aura negatif.
Tapi, aku mengerti.
Apa kau sedang melihat Kana?
Ya.
"Ya?"
Kau tahu, aku adalah...
No comments yet. Be the first to leave one.