The Elephant Whisperers

The Elephant Whisperers

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Elephant Whisperers 2022 TAMIL WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-08
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 138 lines.

Aku suku Kattunayakan.

Kattunayakan berarti "Raja hutan".

Ini rumahku, tempatku berada, tempat hewan liar bebas berkeliaran.

Ini juga tanah tempat nenek moyangku tinggal selama beberapa generasi.

CAGAR ALAM HARIMAU MUDUMALAI TAMIL NADU, INDIA - 2019

Sayangku. Kau tidur, Nak?

Apa kabarmu?

Kemari.

Ayo mendekat.

Kemari, Sayang.

Kemarilah. Mendekat.

Sayangku.

Raghu! Sayangku.

Ayo.

Hei, ayo.

Hei, berbaring di sini.

KAMP GAJAH THEPPAKADU ADALAH SALAH SATU KAMP GAJAH TERTUA DI ASIA

DAN DIDIRIKAN SEKITAR 140 TAHUN LALU.

LAHAN INI ADALAH KAWASAN LIAR BERSEBELAHAN TERBESAR

UNTUK GAJAH ASIA

Bomman!

Aku sedang menyalakan api!

Aku tak mau menikahi orang yang penuh dengan debu.

Saat aku tiba, bayi gajah itu dalam keadaan buruk.

Dia kesakitan, ekornya digigit anjing liar,

dan lukanya penuh dengan belatung.

Ibu Raghu kena setrum dan langsung mati.

Akibat kemarau panjang,

kawanannya mengembara ke sebuah desa untuk mencari makanan dan air.

Mereka mencoba menyatukan Raghu dengan kawanannya, tetapi tak berhasil.

Sebelum bayi gajah ini, aku bukan pengurus resmi.

Saat bertemu bayi ini,

dia menarik pakaianku bagai anak kecil, dan aku merasakan kasihnya.

Kuputuskan memberi kesempatan kepada bayi tanpa ibu ini.

Aku sangat senang Departemen Kehutanan menugaskan Bellie

untuk bekerja denganku merawat Raghu.

Dia satu-satunya wanita yang saat ini ditugaskan

untuk mengurus bayi gajah di Tamil Nadu.

Lihat ke sana di bawah pohon, itu dia.

Ada satu lagi berjalan di sana.

Saat Raghu tiba di sini, kondisinya buruk.

Semua pikir dia tak akan selamat,

tetapi itu yang membuatku yakin dia akan selamat.

Tak ada yang tahu apa Raghu akan bertahan.

Kondisinya sangat buruk.

Butuh proses panjang dan sulit untuk menyembuhkan Raghu.

Namun, kini senang sekali melihatnya sehat.

Kami sudah menjaga bayi kami, Raghu, selama hampir tiga tahun.

GAJAH AFRIKA BERGADING DI KEDUA JENIS

Tempat ini adalah kamp pemulihan gajah.

Tanpa induk, ditinggal, dan tanpa rumah, gajah liar dibawa kemari.

Kami mengurus mereka.

Kakekku mengurus gajah, ayahku juga,

aku menjadi perawat gajah saat ayahku meninggal.

Raghu! Aku cari loncengmu. Kenapa bisa hilang?

Jatuh di air?

Untung kutemukan di sungai!

Jangan hilang lagi!

Mereka pakai bel

agar kami bisa dengar jika mereka tersesat di hutan

karena mereka akan hilang dan tak bisa menjaga diri sendiri.

Teman Raghu bernama Krishna.

Lihat, Raghu mendekati Krishna!

Raghu tak bisa cabut rumput sendiri, dan belajar dari Krishna.

Ada duri tersangkut di lidah Raghu dan Krishna mencabutnya.

Gajah seharusnya di alam liar.

Melihat keduanya memberi kebahagiaan.

Hanya sedikit yang bisa kami ajarkan,

dan ada hal-hal yang bisa mereka pelajari dari kaumnya.

Kau makan sabun? Belum pernah cicipi?

Hei! Kau membasahiku. Jangan ciprat begitu!

Ya ampun.

Siapa itu?

Apa maumu?

Anakku sayang.

Siapa gajah terbaik? Apa kau?

Kesayangan siapa ini? Siapa ini?

Kami jadi keluarga di dekat Raghu dan makanya dia bertahan.

Selama merawat Raghu, kami lupa kecemasan kami.

Banyak yang meninggal dalam hidupku.

Mantan suamiku dibunuh harimau.

Aku jadi takut ke hutan.

Aku takut saat melihat harimau.

Aku wanita suku, dan kaum kami dari tengah hutan.

Bagi kami suku Kattunayakan, intinya kesejahteraan hutan.

Kami telanjang kaki di situ.

Ini cara kami menghormati.

Kita akan panjat batu itu...

Kami hidup dari hutan, dan juga melindunginya.

Kami hanya ambil yang dibutuhkan.

Suku kami tak takut gajah,

makanya kami terus bersama mereka.

Aku belajar selama bersama gajah

bahwa mereka cerdas dan beremosi.

Namun, mengurus gajah banyak bahayanya.

Aku pernah tertusuk gajah besarku.

Aku tak bisa lagi bersama gajah besar.

Itu dia. Buka!

Makanya aku merasa mendapat Raghu

adalah karunia dari Tuhan.

Aku mau berupaya terbaik untuknya.

Aku serasa induknya.

Minum dari sini...

Semua mengenainya seperti manusia,

kecuali dia tak bisa bicara. Dia lakukan lainnya.

Putriku belum lama meninggal.

Kehilangan anak... pedihnya tiada terkira.

Saat aku menangis, Raghu menghapus air mataku dengan belalainya.

Tindakan kecil ini menghiburku.

Aku merasa dia paham semuanya.

Aku ingat putriku saat seusia Raghu.

Merawat Raghu mengingatkanku soal merawat putriku.

Seolah dia kembali dalam hidupku.

PEMERINTAH TAMIL NADU

CAGAR ALAM HARIMAU MUDUMALAI KAMP PAKAN GAJAH

Kau nakal hari ini.

Lihat nakalmu.

Bawa tebunya kemari.

Kurasa dia tak mau bola millet hari ini.

Namun, ini harus dimakan pertama.

Jika diberi begitu, akan dimakan.

Dia mengincar kelapa kering dan gula tebu itu.

Aku tak suka kebiasaanmu tangan masuk ke ember!

Dia takkan makan lagi karena hanya menatap kelapanya.

Dia begini semasa kecil,

kami bergantian memberinya makan, baru dia makan.

Kemari, coba beri dia makan. Dia tak mau.

Kenapa tak makan, Nakal?

Kenapa tak makan dengan benar?

Mulai hujan. Rumputnya akan tumbuh untukmu.

Raghu akan dapat banyak rumput.

Kemari.

Raghu, ke bawah payung.

Besok saat menerima gaji, akan kubelikan buah.

Kita saling memberi makan.

Bagaimana jika saat kuberi makan, kau gigit?

Jangan bicara begitu.

Raghu, Anakku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left