The first 200 lines.
Ayo!
Semuanya tampak keren. Jangan berdiri saja, ayo!
Baik, East Nasty. Buat ini tercatat dalam skala Richter.
Ayo mulai! Ayo!
Hei, Jules. Kita harus hentikan ini, Teman.
Terlalu gila di sini.
Gila adalah intinya, Tray. Ayo.
Jika kita lakukan ini dengan benar, Fyre Fest akan tampak amatir.
- Ayo. - Itu memang waktu amatir.
Ada terlalu banyak orang di sini.
Stopkontak kita kelebihan beban, detektor logam rusak,
kau pun hampir tak melihat tanda keluar.
Kau merusak suasana.
Ayolah, Tray, lihat sekelilingmu. Semua orang keren ini menandai kita.
Mereka akan buat kita terkenal.
Hei, hati-hati.
Aku yang hati-hati?
Kau tahu siapa aku? Aku sang raja, Jalang!
- Hei! - Coba sebut aku jalang lagi.
Kau kira itu lucu?
Siapa yang tertawa sekarang, Jalang? Lucu! Ayo menari, Sayang.
Apa itu? Kau mencium bau itu?
- Astaga. Ini gas! - Gas?
- Mataku! Tak bisa lihat! - Panas!
- Hei, ini racun. Lari! - Lari!
- Racun! - Itu racun! Lari!
Bukan racun! Ini semprotan merica!
Jangan menghalangiku!
911, apa situasi daruratmu?
Kami butuh bantuan! Orang-orang bertumpukan seperti balok Jenga!
Siapa yang mengadakan pesta pada pukul 07.00?
Ini dimulai 12 jam yang lalu. Mereka masih berpesta.
Berapa orang masih di dalam?
Mungkin 20, mungkin 60. Aku juga tak tahu.
- Hei. Hei, stop. Stop! Jangan tarik. - Kumohon, stop.
Jika kau tarik, dia bisa patah.
- Mereka hampir tak bisa bernapas. - Biar kami yang khawatir.
Kumohon, tolong! Kami sekarat.
Hei, kalian, kami akan mengeluarkan kalian dari sini, ya?
Lekas!
Bagaimana caranya?
Kau pernah mengerjakan teka-teki balok geser?
Bagus.
Tarik. Bagusβ¦
Baik, bawa dia keluar. Periksa, mungkin ada patah tulang.
Dari atas, satu per satu. Bagus. Keluarkan merekaβ¦
Bagus. Brankar datang. Sekarang kita bergerak⦠Bagus.
Lekas. Penyangga leher.
Bawa dia ke sana.
Hubungi Village West. Pagi mereka akan menjadi sibuk.
Pasien menderita luka gores dalam dan kemungkinan cedera remuk.
Bawa ke dr. Roy, Ruang Trauma Satu.
Tanda vital stabil. Mungkin tulang rusuk patah.
Tempatkan di lobi, Ry. Ikuti dia.
Luka menyembur. Kami pasang torniket pada arteri brakial.
- Ruang Trauma Tiga, dr. Nissa. - Sam!
Sam! Kami membutuhkanmu di sini.
Ada masalah pada temanku. Dia menggembung.
Menggembung?
Apa yang terjadi padaku?
Tetap tenang. Kami akan menolongmu.
Tulang rusuk patah, bukan?
Satu mungkin menusuk paru-parunya.
Emfisema subkutan?
Dia tak merokok.
Bukan itu artinya.
Udara bocor dari paru-paru ke dada dan jaringan sekitarnya,
menekan saluran napasnya.
Baiklah. Dia butuh slang dada.
Pertama, udara harus dikeluarkan secara manual dari subkutan.
- Dilakukan di sini? - Ya. Tolong seka klavikula.
- Ambilkan pisau bedah. - Ya.
Kalian akan berbuat apa?
Membuatkannya lubang sembur.
Kau berkata, "Lubang sembur"?
Udara harus didorong keluar agar paru-parunya bisa mengembang.
- Siap, Ry? - Ya.
Maaf, Sayang, ini akan menyakitkan.
Baiklah, bernapaslah.
- Ya. Bagus. - Bernapaslah.
Bagus.
Tanda vital pulih.
Oksigen meningkat.
Berhasil. Tekanan dilepaskan.
Bagaimana perasaanmu?
Aku akhirnya bisa bernapas.
Bagus. Kami juga.
- Terima kasih. - Kerja bagus, Sayang.
Kau juga.
Astaga. Kalian berkencan?
Kami pasutri, sebenarnya.
Cita-cita dalam hubungan.
Tak apa. Kau selamat.
RUMAH SAKIT VILLAGE WEST
Sayangnya, ini memburuk.
Seperti yang kau lihat,
polipnya membesar dua kali lipat sejak pemindaian terakhirmu.
Itu tak masuk akal.
Aku melakukan latihan vokal yang kau sarankan,
bernyanyi yodel, menghirup uap.
Juga mengunyah rokok palsu ini berbulan-bulan.
Tak ada pengganti untuk operasi.
Dengar, sudah kukatakan.
Aku belum mampu membayarnya.
Nona Bennings,
jika dibiarkan tak diobati lebih lama lagi,
ada risiko jaringan parut.
Terdengar serak permanen,
atau bahkan perdarahan.
Perdarahan?
Ini sepenting itu.
Kau harus dioperasi.
Sebelum terlambat.
Saat Ayah berkata akan mengajariku mengemudi hari ini,
bukan ini yang kubayangkan.
Kakek mengajari Ayah mengoperasikan traktor pertama Ayah pada usia 12 tahun.
Katanya, kelak, semua ini akan menjadi milik Ayah.
Dalam sekejap, di sinilah kita.
Sekarang giliranmu.
Ayo, naiklah.
Ayah mau aku melakukannya sendiri?
Jangan takut, ya? Ayah akan mendampingimu.
Ayah yakin padamu, Carly.
- Baiklah, bagaimana? - Pertama, pasang sabuk pengaman.
Sekarang, injak kopling.
Ya. Masukkan persneling maju.
- Begini? - Ya.
Begitu. Sekarang nyalakan.
Sekarang, angkat kakimu perlahan dari kopling.
Kau terlalu cepat melepaskan kopling, tapi tak apa.
Ini terlalu cepat.
Baiklah, jika kau ingin melambat, tarik perlahan tuas gasnya.
Di mana? Tak kulihat.
Tepat di samping kemudi.
Tarik itu ke belakang.
- Kucing! - Jangan menikung! Awas, kolam!
911, apa situasi daruratmu?
Aku menggulingkan traktor ke atas ayahku, dia masuk ke air.
Tak apa-apaβ¦
Tak apa-apa.
Kumohon! Tolong, kami di bawah sini!
Paramedis, periksa pasien. Kita harus bergegas.
- Watkins, Blue, mulai sangga. - Ya.
Dia harus dikeluarkan.
- Bergegaslah. - Beres, Sayang.
Dia harus dipegangi. Jika tidak, pasti tenggelam.
Jangan khawatir. Kami akan mengurusnya.
Semua pasti beres.
Hei, Sayang, pergilah dengan Paramedis Yu.
Dia akan memeriksa untuk memastikan kondisimu baik.
Pak, aku Roxie. Ini Taylor.
Kutunggu di sini, Ayah.
Tidak apa-apa, Sayang.
Pak, kau bisa bernapas? Ada nyeri?
Ada sedikit tekanan di dada dan kakiku, tapi sebagian besar hanya dingin.
Apakah ini nyeri?
Tidak. Sebagian besar bebannya pada bebatuan.
Aku hanya terjebak.
Penyangga terpasang, Kapten.
Hei, Dok, bagaimana dia?
Kabar baiknya, dia tidak remuk.
Sepertinya kapnya bertumpu pada batu,
tapi dia terjebak di celahnya.
Kurasa tak ada cedera spina, tapi hipotermia sudah terjadi.
Artinya, waktu kita tidak banyak.
Ayo angkat ini darinya sekarang.
Taylor, bersiaplah menyelipkan tandu di bawahnya.
Gunakan segalanya di sini.
Kita angkat traktornya, tarik dia keluar.
Sesuai aba-abaku, satu, dua⦠Mulai!
Tarik!
Jangan berhenti⦠Tarik!
Bagus.
Berhasil. Teruskan.
Sedikit lagi. Teruskan.
- Terhenti. - Kurang tinggi.
Dia masih terjepit bebatuan.
Kapten, terlalu berat.
Jika dipaksa lebih keras, talinya akan putus seperti karet gelang.
Mungkin sudah berlebihan.
Kita harus coba cara lain karena suhu tubuhnya menurun.
Kita mungkin tak bisa angkat traktornya, tapi bisa menurunkan orangnya.
Ry, bersiaplah untuk menggali.
Bersiaplah untuk menggali. Taylor, Rox!
Angkat dia semampu kalian!
Ayo, Anak-Anak. Gali.
Ayo. Terus gali.
Sebelum ini jatuh.
- Bagaimana keadaannya? - Belum cukup.
Kurasa itu akan jatuh!
Benamkan dia! Tarik keluar!
Tahan napasmu.
- Bagus begitu. - Bagus.
Ayah! Ayah baik-baik saja?
Ayah baik-baik saja, Sayang, hanya terjebak.
Pak, kakimu baik-baik saja?
Ya, baik-baik saja. Hanya terjepit.
Mari kami antar ke rumah sakit untuk memastikan.
- Aduh, tapi⦠- Maafkan aku.
- Ini kesalahanku. - Tidak, Sayang.
No comments yet. Be the first to leave one.