Release info

USA 94 Brazils Return to Glory 2026 PORTUGUESE NF WEB H264-EDITH
A Commentary by tedi
Retail NF | 1:26:27

Tags

webdl
Published on: 2026-06-07
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kesempatan Brasil untuk memimpin.

PENALTI BRASIL - ITALIA

Sang kapten menempatkan bola dengan lembut.

Italia mencetak dua gol dari empat tendangan penalti.

Dunga akan menendang.

Ini momen penentuan.

Tentu saja aku gugup.

Di benakku, "Jika gagal, aku tak bisa pulang ke Brasil."

GELANDANG

Tapi pada saat yang sama, aku ingat meminta kesempatan.

Dunga bersiap.

SÃO PAULO BRASIL

PIALA DUNIA 94 GILMAR

Aku punya delapan jam rekaman di balik layar.

Isinya macam-macam.

Menceritakan keseluruhan cerita secara detail.

Itu masa yang berbeda.

Pemutar kasetnya saja sudah tak ada.

Video rekamanku banyak.

Aku mulai merekam,

dan kami membuat arsip luar biasa tentang semua yang terjadi.

Aku punya ide. Putar rekaman yang belum pernah dilihat.

KIPER

Dari dalam,

privasi ruang ganti, pembicaraan tim,

momen baik dan buruk, semuanya.

PUKUL 16.17 13 JULI 1994

Tim ini bersatu dan melewati masa-masa sulit,

saat banyak orang ingin menjatuhkan kita.

Kita takkan membiarkannya.

RIO DE JANEIRO BRASIL

Apa itu?

Itu bus kami yang sangat nyaman.

BEK SAYAP

Meskipun hanya bus biasa, tapi ada pintu putar dan lainnya.

Semua yang kami lalui dalam beberapa bulan itu…

kami menghabiskan sekitar dua hingga tiga bulan bersama…

kami harus merekamnya.

PERTAMA KALINYA DALAM 30 TAHUN,

REKAMAN YANG BELUM PERNAH DILIHAT DIREKAM OLEH PARA PEMAIN

17 JULI 1994

- Ayo! - Makan siang apa hari ini?

- Apa? - Makan siang apa?

Makaroni!

Makan apa? Kami melawan Italia, jadi makan siangnya makaroni.

Ini pemanasan, kami sangat gugup.

4 JULI 1994

PENYERANG

Usiaku lima tahun, hampir enam, saat menonton Piala Dunia 1970.

Ada Pelé! Gol!

Aku masih kecil dan berpikir, "Kelak aku akan ada di sana.

Aku akan jadi juara dunia, bermain untuk Seleção."

Brasil juara dunia tiga kali!

PADA 1994, BRASIL MENGINCAR GELAR JUARA DUNIA KEEMPAT DI AS,

SETELAH GELAR TERAKHIR MEREKA PADA TAHUN 1970.

Ini Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Dua dekade kemudian.

PELATIH

Hanya kami yang ada di sana bisa menggambarkan perasaan itu.

Ini bukan pertandingan biasa, ini Brasil lawan Italia.

Kami selangkah lagi dari gelar yang semua orang…

Juara empat kali! Bagi para pembenci kami, kami akan jadi juara empat kali!

Aku ingin jadi juara dunia.

Aku ingin cetak sejarah dan jadi juara dunia.

Setiap kali aku memakai jersei itu, ada yang berubah.

Ekspektasinya tinggi.

GELANDANG

Jika tak juara, kami dianggap gagal.

Ada tekanan dan tuntutan.

- Mereka bermain buruk. - Pulanglah, Parreira!

Sepak bola Brasil hancur pada 1994.

Kami tak juara selama 24 tahun.

Bagi tim Brasil, itu waktu lama.

BEK TENGAH

Semua orang ingat aku mencium tiang gawang…

KIPER - ITALIA

bukan kesalahanku.

Piala Dunia pertama yang ditentukan lewat adu penalti.

Saat aku menendang penalti…

GELANDANG - ITALIA

aku tak sadar.

Bangsa kami pekerja keras dan tabah.

Kupikir, "Aku harus membawa kebahagiaan bagi bangsaku."

Piala Dunia seharusnya membawa kebahagiaan bagi bangsaku.

PENYERANG

Jadi, aku akan melakukannya lagi.

Aku tak menyesal.

Gelar keempat.

"Aku di tempat X saat itu," "Aku bersama ayahku," "Aku…"

Semua orang ingat di mana mereka saat pertandingan itu.

Kami tim yang paling bertekad menjadi juara dunia.

PENYERANG

Kau harus punya kendali emosi yang hebat.

Penalti bisa mengubah hidupmu.

GELANDANG - ITALIA

Jika Taffarel menggagalkannya, Brasil akan jadi juara.

Baggio maju untuk menendang.

BRAZIL'S RETURN TO GLORY

EMPAT TAHUN SEBELUMNYA

Brasil bersiap

untuk berpesta di laga melawan Argentina…

DI ITALIA

di Babak 16 Besar Piala Dunia 1990.

Sangat seru.

Brasil dan Argentina,

rivalitas sepanjang masa.

Di Piala Dunia, kita harus bermain tanpa kesalahan

dan sangat presisi.

Mereka punya 11 pemain bagus,

dan mungkin dua atau tiga pemain penting.

Jika kita membuat kesalahan dengan pemain itu, tak ada jalan kembali.

Jika tak kebobolan, kami akan menang.

Pertandingan antara Brasil melawan Argentina dimulai!

Brasil bermain lebih baik,

dan Argentina punya satu peluang. Siapa yang mendapatkannya?

Ada Maradona.

Si genius. Kita tak bisa apa-apa. Itulah sepak bola.

Maradona meninggalkan Dunga dan terus berlari.

Kini dia harus berhati-hati.

Dia mengoper ke Caniggia.

Caniggia menggiring bola melewati Taffarel dan mencetak gol!

Brasil tersingkir dari Piala Dunia 1990.

Banyak yang menangisi kekalahan itu.

Sekarang tinggal menunggu Piala Dunia berikutnya, empat tahun lagi.

Saat Brasil kalah, orang-orang menyerang Lazaroni

dan aku.

Kenapa era Dunga?

JURNALIS

Karena itu melambangkan era

ketika Seleção lebih dikenal karena bermain bertahan

daripada bermain kreatif.

Kita seharusnya ganti pelatih.

Jika rakyat Brasil yang memilih pelatih, pekerjaannya akan jauh lebih mudah.

Kita tak bisa memilih untuk menjadi pelatih Seleção,

kita diundang.

Parreira menginap di Hotel Hilton di Roma.

Dia sering berdiskusi dengan Pelé, tapi menolak diwawancarai.

Saat Parreira ditunjuk untuk melatih Seleção, dia bilang,

JURNALIS

"Syaratnya satu, aku akan membawa Zagallo."

Kami saling kenal sejak Piala Dunia 1970.

Kata-katanya adalah mutiara kebijaksanaan.

Kami saling menyukai, akur,

tapi yang terpenting, kami melakukan yang terbaik untuk Seleção.

PARREIRA MELATIH SELEÇÃO

PAHLAWAN 25 TAHUN

Persiapan dimulai setelah Piala Dunia 1990.

Mereka sudah mulai menyusun tim untuk gelar keempat.

BRASIL INCAR SATU TEMPAT DI PIALA DUNIA AS

Kualifikasinya berbeda.

Setiap pertandingan sangat menentukan.

Banyak orang menunggu Seleção di hotel.

Raí bahkan dicium oleh penggemar.

Sebenarnya ada siklus empat tahunan

antara setiap Piala Dunia.

Pada '91, aku dalam kondisi prima, jadi aku memimpin restrukturisasi

"Jalan Menuju 1994".

KUALIFIKASI PIALA DUNIA 1994

Pertandingan di La Paz dimulai.

Hingga saat itu, Brasil tak pernah kalah di pertandingan kualifikasi.

Bahaya. Awas, Taffarel! Jangan mundur, Taffarel.

Tembakan yang keras. Gol untuk Bolivia.

Itu kekalahan pertama Brasil di pertandingan kualifikasi.

Brasil pulang mencari alasan dan penjelasan atas kegagalannya.

Orang-orang meragukan generasi itu.

Setelah hampir 40 tahun kualifikasi Piala Dunia,

Brasil mengalami kekalahan pertama.

Saat kami pulang, kami melawan Ekuador di Stadion Morumbi.

Kami dicemooh sepanjang pertandingan.

Semua itu memunculkan suasana yang sangat tidak bersahabat.

Ini alasan mereka mencemooh:

Parreira bilang dua pemain ini tak bisa main bersama.

Mereka mulai meragukan gaya kepelatihan Parreira.

Aku tak suka gaya Parreira.

Mereka harus ganti pelatih.

Aku tak suka Seleção sekarang.

Media Brasil ingin Parreira dan Zagallo keluar.

Tapi kami percaya pada mereka.

Tim nasional percaya pada mereka.

Parreira harus keluar!

Kami rapat larut malam dengan Parreira di Granja Comary,

GELANDANG

kamp latihan Seleção.

"Parreira, berhenti.

Apa maksudmu, kau mau mundur?"

Itu cara memperkuat komitmen.

"Kami akan terus maju, Parreira, dan menjadi juara dunia."

Momen yang menentukan.

PARREIRA DIRAGUKAN

Kami bermain di Recife,

dan aku minta dukungan penggemar di Pernambuco.

"Kami butuh kalian."

Setibanya di Recife, kami melihat sesuatu yang luar biasa.

Bandara dipenuhi orang, sambutannya sangat hangat.

Kami dielu-elukan, mereka memeluk kami dengan penuh rasa sayang.

Kurasa ada lima ribu orang yang menunggu kami,

meneriakkan nama kami.

SEMOGA BRASIL MENANG.

Raí!

Semuanya siap untuk pertandingan Minggu. Bisa kurasakan kehangatan di Recife.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left