The first 200 lines.
Semua tokoh di film ini fiksi.
Kemiripan hanya kebetulan.
Tak berniat merugikan orang,
kelompok, atau agama apa pun.
Tak ada hewan yang terluka.
Hei.
Sendawamu kencang sekali!
Sapi itu takut pada sendawamu.
Ketiga generasinya tahu pegulat butuh banyak susu.
Aku tak sekadar pamer.
Generasi mereka berkembang karenamu.
Fokus pada generasimu.
Kenapa kau protes tentangnya pagi-pagi?
Aku langsung lemas.
Entah bocah nakal itu mirip siapa.
Dia kurus sekali!
- Kau kurang beri makan? - Apa yang...
Di mana dia?
Ganya? Hei, Ganya!
Thokya atau Ganesh Baburao Thoke.
Teman-teman memanggilnya Thokya.
Tak ada yang bisa mempermainkanku!
Hei, ambilkan piyamaku!
Ya!
Cinta dalam hidupku.
Temanku, cintaku, segalanya.
- Ambilkan lebih cepat. - Tak bisa hidup tanpamu.
Aku mencintaimu, Sunny.
Ada tiga hal hebat di hidupku.
Teh dan kue, mengendaraimu
dan Meeni yang cantik.
Minakshi. Itu Meeni Ganya.
Cinta pertama Ganya.
Idaman, khayalan, cinta, impian, dan harapan Ganya.
Gadis impian Ganya, Meeni!
Ini Meeni.
Meeni Ganya.
Meeni di kota ini!
Meeni, kau menyukainya?
Kau hanya menatap Aadya!
Kalian harus bermain-main.
Tatap matanya dan berikan senyuman nakal.
Dia takkan bisa tidur semalaman.
Siapa yang sungguh kau sukai?
Cintai satu orang, kelabui yang lain!
Mereka bodoh karena mendekatimu.
Sheetley, Deepe.
Biar kuberikan tip hidup pada kalian.
Ingatlah selalu. Jangan lupa.
Pria hanya suka satu hal.
Gaya yang bagus dan senyuman manis.
Kita juga harus punya kelebihan.
Itulah "ABC."
Kalian tak punya gaya atau "ABC."
Siapa yang mau melirik?
Belajarlah dariku.
- Ayah! - Ya?
Tolong tendang ini.
Kau membuat Ayahmu kesal. Nasib yang mengenaskan!
Minggir!
Apa ini? Ayah tak bisa menghidupkan motor!
Bodoh! Masukkan kuncinya!
Kau tak bisa hidupkan motor?
Apa kau bernyali?
Ayah, lututku bengkak.
Orang buat alasan konyol karena tak terima!
Kau payah sekali. Tak bisa apa-apa di hidupmu!
Berdoa pada dewa apa sebelum dia lahir?
Banya, Pitya!
Turunlah sebelum kuhina kalian.
Aku berterima kasih.
- Hidupkan motornya! - Mau ke mana?
Turun! "Hidupkan motornya!"
Sembarangan!
Ganya, kau sangat menyebalkan.
Apa ini persahabatan?
Turunlah.
Hanya Meeni yang boleh duduk di sini.
Kau telat! Kenapa kau tak jual rongsokan ini?
Silakan hina aku, tapi jangan Sunny.
Meeni, walau aku telat, aku membawakanmu bunga!
Kau membawa satu toko?
Aku mau cabut pohonnya, tapi tidak terbiasa.
Kau mau bunga, kuambil satu tiang dari toko.
Minta saja. Akan kucarikan. Aku tak mau bulan madu sendiri.
Meeni, aku mencintaimu!
Enyahlah!
Omong kosong! Ayo. Kita telat kuliah.
Kak, tolong belikan aku es krim.
Kalian mau es krim? Ayo!
Es krim.
- 15 rupee. - Ini.
- Sudah kerjakan PR? - Ya!
Kalian datang besok untuk tes. Aku akan ajari kalian.
Makanlah. Kau suka?
Andai aku anak kecil!
- Dah, Kak! - Dah.
Aku harus panggil kakak.
Ayo.
Meeni?
Kau suka anak kecil?
- Ya! - Kenapa?
Mereka polos.
Ayo.
Hei.
- Apa? - Tak apa.
Apa ini? Kenapa motormu selalu berhenti di sini?
Sebentar.
Sunny, kenapa kau mempermalukanku?
Ganya!
Kau mau jual Sunny untukku?
Meeni, apa kau bergurau?
Aku mencintai Sunny.
Kenapa memintaku jual Sunny?
Apa cara tunjukkan cinta hanya bunga?
Cincin pemberianmu pudar dalam dua hari.
Kau bisa memberiku cincin Bentex.
Berdiri! Ambil kembali cincinmu dan pakai.
- Pakai bunga itu di bokongmu! - Apa?
Kubilang taruh di motormu. Bodoh! Murahan!
Meeni, dengar.
Meeni.
KARAMVEER DADASAHEB GAYEKWAD NAGAR
Tunggu!
- Kau mau minum lagi? - Tidak, cukup.
- Ayah! - Apa kau tidak malu?
- Maaf. - Kau menonton ini sepanjang waktu?
Ada apa?
Kau memergokinya lagi?
Kau melahirkan hewan!
Kau tak berguna!
- Ayah. - Bagaimana cara jelaskan padanya?
Astaga! Aku muak!
Aku muak padanya dan kecanduannya.
Kau harus punya harga diri.
Paman memergokinya lagi?
- Ya. Kegilaan apa ini? - Ketahuan?
"Ketahuan."
Bu, pelankan suaranya.
Pakai alat bantu dengar.
Kau temannya, kan?
Kenapa tak melarangnya?
Aku bisa apa, Paman?
India, asing, kulit hitam, Rusia.
Hewan.
Dia menonton semua situs!
Dia selalu online.
Lihatlah!
Lihat betapa terkenalnya putramu!
Orang akan ganti namaku dari Bhagat menjadi Digger!
- Benar. - Benar apa?
Bukan apa-apa.
Dia suka berdiri bugil berjam-jam di depan cermin sewaktu kecil!
Saat itu...
Seharusnya aku sadar
aku punya TV yang menaikkan antena!
Antena siapa, Dushya?
Tuhan berikan kita antena ini.
Pemberian Tuhan.
Ibu menonton TV.
"Antena siapa?"
Kau temannya, kan?
- Ya, Paman. - Teman saling memanjakan.
- Kau juga menonton itu? - Tidak.
Aku berhenti sejak menikah.
Sudah kubilang sejak lama, tapi kau tak mendengarku.
Solusinya hanya menikah.
Ya, itu bagus untuknya.
Itu bagus untuknya dan Paman akan merasa lega.
Benar. Nikahkan dia.
Dia takkan begini lagi.
Menikah? Pernikahan siapa?
- Ayah! - Lagi?
Diam!
Menurutmu siapa? Apa orang setua Ayah menikah lagi?
Kami sedang bahas pernikahanmu.
Ingatlah satu hal.
Saat ayam jago berkokok, kita masukkan ke kandang.
Jika tidak, dia akan berkokok terus.
- Benar. - Kita akan menikahkannya. Titik.
Kenapa kalian khawatir?
Ada gadis yang tepat.
Bibi, aku pernah cerita tentangnya.
Ya! Gadis di desamu.
- Siapa namanya? - Kamakshi.
- Dari desa? - Ya.
Aku tak mau gadis desa.
Tak apa. Tak masalah.
Istana atau gubuk, keduanya punya pintu!
Tunggu.
Aku juga diminta menunggu.
Kau tak tahu bagaimana dan di mana harus bicara?
Adik ipar, walau dia gadis desa
dia berbeda.
- Aku tidak mau. - Dia selesaikan pendidikannya
di Pune dan memiliki gelar.
Lihat? Dia sangat berpendidikan dan bisa mengajarimu.
Tunggu.
Aku kirim pesan padamu.
- Tidak masuk? - Masuk.
No comments yet. Be the first to leave one.