The first 200 lines.
Lassie, pulanglah!
Baik, semuanya, ini hari pindahan.
Sudah kubilang jangan menonton sampah ini.
Aku suka Lassie.
Jennifer.
Kau akan berterima kasih kepadaku saat sudah besar.
Jennifer, sarapan, sayang. Kau sebaiknya cepat.
- Maaf. - Aku baik-baik saja!
Mat, pukul 14.30! Kita pergi!
Steve, kau belum memuat koper cokelat itu, bukan?
Ya. Sayang, itu ada di U-Haul.
Itu ada di bawah empat koper lainnya.
Gawat. Aku menaruh buku Jennifer di sana.
Aku butuh itu untuk perjalanan.
Kenapa kau mau melakukan itu?
Maaf.
Sayang.
Kegugupan menit terakhir.
Aku juga.
Apa kepindahan ini masuk akal?
Ya.
Kita akan tinggal di rumah tempat Anne dibesarkan.
Aku bisa mengatasinya...
Kurasa begitu.
Pikirkan tentang itu, Jennifer.
Ada berapa banyak anak di dunia ini?
- Aku tak tahu. - Seperti miliaran, paham?
Mungkin seperempat darinya adalah anak-anak, bukan?
Ya.
Itu artinya...
250 juta anak...
sekitar tiga hadiah untuk satu anak.
Itu berarti 750 juta hadiah dalam satu malam...
dengan satu pria...
dan delapan rusa.
Ayah!
- Apa yang terjadi di sana? - Tak ada.
Itu mustahil, Jenny. Orang itu tak ada.
Ibu!
Namanya Laura.
Ada perjalanan panjang di depan kita, nona.
Hei, Matt, bagaimana menurutmu...
kalau kita berhenti dan makan sesuatu, ya?
Hei, Matt.
Matt!
Awas!
Berantakan sekali!
Baik, Dean, ini dia.
Bawa saja dia ke belakang.
Bawa dia ke belakang.
Itu bagus, John!
Baik, semuanya, kembali ke mobil kalian.
Baik, semuanya, ayo, masuk.
Sepertinya kita akan bergerak.
Hei, Matt, lihat. Itu Lassie!
Jennifer, tolonglah.
Kau tahu tak ada yang namanya Lassie.
Pertama Sinterklas, sekarang...
Astaga!
Lihat, sudah kubilang. Itu Lassie.
Jennifer.
Itu Lassie, Ayah.
Jennifer, jangan sentuh anjing liar.
- Ayo. - Ia kesakitan.
Jen, ia akan baik-baik saja.
- Ayo. - Ia betina!
Jangan tinggalkan ia begitu saja di sini.
- Tentu bisa. - Steve.
Sayang, tolong!
Ia sendiri.
Matt, masuk.
Kayu di sana setengah harga...
jadi, biaya per kaki perseginya...
sangat murah.
Lalu tak ada kerumitan khas kota besar untuk izin.
Boleh aku memainkan pemutar musiknya?
Aku punya uangku sendiri.
Jangan Paula Abdul atau Janet Jackson.
Kau tak akan memakan itu?
Aku tak lapar.
Kenapa kau memesannya?
Lihat, itu Lassie! Ia kembali!
Jennifer, itu bukan Lassie.
- Bagaimana kau tahu? - Karena Lassie tak ada.
Ya, yang tak ada itu mengikuti kita di sini.
- Boleh kita merawatnya? - Tentu saja tidak.
Kenapa?
Karena ia mungkin milik seseorang.
Kita juga sudah cukup ramai.
"Kedai"
Itu ia.
Bagaimana kau menemukan kami?
Jen, hati-hati.
Lihat, ia suka kita.
- Ia mau bersama kita. - Hai.
Sayang, ia tak sungguh suka kita.
Ia hanya mau makanan. Ayo.
Namun, anak-anak seharusnya punya anjing.
Jennifer.
Itu membantu kami tumbuh dengan baik.
Kupikir ia manis.
- Sayang, kau juga? - Ayolah.
Ini sudah cukup aneh.
Kenapa tak menambahkan seekor anjing?
Sayang, ayolah.
- Kenapa tidak? - Kumohon, Ayah?
Ini konyol.
Di mana kita akan menempatkan ia?
Bagaimana dengan kursi belakang?
Ayolah, mari bawa ia.
Kumohon, Ayah?
- Baik, kursi belakang. - Ya!
Hei, Matt.
Hei, hentikan!
Menjauh dariku.
Aku datang.
Minggir.
"Motel Putih Salju"
Anjing ini bau.
- Lihat siapa yang bicara. - Aku tak punya bulu.
Kemarilah, Lassie. Ayo, Lass.
Ini dia.
Franklin Falls.
Populasinya 148?
Ini pedesaan, sobat. Di sini lapang.
"Selamat Datang di Franklin Falls"
Hanya 148?
Ada lebih banyak orang daripada itu di toserba.
Matt.
Ada lebih banyak orang daripada itu di metro.
Kau belum pernah naik metro.
Aku tahu itu menampung berapa.
Kau membawa kami ke entah berentah.
Kita pindah ke tempat itu.
Kita pindah ke entah berentah!
Matt, sebentar lagi, kau akan menyukainya.
Sebentar lagi, aku akan naik bus...
kembali ke Baltimore.
Itu dia para cucu Kakek!
Kakek!
Halo, Tuan Putri.
- Bagaimana kabarmu? - Aku merindukan Kakek.
Kakek juga merindukanmu, sayang.
Bagaimana jagoan besar Kakek?
Apa kau memakai anting-anting?
Ya.
Hai, Len.
Halo, Steve.
Len, aku mau kau bertemu dengan istriku, Laura.
Aku senang bertemu denganmu, Nyonya.
Senang akhirnya bisa bertemu denganmu.
Aku tak bisa mengatakan betapa senangnya...
dua anak muda ini bisa kembali bersamaku.
Hei, apa yang ada di sini?
Itu anjing baru kami.
Itu hanya anjing tersesat...
yang kami pungut di pinggir jalan.
Hanya anjing tersesat?
Ini anjing yang cantik.
Ini keturunan yang bagus, aku yakin.
Lihat?
Kurasa kalian mau datang ke rumah...
sebelum hari gelap. Akan kuambil truknya...
- lalu ikuti aku... - Tidak...
Tak usah, Len. Aku ingat jalannya.
Terima kasih.
Itu dia.
Sampai jumpa besok.
- Benar, sampai jumpa. - Sampai jumpa, Kakek.
- Senang bertemu kau, Matt. - Sampai jumpa, Kakek.
Matt, semuanya naik.
Baik, ayo.
Apa itu peternakan kita?
Itu cantik.
Bukan, sayang, masih di ujung jalan.
Luar biasa, hujan mulai turun.
Mustahil, ini dia?
Jangan khawatir.
Bagian dalamnya akan lebih baik.
Tunggu, biarkan aku menyalakan lampunya.
Bagus. Ini tak bekerja.
Ini dia, sayang.
Hati-hati, Matt.
Ada catatan.
Apa?
Ini dari Len.
"Listrik padam dalam badai yang buruk...
akan kembali menyala dalam beberapa pekan.
Maaf untuk kekacauannya...
aku sudah merapikannya sebaik mungkin.
- Len." - Jadi, tak ada TV?
Tidak, Matt, tak ada TV.
Itu berarti tak ada MTV.
Hebat. Sungguh hebat.
Kenapa kita tak bunuh diri saja?
Matt.
Pegang tangan Ayah, sayang.
Perhatikan langkahmu di sana.
Mari lihat ke atas.
Tempat tidur ini seharusnya cukup.
No comments yet. Be the first to leave one.