Nine Perfect Strangers

Nine Perfect Strangers

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Nine Perfect Strangers S01 WEBRip x265-RARBG / AMZN
A Commentary by tedi
Retail AMZN

Tags

webrip
web
BRip
x265
Published on: 2022-12-06
Downloads: 60
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ayah sangat menantikan ini.

Tempat ini memenangkan dua penghargaan kesehatan global,

kesehatan mental dan dampak sosial.

Yang terakhir mungkin hanya gelar penghormatan.

Faktanya, wanita ini memberi kita diskon besar.

Dia melakukan aksi progresif sosial.

Mementingkan penyembuhan orang daripada laba.

Maksud Ayah, mungkin sebagian orang ini

membayar ribuan dolar.

Kita benar-benar untung besar

Semakin dekat, Ayah merasa lebih tenang.

Ini pasti bagus. Benar bukan, Sayang?

- Ya. - Ya. Bagaimana denganmu, Zoe? Zoe!

- Ya. - Bagaimana keadaanmu?

Aku baik-baik saja, Ayah. Aku amat menantikannya.

Pasti menyenangkan, Sayang.

Hei. Kawan-kawan, ini Jess.

Jadi, kami menuju sanggraloka transformasi yang disebut Tranquillum.

Aku ingin mengetagnya, tetapi ia tak ada di sosmed.

Seakan tempatnya super misterius.

Jadi, kami akan menghabiskan sepuluh hari

dengan meditasi, yoga, makan sehat, menghabiskan waktu berkualitas bersama...

Astaga, Ben, kau sengaja?

Jalanannya rusak. Mulai membuat mobilku rusak.

Kini aku harus merekam ulang dari awal.

Tak perlu.

Harus.

Kurasa kita berlebihan mengikuti acara perbaikan diri ini.

Aku tak mau tahu, tetapi apa maksudmu?

Maksudku...

Jika makin baik, akhirnya kita akan sempurna, 'kan?

Lalu apa?

Mungkin kau jadi bedebah sempurna.

Aku bukan bedebah. Hanya tak paham kenapa aku harus ke sana.

Kita ke sana karena kita punya masalah, Benjamin...

Hubungan kita. Seharusnya itu lebih berarti daripada mobilmu.

Kita butuh kejadian dramatis.

Jelas ini dramatis. Jika suspensi mobilku rusak...

Ya, hari ini indah Tak akan ada masalah

Hari yang indah Dari pagi hingga malam

Kesehatan, aku datang. Francis 2.0.

Bersiaplah.

Ya, bersiaplah.

Dasar menyebalkan. Dia bahkan tak menelepon.

Kenapa tidak? Apa terlalu sopan?

- Halo? - Sudah mencapai surga?

Masih jauh dari ketenangan mutlak.

Kau harus memanfaatkan kesempatan ini, Manis.

Aku akan berusaha... Aku sedang menuju ke sana.

Berarti aku bersedia mencobanya.

Jangan pikirkan dia. Dia berengsek.

Tidak. Namun, kuharap kau juga berhenti membahasnya saat meneleponku.

Apa kau tahu bagaimana cara melakukannya?

Sudah dengar kabar dari agenmu?

Belum, tetapi karena kau membahasnya dan pekerjaan,

ada hal lain yang kau ingin lemparkan kepadaku?

Ketahuilah aku menyayangimu.

Buku baru itu luar biasa. Kau juga luar biasa,

dan kau akan menghabiskan sepuluh hari indah di Tranquillium.

Ya. Aku tahu. Aku juga. Aku akan kembali sebagai pribadi baru.

Aku yakin semua orang lebih menyukainya.

Aku suka dirimu yang ini.

Terima kasih. Erin, agenku menelepon. Nanti aku telepon lagi.

- Hubungi aku nanti, aku menyayangimu! - Aku juga!

- Hei. - Francis?

Jadi, bagaimana kabar bukuku hari ini?

Kau terdengar ceria!

Aku menuju sanggraloka kesehatan yang kuceritakan padamu.

Aku berusaha berpikir positif.

Ya, ingat orang-orang yang tewas di pondok sauna,

mereka mengira dapat pencerahan, padahal sebenarnya mereka dimasak.

Tempat ini berbeda. Tampaknya indah sekali.

Aku hanya ke sana untuk penyembuhan.

Aku akan dipijat. Mungkin sedikit berpuasa juga.

Bagus, tetapi aku hendak menyampaikan kabar buruk, Franny.

Apa maksudmu?

Menurutku bukumu ditulis dengan indah. Sungguh.

Tunggu. Maksudmu mereka tak mau bukuku?

Ini sungguh sulit dikatakan, Franny, tetapi aku harus menyampaikannya.

Mereka ingin menyudahi kontrakmu.

Aku sungguh minta maaf, Franny, apalagi setelah semua yang terjadi

dengan pria gelandangan itu. Aku sungguh kasihan padamu.

Aku tak mau bicarakan ini denganmu.

Cukup.

Aku sudah selesai. Jadi, inilah akhirnya. Mati di dunia yang menyebalkan ini!

Mati!

Kau dianggap mati oleh dunia berengsek ini!

- Astaga. - Halo?

Kau baik-baik saja?

Kau butuh bantuan, Nona?

- Tidak, aku baik-baik saja. - Kau tak tampak baik-baik saja.

Aku hanya sedang merasa putus asa.

Baiklah. Jadi, ini caramu menenangkan diri? Karena kau tampak...

Kau menjerit seperti kuntilanak. Karena itulah aku menepi.

- Aku minta maaf. - Tak apa-apa.

Kukira aku di tempat terpencil, benar-benar sendirian.

- Ternyata tidak. - Kau sakit?

Apa?

Kau tampak sedang mengalami gangguan kejiwaan atau semacamnya.

Aku tak menghakimimu. Keluargaku juga ada yang mengalaminya.

Sungguh? Aku baik-baik saja. Terima kasih.

Tidak normal jika kau berteriak...

"dianggap mati oleh dunia yang berengsek" dengan keras.

Kau tahu apa yang terjadi?

Tadi aku kepanasan.

- Jadi, aku tak apa-apa. Terima kasih. - Kau minum suplemen?

Apa?

Progesteron? Kudengar itu bisa membantu.

Apa kita sungguh membahas ini sekarang?

- Kenapa nadamu ketus, Nona? - Aku bukan ketus.

Aku hanya tak terbiasa dengan orang asing

yang membahas terapi pengganti hormon

- di pinggir jalan! - Maaf.

Ternyata kau senang mengasihani diri. Semoga harimu menyenangkan.

- Selamat pagi. - Hei.

Baiklah.

Jadi, kau menuju Tranquillum.

- Kenapa kau bilang begitu? - Kau beli banyak makanan terlarang.

Aku juga akan ke sana.

Bagus.

Kau beruntung jika bisa membawa masuk semua makanan ini.

Itu juga diambil.

- Ponsel dilarang di Tranquillum. - Permisi.

- Apa yang kau tahu tentang tempat itu? - Tak banyak.

Tamu tampak berbeda saat datang dan pulang.

Dia pasti melakukan sesuatu pada mereka.

Pernah bertemu dengannya? Wanita pengurus tempat itu?

Tidak, tetapi...

aku ingin karena aku penasaran.

Kabarnya, dia mengubah orang.

Itulah tujuanku ke sana. Untuk bertransformasi.

Semoga berhasil.

- Hai. - Hai.

Karena pasar.

Novel percintaan yang paling terpukul. Ini tak akan selamanya.

Ketegangan ini tak baik untuk punggungku, Marty.

Franny, hentikan.

Jangan buang energimu untuk omong kosong ini.

Berusahalah melupakannya. Bersenang-senanglah.

Jadi, aku perusak feminisme karena menggambarkan

warna mata pahlawanku?

Namaste . Selamat datang di Tranquillum.

Aku senang sekali mendengarnya. Beri aku waktu sebentar.

Mereka menyuruhku membunuh Jane. Penulis mana yang membunuh tokoh utama?

Kau Francis? Ayo. Satu perjalanan berakhir dan yang baru dimulai.

Bagaimana mereka bisa bilang aku benci wanita?

Mustahil aku membenci wanita. Aku wanita, dan aku cinta diriku.

Dengar. Sudah terlambat untuk membatalkan semua ini.

Ben, aku mohon, kita sudah sampai.

Aku merasa kita bisa memperbaiki hubungan sendiri.

Kita sudah mencobanya.

Jelas hubungan kita tidak baik, dan kita harus perbaiki...

atau berpisah.

Apa masalahmu, Kawan?

Tak ada masalah.

Tolong kau maju sedikit, agar aku bisa masuk.

Jadi, kau mau terus mengklakson seperti itu?

Seperti apa?

Ini klakson, bukan alat musik. Ini hanya bisa ditekan.

Dengar itu? Hanya ada satu nada.

Namaste. Selamat datang di Tranquillum.

Astaga, kulitmu luar biasa.

- Ben, lihat kulitnya. - Aku Lulu,

- salah satu konsultan kesehatan di sini. - Kulitmu bagus.

- Hai. - Siap untuk tur?

- Ya. - Kurasa begitu.

- Bagus sekali. - Bagus.

Kami harus segera melepaskan beban itu.

- Sial. - Apa?

Memang berat, tetapi imbalannya sepadan.

Namun, aku... Maksudmu selama di sini?

Namun, ini ponselku.

- Halo? - Bisakah kita mengusirnya,

singkirkan dia, suruh dia pergi?

Kau tahu apa artinya? Aku tahu...

Membunuh karakter sedang menjadi tren belakangan ini.

Tokoh di bukuku sudah kuanggap anak. Aku tak bisa membunuh mereka.

Aku bahkan tak bisa melukai mereka.

Setelah kau mendaftar,

aku sarankan terapi hutan untuk menurunkan kortisol.

Kedengarannya asyik.

Arboretum kami dapat penghargaan.

Ketahuilah, aku belum pernah disebut berbahaya.

Bagaimana aku bisa berbahaya? Tidak. Maafkan aku.

Tidak, aku minta maaf. Jangan khawatir.

- Maaf. - Aku Carmel.

- Ya. itu... - Tidak, aku paham.

Aku sedang menelepon anak-anakku juga.

- Aku rindu mereka. - Ya. Tidak.

- Ini Bella. Ini... - Itu bukan...

Aku tidak... Ini urusan pekerjaan.

Aku bekerja mencari nafkah.

- Jadi, aku tidak... - Aku...

Bukan maksudku...

- Ya. - Aku tak bermaksud meremehkan.

- Aku hanya... Aku harus menerima telepon. - Tak apa.

- Aku sungguh menghargaimu. Aku hanya... - Aku... Tidak, aku paham.

Carmel. Tak apa-apa, aku janji. Mereka tak ada di dalam.

Mereka ada di sini.

Juga di sini.

More Indonesian subtitles for Nine Perfect Strangers

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left