Mountain Queen: The Summits of Lhakpa Sherpa

Mountain Queen: The Summits of Lhakpa Sherpa

Download Indonesian Subtitle

Release info

Mountain Queen The Summits of Lhakpa Sherpa 2023 WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1:44:15 Fix common errors

Tags

webdl
Published on: 2024-07-31
Downloads: 53
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku bermimpi saat malam.

Aku bermimpi saat siang.

Dan saat aku bermimpi, aku melihat gunung yang indah.

Aku mendaki gunung.

Aku merasa menjadi makin besar.

Saat aku turun,

aku bagai tikus kecil.

KAMP EMPAT EVEREST - ZONA KEMATIAN 7.924 METER

Kamp Pangkalan.

Kita tidak turun karena kita sudah bersusah payah.

Kita hampir sampai.

Tunggu di sini satu malam,

coba satu malam.

KAMP PANGKALAN EVEREST 5.364 METER

Aku ingin menjadi seseorang.

Aku ingin melakukan hal yang baik.

Aku ingin tunjukkan pada kedua putriku cara bersikap berani dan pantang menyerah.

Kamp Pangkalan memanggil, ganti. Baik.

Tapi orang-orang di Kamp Empat naik?

- Ya. - Meski cuaca buruk?

Tidak. Mereka mencoba menghubungi Kamp Empat, ibumu.

Jika ada...

Berapa tangki oksigen yang dimiliki setiap orang?

Mungkin bisa bertahan 14 jam.

Dalam budaya Sherpa, Everest adalah Chomolungma.

Artinya "dewa dan ibu".

Aku menghormatinya seperti ibuku.

Aku memandang Gunung Everest.

Hidupku telah menyakitiku, kau tahu?

Aku terluka ke mana pun aku pergi.

Kau tahu? Kau membuatku tampak kuat, terlihat seperti dirimu.

Kau ratu gunung.

Kau menjadikanku ratu juga.

CONNECTICUT, AS ENAM MINGGU SEBELUMNYA

Indahnya!

Sinar matahari!

Kuharap bisa selalu berada di luar, tapi tidak bisa, aku harus bekerja.

Delapan, sembilan jam, kau tahu?

Whole Foods seperti penjara.

Tapi saat keluar, aku merasa... Astaga, aku keluar dari penjara.

Aku terbebas.

Matahari mengambil semua energi burukku.

Energi burukku diserap matahari.

Energi baik menyelimutiku, lalu aku kembali.

Aku tahu ke arah mana aku harus ke Everest. Itu saja.

PUTRI LHAKPA USIA 15 TAHUN

Shiny, tulis, "Senang bekerja dengan kalian semua."

Dan kirim tanda hati.

Aku ingin mengubah hidupku demi anak-anakku.

Tapi jika ingin sesuatu, aku harus bekerja keras.

SERTIFIKAT REKOR DUNIA GUINNESS

SERTIFIKAT KEUNGGULAN

- Halo. - Halo.

Hei, Mingma, apa kabar?

Aku baru menyiapkan Kamp Pangkalan.

Bagaimana kalau kita ke sana lewat Jiri seperti ekspedisi lama?

Baiklah, melalui Jiri.

Gaya Hillary lama, seperti Edmund Hillary, berjalan kaki.

Aku ingin melakukannya seperti itu.

Baiklah, aku akan mengaturnya.

Kau mau bawa ini, Shiny? Kathmandu?

Ini.

Kau mengerti sedikit bahasa Sherpa, 'kan?

- Kau bisa? - Sedikit.

Ya.

Andai Sunny juga ikut, tapi bujukanku tak berhasil.

Tapi aku tak mau sakit. Seperti mual karena ketinggian.

- Ya. - Aku sangat gugup.

Ini ayahku di puncak Everest, dan dia memegang foto ayahnya.

Aku pernah meminta ibuku menceritakan tentang ayahku,

tapi Ibu tak mau bercerita.

Dan kakakku bahkan tak mau bicara dengan kami.

Kau baik-baik saja, Sunny?

Kau tak apa-apa?

Aku tahu kau mengalami banyak masalah.

Aku berusaha keras mengubah hidupku.

Juga hidup kita.

Aku akan mendaki

dan mungkin hidup kita akan sedikit berubah.

Sunny, Ibu menyayangimu.

Aku peduli padamu.

Tapi aku harus pergi.

Aku harus pergi.

Kuharap kau baik-baik saja di sini.

Kau tahu?

Jaga adikmu baik-baik.

- Dan bantu dia berbelanja. - Baiklah.

Sampai jumpa.

- Kabari saat sampai di Nepal. - Baik.

- Saat tiba. - Dah.

Haruskah kumulai?

DIREKAM TAHUN 2000 USIA 26

Aku lahir di Shersong, Yak Kharka.

Dan orang tuaku peternak yak.

Sherpa hanya segelintir orang.

Kehidupan kami di pegunungan sangat sulit.

Nama belakang semua orang adalah Sherpa.

Sherpa.

Nama depan ditentukan sesuai hari kelahiran kami.

Jika lahir hari Rabu, kami dinamai "Lhakpa".

Lahir hari Selasa, diberi nama "Mingma".

Saat itu di Nepal, hanya anak laki-laki yang bersekolah.

Perempuan tidak penting.

Aku menggendong adik laki-lakiku dua jam ke sekolah

dan dua jam perjalanan pulang.

Jalannya tidak mulus.

Aku seperti bus sekolah.

Tapi aku tak boleh masuk, hanya anak lelaki yang boleh.

Suatu hari aku melihat, "Apa yang mereka ajarkan?"

Aku masih ingat.

Ajaran seperti itu. Aku ingat. Aku masih ingat.

Alfabet Nepal.

Semua kaum Sherpa mengikuti perjodohan.

Ayah dan ibuku, juga semua adik dan kakakku

mengikuti perjodohan.

Mereka tak pernah jatuh cinta. Tak pernah berciuman.

Adik perempuanku sudah menikah. Dan aku masih belum menikah.

Ibuku bilang aku terlalu tinggi, terlalu tangguh,

dan sangat suka memerintah.

Sungguh, aku sangat kesal saat itu.

Aku merasa tak ada yang menyukaiku.

Aku merasa aku jelek.

Kubilang pada ibuku, "Aku tak mau menikah sepertimu."

Aku akan hidup di gunung.

Dia tak punya kehidupan sendiri.

Aku terjebak.

Aku gadis liar, kau tahu, gadis alam.

Aku ingin hal yang berbeda.

Aku ingin mengikuti hatiku.

Halo.

KEPONAKAN LHAKPA

Terima kasih.

Di Hartford, aku tak bicara tentang rumahku.

Aku tak bicara tentang kehidupan pribadiku.

Jika anak-anak lain menanyakan rumahku,

aku harus menjelaskan, "Ibuku tak berpendidikan.

Dia tak bisa..." Kau tahu? Orang mungkin mengira kami miskin.

Aku tak mau begitu.

Aku berbagi kamar dengan ibuku, kami memakai matras.

Tak ada bingkai tempat tidur atau semacamnya.

Ibuku sangat ingin pendakian ini

menjadi pendakian yang menjadikan kehidupan kami lebih baik.

Tapi aku tak yakin sejauh apa kehidupan kami akan berubah.

Menurut perkiraanku, kita akan sampai ke Kamp Pangkalan tanggal 26 April.

Kita harus pelan-pelan karena ada anak-anak.

SAUDARA LHAKPA

Tidak apa-apa jika perlahan.

Yang penting membawa anak-anak ke Kamp Pangkalan

dan kita bisa sembari mengajari mereka.

- Ya, kita harus pelan-pelan. - Mereka akan tahu pelan-pelan.

Di ekspedisi ini, Shiny dan Jangmu akan tetap di Kamp Pangkalan.

Mereka akan mempelajari semuanya di sana.

Jangmu dan Shiny masih anak rumahan.

Mereka seperti harimau kebun binatang.

Kita harus melatih mereka menjadi harimau liar, seperti kita.

Mereka akan tahu nanti. Mereka masih muda.

- Pelan-pelan. Sedikit demi sedikit. - Ya.

Wah, dua gadis sporty.

Satu gadis Amerika, satu Sherpa Nepal.

Aku pemandu kalian.

Salam kenal.

Kau siap ke Kamp Pangkalan Everest?

Ada sherpa datang, "Hei!

Nyonya, ayo."

- Hei, aku pemandu yang baik? - Ya.

Ini Kamp Pangkalan Everest.

Itu Air Terjun Es Khumbu.

Bagian ini sangat berbahaya.

Area ini Kamp Empat, di sini.

Setelah Kamp Empat, kami berjalan sepanjang malam,

mendaki 8.000 meter.

Panjat tebing teknis 50 meter,

barulah kami mencapai puncak.

Suatu hari aku memikirkannya,

aku tak melihat bagian belakang gunung.

Kuharap aku bisa naik ke atas dan bisa melihatnya.

Aku ingin melihat ada siapa di sisi lain.

Aku bertanya pada nenekku.

Dan nenekku berkata,

"Yeti tinggal di sana."

Aku bilang pada nenekku, "Suatu hari, aku akan ke sana."

Dan nenekku mencoba menakutiku.

"Oh, kau sangat nakal!

Yeti akan datang saat malam dan membawamu."

Adikku sangat ketakutan.

Wilayah Makalu, di negaraku...

- Ayo. - Ya!

...saat melihat turis pertama yang datang, kami pikir itu yeti.

Sangat tinggi, mata biru, rambut pirang.

"Ibu, yeti datang! Yeti datang!"

Ibu bilang, "Astaga!" Dia juga berlari.

Para turis hanya ingin berfoto, berjalan-jalan.

Kami mendekati mereka perlahan.

Ternyata orang-orang pirang itu tak berbahaya.

Mereka datang tiap tahun.

Saat itu, semua pria menjadi porter.

Tapi wanita tidak.

Aku bilang, "Tolong, biarkan aku bekerja."

Salah satu sepupuku tak bisa mengangkat batu besar.

Aku mengambil batu itu

Mountain Queen: The Summits of Lhakpa Sherpa subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left