KAOS

KAOS

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Kaos 2024 S01 NF WEB h264-ETHEL
A Commentary by tedi
Retail NF (8 eps)

Tags

webdl
Published on: 2024-08-29
Downloads: 188
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kita telah tiba di saat yang penting. Semuanya mulai menyatu.

Kini aku berutang penjelasan pada kalian tentang semua ini,

tentang aku, alasan aku di sini.

Dalam mitos, yang mungkin pernah kalian baca,

aku dihukum Zeus karena memberi manusia hadiah api.

Aku pahlawan, tapi kalian pikir aku cuma bajingan

yang membunuh pacarnya, 'kan?

Salah.

Zeus menghukumku karena aku menentangnya.

Aku bilang kepadanya dia menjadi sosok yang dia benci.

Dia tak terima.

PERSEMBUNYIAN RAHASIA

- Tak membukakan pintu sangat tidak sopan. - Astaga!

Astaga.

Sedang apa kau di sini?

Aku bisa melakukannya.

Ini bukan takdirmu, Prometheus.

Zeus mengejarmu.

Jika kau ingin menghentikannya, dengarkan aku.

Siapa yang paling kau percayai di dunia?

Siapa yang akan melakukan keinginanmu tanpa banyak tanya?

Entahlah.

Jangan bohong.

Charon.

Ya.

Kau harus membunuhnya.

- Tidak, aku... - Itu satu-satunya cara.

Dan kau harus mendapatkan kembali kepercayaan Zeus.

Kau harus tunduk pada hukumannya dan terima nasibmu.

Kalau tidak, Zeus tak akan bisa dikalahkan dan kau akan gagal total.

Ada rencana yang lebih besar, Prometheus.

Rencana yang lebih besar.

Ya.

Terima kasih.

Butuh waktu lama membangun kembali hubungan ini.

Terima kasih, Kawan.

Sama-sama.

Tapi akhirnya terwujud.

Di luar dugaan, hubungan ini bertahan.

Sedangkan pemain lain,

ada yang tak memahami tindakan mereka...

cara mereka membantu...

dan tak akan pernah.

Yang lain tahu persis apa yang mereka lakukan...

dan yang masih perlu dilakukan.

Jika salah satu dari kami gagal, kita semua gagal.

BAGIAN I PARA FURIES

Oke, sudah waktunya.

Ayo.

Benar begitu.

- Apa itu? - Knalpot meletup. Jangan khawatir.

Berapa lama aku tidur?

Itu tak penting.

Di mana aku?

Di sini.

Astaga.

Kau suka? Aku yang buat.

Aku tak sengaja membunuh Glaucus. Saat itu aku masih bayi.

Aku sudah menebus dosa, merasakan hukuman.

- Kami bukan mau menghukummu. - Tapi menunjukkan kebenaran.

Yaitu?

- Tontonlah acara ini. - Kau akan suka.

Aku tak mau melibatkan para dewa, Ari,

kalau aku jadi kau.

Berondong jagung.

NUBUAT PRODUKSI PARA FURIES

Apa-apaan ini?

Diam. Jangan bicara.

Ketahuilah, itu bukan ideku.

EPISODE SATU "BENANG"

Tahu kenapa judulnya itu?

Karena begitu kau mulai menariknya, semuanya terurai.

Kemaluanku terlihat?

- Tidak, Pak. - Kalau sekarang?

- Astaga. Pak Presiden, selamat datang. - Terima kasih, Pak.

Pendahulumu sedikit keras kepala.

- Ya. - Dia sudah mati.

Nikmati jabatanmu.

Nikmati istanamu, tapi jangan pernah lupakan tiga hal ini.

Satu, semua ini pinjaman.

- Baik. - Dua, ini berkat aku.

Kau melayaniku.

- Ya, Pak. - Tiga.

Ini penting.

Jika kau menyenangkan aku, aku bisa membuatmu abadi.

Sungguh, Pak?

Tentu saja.

- Vero, Pak. - Ya, vero.

Benar.

- Tugas awal. - Ya, Pak.

Ada singa di kebun binatang Heraklion.

Lepaskan.

Melepaskannya?

Ya. Ia akan makan orang. Pasti seru.

Ya, tentu saja.

Selanjutnya, kau butuh ahli waris.

Berkembangbiaklah.

Tidak.

Sepertinya aku tak bisa.

- Tak bisa apa? - Punya anak.

Ramalanku melarangnya, tapi jangan marah.

Aku bersumpah akan setia.

Apa ramalanmu?

"Akhirmu dimulai di ranjang pernikahan,

anak sulungmu akan membunuhmu."

- Jelas sekali. - Aku tahu.

Bagaimana kalau begini? Kembar! Bisa kuatur.

Singkirkan yang sulung, itu akan berhasil,

si bungsu adalah ahli warismu.

- Aku tak mau menonton lagi... - Tunggu, itu kau.

Mereka mulai tak terpisahkan saat tidur.

Indah, ya?

Hai, Glaucus Kecil.

Bagaimana Ari kecilku yang cantik?

Ibu sangat menyayangimu.

Ibu sangat menyayangimu.

Kau sayang adikmu, Nak?

Dia cantik, bukan?

Anak baik.

Pak, aku tak bisa...

- Apa? - Aku...

Tidak bisa.

Dia anak sulungku dan kau tahananku.

Daedalus, menurutku kau bisa.

Harus.

Pergilah.

Ayah harus memenuhi takdir, Ari.

Apa yang kau lakukan?

Aku tak mau menonton kebohongan.

- Benarkah? - Tentu saja.

Itu bukan ramalan ayahku dan Daedalus itu staf.

- Dia bukan tahanan. - Benar. Dia tak pernah tinggalkan istana.

Dia penyendiri. Ayahku tak menyuruhnya membunuh bayi.

Kau yakin soal itu?

Ya, tentu.

Ayahku orang baik dan aku percaya padanya.

Bagaimana dengan orang Troya?

Itu berbeda.

Benarkah?

Dia janji takkan membunuh mereka.

Bagaimana kau tahu dia jujur soal ramalannya?

Mau nonton sampai habis?

Tentu tidak.

Keluarkan aku.

Keluarkan aku!

Aku minta keluarkan aku sekarang juga!

Keluarkan aku!

Keluarkan aku!

Ini metode kalian, bukan? Aku tahu ini.

Ini hukuman atas Glaucus.

Kalian membuat manusia gila.

Membuat mereka kehilangan kepercayaan akan semua yang mereka tahu,

yang mereka cintai,

sampai, akhirnya, mereka bunuh diri.

Tidak bagiku.

- Hanya para dewa yang bisa menghakimiku. - Persetan mereka.

- Apa? - Persetan mereka!

- Mereka sumber semua rasa sakitmu. - Benar.

- Tonton sampai habis. - Tidak!

Baik. Pulanglah.

Apa?

- Apa? - Apa?

Dia sudah cukup tahu.

Tapi kau harus jalan kaki.

- Bicaralah dengan Daedalus. - Enyahlah.

Itu berjalan lancar!

Mereka sulit, ya? Orang religius.

Kita impas sekarang.

Aku tak mau bantu lagi.

Dia sendirian.

Ari!

Ke mana saja kau?

Ayah sangat khawatir.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Aku baik-baik saja, Ayah.

Aku baik-baik saja.

Ayah tak punya pilihan soal orang Troya.

Itu yang terbaik untuk kota ini, Kreta.

Aku tahu itu.

Untuk para dewa.

Jangan pernah begini lagi.

Dewa Olimpus yang penyayang,

terima kasih untuk kembalinya putriku, Ari,

yang kucintai lebih dari hidupku sendiri.

- Vero. - Vero.

Ayah diramalkan akan memerintah Kreta, bukan?

- Ya. - Bagaimana tepatnya isi ramalannya?

Kenapa?

Aku memikirkan ramalanku

dan mengira itu soal perbuatanku kepada Glaucus.

Ayah tak ingat persisnya.

Sudah 20 tahun tak melihatnya.

- Aku pikir... - Apa-apaan ini?

Kau belum puas membuat Ayah emosi?

Maaf, Ayah.

Tidak, Ayah minta maaf.

Ayah gelisah dan khawatir.

Ayah menyayangimu lebih dari apa pun di dunia ini.

Hai, Daedalus.

Anda mau makanan?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left