The first 200 lines.
- Apa lututku terlihat gemuk? - Apa?
Entahlah. Mungkin aku harus memakai celana.
Deb, biasanya kau tidak gugup. Ada apa?
- Kau tak menjawab pertanyaannya. - Kau dan lututmu sempurna.
- Sarapan? - Hanya...
Satu limau gedang, dua Splenda. Deb, tenanglah. Kau hebat saat audisi.
Model hadiah di The Price Is Right bukan sekadar audisi, itu karier.
Dengan lutut sepertimu, pasti lolos.
- Jane. - Hei, Teri.
- Kau tidak pulang. Lagi. - Selamat pagi.
Jane, ada Marcus Newsome sore ini.
Aku tahu. Aku mengerjakan Arbor Youth.
Rapikan bajumu. Klien itu datang kemarin.
Dengan tarif 300 dolar per jam, setidaknya kita harus bebas kerutan.
Berapa jam harga tas itu?
Hermès, kulit burung unta. Harus menunggu dua tahun,
tapi aku menggunakan pengaruhku. Jane, asal kau tahu,
tak ada orang berusia di bawah 50 tahun yang memakai bros.
Jalang Hermès.
Anda dan tamu Anda bisa bersenang-senang dengan mesin karaoke baru ini.
Duet Vokal Profesional, karaoke digital yang mudah digunakan.
- Kau menemukannya? - Taffy Ironis. Di belakang Pepto.
Terima kasih.
Jadi, kau sungguh berpikir itu beruntung, ya?
Aku memakainya saat bertemu denganmu.
Aku akan menyebutnya beruntung.
Kenapa kau memakai dasi wawancaramu?
Sayang, untuk kali ketiga...
Kau ada wawancara akhir dengan firma baru
dengan jalur kemitraan yang lebih baik.
Makin ketat simpulnya, makin lebar bahunya.
Aku bisa apa tanpamu?
Lanesia pikir dia hebat, dengan goyangan pinggulnya.
Grayson, lihat ini.
Dua puluh delapan ribu seratus lima puluh tujuh.
Aku menyebutnya goyangan bokong ketukan jari kaki.
Itu lebih baik daripada Lanesia, bukan?
- Dia akan mencungkil matamu. - Kau selalu tahu harus berkata apa.
Terima kasih sudah bermain. Selamat. Kau memenangkan 17.000 dolar...
Kim mengadakan pesta koktail semalam, untuk para rekan.
Dia seharusnya membantuku.
Ya, kau lebih pintar, bekerja lebih keras,
dan klien kita menyukaimu.
- Tapi dia tahu cara bekerja... - Teri, aku tak bisa membicarakan ini.
Tidak sekarang.
- Aku mencemaskanmu. - Cemaskan saja Timur Tengah.
Aku baik-baik saja. Sungguh. Aku harus kembali...
Bekerja. Aku tahu.
Sial.
Teri.
- Teri? - Jane.
Nona, tiarap.
Rupanya pria ini punya masalah dengan Parker.
Bosmu tidur dengan istriku.
- Aku tak tahu dia sudah menikah. - Dengar, Pak...
- Ini Deb. - Scott mencampakkanku.
Stacy. Aku turut bersedih.
Dia bilang aku...
Aku dangkal.
Halo. Apa dia pernah menonton film indie di daftar Netflix-mu?
- Awas! - Maaf.
Deb, aku tak mampu membayar tempat ini sendiri.
Mungkin kau harus mencari pekerjaan.
- Aku seorang model. - Model yang sangat bagus.
Tapi kau belum bekerja sejak makan olesan JCPenney.
Tata letak itu dicetak di kertas daur ulang.
- Bulirnya menambah lima kilogram. - Jadi anak baru bisa sangat kejam.
Dengar, Sayang, setelah aku berhasil audisi,
aku akan mampir dan...
Deb?
Kau bisa mendengarku sekarang?
Baiklah. Telepon aku kembali.
Nona Dobkins. Aku Fred. Aku penjaga gerbangmu.
- Maaf atas kematian mendadakmu. - Kematian?
Itu sulit diterima.
Ikuti aku.
- Jadi, ini Gerbang Surgawi? - Kau terdengar kecewa.
Hanya saja, aku mengharapkan awan tebal, beberapa malaikat, bahkan mungkin harpa.
Itu tidak penting. Aku harus kembali ke Bumi sekarang.
Ayo, Sayang.
Duduklah.
- Apa yang kau lakukan? - Meninjau hidupmu.
Kau tahu, surga atau neraka.
Tunggu sebentar. Aku belum pernah melihat ini.
Nona Dobkins, menurut catatanku,
kau belum melakukan satu pun perbuatan baik atau buruk
seumur hidupmu.
Kau orang dewasa pertamaku yang skornya 0-0.
Tidak, aku orang baik. Banyak perbuatan baik.
Nona Dobkins, aku sudah melihat banyak orang jahat.
Kau bukan salah satunya.
Tapi kau juga bukan salah satu orang baik.
Berdasarkan waktu kita bersama yang singkat ini,
aku akan menyimpulkan bahwa kau hanya dangkal.
Dangkal?
Kau pikir kau siapa
dengan kemeja murahmu dan celana poliestermu yang kuno?
Kau kasar, dan aku takkan duduk di sini dan menerimanya.
Ya, apa yang akan kau lakukan, bukan?
TOMBOL KEMBALI TIDAK BOLEH DITEKAN TANPA IZIN
Mari kita cari tahu.
Bersiap. Gel.
Aman.
Tunggu sebentar.
Dia wanita yang beruntung. Peluru hanya menggoresnya.
- Tidak perlu dijahit. - Tapi EKG-nya, jantungnya berhenti.
Pasti ada korsleting di monitor. Itu pernah terjadi.
- Kau temannya? - Tentu.
Amnesia sementara tidak aneh dengan gegar otak ringan.
Kami akan mengawasinya.
Bangun!
- Aku baru saja mengalami mimpi teraneh. - Itu bukan mimpi, Sayang.
Fred?
Kenapa aku merasa kembung?
Astaga.
- Kau mengirimku ke neraka? - Tenang.
Jiwamu memasuki tubuh yang baru dikosongkan.
- Tubuh lamamu... - Tidak.
Aku akan kembali tidur.
- Saat aku bangun, semuanya... - Namanya, sekarang namamu, adalah Jane.
Baiklah. Ini tak cocok untukku.
Aku tak pernah lebih dari ukuran dua,
itu karena naik tujuh kg saat kuliah. Itu sebabnya aku berhenti kuliah.
- Aku harus bicara dengan siapa? - Lihat sisi baiknya, kau masih hidup.
Kau tak hanya dapat tubuh Jane, tapi juga otaknya.
- IQ-nya sangat tinggi. - Fred.
Beri tahu aku cara mengembalikanku.
Kau Jane sekarang dan selamanya.
Semua yang perlu kau tahu tentang dia, tentangmu, ada di sini.
Tas Mossimo dari Target?
Tas Jane. Dompet, SIM, kartu nama.
Dia memakai bros.
Tak ada orang berusia di bawah 50 tahun yang memakai bros.
Maka belilah tas baru. Beli perhiasan baru.
Aku tidak peduli. Satu aturan, jangan beri tahu siapa pun tentang ini.
- Kau mengerti? - Kenapa?
Karena orang akan berpikir kau gila.
Lalu aku harus mengirimmu kembali, dan bukan ke tempat yang baik.
Baik, jika aku Jane, kenapa aku masih ingat semua tentang diriku?
Bukankah seharusnya aku tahu semua tentang dirinya?
Kenangan tetap bersama jiwa.
Terserah. Aku pergi dari sini.
JANE BINGUM, ESQ PENGACARA HUKUM
- Pakaian yang bagus. - Apa yang kau lakukan di sini?
Firma ini mencari petugas surat baru. Aku melamar.
- Bukankah kau harus kembali? - Jane...
Jangan. Hentikan. Aku benci namanya. Aku benci tubuhnya. Aku benci tasnya.
- Aku benci... - Hei, diam. Aku di sini karenamu.
Pangkatku turun dari penjaga gerbang menjadi malaikat pelindung karenamu.
- Kau malaikat pelindungku? - Sayangnya begitu.
- Baik. Buat aku kurus dan seksi sekarang. - Aku malaikat, bukan penyihir.
Antara kau dan aku, itu hanya istilah keren untuk pengasuh.
- Bagaimana kau menemukanku? Jadi? - Kau di tubuh Jane.
Tubuh semua orang punya kebutuhan, keinginan, dan zona nyaman sendiri.
Firma ini adalah tempat tubuh Jane merasa nyaman.
Di sinilah kecerdasannya dihargai.
- Jane? - Teri, asistenmu.
- Aku selalu mau punya asisten sendiri. - Syukurlah kau baik-baik saja.
Ayo ke ruanganmu.
- Hai. - Lihat, itu Jane.
- Kenapa mereka bertepuk tangan? - Kau berkorban untuk Parker.
Aku tak memakai Bryant Payah.
Dokter bilang kau mungkin amnesia,
tapi kau menyukai Nona Bryant. Ini bisa melar dan nyaman.
Aku membaca novel pecundang?
Jane, kau hidup dengan buku-buku itu. Berpakaianlah.
- Aku terlihat konyol. - Kau tampak baik-baik saja.
Jane, kau membuat kami takut. Penembak itu ditangkap,
semua baik-baik saja, dan aku berjanji akan menanyakan status pernikahan
dari semua kencan mendatang. Terima kasih untuk...
Terima kasih.
Bagaimana perasaanmu?
- Tak seperti diriku, tapi... - Marcus Newsome menuju ke sini.
Mengingat kondisi saat ini, Kim menawarkan untuk mengambil alih pengacara utama.
Tentu saja. Jane membawa Newsome ke firma ini.
Jane, jika kau butuh sesuatu, beri tahu aku.
Kim membatalkan deposisi terakhir kita untuk memperbaiki Botox.
Siapa Marcus Newsome?
Itu lucu.
Baiklah. Marcus Newsome menuntut Upland Pharmaceuticals.
Istrinya mengalami halusinasi setelah minum pil tidur mereka.
Dia pikir dia burung, mencoba terbang, jatuh dari lantai 20.
Apa ini mengingatkanmu sesuatu?
Tidak. Tapi kurasa kita menuntut atas kematian yang tidak adil.
- Ya, dan gagal... - Gagal memberi tahu, kelalaian,
penipuan, dan kemungkinan liabilitas produk, meskipun itu lemah.
Itu menegangkan.
Tanyakan sesuatu. Sesuatu yang diketahui orang pintar.
Seperti apa ibu kota Selandia Baru? Wellington.
Berapa akar kuadrat 113? Itu bilangan prima. Pertanyaan jebakan.
Dengarkan aku.
- Kau baik-baik saja? - Aku pintar.
Ya, benar. Sekarang, masuk ke ruang rapat
dan tunjukkan pada Kim bahwa otak mengalahkan Botox.
- Kenapa panas sekali di kantor ini? - Kita sudah membahas ini.
Bukan panas, tapi metabolismemu.
Metabolismeku membuatku berkeringat. Jadi, aku butuh udara segar.
- Jendelanya tidak bisa dibuka. - Kita di gedung kantor.
- Jendelanya permanen. - Baiklah, aku akan keluar.
Jane.
No comments yet. Be the first to leave one.