Headshot

Headshot

Download Indonesian Subtitle

Release info

Headshot 2016 ALL Bluray
A Commentary by tedi
Retail NF Resync for Bluray

Tags

BluRay
Published on: 2021-10-07
Downloads: 344
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Itu siapa sih?

Aku tahu kau terjaga.

Lihat mereka!

Lihat baik-baik

tiap-tiap wajah mereka

dan ingatlah dengan baik

karena besok kau akan menebus kesalahanmu.

Besok, tamat sudah riwayatmu.

Pidato yang bagus.

Aku sangat tersentuh.

Kataku, lihat foto-foto itu!

Kau tak tahu yang kami korbankan hingga akhirnya bisa menangkapmu.

Korbankan?

Semua pasti ada bayarannya, Kawan.

Kawanku,

semua pengorbanan itu...

semuanya

adalah

sia-sia!

Ambil senjata.

Kalian bebas. Ya?

Ini.

Terima kasih, Bos.

Ini baru senjata.

Anjing.

Maaf, ya, jahitannya berantakan.

Siapa yang melakukan ini kepada kamu?

Sebenarnya kamu siapa, sih?

Cocok, kok.

Maafkan aku, aku tidak mau melakukan ini.

Permisi.

Mbak?

Sial, sial, sial.

Hei, hei. Halo?

Ini di mana, ya?

Kamu di rumah sakit, sudah cukup lama di sini.

Ada saudara?

Keluarga?

Kalau nama kamu?

Ish...

Ishmael.

Kalau nama kamu yang sebenarnya?

Hem?

Sebentar, ya.

Semuanya akan baik-baik saja.

Ingat siapa yang mengajarimu.

Maafkan aku.

Ishmael, kamu boleh bangun sekarang.

Ini untuk apa, ya, Dok?

Tidak, cuma untuk jaga-jaga saja.

Terima kasih, ya, Dok.

Nama saya Ailin.

Omong-omong, kamu pakai baju dahulu.

Kenapa, Dok?

Kecapaian?

Yuk.

Yuk. Ayo.

Jadi, bagaimana? Ingat sesuatu, tidak?

Aku melihat bayangan orang-orang,

tapi aku masih tidak mengenali siapa mereka.

Nah,

di situ tempat Pak Romli menemukanmu.

Itu orangnya.

Itu Pak Romli.

Kalau ingin berterima kasih, mulai dari dia dahulu.

Sudah, santai saja.

Yuk, lapar. Serius. Yuk.

Ayo.

Di mana dia?

Sabar, Pak.

Sebentar lagi pasti datang.

Aku tidak biasa menghadapi hal-hal sepele seperti ini.

Iya...

Sabar.

Itu kuncinya kalau ingin sukses.

Duduk, duduk. Hem?

Saya makan, ya.

Ini enak.

Hem.

Mau?

Hem.

Baik, Mister Lee.

Saya hargai kedatanganmu.

Saya tidak suka berbasa-basi.

Bisnis kita selesai.

Maksudnya?

Senjata darimu, onderdil Cina.

Dan ini

tidak murni.

Aku mau berbisnis denganmu

karena namamu membuat orang segan.

Lee, Setan Laut.

Lee,

Ayah dari Neraka.

Lee, kalau aku berhasil menghabisimu,

itu nilai untukku.

Kau pikir untuk apa aku mengumpulkan orang-orang?

Untuk sekadar rapat denganmu?

Jadi, itu alasanmu membawa semua orang ini

dan orang-orang di luar?

Sudah, aku saja.

Sial!

Sial!

Dia...

Dia bukan bosku.

Onderdil Cina, ya? Hem?

Bagus kok.

Jangan, jangan! Tunggu!

Tunggu, Teman. Bos.

Tunggu, tunggu. Tunggu.

Aku punya informasi berharga untuk kalian.

Untukmu.

Di hari saat kau ditangkap...

Ada orang sekarat, dia...

Ada orang sekarat di laut, dia di bawa ke rumah sakit.

Intinya, informanku mengatakan

bahwa orang ini dekat sekali padamu.

He? He?

Boleh pergi sekarang?

Aku boleh pergi, ya?

Kau mempermainkanku?

- Kau mempermainkanku? - Tidak, Bos.

Bos, jangan yang ini, Bos. Ayolah.

Bos, aku sudah jujur. Aku sudah beri tahu informasi untukmu.

Kak, ayo, dong. Bantu aku, dong. Ayo, dong.

Sumpah.

Aku berjanji.

Kumohon, jangan bunuh aku.

- Tolong, kumohon. - Baik, kuberi kau kesempatan.

Iya.

Aku boleh pergi, ya? Boleh, ya?

Ya? Ya, dong.

Anjing! Aduh.

Kini, kau bisa ke rumah sakit

dan memeriksakannya.

Anjing.

Aku harus tunggu apa lagi? Kupingku sudah sakit sekali.

Kau panggil dokternya, bawa ke sini, sembuhkan kupingku.

Selesai tugasmu. Gampang, bukan?

Iya, Pak. Mohon tenang, Pak. Pasien sudah ketakutan.

Kau punya mata? Matamu normal, bukan? Sekarang, kau lihat.

Lihat kupingku seperti apa bentuknya. Lihat!

Sekarang, panggil dokternya, sembuhkan kupingku, Anjing!

Iya, Pak, kalau Bapak mau berobat, tolong isi dahulu pendaftarannya.

Aduh, apa lagi sih, ini? Kau bercanda denganku? Ha?

- Kau mau mati? Kau... - Pak. Tolong tenang, Pak.

Apa katamu? Maaf, aku tidak dengar.

Mohon tenang, Pak, ini rumah sakit.

- Maaf, tak dengar. Apa tadi? - Di rumah sakit...

- Banyak omong kau, Anjing! - Pak!

Mohon tenang, Pak.

Sakit, Dok. Sakit sekali.

Dok.

Kudengar, katanya ada orang sekarat di pantai.

- Maaf, Pak. - Lalu dibawa ke sini. Dirawat di sini.

Saya merawat banyak orang.

Jadi, benar, ya?

Ada anak pantai yang sekarat, dirawat di sini?

Kau punya informasi, ya?

Ah...

Sudah...

Selesai, Pak.

Bapak boleh pulang.

- Sudah, ya? - Terima kasih.

Bagaimana, Dokter? Pertanyaanku belum kau jawab.

Di mana anak pantai itu?

Hem?

Saya akan panggil sekuriti.

Panggil.

Panggil.

Sekuriti.

Sekuriti.

Sekarang, lihat aku.

Lihat aku.

Sebaiknya sekarang, beri tahu aku di mana anak pantai itu,

karena aku tidak punya banyak waktu untuk bermain-main.

Atau kau memang sengaja ingin main-main dengan orang sepertiku.

Ya?

Anjing! Apa ini? Lepas! Lepaskan gue!

Dok,

tidak apa-apa, bukan?

Bangsat! Siapa, sih?

Ishmael!

Mampus kau!

Ishmael, kamu tidak apa-apa? Ishmael?

Ishmael, kamu tidak apa-apa?

Ishmael.

- Ishmael. - Ya?

Kamu kenal orang yang tadi atau tidak?

Reaksi kamu tadi buat aku khawatir.

Kalau kamu tinggal di sini, sesuatu yang bahaya akan mengejarmu lagi.

Mungkin ada baiknya kamu ikut aku ke Jakarta.

Jakarta?

Aku ingin memberitahumu sesuatu.

Di dalam otakmu, ada sesuatu yang tertinggal.

Di celah hipokampus otakmu, ada yang tak bisa dikeluarkan.

Karena itu, aku ingin kamu ikut aku ke Jakarta.

Rumah sakit di sana punya fasilitas untuk mengeluarkannya dari kepalamu.

Ishmael?

Ishmael?

More Indonesian subtitles for Headshot

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left