The first 200 lines.
Tangga Lagu Musisi Asia telah dirilis.
Seperti tahun lalu, musisi Korea sekali lagi memasuki tangga lagu.
Yang ini juga.
Tiga ribu won lagi.
Tangga Lagu Musisi Asia memeringkatโฆ
- Terima kasih. - Selamat jalan.
Ini membuat kabarnya makin menjanjikan.
Berikutnya,
Ra-ik dari Gold Boys terlibat rumor percintaan
dengan peserta latihan dari perusahaan yang sama.
Agensinya tetap diam.
Menurut laporan, mereka bertemu bertahun-tahun laluโฆ
RA-IK DARI GOLD BOYS MEMACARI PESERTA PELATIHAN?
SIAPA RUMOR PACARNYA?
Pengacara Maeng, sudah makan?
Aku bawa bubur. Makanlah nanti.
Mengerti?
Ra-ik menyangkal rumornya! Cepat tonton Eksklusif Hiburan!
Ra-ik dari Gold Boys menyangkal rumor pacarannya.
Melalui agensinya, dia menyatakan mereka cuma berteman dekat.
Dia menenangkan penggemarnya dengan berkata saat ini baginya
pekerjaan lebih penting dari asmara.
- Tuduhan tak berdasar berlanjutโฆ - Dia menyangkal.
Agensinya, Goldie Entertainment,
- dengan kukuh menyatakan - Dia cuma teman.
Bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas
terhadap penyebar berita palsu.
Ayo pergi. Cepat.
Itu merekam, kan?
- Apa? - Kamera dasbornya, tolong matikan.
Kubilang jangan telepon saat hari promosiku! Kau merusakโฆ
Ada apa di sana?
Siapa dia? Kau kenal dia?
Ya, dia yang dulu dirumorkan berpacaran dengan Ra-ik.
Apa?
Yang membuatmu menangis tiga hari
tanpa makan dan tidur sama sekali?
Itu dia?
Bajingan.
Katanya dia tak akan berpacaran dan cuma sayang penggemarnya.
Lihat sekarang.
Itu sebabnya kau murung?
Murung apanya?
Jangan sembarangan, terus awasi. Gawat jika kita terlihat.
Lihat? Sudah kubilang.
Jangan percaya orang yang berpura-pura.
Dia pria dewasa, tak mungkin tak pernah berpacaran.
Kenapa kau memberikan hatimu kepadanya?
Aku cuma tak mau kau sakit hati.
Kenapa sakit hati? Dia klienku.
Perasaanku tak penting.
Kenapa kau kemari?
- Karena mencemaskanmu. - Bukan.
Kau cuma mencemaskan dirimu, bukan aku.
Kenapa? Kau gugup aku bertemu jaksa?
Takut aku bicara?
Apa?
Makin kau mendekatiku,
makin aku meragukanmu.
Kau tak mau terlibat, kan?
Jangan cari aku lagi.
Jauhi aku. Selamanya.
Aku lihat Jae-hee malam itu.
Apa?
Saat pulang setelah kita bertemu,
aku melihatnya ke asrama.
Tapi menurut berita, dia di rumah sakit.
Aku yakin aku melihatnya.
Dia di sana malam itu.
Pasti.
Boleh minta waktu?
Kurasa kau harus jelaskan ini.
Nanti.
Malam itu, setelah dari minimarket dan ke jalur gunungโฆ
Kau menemui Hong Hye-joo, kan?
Bagaimana kau tahu namanya?
Jawab aku dulu.
Tahu dari mana?
Yang penting bukan aku tahu dari mana,
tapi kenapa aku baru tahu.
Sudah kubilang, jangan sembunyikan apa pun dariku.
Tapi aku menghadapi jaksa tanpa tahu ini?
Dia tak ada hubungannya, jadi tak perlu kusebut.
Kau sadar betapa tersudutnya kau karena keputusan gegabah itu?
Kejaksaan sudah mencurigai keberadaanmu malam itu.
- Mereka akan segera tahu kalian bertemuโฆ - Hye-joo tak ada hubungannya.
Aku tak mau dia terlibat karena aku.
Aku harus ke suatu tempat.
Kujelaskan semuanya saat kembali.
Tapi sebelum itu,
tolong antar dia pulang.
Bisa, kan?
Baik. Aku mengerti.
Hei, tunggu! Tunggu!
Ayolah! Aku baru beli itu bulan lalu!
Ini rekaman dari taksi.
Sekilas, rasanya aneh dan mencurigakan.
Sepertinya wanita itu sangat dendam kepada Do Ra-ik, kan?
Sudah pastikan identitasnya?
Kami sudah periksa mobilnya.
Ternyata itu mobil perusahaan.
Kita bisa tanya siapa pemiliknya ke perusahaan itu.
Sudah kami tanya.
Tapiโฆ
Mobil itu milik Grup Imhwa.
Grup Imhwa?
Kita tak perlu memberitahunya Ra-ik menginap di sini?
Ituโฆ
Urusan pribadi klien.
Keluar, aku harus kembali ke kantor.
Baiklah.
Apa?
Kau tak apa-apa?
Memangnya kenapa?
Tidak, ekspresimuโฆ
Chung-jae.
Jangan pernah membicarakan perasaanku lagi.
Aku bukan orang tak kompeten yang emosinya mengganggu pekerjaan, kan?
Tak ada kamera dasbor, CCTV, atau pesan. Jadi, kau akan bagaimana?
Apa katanya tadi?
Malam itu, saat mereka berdua berbicaraโฆ
Ada taksi datang, jadi kami langsung berpisah.
Artinyaโฆ
Mungkin ada saksi mata?
Benar.
Cari kamera dasbor taksi itu. Sekarang.
Sekarang?
- Ayolah, kau pasti bercanda. - Tidak.
Tak ada alasan. Pastikan ditemukan hari ini.
Bagaimana bisa ketemu?
Kubilang aku tak mau bicara!
Aku akan bicara kepada CEO Geum sendiri!
Dia masih memutuskan.
Tunggu sebentar lagi.
Ayolah. Aku tahu rencananya.
Dia akan mendiamkan kami sampai kontraknya berakhir,
lalu membuang kami tanpa perbaruan kontrak.
Aku akan pergi sendiri sebelum itu.
Kak Jae-hee.
Kau keluar dari grup?
- Aku harus menjaga diriku. - Kak Jae-hee!
Orang cepat lupa.
Dalam beberapa tahun, bahkan tawaran kecil akan hilang.
Kau juga harus segera mencari jalanmu sendiri.
Aku tak punya jalan.
Kau tahu aku tak punya tempat tujuan. Akuโฆ
- Ra-ik! - Apa? Sandi pintunya tak kau ubah?
Kak.
Berapa lama Jae-hee dirawat setelah konser?
Apa?
Kalian benar-benar bersama selama dua hari?
Kenapa kau bertanya?
Hei, Choi Jae-hee.
Tatap mataku dan jawab aku.
Hari saat Woo-seong tewas,
- kau yakin sedang di rumah sakit? - Apa maksudmu?
Jawab!
Kau di mana hari itu?
Kak Jae-hee di rumah sakit.
Kau tahu dia dirawat bersamaku.
Kau mau menyalahkanku sekarang?
Hentikan.
Ayo keluar dulu.
Aku tahu!
Aku melihatnya.
Aku tahu alasanmu membunuhnya!
Ya?
Katakan! Kenapa aku membunuhnya?
Kenapa aku membunuhnya?
Hei, keluar. Ayo keluar saja!
Mau kukatakan?
- Lepaskan! Lepaskan aku! - Hentikan!
Bagaimana kau kemari? Kau datang seperti ini?
Kalau terlihatโฆ
Kak, kau yakin Jae-hee di rumah sakit hari itu?
Aku di kantor waktu itu, jadi tak tahu.
Kenapa kau terus bertanya?
Kau tinggal di mana sekarang?
Aku dengar soal rumahmu.
- Jika tak ada tempatโฆ - Kenapa?
Mau tinggal bersama tersangka pembunuhan?
Benar.
Sekitar waktu itu.
Saat kontroversi berlalu, dia mulai bersikap buruk di panggungโฆ
Perusahaan menutupinya, mengatakan itu keracunan makanan, tapiโฆ
Grup yang kita cintai dan terus pikirkan setiap hari!
Mari sambut, Gold Boys!
Kami emas! Gold Boys!
Senang kalian datang!
Ra-ik, kami dengar kau berusaha keras demi album ini.
Apa ada lagu yang kau buat atau lagu yang paling kau sukai?
Bukan tubuhnya yang sakit, tapi hatinya.
Karena dia kehilangan
orang yang dicintai.
Lihat?
Dia kenapa hari ini?
Entahlah.
Dia begitu sejak kembali dari kantor jaksa.
Sepertinya Kwak Byung-gyun benar-benar menekannya.
Kurasa bahkan Pengacara Maeng yang hebat tak berdaya melawannya.
No comments yet. Be the first to leave one.