The first 200 lines.
CONRAD BIRDIE IKUT WAJIB MILITER!
Sampai jumpa, Birdie
Aku akan sangat merindukanmu
Sampai jumpa, Birdie
Mengapa kau harus meninggalkanku
Sampai jumpa
- Tiada lagi sinar mentari - Sinar mentari
- Sebab ia ikut kau pergi - Kau pergi
- Aku akan menangis, Birdie - Birdie
Sampai kau kembali
Aku akan merindukan senyummu Seolah-olah itu hanya untukku
Tiap malam Aku akan selalu menulis surat untukmu
Sampai jumpa, Birdie
Ini sungguh berat untuk dijalani
Sampai jumpa, Birdie
Kurasa aku akan selalu peduli
Kurasa aku akan selalu peduli
Kurasa aku akan selalu peduli
BIRDIE IKUT WAJIB MILITER
Lihat!
Hei!
Lihat! Hei!
Hei!
BERDASARKAN DRAMA "BYE, BYE, BIRDIE" BUKU KARYA MICHAEL STEWART
KAMI BUTUH PEMIMPIN KAMI JANGAN RENGGUT BIRDIE
PAMAN SAM BIAR BIRDIE BERSAMA KAMI PAMAN SAM TAK ADIL
TAK ADIL UNTUK MERENGGUT BIRDIE BIRDIE PENYANYI BUKAN TENTARA
BIRDIE WAJIB IKUT MILITER ITU KEJI
Kami mencintaimu, Conrad
Ya, tentu
Kami mencintaimu, Conrad
Kami akan setia padamu
Saat kau tak di dekat kami
Kami sendu
Conrad, kami mencintaimu
BEBASKAN DIA BAWA AKU!
Kami mencintaimu, Conrad
John Daly melaporkan dengan unit siaran keliling CBS
di depan Gedung Capitol.
Aku melaporkan berita mengenai krisis yang dialami remaja saat ini
akibat wajib militer Conrad Birdie.
Sosiolog setuju bahwa Birdie adalah sebuah fenomena.
Lalu bagi para pecinta musik
yang belum pernah menghadiri konsernya,
inilah beberapa foto yang menunjukkan kemajuan pesat kariernya.
Itulah senjata terbaru tentara kita.
Prajurit Birdie melapor untuk pelantikannya sepuluh hari lagi.
Pendapatannya yang semula bernilai dua juta dolar per tahun,
kini menjadi 78 dolar sebulan.
Itu hanya bisa terjadi di Amerika.
Mengapa?
Mengapa dia harus wajib militer?
Tepat saat aku menulis lagu untuk dia nyanyikan.
Lagu utama untuk film dia selanjutnya.
"Mumbo Jumbo Gooey Gumbo."
Kini tak ada film, atau apa pun.
Albert, aku punya laporan keuanganmu jika kau mau dengar.
"Aset total, 312 dolar 8 sen.
Liabilitas 4.030 dolar."
Kau...
Cukup kita yang tahu, keuanganmu kacau.
Selamat tinggal, Albert. Akhir menyedihkan dari kerja sama panjang.
Ya. Kau tak mau berpamitan dengan Pidge?
Almaelou bangkrut, Pidge. Lebih baik kau cari makan di tempat lain.
Selama enam tahun, aku tak pernah menjual lagu jelek.
Mungkin seharusnya jual lagu jelek.
Aku tak terlalu peduli pada diriku,
tetapi hanya aku penopang ibuku.
Aku membuang uang warisan ayahku untuk Ibu...
Itu bukan salahmu. Ibumu ingin kau jadi penulis lagu.
Kau bisa kaya dengan jadi ahli biokimia.
Itu adalah profesi yang hebat.
Namun, ibuku ingin...
Meski dia pernah tampil di Vaudeville,
bukan berarti kau cocok di industri hiburan.
Aku menghormati ibuku, tetapi aku bekerja sesuai kemauanku.
Ibuku sensitif. Ibu akan pingsan saat aku mengecewakannya.
Dengan semua idemu, kau bisa kaya lewat bidang kimia.
Kimia.
Kimia! Kau terdengar seperti Rosie.
- Di mana Rosie? - Dia menelepon.
Dia dengar soal wajib militer Birdie. Katanya dia mau menemui Ed Sullivan.
Tentu, untuk dapat pekerjaan baru.
Sekretaris yang hebat.
Kami bisa dibilang sudah bertunangan!
Hanya menunggu restu ibuku.
Kini saat aku terpuruk, Rosie meninggalkanku.
Dia pergi secepat mungkin.
Ed Sullivan!
Bisa suruh Rosie DeLeon masuk?
Apa kau setuju, Pak Sullivan? Jawabannya harus setuju.
Rosie, aku setuju.
Puji Tuhan! Aku sayang kau!
Itu luar biasa! Aku pun sayang kau! Aku amat senang!
Nona DeLeon, perkenalkan produser kami, Bob Precht.
- Hai, apa kabar? - Senang bertemu kau.
Rosie, jika kau sudah tak malu, katakan,
apa hubungannya Birdie tampil di acara ini denganmu?
Jujur, aku ini wanita licik.
Aku punya ide promosi yang mengesankan.
Jika setuju, aku ingin minta tolong.
Baiklah, mari dengar rencanamu.
Bagaimana jika kita buat persiapan dahsyat sebelum acara
yang akan memikat penonton Minggu depan?
Itu pasti terjadi. Lagi pula, ada Moscow Ballet dan Birdie.
- Ini lebih besar. - Sungguh?
Sebelum Conrad Birdie wajib militer,
dia beri ciuman perpisahan pada para gadis yang tergila-gila padanya dan memujanya
di acara TV-mu.
Acaranya hanya sejam dan Birdie hanya tampil empat menit.
Itu hanya ciuman simbolis.
- Apa katamu? - Secara simbolis.
- Dia cuma akan mencium satu gadis. - Satu gadis saja?
Kau tak lihat? Birdie, idola dan pemimpin mereka,
mencium satu Tessie yang beruntung?
- Ya! - Itu akan meluluhkan semua gadis Amerika.
Itu berita besar. Koran-koran akan meliput.
Ingat, publisitas.
Segera cari berkas klub penggemar.
- Pilihlah gadis dari Ohio. - Baik.
Bob, kita akan melakukannya di teater terbuka, Columbus, Ohio,
- setelah Ballet. - Kucarikan gadisnya.
Jaringan TV akan mengurus semua detail fisik.
Usai ciuman itu, Birdie menyanyikan lagu yang hebat.
Itulah bantuan untuk Rosie.
- Aku tak paham. - Lagunya adalah "One Last Kiss."
- Aku belum pernah dengar. - Belum ditulis.
Siapa yang akan menulisnya?
Siapa lagi kalau bukan calon suamiku, Pak Albert F. Peterson?
Siapa lagi?
Birdie mau bantu Albert sukses selama enam tahun ini.
Dia pasti akan bawakan lagunya jika kau suruh.
Dalam situasi seperti ini, lagu apa pun boleh,
meski itu ciptaan kekasihmu, Albert.
Terima kasih, Pak Sullivan.
Dengan promosi seperti ini, lagunya akan terjual sejuta kopi.
Astaga, royaltinya besar!
Kami memang butuh uangnya.
Albert dan aku akan menafkahi satu orang lagi.
Rosie, kalian belum menikah.
Ibunya.
Sampai jumpa.
Carmine, hubungi departemen penerbitan!
Batch ini cukup. Segera siapkan untuk dikirim.
- Hai, Marge. - Hai.
Aku butuh salah satu penggemarmu dari Ohio.
Ambil semuanya.
- Cek berkas nomor enam. - Baik.
Enam. Ini dia.
Aku akan membuat penggemar remaja fanatik menjadi ratu.
Hei, manis.
Panggilan jarak jauh.
Aku mau hubungi Nona Kim McAfee, Sweet Apple 135, Sweet Apple, Ohio.
Marge, luar biasa sekali usaha wanita agar bisa dinikahi.
Maksudmu, kau meracuni ibu Albert?
Tidak. Namun, jika ini gagal, itu langkahku selanjutnya.
Apa, Operator? Salurannya sibuk.
Tak apa, akan kuhubungi lagi nanti. Terima kasih.
Marge, saat ini, ada anak bernama Kim McAfee
di Sweet Apple, Ohio, yang sedang bicara di telepon,
tetapi dia tak tahu kalau aku akan segera membuatnya terkenal.
KIM McAFFE SWEET APPLE 135
- Halo? - Halo, Urse? Ini Kim.
Jika tak bercerita, aku bisa gila.
Jadi, Ursula, kau orang yang pertama tahu.
Aku diberi pin oleh Hugo Peabody.
Tidak! Kim McAfee, mustahil! Kau sungguh diberi pin?
Kau dan Hugo sepakat untuk berhubungan serius?
Ya.
Hugo dan aku selamanya.
Gila!
Katakan, Kim.
Bagaimana perasaanmu dari lubuk hati yang terdalam?
Rasanya seperti aku terlahir kembali.
Rasanya seperti sebelumnya, hidupku tak berarti.
- Rasanya... - Ibu mau menelepon.
- Ibu mau menelepon Nenek. - Sebentar, Bu.
Ursula, aku harus tutup teleponnya.
- Sampai mana tadi? - Kau tak berarti.
Ya. Sekarang aku merasa hidup.
Puas.
Kini aku tahu rasanya menjadi wanita.
Aku juga mau tahu rasanya.
Kim, di mana dia memberimu pin?
Di kursi belakang. Teberkatilah bus sekolah kuning itu.
- Kim, cepat. - Ya, tutup, Kim.
- Agar aku bisa menyebarkannya. - Dah, Urse.
- Hai, Nancy - Hai, Ursula
Ada apa ini Apa yang terjadi
Apa kau dengar soal Hugo dan Kim?
Hai, Margie
Hai, Alice Ada apa ini
Ada kabar apa
Sudah dengar soal Hugo dan Kim?
Apa mereka sungguh bersama Apa Kim menciumnya dan menangis
Apa Hugo memasangkan pinnya Atau dia terlalu malu melakukannya
- Kudengar mereka bersama - Ya
Kuharap begitu Akhirnya mereka hidup bahagia
- Dia pergi - Telah melabuhkan hati
Halo, Pak Henkel Ini Harvey Johnson
No comments yet. Be the first to leave one.