The first 200 lines.
Tiga, dua, satu!
- Senyum! - Senyum!
- Cium! - Cium!
Ini siaran FM 96,7 dari Radio Jiangyi...
Terima kasih, Bibi.
- Setelah minum taruh di sana. - ...hampir berakhir.
Ya.
Belakangan sedang musim hujan.
Para Pendengar, ingatlah membawa peralatan hujan
saat keluar.
Jangan sampai demam karena kehujanan.
Untuk konten yang lebih menarik,
sampai besok di waktu yang sama.
Kenapa tidak berlari saat hujan?
Kenapa berjalan saja?
Dasar bodoh.
Bibi, beli dua botol kola.
Terima kasih.
Hilangnya Hari Hujan,
Aku Rindu Dibasahi Sekali Lagi
Halo, di sini adalah siaran FM 96,7 dari Radio Jiangyi.
Ini adalah hari pertama masuk sekolah baru.
Apakah para pendengar sudah siap
menyambut perjalanan baru ini
dengan tampilan baru?
Inilah saran untuk Anda.
Ingatan yang paling istimewa dalam hidup
akan disimpan mulai sekarang.
Setiap pilihan akan menentukan arah yang berbeda dalam hidup.
Apakah Anda merasa itu misterius
dan membingungkan?
Tentu ini hanya misteri kecil.
Teman baru, tantangan baru,
dan cerita baru.
Di saat kau menantikan mereka,
mereka juga sedang menantikanmu.
Mari kita berangkat dari sekarang.
Susu.
Jabat tangan.
Tangan satunya.
Patuh sekali.
Sudah bangun.
Ya. Pagi, Paman.
Aku terpaksa bangun pagi.
Tepat pukul 05,00,
Susu mendatangi kamarku, merengek untuk keluar.
Setelah kami keluar,
ternyata temannya tidak ada,
ia kemudian menarikku pulang.
Nakal.
Zaizai.
Dari ibuku untukmu.
Kantong matamu hitam.
Ada apa?
Aku membaca unggahan sekolah baru kita sampai dini hari.
Apa yang bisa dibaca?
Tentu informasi tentang sekolah baru kita.
Cepatlah, kita hampir terlambat.
DISTRIK CHENYANG
DISTRIK CHENYANG
Kudengar ada beberapa murid baru yang hebat.
Entah benar atau tidak.
Pokoknya, aku menemukan dua murid yang paling populer.
Pertama, Zhang Lurang.
Kedua, Gu Ran.
Kenapa mereka begitu populer?
Nilai mereka bagus.
Ada banyak murid dengan nilai bagus di sekolah kita.
Mereka pasti punya kelebihan lain.
Zaizai, cepat. Kita hampir terlambat.
Jangan menundanya lagi. Katakanlah.
Siapa nama kalian?
Dari kelas mana?
Aku sedang bertanya.
Su Zaizai, Kelas 10-9.
Jiang Jia, aku sama.
Kau yang di sana!
Kemari.
Cepat kemari!
UNIVERSITAS JIANGYI MENYAMBUTMU
Selamat pagi, Kak.
Sudah pukul berapa?
Siapa namamu?
Kak.
Tidak mau bilang?
UNIVERSITAS JIANGYI MENYAMBUTMU
ZHANG LURANG
"Zhang Lurang."
Itu bukan namaku.
Namamu tertulis di buku. Jangan mengelak.
Catat. Namanya Zhang Lurang.
Zhang Lurang.
Salah satu murid populer.
Apakah kau dari Kelas 10-9 seperti mereka?
- Sebenarnya aku... - Aku tahu.
Kau dari Kelas 10-9.
Kenapa berdiri di sini? Cepat masuk kelas.
Baik.
Li Hao.
Hadir.
Feng Meimei.
Hadir.
Xu Ting.
Hadir.
- Zhao Wenjing. - Hadir.
Dua siswi yang terlambat,
perkenalkanlah diri kalian.
Namaku Jiang Jia.
"Jiang" dari kata jahe.
"Jia" dari nama camilan.
Baik, silakan duduk.
Namaku He Yu.
"Yu" dari kata giok.
Siswi satunya?
Namaku Su Zaizai.
"Zai" dari kata bersama.
Kau Su Zaizai?
Nilai ujian masukmu sempurna di pelajaran bahasa Inggris, 'kan?
Benar.
Baik, duduklah.
Kau hebat sekali.
Namaku Wang Nan.
Aku dari SMP 3.
Namaku Fu Yao.
Aku takut ujian bahasa Inggris.
Bisakah kau kelak mengajariku?
Baik, aku yakin kelak juga akan banyak merepotkanmu.
Jangan sungkan.
Pak Guru, Zhang Lurang masih belum datang.
Zhang Lurang?
Dia di Kelas 10-1.
Untuk apa ke kelas ini?
Kelas 10-1?
Zhang Lurang sudah datang?
Sudah.
Apakah kau Zhang Lurang?
Lurang.
- Wang Yang. - Hadir.
- Han Zheng. - Hadir.
- Li Maosheng. - Hadir.
- Zhang Renli. - Bukumu.
Sudah kuatur sesuai abjad.
Kenapa kau terlambat?
Aku memang terlambat dan dihentikan para murid yang bertugas di gerbang.
Apa?
Lalu, kau bagaimana?
Kenapa kau yang panik?
Tidak apa-apa.
Aku hanya khawatir.
Terutama karena kudengar
nama kita akan dicatat kalau terlambat.
- Lalu... - Mereka tidak mencatatku.
Tidak mencatatmu?
Baguslah.
Hampir saja ada dua Zhang Lurang.
Apa kau tidak merasa terlalu ingin tahu tentangku hari ini?
Benarkah?
Biasa saja.
Selain rasa ingin tahumu itu,
ada sedikit rasa bersalah
di dalamnya.
Benarkah?
Padahal aku tidak melakukan sesuatu
yang membuatku bersalah padamu.
Kau mau ke mana?
Ruang siaran.
Ruang siaran?
Makin kupikirkan, makin aneh.
Kenapa Zhang Lurang berpura-pura menjadi murid Kelas 10-9?
Mungkin dia salah mengingatnya?
Aku yakin dia sengaja.
Kudengar walau satu murid terlambat, poin murid sekelas akan dikurangi.
Su Zaizai,
sisa kau yang belum membayar uang seragam.
Baik, segera kulunasi.
Mana dompetku?
Aku menemukan dompet.
Ada identitasnya?
Aku belum membukanya.
Buka dan lihatlah.
Mungkin ada barang yang bisa membuktikan identitasnya.
Sudah kubilang cek dompetnya.
Kau terus saja menolak.
Aku ingat meletakkannya dalam sakuku pagi ini.
Zaizai, jangan cemas.
Bagaimana kalau kubantu menalangi, nanti kau bisa...
Pergilah ke ruang siaran untuk mengumumkan barang hilang.
Mungkin ada murid lain yang menemukannya.
Apakah ada kartu pelajar di dompetmu?
Ada.
Mudah saja.
Ada foto dan nama di kartu pelajar.
Siapa pun yang menemukannya akan tahu itu milikmu.
Namun...
Kartu pelajarku tidak tertulis
namaku sendiri.
Siapa yang kau tulis?
Itu...
Itu...
Perhatian.
No comments yet. Be the first to leave one.