The first 200 lines.
Pasukan, berhenti.
Tak penting apa yang menjadi tujuan perang.
Kematian seseorang menjadi peluang orang lain.
Seperti itulah perang.
Sepertinya ada terowongan Viet Cong.
Bergerak masuk.
Dan peranku adalah menjadi kematian itu.
Hanya menjadi kroco untuk kenaikan karier orang lain.
Bagaimana situasinya?
Sudah ditangani, Pak.
Lalu uang yang di brankas?
Baek akan mengantarkannya kepadamu.
Bereskan dengan rapi. Jangan ada celah.
Baik, Pak. Mengerti.
Sudah selesai.
Pak Jang!
Astaga, apa yang terjadi di sini?
Pak Jang, kau baik-baik saja? Kau terluka?
- Baek Kitae tidak muncul, ya? - Tidak, dia tak pernah turun kapal.
Mari kita mulai dengan melacak Pyo Haksu dulu.
Kami baru mau meminta bantuan dari markas AD terdekat.
Permintaan pencarian, agen KCIA Pyo Haksu.
- Lihat, dia datang sendiri. - Kau tak boleh masuk!
Minggir, Berengsek. Aku dari KCIA.
- Hei! Beri dia masuk. - Kubilang, minggir!
Pak Pyo Haksu!
Mohon kemari.
Dari mana kau tahu siapa aku?
Ada apa ini?
Aku Jaksa Distrik Busan Jang Geonyoung.
Ya, lalu?
Ada apa Kepala Departemen KCIA sampai kemari?
Aku mau menjemput Direktur.
- Direktur Hwang? - Ya, di mana dia?
Kau yang membunuhnya.
Kau ditangkap
atas dugaan pembunuhan Direktur Jenderal Hwang Gukpyeong.
Borgol dia.
Jangan konyol.
- Tunggu. - Jangan gaduh.
- Tunggu dulu. - Ayo.
Tidak, stop! Aku akan lakukan sendiri.
Kau yakin bisa tangani ini? Memang kau pikir siapa dirimu?
Diamlah. Ayo jalan.
PERANG DARAH
Pak Baek, kau sudah tiba.
Ada apa?
Kejaksaan menangkap Pak Pyo
atas dugaan pembunuhan Direktur Hwang.
Kami sedang menunggu autopsi bahwa itu sungguh jasad Direktur Hwang.
Bungkam pers dulu.
Baik, Pak.
Tunggu, Pak. Ada darah diβ¦
Aku akan ke Seoul. Siapkan mobil.
Baik, Pak.
Halo?
- Hei, Soyeong. - Hai, Kakak.
- Di mana Daeil? - Pak Daeil?
Tadi ada di lab, tapi lalu dia pergi ada urusan.
Kenapa menanyakannya?
- Apa ada masalah? - Baik. Aku harus pergi.
Siapa itu?
Itu kakakku. Dia mencarimu.
Untuk apa?
Entahlah.
Kepala Departemen Pyo Haksu.
Kenapa kau membunuhnya?
Kenapa kau bunuh Hwang?
Kau terus melampaui batas.
Jika kau terus memaksa seperti itu,
bagaimana caramu menanggung akibatnya nanti?
Aku hanya mencemaskanmu.
Kau membunuhnya, bukan?
Apa kau melihatnya?
Aku melihat dia tewas, ditembak di matanya.
Sudah kubilang, aku mengantarnya, lalu pergi membeli rokok.
Tanya saja tokonya. Berapa kali aku harus bilangβ¦
Jadi, maksudmu, saat kau pergi beli rokok,
Hwang tewas?
Lalu apa?
Kau pikir aku membunuhnya,
lalu pergi beli rokok?
Lalu kebakarannya kebetulan terjadi?
Ayolah, Pak Jang. Itu tak masuk akal.
Lalu apa motifku untuk membunuhnya?
Aku tak punya motif.
Benar.
Kau pergi beli rokok, Hwang tewas, lalu terjadi kebakaran.
Baek Kitae ada bersamamu, bukan?
Dia bersamamu di kuil, benar?
Ini.
Lihat, itu Ikeda Yuji.
Katakanlah, sedang apa KCIA
bertemu dengan yakuza di Osaka?
Itu rahasia. Aku tak bisa memberitahumu.
Rahasia, omong kosong.
Jaga bicaramu.
Aku tahu kau dan Baek Kitae pergi ke Jepang
menjual sabu-sabu di sana.
Lalu, uangnya kau serahkan kepada Hwang.
Kau yang mengotori tangan,
tapi bajingan itu yang meraup uangnya.
Itu sebabnya kau dan Baek Kitae membunuhnya, 'kan?
Apa kau punya bukti? Apakah ada?
Bukti? Tentu. Akan kutunjukkan bukti yang kuat.
Dasar kauβ¦
Tunjukkanlah bukti kuat.
Hei.
Kau suka makanan penjara?
- Jang. - Ya?
Bisa bicara?
Ada apa?
Pergilah.
Sepertinya kau dalam masalah. Pergilah.
Merokoklah selagi aku pergi.
Ya ampun.
CATATAN KASUS
Jadi, Baek Kitae mengambil alih
bisnis sabu-sabu Jo Manjae?
Ya, Pak.
Dengan dibekingi Kang Daeil?
Benar.
Mereka membunuh Direktur Hwang?
Ada luka tembak
di wajahnya,
ditembak di mata kanannya.
Dia ditembak mati,
lalu tempat itu dibakar
untuk menghapus buktinya.
Pak.
Aku akan mengeluarkan
surat perintah penangkapan Baek Kitae.
Jika ini berantakan,
seluruh kejaksaan akan runtuh.
Kau sadari itu?
- Ya. - Sialan.
Aku akan pastikan untuk mendapat pengakuan Pyo.
Ini uangnya.
Direktur Hwang sudah mencuri di belakangmu.
Kurasa ada alasannya bajingan itu membotak.
Aku yakin dia juga punya tanah dan bangunan atas nama keluarganya.
Aku akan periksa dan laporkan kembali secepatnya.
Dan ini.
Ini buku Bae Geumji.
Apa kau melihatnya?
Ya, Pak.
Aku melihatnya.
Kau melihat namaku?
Maafkan aku, Pak.
Kau mau apa?
Aku datang memohon kepadamu untuk mereinvestasikan uang ini kepadaku.
Jika kau izinkan aku, aku yakin bisa memakainya sebagai uang modal
dan melipatgandakan keuntungannya berkali lipat.
Jadi, maksudmu,
kau mau berbisnis denganku?
Pemilu kurang dari setahun lagi.
Kudengar Presiden butuh 70 miliar won
untuk meraih masa jabatan lagi demi kebaikan negara.
Aku akan mengumpulkannya.
Bagaimana aku bisa memercayaimu?
Kau tak perlu memercayaiku.
Beri aku kesempatan untuk membuktikan kemampuanku.
Akan kutunjukkan walau kau tak percaya aku, kau bisa percaya uangku.
Aku tak akan mengecewakanmu, Pak.
Duduklah di kursi itu.
Duduklah di situ.
Kudengar Hwang beri tahu semua orang kau pilihannya untuk direktur berikutnya,
dan dia mengurusmu dengan baik.
Dan itu membuat banyak orang iri.
Kini diaβ¦
Telah matiβ¦
Bukankah seharusnya kau yang mengisi jabatannya?
Jika dipikir lagi,
itu tak terlalu buruk
bagi Baek Kitae bahwa kau terjebak di sini.
Seseorang jelas membunuh Hwang
memakai pistol dan membakar tempat ituβ¦
Tapi kau pergi membeli rokok.
Apa kau percaya Baek Kitae?
Aku tak tahu kau punya kesepakatan apa dengannya,
tapi pikirkan baik-baik.
Kau dan aku tahu
siapa yang membunuh Hwang.
PERNYATAAN TERTULIS
Hari itu,
siapa lagi
yang ada di kuilβ¦
Selain Hwang?
Aku ingin kau tuliskan
kebenarannya.
Apa kau mau membusuk di penjara?
Baek Kitae menjadi direktur jenderal
dan kau masuk penjara.
- Permisi, Pak. - Ya?
Sial.
Ada apa?
Wakil Kepala Jaksa memerintahkan pembebasan Pyo Haksu.
Mohon ikut kami, Tn. Pyo.
Astaga, kakikuβ¦
Pak Seo!
No comments yet. Be the first to leave one.