The first 200 lines.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan
oleh perbuatan tanganmu sendiri,
Dan Dia memaafkan banyak (kesalahan-kesalahanmu).
Din, lihat mainan baruku.
Di mana?
Ini.
Coba nyalakan.
- Lihat. Lucu, 'kan? - Wah.
Ini punyaku.
- Ini punyaku. - Eykha, kembalikan.
Ini punyaku.
Bersulang, Semuanya!
Eykha! Kembalikan!
Eykha.
Eykha.
- Kenapa main di sini? - Ayolah.
Sudah jam berapa ini? Naiklah.
Yusoff.
Eykha, masuk ke kamarmu, ya.
Pakai baju tidur.
Nanti Ibu naik.
- Neng. - Ya, Bu.
Bawa Eykha dan Yusoff ke kamar dan siapkan untuk tidur.
Baik, Bu.
Neng, ambil susu untuk anak-anak.
Aku buat lebih untuk Din.
Terima kasih, Bu.
Yusoff, ayo ke kamar.
- Din, ayo naik. - Ayo.
Monyetnya lucu.
- Telinganya kecil. - Seperti telingaku.
Giginya putih sekali.
Dari mana ayahmu beli itu?
Dari luar negeri.
Apa mahal?
Tidak tahu.
Pasti mahal.
Kau beruntung dapat mainan seperti ini.
Hidungnya.
Telinga dan gigi.
- Tangannya. - Dan gigi.
Din, sudah. Berhenti main.
Tapi, Buโฆ
Aku bilang sudah.
Pergilah tidur.
Ayolah.
Tak apa-apa, Din. Malam ini, kau tidur dengan dia.
Besok pagi kembalikan kepadaku, ya?
- Serius? - Ya.
- Sungguh? - Ya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Tidur, ya, Sayang. Mimpi yang indah.
Eykha jantung hati Ibu.
Ibu sayang Eykha.
Yusoff juga jantung hati Ibu.
Ibu sayang Yusoff.
Yusoff.
Jaga adikmu, ya.
Jangan bertengkar.
Ini.
Eykha!
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
KAIRO, MESIR
- Kau sudah sampai? - Ya.
Ditahan sedikit oleh pihak imigrasi.
Apa?
Kenapa?
Entah.
Mungkin lama tak pulang.
Sudah 30 tahun.
Ibu, itu Ayah?
Apa itu Mikhail?
Biar aku bicara dengannya.
Ayah.
Mikhail, bagaimana sekolah?
Hari ini belajar ayat kursi.
Minggu depan hafalan.
Coba baca sedikit.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Tidak ada tuhan selain Dia,
Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus.
Dia tidak mengantukโฆ
Tidakโฆ
Sulit, Ayah.
Tak apa. Pelan-pelan saja dihafal, ya?
Insyaallah, bisa.
Beri ke ibumu lagi.
Baik, Ayah.
- Asalamualaikum. - Waalaikumsalam.
Sayang, kau tak mau aku ke sana?
Tidak usah. Aku sudah sering bilang.
Mungkin ini kali pertama dan terakhir aku bisa bertemu ayahmu.
Lagi pula, Mikhail juga mau bertemu kakeknya.
Kau tidak paham, ya?
Ya?
Aku tidak mau kau dan Mikhail dekat dengan keluarga ini.
Ayahku sekarat.
Aku pulang hanya untuk menguburkan dia.
Ya Allah.
Yusoff!
Kenapa kau berkata begitu?
Apa pun dosa dia, dia tetap ayahmu.
Baiklah.
Jika ada apa-apa, kutelepon lagi. Salam untuk Mikhail.
- Asalamualaikum. - Waalaikumsalam.
Masih jauh, Pak Mat?
Sudah dekat.
Apa semuaโฆ
Masih sama?
Di dunia ini, tidak ada yang sama selamanya, Yusoff.
Yang muda akan jadi tua.
Yang hidup akan mati.
Yang pergi, seperti kau,
pada akhirnya akan kembali.
Ya.
Yang membedakan adalah cara kita menjalani hidup.
Baik
atau jahat yang kita perbuat?
Ini.
Hanya satu tasnya? Kecil sekali.
Pasti bajunya tidak cukup.
Aku bisa bawa sendiri.
Tidak apa-apa.
Tidak!
Itu tidak boleh.
Setiap hari kau main, tapi masih salah saja.
Eykha.
Jangan sentuh aku.
Pergi.
Ini Abang Yusoff.
Kenapa tiba-tiba kau pulang?
Abang pergi.
Eykha.
Abang pulang untukmu.
Ibu tidak mau
- Abang di sini. - Ibu?
Eykha.
- Eykha, kau masih berhubungan dengan Ibu? - Jangan sentuh!
Ibu menghubungimu?
Ibu sudah tidak ada.
Ibu kabur.
Sama seperti Abang kabur meninggalkan aku.
- Eykha. - Di rumah ini,
- hanya ada orang yang kubenci. - Eykha.
- Jangan sentuh aku! - Eykha!
Eykha tidak sehat.
Kondisinya memburuk semenjak Nur kabur.
Mak War?
Syukurlah kau pulang.
Dia ingin bertemu anak kesayangannya sebelum dia meninggal.
Dengar, Yusoff.
Masuk ke kamarmu dulu.
Jika ayahmu sudah bangun,
Mak War akan panggil.
Sini.
Ibu sudah bilang bereskan mainannya, 'kan?
Kalian belum selesai main?
Dasar anak-anak nakal.
Ini karena menembak Ibu.
Kau mau tembak Ibu lagi?
Ambil ini.
Hei!
Sedang apa kau di sini?
Ini sudah bukan kamarmu.
Tidurlah di bawah.
Di kamar ART.
Yusoff.
Ayah sudah bangun.
- Kau bisa temui dia sekarang. - Baik.
Jangan.
Ayah tidak suka terang-terang.
Kalau terlalu terang, nanti matanya silau.
Asalamualaikum, Ayah.
Ini Yusoff.
Sudah lama Yusoff jauh dari Ayah.
Jauh dari keluarga ini.
Aku hanya ingin tahuโฆ
Kenapa Ayah menjauhkanku?
Kadang aku bertanya pada dirikuโฆ
Kenapa?
Apa salahku?
Kenapa Ibu kabur?
Kenapa orang-orang di rumah ini tidak coba menghubungiku?
Aku ingin tahu jawabannya.
Kenapa?
Kenapa Ayah dan Ibuโฆ
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah, ucapkan syahadat.
Ayah, ucapkan syahadat.
Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah,
dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Ayo, Ayah. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah,
dan aku bersaksi Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Ucapkan syahadat, Ayah. Ayo.
Ayah?
No comments yet. Be the first to leave one.