Doubt

Doubt

Download Indonesian Subtitle

Release info

Doubt 2008 BluRay x264 YIFY
A Commentary by tedi

Tags

BluRay
x264
Published on: 2024-05-01
Downloads: 66
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jimmy?

Ayo bangun. Kau ada pelayanan hari ini.

Christine? Di mana celanaku?

Di atas kasur. Jika punya gigi celana itu akan menggigitmu.

Jika punya gigi, celanaku akan masuk Smithsonian Institute di Washington.

Jimmy! Pergilah ke toko, belikan aku koran dan rokok.

Tidak bisa. Ada pelayanan. Aku pelayan altar.

- Kevin! - Jimmy!

- Akhirnya kau datang. - Aku ketiduran.

Kau berhasil datang tepat waktu.

Aku akan mengisi wadah wine jika kau menyalakan arang.

Apa menurutmu aku gemuk?

Kau tidak gemuk. Kenapa? Bajumu tidak muat?

Tidak, bajuku masih muat.

Kau harus pergi ke toko kue setelah pelayanan.

Aku? Kenapa tidak kau saja?

Aku akan menyiapkan sarapan.

- Aku bisa menyiapkan sarapan. - Sejak kapan?

Lucu sekali.

Selamat pagi, Pastor.

Silakan duduk.

Apa yang kau lakukan jika merasa tidak yakin?

Itulah topik khotbahku hari ini.

Tahun lalu saat Presiden Kennedy terbunuh...

Siapa di antara kita yang tidak merasakan kesedihan mendalam?

Putus asa?

Cara yang mana?

Apa sekarang?

Apa yang akan kujelaskan pada anak-anakku?

Apa yang harus kukatakan pada diriku?

Itu adalah saat di mana orang-orang duduk dan terikat bersama...

Oleh perasaan sama tentang memiliki harapan.

Tapi pikirkanlah.

Ikatanmu dengan orang lain merupakan keputusasaanmu.

Itu dirasakan semua orang. buruk sekali.

Tapi kita merasakannya bersama.

Lalu seberapa parahnya itu...

Bagi pria dan wanita yang sendirian...

Yang didera oleh musibah pribadi?

"Tidak ada yang tahu aku sakit."

"Tidak ada yang tahu aku kehilangan teman sejati terakhirku."

"Tidak ada yang tahu aku berbuat salah."

Bayangkan kesendiriannya.

Kau melihat dunia seolah melalui jendela.

Di satu sisi kaca, ada orang bahagia yang tidak bermasalah...

Dan di sisi lainnya adalah dirimu.

- Tuhan memberkatimu, Suster. - Terima kasih.

Aku ingin menceritakan sebuah kisah.

Sebuah kapal barang tenggelam di suatu malam.

Kapal itu terbakar dan tenggelam.

Dan hanya satu pelaut yang selamat.

Dia menemukan sekoci, memasang layar...

Dan karena mempelajari ilmu pelayaran...

Dia melihat langit dan membaca bintang.

Dia menentukan arah pulang ke rumahnya...

Dan merasa lelah hingga tertidur.

Langit penuh awan.

Dan selama 20 malam berikutnya...

Dia tidak bisa lagi melihat bintang-bintang.

Dia mengira sudah berada di arah yang tepat...

Tapi dia tidak yakin.

Seiring berlalunya hari, dan pelaut mulai melemah...

Dia mulai merasa ragu.

- Dia terus melaju. - Apa arahnya sudah tepat?

Apakah dia sedang menuju jalan pulang ke rumahnya?

Ataukah dia tersesat parah dan menuju kematian?

Tidak ada yang tahu.

Yang dia baca dari bintang.

Apakah dia membayangkan itu karena keadaannya yang putus asa?

Ataukah dia sudah menemukan kebenaran...

Bangun!

Dan kini harus tetap bertahan tanpa kepastian lebih lanjut?

Ada kalian di gereja hari ini...

Yang tahu persis tentang krisis keyakinan yang kugambarkan.

Dan aku ingin mengatakan sesuatu.

Keraguan bisa menjadi ikatan yang sama kuatnya dengan keyakinan.

Saat kau tersesat...

Kau tidak sendiri.

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Harap berdiri.

Hei, Pastor.

Hei, Nak.

Khotbah yang bagus.

Apa itu berarti bagimu?

Aku ingin berkhotbah. Aku ingin menjadi pastor.

Aku yakin kau akan menjadi pastor yang hebat.

Ini.

Lihatlah.

Lihat?

Dia menari.

Bagus, 'kan?

- Ya. - Ini. Cobalah.

Itu untukmu. Ambillah.

- Terima kasih, Pastor. - Sama-sama.

Seperti memasuki Bahtera Nuh. Dua-dua.

- Maryanne yang bilang. - Mari kita lakukan bersama.

- Baiklah. - Ya, itu benar.

Tahu kalau di rumah Jessica ada acara menginap Sabtu nanti?

Selamat pagi, Suster James.

Selamat pagi, Pastor Flynn. Ini hari yang indah.

Tidak terlalu buruk.

- Apa kabar kalian hari ini? - Baik, Pastor.

- Selamat pagi, Juara. - Selamat pagi, Pastor Flynn.

- Sudah cuci tangan, Tn. London? - Aku sudah mencucinya, Pastor.

Entahlah. Warna tanganmu berbeda dengan lehermu.

- Selamat pagi. - Selamat pagi, Pastor Flynn.

- Suster, apa hari ini ada ujian? - Berbarislah.

Besok, William.

Apakah ujian aritmetika perhitungan panjang?

- Bersama mata pelajaran lainnya. - Suster.

Selamat pagi, Suster.

- Ada berapa banyak soal ujiannya? - Nak!

William London.

Naiklah.

Cepat.

Jangan membuatku menunggu.

- Dia berbuat apa? - Dia menyentuh Suster James.

Sang naga sedang lapar.

Kau tak boleh menyentuh biarawati.

Keluarkan buku sejarah kalian.

Bukalah halaman 683.

- Ya, Ralph. - Aku lupa membawa buku sejarah.

Kau bisa melihat buku Raymond.

Tn. London?

- Kau membawa buku sejarahmu? - Tidak, Suster.

Berbagilah dengan Tn. Malloy.

Apakah harus? Napasnya bau!

Aku yakin napas Tn. Malloy tidak berbau.

Silakan duduk.

Franklin Delano Roosevelt adalah presiden Amerika Serikat ke-32.

Lepaskan jepit rambut itu, Nona Horan.

Baik, Suster.

Selamat pagi, Suster James. Silakan lanjutkan.

Franklin D. Roosevelt, bersama Abraham Lincoln...

Dan John Fitzgerald Kennedy mungkin presiden terhebat kita.

Ketika dia menjabat, 13 juta orang di negara ini tak punya pekerjaan.

Mereka kehilangan harapan. Dan President Roosevelt berkata...

"Satu-satunya hal yang harus kita takuti...

Adalah ketakutan itu sendiri."

Apa maksud perkataannya?

James?

Kurasa maksudnya adalah tak ada yang benar-benar salah.

Jadi jangan terlalu kecewa.

Mungkin.

Mungkin dia ingin mengatakan bahwa dunia baik-baik saja...

Dan kita harus bekerja sama untuk mengatasi masalah.

Ini apa, Tn. Conroy?

Aku tidak tahu, Suster.

Kau tidak tahu?

Ada kabel yang keluar dari telingamu?

- Tidak tahu. - Apa?

Apa?

Tidak, Suster. Aku tidak tahu.

Ikutlah denganku, Nak.

Ayo.

Ada yang tahu tentang New Deal?

Aku suka lagu ini.

Hari Minggu lalu, menurut kalian khotbahnya mengenai apa?

- Suster James? - Apa?

Tentang apa khotbah Pastor Flynn?

Keraguan.

Dia membahas tentang keraguan.

Kenapa?

Maaf, Suster?

Isi khotbah berasal dari sesuatu, bukan?

Apakah Pastor Flynn merasa ragu?

Apakah dia mencemaskan seseorang yang sedang merasa ragu?

- Kurasa kau harus menanyakannya. - Itu tidak pantas.

Dia atasanku.

Jika dia bermasalah, dia harus mengakuinya pada rekan pastor.

Atau kepada Monsinyur.

Kita tidak berbagi informasi pribadi dengan pastor.

- Tidak. - Itu benar.

Apa yang kita katakan?

Aku ingin kalian semua waspada.

Aku mencemaskan masalah yang ada di Sekolah St. Nicholas.

Urusan akademis?

Aku tak mau kau menebak kecemasanku, Suster Raymond.

Nona! Menjauhlah darinya dan duduk.

Bolehkah aku bergabung denganmu, Suster Aloysius?

Tentu.

Mi goreng ayam khas China.

Hidangan kesukaan Suster Veronica.

Ini lezat sekali.

Aku suka mi. Aku suka kerenyahannya.

Apa yang terjadi pada William London?

Kupulangkan dia.

Astaga. Apa dia masih berdarah?

Ya.

Hidungnya tiba-tiba mulai berdarah pada saat Janji Kesetiaan.

Apa terjadi begitu saja?

- Apa? - Darah di hidungnya?

Memangnya apa lagi?

Disebabkan oleh diri sendiri.

Menurutmu dia sengaja membuat hidungnya berdarah?

Benar.

Tidak mungkin.

Kau orang yang sangat lugu, Suster James.

William London adalah anak yang tidak bisa diam.

Jika kau tak mengawasinya dengan baik...

More Indonesian subtitles for Doubt

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left