The first 200 lines.
Di seluruh Tiongkok,
di sepanjang sejarah Tiongkok,
budaya mandi selalu ada,
dan bahkan mengembangkan sistem sendiri.
Misalnya, menggosok
menstimulasi sirkulasi darah dengan menenangkan pembuluh darah
dengan energi primitif alam semesta.
Ada filosofi untuk itu.
Keterampilan adalah yang terpenting,
bukan laba.
Penyair hebat Tiongkok Su Dongpo pernah menulis,
"Pemijat tersayang, kau sudah menggosok seharian.
Tenanglah, karena aku sama sekali tidak kotor."
Dengar, setelah semua barang yang kupindahkan,
bisakah kita sudahi ini?
Belum.
Ambilkan ikan koi itu juga.
Benar, keduanya.
Kalau begitu, akan kumasukkan ke kotak.
Ini.
Zhou, kau sudah sibuk seharian. Kau pasti lelah.
Tidak apa-apa!
Kau berutang gaji dua bulan kepadaku.
Yang kuambil darimu tak sebanyak itu, 'kan?
Tidak. Sama sekali tidak.
Kau bisa mengambil apa pun di rumah ini yang kau suka.
Tidak, terima kasih. Yang tersisa hanya saluran air.
Tidak ada tempat lagi di trukku.
Aku suka ruangan yang sekosong mungkin.
Kau tahu, Zhou?
Sikapmu bisa sebaik ini sebelumnya.
Aku tidak menduga kau membawa banyak teman hari ini.
Aku sudah setahun bekerja untukmu.
Menggosok bukan keahlianku, tapi aku belajar banyak darimu
terutama dalam berteman.
Baik sekali ucapanmu.
Menurutku kau belajar sendiri.
- Kita berpisah di sini. - Sampai jumpa.
Baik. Sampai jumpa.
Teman-teman. Tidak perlu menggunakan kekerasan hari ini. Ayo.
Benar. Pergilah!
Zhou?
Tentang pesan di dinding itu, sayangnya kau harus bersihkan sendiri.
Tenang, akan kubereskan.
Sampai jumpa.
Tenggorokanku terasa agak sakit.
Pesan kebencian? Baiklah.
Tapi dengan cat merah, yang benar saja?
"Lubang berutang"?
SI BERENGSEK BERUTANG
Salah, "si berengsek berutang".
Tukang pijat terbaik di kota,
Zhou Donghai, apa ini tempatnya?
- Dia sudah mati. - Mati?
Padahal ada pekerjaan untuknya.
Pria malang itu mati muda.
Jaga mulutmu.
Berhenti.
Pekerjaan apa maksudmu?
Aku datang untuk survei dan mencari lokasi.
Tidak sepertimu,
duduk-duduk tanpa melakukan apa pun.
Video iklan itu...
Kalian masih suka balapan mobil?
Biar kutunjukkan yang dimainkan pria sejati.
Terbang wingsuit.
Aku sudah memeriksa iklannya. Kau yang memutuskan.
Semua budaya mandi dan omong kosong spiritual ini
terdengar seperti hoaks.
Ini payah.
Lalu bagian ini tentang kelahiran kembali?
Bagaimana mandi bisa membantu?
Tidak masalah. Akan kuminta dibuat ulang.
Ada hal lain.
Tn. Jin ingin bicara dengan kita
tentang proyek Kota Mata Air Panas.
- Presdir Golden Pool? - Benar.
Dia berengsek.
Tapi dia sangat sukses.
Sukses? Karena dia merebut pegawaiku
dan memberi tahu semua orang bahwa aku, Xiao Xiang, hanya maskot.
Dia juga bilang tidak tahu apa pun tentang bisnis ini.
Sia-sia mengirimnya ke luar negeri.
Jangan menyelaku saat aku bicara.
Sepupu. Kita bisa melakukan proyek ini sendiri.
- Tapi rantai modal... - Hei, di mana pemijat itu?
Dia di sini.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau ini?
Langsung makan setelah memijat kaki?
Apa aku tersenyum kepadamu?
Bersiaplah.
Ayo.
Begitu rupanya.
Kau menyewa tukang pijat lokal untuk riset.
Pendekatan yang jauh lebih baik daripada caraku.
Tidak.
Ini hanya untuk bersantai sebelum terbang.
Menurutmu apa?
Aku di sini untuk bersenang-senang.
Lihat ini.
Sangat berkilau.
Kau sudah selesai mensterilkan diri?
Mensterilkan apa?
Tanganmu. Sterilkan dahulu.
Siapa yang tahu kau punya kuman apa?
Itu alat sterilisasi.
Lalu?
Tunggu sebentar.
Setelah selesai menggosok,
kau bisa mencoba kantong mandi herba ini.
Ini akan menyegarkan tubuh dan jiwamu
dan mengisimu dengan energi.
Hei, ada bekas luka di sini.
Itu bukan urusanmu.
Setidaknya ada sembilan jahitan. Aku harus menghindari area ini.
Hentikan omong kosongmu dan mulai bekerja.
Baik.
Dari mana asalmu, Kawan?
Aku bukan kawanmu.
- Jaga sikapmu. - Kau pasti pemuda yang sangat sukses,
dan sangat berpengalaman.
Tapi pasti kau tak tahu kemampuanku.
Benarkah?
Selagi menggosok tubuhmu,
aku juga memberimu pijatan menyeluruh.
- Pernah dengar Istana Bathingham? - Tentu saja!
Waralaba pemandian umum terbesar di negara ini.
Tapi sekarang, mulai menurun.
- Apa maksudmu? - Sejak bos lamanya meninggal.
- Aku... - Kudengar putranya mata keranjang
- dan hanya sebagai maskot... - Aku...
Para pemijat berpengalaman sudah pergi.
Yakinlah, Istana Bathingham akan hancur dipimpin si bocah maskot.
Siapa yang kau sebut maskot?
ISTANA BATHINGHAM
Maaf.
Ternyata kau.
Kau si mata keran...
Ketua yang pekerja keras dan ceria, Tn. Xiao!
Tadi kau bilang herba ini menyembuhkan segalanya?
Ayo bersihkan mulut kotormu dengan ini.
Tn. Xiao, selera humormu bagus.
Ini hanya untuk luka luar.
Kau pikir aku bercanda?
Ini air mandimu.
Aku lebih baik mati daripada meminumnya.
Kau punya nyali.
Aku hanya menawarkan secangkir,
tapi kau lebih suka satu bak mandi.
- Suka rasanya? - Baiklah.
Aku meminum air ini
dan menghiburmu.
Sekarang bayar.
Kau mau uang?
Dari mana kau dapat keberanian itu?
Aku bekerja dan aku pantas dibayar.
Kau hanya penipu.
Dengar, Nak.
Aku menggosok lebih banyak pria daripada yang pernah kau temui.
Hentikan omong kosongmu dan bayar aku. Ayo.
Enyahlah.
Kenapa kau ini?
Jadi, kau mau merampokku setelah sandiwara kecilmu gagal?
Kemarilah, Paman Wang.
Tak ada yang mau menjawabmu.
Kau pikir kau siapa?
Tanpa ayahmu, kau tidak lebih baik daripada sampah.
Enyahlah!
Kau harus membayarku dahulu.
Jika tidak,
kau tak akan ke mana-mana.
Kau mau ke mana?
- Berhenti. Kau mau apa? Bayar. - Enyahlah!
Berengsek!
Dasar berengsek!
Jaga mulutmu!
Berengsek!
Bocah maskot.
- Jalan. - Berengsek!
Jika kulihat wajahmu lagi,
aku...
Aku akan...
Berengsek!
Siapa kau?
Ini aku, Donghai.
Cucu Nenek.
Cucu?
Ini obat herbal buatanku sendiri,
yang bagus untuk kaki dan otak Nenek.
- Obat? - Obat.
Jangan dimakan. Rendam kaki Nenek di dalamnya.
- Tapi Nenek harus minum obat. - Tidak.
Cucuku, selamatkan Nenek.
Pria ini melarang Nenek minum obat.
Dia melarangnya.
Baiklah, Nenek bisa minum obat setelah ini.
Nenek harus minum obat.
Donghai, apa pendapatmu tentang gambarku?
Itu persis seperti aku.
No comments yet. Be the first to leave one.