The first 200 lines.
Dik, kita hampir terlambat. Ayo.
Di mana dia?
- Ada? - Tenang, dia berjanji akan datang.
Permisi, ada sesuatu di bajumu.
Tolong jangan mendekat.
Tamu Anda pergi ke arena adu banteng dan tak akan kembali.
Tolong serahkan amplopnya jika tak ingin bernasib sama.
- Kau tak perlu membunuhnya. - Memang.
Tetapi aku juga butuh hiburan.
Ini mahakaryaku.
Dan akan kami pastikan karya Anda tak disia-siakan.
MENGENANG RONALD CHOPRA DEVEREUX
Kasihan dia, padahal dia orang yang menyenangkan.
Juga sangat cemerlang.
Tetapi berakhir ditembak secara mengenaskan.
Kau bisa dipercaya?
Keluargaku dikenal tepercaya, Bundle.
Kau pun tahu itu.
Jangan-jangan Gerry dan Ronny dibunuh terkait pekerjaan di Kemenlu?
Mungkin mereka membongkar hal yang tidak beres?
Aku sendiri bingung.
Aku kira Lady Coote mendalangi kematian Gerry,
tetapi aku ragu dia terkait kematian Ronny.
Begini, Jimmy.
Pesan terakhir Ronny yang harus kau tahu adalah "Seven Dials".
Seven apa?
Dials.
Begitu.
Lalu apa maksudnya itu?
Entahlah.
Katanya, "Beri tahu Jimmy Thesiger, 'Seven Dials'."
Seharusnya pesan terakhir lebih jelas. Lagi pula, kenapa aku?
Aku bahkan bukan sahabat karibnya.
Ya, aku juga heran soal itu.
Kau benar-benar resah, ya?
Ada informasi soal Loraine, adik Gerry?
Katanya kau mengabari keluarganya?
Benar.
Bukan tugas menyenangkan.
Adiknya manis. Senang bisa akrab dengannya.
Memang kenapa?
Ada surat yang Gerry tulis untuk Loraine, tetapi tak ada alamat tujuannya.
Begitu.
Bagaimana jika kita bertiga bertemu?
Di ruanganku.
Bisa jadi dalih untuk menemuinya lagi.
Jimmy, kau ini keterlaluan.
Sebut saja aku pencinta sejati.
Berhati-hatilah saat menyelidiki ini, Bundle.
Jangan sampai kau jadi diincar.
Aku juga tak mau
kalau diincar.
Jadi,
siapa yang mengintai kita dari balik pepohonan itu?
Lagi-lagi dia.
Kau kenal? Sejak tadi, dia mengamati dan menulis sesuatu.
Dia membuntutiku dan Ronny saat mengejar Lady Coote,
lalu aku memergokinya menelepon Scotland Yard.
Mungkin dia polisi atau informan.
Pokoknya, akan kucari tahu.
Tak akan kulepaskan lagi. Kau hubungi Loraine.
GEDUNG BARU SCOTLAND YARD
Sore, Nona.
Nona, Anda tak bisa masuk.
Tidak juga, Pak. Aku bisa masuk, kok.
Lihat?
Wah, wah.
Sungguh suatu kehormatan.
Lady Eileen Brent.
Itu memang namaku.
Tetapi siapa dirimu?
Kenapa kau menguntitku?
Aku Battle. Inspektur Battle.
Kau ingin minum sesuatu?
Ada gin?
Niatku menawarkan teh.
Belum jam minum teh.
Ada yang bisa kubantu?
Kenapa kau kabur saat kukejar?
Aku tak suka dibuntuti.
Aku lebih suka jadi yang membuntuti.
Dan kenapa kau mengintaiku saat aku bersama Ronny Devereux?
Kebetulan ada urusan di sana
sehubungan dengan sidang koroner Tn. Gerald Wade.
Bisakah kauβ¦
Kenapa kau tertarik dengan itu?
Banyak hal menarik perhatianku, Lady Eileen.
Berarti kau tahu hasil sidang koronernya salah besar.
Gerry tak butuh dan tak minum obat tidur.
Dan dia jelas tak bunuh diri.
Ya, keteranganmu sudah dicatat.
Dia terbujur kaku di ranjangmu, bukan?
Ya, benar.
Ya.
Kau juga yang pertama menemukan jenazah Tn. Ronald Devereux
setelah ia ditembak?
Benar.
Apa kau menuduhku terlibat kematian mereka?
Aku tidak berkata begitu, Lady Elleen.
Aku hanya tertarik pada fakta.
Sayangnya, fakta sulit sekali ditemukan.
Kenapa tak ada pemberitaan kematian Ronny di koran?
Kau tahu alasannya?
Ya.
Bisa beri tahu aku alasannya?
Aku meminta embargo berita
agar penyelidikanku tidak terganggu.
Sudah mencari benang merah kematian mereka?
Memeriksa orang-orang Kemenlu? Atau keluarga Coote?
Apa yang kau tahu soal Seven Dials?
Kau pasti paham, 'kan, Lady Eileen?
Lazimnya, akulah yang mengajukan pertanyaan di kantor ini.
Kalau begitu, semoga kau menikmati situasi tak lazim ini.
Jadi, Seven Dials?
Secara resmi, tak ada lagi daerah yang disebut Seven Dials.
Sebagian besar sudah digusur dan dibangun ulang.
Meski itu masih dianggap kawasan kumuh. Kenapa bertanya?
Gerry
menyebutnya di surat yang ditulis sebelum kematiannya.
Bisa kulihat?
Sejak kapan kau bawa? Kenapa tak diserahkan saat sidang koroner?
Itu surat pribadi. Kupikir tak relevan.
Begitu.
Seven Dials yang dia sebutkan, apakah maksudnya daerah?
- Atau kelab di Hunstanton? - "Hunston".
Hunstanton.
Bukan itu, yang benarβ¦
- Lupakan. - Jadi, apa yang dia maksud?
Daerah atau nama kelab?
Belum jelas.
Kusarankan jangan ke sana. Keberatan ini kusimpan?
Keberatan.
Aku sangat keberatan.
Jangan salah paham, Inspektur. Cuma ini peninggalan Gerry.
- Dia pria baik. - Aku paham.
- Kalau boleh menyarankan, Lady Eileen⦠- Aku bisa menebak.
Pulanglah dan serahkan kasus ini kepada para ahlinya.
Maksudmu aku amatir?
Kau cerdas dan sangat jeli, Lady Eileen,
tetapi ini berbahaya.
Aku paham. Aku tak bodoh.
Aku sama sekali tak menganggapmu bodoh.
Tetapi tolong jauhi kantor Kemenlu dan keluarga Coote,
termasuk segala hal yang berkaitan dengan Seven Dials.
Itu wilayah berbahaya.
Kau pasti tak akan mengikuti saranku, ya?
Kenapa kau berpikir begitu?
Aku senang sekali bisa bertemu denganmu.
Jadi, bagaimana kabarmu?
Entah bagaimana kau masih bisa tegar setelah kehilangan Gerry dan Ronny.
Apalagi menemukannya sekarat seperti ituβ¦
Mengerikan.
Aku berusaha tak mengingatnya.
Harus melanjutkan hidup, ya?
Apa Ronny sempat cerita sesuatu?
"Sesuatu" itu terlalu luas, Bundle.
Soal Gerry?
Soal beker terkutuk itu?
Tidak cerita.
Untuk kawan yang telah jauh.
Itu istilahku.
Apa yang kau tahu soal Klub Seven Dials?
Klub apa? Di mana?
Seven Dials.
Di Jalan Hunstanton.
- Aku tak tahu. - Jangan pura-pura tak tahu.
Aku sudah lama mengenalmu.
Kau hanya minta pengulangan saat butuh waktu berpikir.
Benarkah?
Aduh, kau sungguh memahamiku,
sementara aku tak tahu apa-apa tentangmu.
- Jelaskan soal Seven Dials. - Aku tak tahu banyakβ¦
Atau aku akan pulang.
Aku merasa seakan dijebak.
Tak ada hal besar.
Kini jarang ada yang ke sana.
Kelabnya sempat ramai sekali, tetapi ternyata,
lama-lama orang bisa jenuh juga.
Itu kelab malam?
Ya, kelab malam.
Pengunjungnya dari banyak kalangan.
Seniman.
Dan berbagai
perempuan aneh.
Ditambah, beberapa orang dari Kemenlu dan sejenisnya.
Tapi masanya sudah lewat. Kini kelabnya sepi.
Kau tak akan suka.
- Kau tak akan suka. - Aku ingin ke sana.
- Bundle⦠- Malam ini.
Jangan, Bundle. Bagaimana kalau tempatnya digerebek?
Kita naik taksi?
Selamat malam.
Malam, Tuan. Selamat datang kembali.
Alfred?
Selamat malam, Lady Eileen. Mengejutkan melihat Anda kemari.
Bukannya kau kerja di Chimneys? Alfred pelayan kami.
Mantan pelayan.
Saya berhenti setelah tragedi yang dialami Tn. Wade.
Aku baru tahu.
Saya berselisih dengan ibu Anda.
No comments yet. Be the first to leave one.