Boys on the Side

Boys on the Side

Download Indonesian Subtitle

Release info

Boys On the Side 1995 WEB-DL DD5 1 H264-FGT
A Commentary by tedi
Retail NF Resync for WEB-DL

Tags

webdl
Published on: 2026-05-17
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Terima kasih.

Aku Jane Deluca. Ini Johnny Figgis, dan ini band kami.

- Aku mau ke toilet, sayang. - Dah.

- Apa kau lihat wanita jalang itu? - Biarkan saja dia.

- Akan kuberi pelajaran. - Tunggu. Jane.

- Ya ampun, pria itu tampan sekali. - Ya, memang.

- Apa ini kencan pertamamu? - Ya. Kau mau membereskan meja?

Silakan ambil semuanya. Tinggalkan gelasnya saja. Terima kasih.

Bukan, aku yang menyanyi tadi. Kau tidak lihat?

Tadi aku memberimu isyarat seperti ini.

- Kau bicara apa? - Kau tak tahu? Aduh, sayang.

Ada sesuatu yang besar dan hijau di hidungmu.

- Aku terus memberi isyarat. - Kau bisa melihatnya dari atas?

Sayang, itu seperti Gumby menirukan Tarzan.

- Itu sangat besar. - Astaga, baiklah.

Kau merusak reputasiku, kawan.

Aku mengundang orang penting dari label A&R dan kau mengacaukan semuanya.

Dengar, kau dipecat. Lupakan saja.

- Itu tidak adil. Tunggu! - Tunggu apa? Sampai kau bisa bernyanyi?

Ada apa dengan dia? Dia mau apa?

Kau mau tahu kenapa? Si berengsek itu mengacaukan semuanya.

Kota ini sudah tidak ada artinya bagiku.

Kita akan berangkat manggung di Los Angeles lebih awal.

Mungkin ini pesan untuk kita. Kau tahu maksudku…

Kita dipecat. Itu maksudnya.

Bukan hanya ini.

- Mungkin Los Angeles bukan solusinya. - Lalu maksudnya apa?

Tommy mengajak aku untuk kerja studio di kota.

Gajinya bagus dan kerjanya di kota.

Aku harus mengurus Debbie di sini, kan?

Debbie? Gadis kecil di Queens yang setiap hari menata rambutnya itu?

Sekarang itu jadi penyebabnya?

Minggir, sialan!

Kau yang minggir, paham?

Kembalilah ke Pakistan.

Dengar, aku harus realistis. Aku harus melihat ke depan.

Sudah berapa lama kau melakukan ini? 17 tahun?

- Dengar. - Dengar apa?

- Aku tidak mau itu terjadi padaku. Oke? - Kau pasti beruntung sekali.

Hei, ada hal yang harus kuutamakan.

Dia menghalangimu, kawan.

Semua bilang begitu. Dia seperti Yoko dengan poni.

Mereka tidak bilang dia menghalangiku, mengerti?

Dengar, aku hanya bilang, jangan pergi ke Los Angeles.

Meski tidak bisa manggung di sini, kau masih bisa jadi pengisi suara…

Dengar baik-baik. Kau tetap di sini.

Kau tetap di sini dan jadilah seorang Ayah. Aku pergi.

Jane.

DICARI SOPIR

Itu terjadi pada tahun 1978.

Harusnya aku jadi Aretha baru, tapi Aretha lama malah jadi Aretha baru

dan aku bukan keduanya. Aku sosok baru yang belum pernah ada.

- Tentu. - Makanya aku keluar.

- Bisa pesan kentang goreng? - Segera datang.

Aku akan pergi ke Los Angeles, cari panggung, mulai membangun nama.

Pas sekali, aku bisa mengantarmu ke sana dan pergi ke San Diego sendirian.

Bagus.

- Aku juga dulu menyanyi. - Benarkah?

Bukan yang profesional. Hanya ikut kompetisi bakat amatir.

- Seperti Star Search? - Semacam itu.

Namun, aku tak pernah berhasil. Aku main piano dan bernyanyi.

Lagu apa?

"Way Over Yonder," Carole King. "Close to You," Carpenters.

- Lagu tahun 1970-an. - "Close to You"?

Ya, kau pasti tahu.

"Why do birds suddenly appear every time you are near?"

Tidak, aku tahu.

- Kenapa San Diego? - Kenapa tidak?

- Ini pesanannya. - Aku kerja di bidang properti.

Sekarang pasarnya sangat buruk.

Kupikir terkadang kau perlu membuat perubahan.

Kau harus mengambil kendali dan bilang, "Semuanya akan berbeda.

Aku bisa membuatnya berbeda jika aku sungguh yakin."

Lupakan Star Search. Kau seharusnya jadi Miss America.

Angkat sekarang.

Lagi. Bagus.

Semoga kau tidak keberatan, tapi di mobilku tidak boleh merokok.

Apa maksudmu?

- Tidak boleh merokok di mobil. - Sama sekali?

Aku mau ke kota. Mau aku antar?

- Taksi! - Tidak, aku punya mobil.

- Aku bebas merokok… - Bagaimana? Kurasa itu bisa berhasil.

Akan aku kabari dalam beberapa hari.

Aku benar-benar harus pergi secepatnya.

Aku tidak mau melakukannya sendirian, karena itu tidak aman.

Kau orang pertama yang menjawab iklanku.

Aku rasa itu sebuah pertanda dan aku yakin kau akan baik-baik saja.

Maksudku, kepribadian kita sepertinya cocok.

Dengar, Robin. Kau wanita yang baik

dan aku yakin ada banyak hal tentang dirimu yang tak bisa kau hindari.

Aku mengerti itu, tapi aku rasa kita sama sekali tidak cocok.

Aku yakin ada orang lain yang ingin pergi jauh

bersama wanita paling putih di bumi

sambil menyanyikan lagu Carpenter dan mengenang kembali masa kecil.

Tapi itu bukan aku. Hei, itu mobilku!

Hei, itu mobilku!

Setidaknya butuh 200 dolar untuk mengambil mobilmu.

Oke, Jane, semoga sukses di Los Angeles. Gempa, kebakaran, kerusuhan.

Banyak orang gila di California.

Aku tidak tahu kenapa kau tetap mau ke sana.

Hati-hati dengan pianonya.

KONTAK TUKANG LEDENG, LISTRIK, SERBA BISA

PETUGAS KEBERSIHAN, MANAJER GEDUNG…

Selamat pagi.

Aku punya teman di Pittsburgh.

- Bisa kita ajak dia makan siang? - Oh, tentu. Tidak masalah.

Senyum.

Adikku muntah di sini, dekat pintu keluar tujuh. Kami menepi.

Kenapa dia tak ikut perjalanan nostalgia ini bersamamu?

Dia punya kehidupan sendiri?

Tidak. Dia meninggal karena kanker saat berusia 6 tahun.

Maaf. Aku turut berduka.

Boleh aku pakai headphone -mu?

- Ya, silakan. - Terima kasih.

Halo, ini Nick dan Holly. Tinggalkan pesan…

RUMAH MAKAN BENDIX

Ada seorang wanita yang sakit di kamar mandi.

- Dia kemari bersama seseorang? - Dia di luar.

- Apa itu temanmu yang di kamar mandi? - Ya.

Sebaiknya kamu masuk ke sana. Dia sedang muntah.

Terima kasih.

Kau baik-baik saja?

Dasar wanita bodoh. Sudah kubilang padanya aku baik-baik saja.

- Kau kelihatan kacau. - Terima kasih.

Aku punya alergi.

Kadang kambuh. Kadang kurasa itu cuma halusinasi.

Lain kali ketuk pintu.

Untuk apa ketuk pintu toilet umum.

Maafkan aku.

Mungkin karena aku menyinggung soal adikmu.

Tidak, aku baik-baik saja.

Aku akan baik-baik saja jika kita terus berjalan.

Baumu seperti asbak.

HOTEL RIVIERA

Aku akan ke Los Angeles dan lihat apa ada peluang.

Kita akan lewat… Apa?

Kau dapat HBO?

Kita seharusnya dapat saluran HBO, tapi punyaku tidak ada.

- Aku tidak tahu. Aku sedang telepon. - Maaf.

Tidak, masuk dan periksa saja.

Masuklah.

Ya, aku dalam perjalanan ke Los Angeles. Kupikir aku akan mampir dan mengunjungimu.

Tidak, aku bilang Selasa atau Rabu. Kau baik-baik saja?

Tidak, masalahnya…

Baiklah, akan kutunggu.

The Way We Were sedang tayang.

Robert Redford? Barbra Streisand? The Way We Were.

Aku jarang keluar.

Itu 20 tahun yang lalu.

Bagus, baiklah.

- Apakah kau keberatan? - Tidak, silakan.

Tidak, aku di sini.

Kurasa kami akan datang besok sekitar tengah hari.

Kau baik -baik saja? Ini karena Nick?

Tidak. Tidak apa-apa.

Ya, kalau begitu sampai jumpa.

Sial.

- Itu temanmu di Pittsburgh? - Ya, jika dia masih temanku.

Itu bagus. Aku tidak punya teman wanita.

Ibuku selalu merasa wanita tidak bisa dipercaya.

Aku tidak tahu tentang itu.

Oh, ayolah.

Laki-laki tahu semua tentang PMS karena wanita suka bicara.

Pacarmu cantik, Hubbell.

Kenapa tidak ajak dia minum saat kau datang?

Aku tidak bisa.

Aku tahu.

Itu membuatku sedih.

Cara dia menyibak rambut dari dahinya.

Benar-benar membuatku terharu.

Jadi, karakter mana yang mirip kau?

Yang cintanya terlalu besar atau terlalu sedikit?

Bukan keduanya.

Aku karakter yang menghabiskan tiga tahun bersenang-senang

dan tidak pernah pulang dengan laki-laki, kecuali si bartender.

- Bartender juga laki-laki. - Ya.

Benar, dia memang laki-laki.

Aku tidak paham.

Aku tidak paham tentang laki-laki.

Aku hanya tidak mengerti.

Mungkin kau tidak suka mereka.

Maksudmu?

- Tidak. - Tidak bagaimana?

Kupikir aku membuat mereka takut karena aku tahu apa yang aku mau.

Coba beri tahu aku apa yang kau mau.

Ini memang terkesan kuno.

Aku ingin suami dengan pekerjaan yang layak.

Kau paham?

Dan aku ingin dua anak, laki-laki dan perempuan

dengan urutan itu

dan rumah bergaya kolonial dengan tiga kamar tidur,

teras terbuka, tangga berpegangan putih, dan ruang keluarga multifungsi.

Kau bisa jadi Donna Reed di kehidupan yang lain.

- Namun, aku tidak mendapatkannya. - Tidak apa-apa. Selalu ada waktu.

Ya.

Itu alasan kau pergi dari New York? Karena bartender itu melakukan kesalahan?

Kurang lebih begitu.

Jam delapan besok, oke? Jika kau mau sampai di Pittsburgh sebelum jam 12.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Terima kasih untuk filmnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left