The first 200 lines.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Natal hampir tiba.
Dan setelah hari itu, aku tahu hidupku takkan sama lagi.
Aku agak takut.
Sejujurnya, aku takut sekali.
Apa yang akan terjadi padaku, pada kita?
Lalu ada Jacob kecil.
Bagaimana dengannya?
Kuharap dia baik-baik saja.
Itu dia!
Apa kabar? Sampai jumpa di sana. Terima kasih sudah datang.
Di Buku Lima, apa kita akan tahu kebenaran tentang Camille?
Apa dia bagian dari Pemberontak Prancis?
- Atau dia sebenarnya mata-mata Nazi? - Aku sudah sering memikirkan itu.
Jadikan dia pahlawan wanita. Jauh lebih romantis.
Lagi pula, mata-mata lebih seksi.
Kau tahu? Agen ganda.
Bisa kau tuliskan untuk Sherri? Aku Sherri.
Jadi, "I" atau "Y"?
Yang mana saja bisa.
Kau mengenaliku, 'kan? Buku Tiga.
Tentu saja! Camille Toussaint! Apa kabar?
Baik sekali, Tuan.
Selamat Natal, Camille.
Terima kasih banyak.
- Bisa tuliskan untuk Todd dan Mark? - Tentu.
Jadikan Mark dan Todd. Aku baca bukunya lebih dulu.
Kau tak ingat? Kakakmu memberikannya kepadaku.
- Tidak, kakakmu memberikannya ke... - Begini saja.
Aku akan menandatangani dua buku, satu masing-masing. Setuju?
Hadiah dariku. Silakan.
Kau menetap di kota ini untuk liburan?
Kurasa tidak. Harus pulang menemui pacarku, Ava.
Aku tak tahu kau...
Dia wanita yang sangat beruntung.
- Selamat Natal. - Selamat Natal.
Ava, Sayang, aku pulang.
Ava?
Kemarilah! Kemari, Sayang. Ada apa? Apa kabar? Kemarilah! Hai!
- Selamat datang di rumah, Tn. Jacob. - Terima kasih, Svet.
Hai, apa kabar? Halo!
Semuanya terkendali. Ya?
- Ya. Kulkasnya penuh. Ava sudah mandi. - Ya. Oke.
Aku membawa kayu bakar ekstra.
Dan ada surat penggemar.
Lebih dari buku sebelumnya.
Surat penggemar. Lihat itu.
Entah aku harus apa untuk beberapa minggu ke depan.
Terima kasih sudah membantu selagi aku pergi.
Aku hampir lupa.
Svetlana, ini untukmu.
Selamat liburan.
- Terima kasih atas semuanya. - Terima kasih.
Kau akan baik-baik saja, Tn. Jacob?
Ya? Apa maksudmu? Ini aku. Aku selalu baik-baik saja.
Tapi juga selalu sendiri.
Aku sendirian karena lebih suka begitu.
Ada gadis terbaikku di sini, Ava. Dia akan menemaniku.
- Sampai jumpa tahun depan, Tn. Jacob. - Ya. Sampai jumpa, kau tahu...
Ava, kemarilah.
Mari kita lihat.
Ini dia. Baiklah.
Itu bagus. Bagus sekali.
- Halo? - Hai, ini Jacob Turner?
Ya, benar,
tapi aku tak butuh pembersihan karpet atau pinjaman rumah...
Tn. Turner, maaf. Aku ragu meninggalkan pesan.
Namaku Matt Segreto. Aku pengacara...
Biar kutebak. Ada klien yang bilang aku mencuri ide mereka.
Bukan.
Aku pelaksana warisan ibumu.
Maaf. Kau... Apa itu?
Maaf aku harus memberitahumu.
Dia meninggal minggu lalu.
Kukira kau tahu.
Aku tak tahu.
Aku dan ibuku sudah lama tak bicara.
Hubungan kami
rumit.
Aku mengerti.
Dia meninggalkan segalanya untukmu, rumahnya dan semua perabotnya.
Ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani.
Kita bisa bertemu di Bridgeport minggu depan
jika memungkinkan.
- Tuan Turner. - Hei.
Matt Segreto.
Terima kasih mau menemuiku.
- Aku turut berduka. - Ya.
Tempat ini pasti membawa banyak kenangan.
Banyak sekali.
- Silakan... - Ya.
Hati-hati.
Tetangga bilang dia jarang keluar rumah.
Saat mampir, mereka dilarang masuk.
Kini, aku tahu alasannya.
Pasti ada piano yang tersembunyi di sini.
Ya. Menurut inventaris, itu Steinway Model S, 1940.
Harganya sekitar 40,000 dolar.
Kelihatannya, kau akan banyak membuang sampah.
Mau kupesankan kontainer sampah?
- Ya. Terima kasih. - Ya.
Lalu, Tn. Turner...
Jake.
Aku tak mau mengganggumu, tapi istriku penggemar beratmu.
Oke.
Orang biasa tak pernah bisa menandingi pria super ramah di bukumu.
Mereka tak nyata, Matt.
Ya, katakan itu pada istriku.
Namanya Mercedes.
Seperti mobil.
- Baik. Silakan. - Terima kasih.
Ayo, Sayang.
Baiklah, siap? Naik.
Anak pintar.
Indah sekali.
Ellie, apa itu kau?
Jacob, kau datang.
Tentu.
Entah bagaimana, aku mengira kau mengirim asisten atau seseorang
karena kini kau sangat terkenal.
Beberapa hal harus kau lakukan sendiri. Senang bertemu. Kau tampak cantik.
Kau juga. Sudah lama sekali. Mungkin 20 tahun.
- Usiamu sekitar 18 tahun saat pergi. - Usiaku 17 saat pergi.
Itu masa yang sulit bagimu.
Ya.
Aku tahu kau bisa jadi polisi hebat.
Kau anak yang menarik.
Kau punya imajinasi yang indah, dan kau suka kata-kata.
Aku ingat duduk berjam-jam di sarangmu, bermain Scrabble daring.
Setiap kali ibumu mengalami hari yang buruk.
- Ibuku mengalami banyak hari buruk, ya? - Dia tak pernah sama.
Kita juga.
Mereka mahir.
- Luar biasa. - Itu manis. Terima kasih.
- Sampai jumpa. - Dah.
Kau masih melukis?
Sebaiknya tanya apa aku masih bernapas.
Syukurlah kita bertemu. Senang melihatmu.
Aku mau pergi. Aku harus...
Aku harus kembali besok dan mengurus ruangan lain.
Pasti sulit memeriksa semua barangnya.
Ya. Apa yang selalu dikatakan oleh Robert Frost?
Dia bilang, "Jalan keluar terbaik adalah menjalaninya," 'kan?
Meski aku yakin dia tak pernah bertemu penimbun.
Kurasa tidak.
MILIK KITA SEBENTAR SAJA 1980 - 1987
Di sini sepi.
Aku merindukanmu.
Astaga! Ayolah!
Ayolah, Ibu, sungguh?
Apa?
Masih suka keju panggang dengan sup tomat?
Kupikir kau sudah ingin makan sekarang.
Kau serius? Aku kelaparan.
- Dia suka sup tomat? Tak masalah? - Dia suka. Ya.
Silakan.
- Dia suka. - Lihat itu!
Entah bagaimana kita berterima kasih. Benar, Ava?
Masukkan aku ke novelmu.
Tunggu sebentar. Kau membaca novelku?
Mungkin aku satu-satunya pembacamu yang bisa mengenali beberapa karakter.
Seperti siapa?
- Di Green Eyes. - Green Eyes of Paris.
Ya, fotografernya.
Wanita cantik dan kuat yang punya masalah.
Yang itu cukup jelas, 'kan?
Ada karakter lain yang kukenal di The Final Midnight.
Ayah dari prajurit itu.
Karakter yang sangat minor. Seperti di kehidupan nyata.
Ingatanmu tentangnya pasti kuat jika kau masih memakai arlojinya.
Dia datang ke pemakaman ibumu. Kau tahu itu?
Untuk memberi hormat, tapi aku yakin dia ingin menemuimu.
Tidak, kurasa...
Kurasa tidak.
Pemakamannya, kurasa...
Itu bisa dimengerti, tapi tak penting lagi.
Itu dulu. Ini sekarang.
Terima kasih.
- Boleh aku bertanya? - Ya.
- Ini masalah pribadi. - Tentu.
Apa aku terlalu tua untuk ini?
- Apa... Ini pertanyaanmu? - Ya.
Tidak.
- Serius? - Ini sempurna.
Kau sudah pernah coba? Tentu tidak. Untuk apa?
Ada wanita yang mengantre di depan pintumu.
Tak ada wanita yang mengantre di depan pintuku.
Aku melihat majalah itu di supermarket. Kau mengencani bintang film.
Dengar, mereka mencetak apa saja.
Untuk menjawabmu, aku belum mencoba aplikasi kencan,
tapi kurasa kau harus coba.
Aku harus menulis sesuatu.
- Profil kencan? - Ya.
Aku kenal seorang penulis. Boleh?
- Kau akan menulis profilku? - Dengan senang hati.
PRIBADI
Masuklah, Ellie. Pintu terbuka.
Halo?
Kau bukan Ellie.
Bukan.
No comments yet. Be the first to leave one.