The first 200 lines.
Mama?
Ma, sini.
Mama?
Mama?
Sini, Ma.
Heiโฆ
Kenapa, Sayang?
Aku mimpi buruk, Mas.
Sudah, tidak usah dipikirkan. Kau itu kelelahan.
Halo, Pak?
Alya, kudengar kau mengajukan cuti.
Ya, Pak. Aku mengajukan cuti kemarin, Pak.
Bukannya hari ini kau harus temani klien cek ke rumah contoh?
Aku sudah atur, Pak.
Rencananya nanti Tyas yang temani klien untuk cek rumah contoh, Pak.
- Ya sudah, pastikan semua beres, ya. - Ya, Pak.
- Jangan sampai kau kecewakan klien. - Ya, Pak.
Siap, Pak.
Kenapa lagi dia?
Biasalah.
Jangan-jangan bosmu yang bikin kau mimpi buruk kayak gitu.
Mas ini.
- Jajas. - Hei.
Bangun?
Kenapa, Nak?
Berapa lama lagi sampai ke rumah Ninik?
Sudah rindu, ya, mau ketemu niniknya?
Tentu saja.
Jajas bobok lagi saja, tahu-tahu nanti kita sudah sampai.
Oke, Pa.
Pa, aku tidak sabar mau kasih lihat Nona Bunbun ke Ninik.
Aku juga sudah tidak sabar mau kenalan sama Ninik.
Sabar, Nona Bunbun.
Rambutnya berantakan.
- Itu. - Ya, habis tidur.
- Sudah sampai. - Sampai, Jajas.
Sudah sampai.
Yuk, kita ke Ninik.
Yuk!
Pegal tidak?
- Mas - Kok gelap, ya?
Kok gelap? Ya, benar.
- Sini, Nak. - Yuk.
Kita cari Ninik.
Ninik di mana, ya?
- Asalamualaikum. - Ibu?
Asalamualaikum, Ninik.
Bu?
Ninik?
Ibu?
Sepi.
- Masa? - Ya.
Coba.
Lo, kebuka?
Tidak dikunci?
Sebentar, ya.
Bu?
Ayo, Sayang.
Bu?
Ninik?
Kenapa gelap sekali, ya?
Ya.
Aku cek ke kamar dulu, ya.
Bu?
Tidak ada, Mas.
Ibu?
Bu?
Mama, aku takut.
Kok takut?
Ini rumahnya Ninik, Sayang.
Ya sudah, pegangan sama Papa, ya.
Mama di depan.
Yuk.
Ibu?
Ninik?
Ibu?
- Ke Ninik. - Ninik!
Jasmine! Cucu kesayangan Ninik.
Maafkan Ninik, ya.
Tadi Ninik ketiduran dari sore.
Sampai lupa menyalakan lampu.
Aku rindu sekali sama Ninik.
Ninik juga rindu.
Rindu juga sama kalian berdua.
Bu.
Hampir copot jantungku, Bu.
Ibu bikin kaget.
- Apa kabar kau? - Alhamdulillah, baik.
- Hei, sudah pada makan belum? - Sudah, Nik.
- Sudah? - Sudah tadi di luar.
Ya sudah, kalau gitu kita duduk dulu.
Kita minum dulu.
- Aku ambil koper dulu ya, Sayang. - Ya, Mas.
- Terima kasih ya, Mas. - Ya.
Oh, ya.
- Mau minum, 'kan? - Minum dulu.
Ayo, Nona Bunbun, salim dulu sama Ninik.
Nona Bunbun namanya?
- Alya. - Ya?
Bagaimana pekerjaanmu? Kau senang, 'kan?
Alhamdulillah, Bu.
Sekarang sudah mulai ramai yang lihat daftar rumahku.
Ibu sendiri kabarnya bagaimana?
Sudah, sini, Sayang.
Ibu baik, begini-begini saja.
Menghabiskan hari tua di rumah.
Kalau kau bagaimana, Raka?
Ibu dengar kau bantu di rumah, ya?
Ya, Bu. Sebagai kontraktor,
aku keluar rumah kalau lagi ada proyek saja.
Jasmine, kau mau, 'kan, tidur sama Ninik?
Boleh.
Nona Bunbun juga boleh ya ikut tidur sama Ninik?
Tentu saja boleh.
- Alya, kau tidur di kamarmu, ya? - Ya, Bu.
Kamar kau itu selalu Ibu bersihkan.
- Ya sudah, Ibu istirahat, ya? - Ya.
- Nanti bajunya Mama antarkan, ya? - Oke.
- Dah! - Selamat malam.
Mas.
Aku kepikiran
mau bawa Ibu ke Jakarta tahun depan.
Aku akan selalu dukung kau.
Boleh.
Bobok, yuk?
Kau kanan atau kiri?
Perlu tanya?
Jasmine?
Sekarang kau yang jalan.
Jasmine?
Jasmine?
Kau main sama siapa di situ?
Ibu.
Alya.
Masak apa, Bu?
Ibu mau masak buat Jasmine.
Ibu minta tolong kau belikan bahan-bahannya, ya?
Oh, tentu saja boleh.
Masih ingat, 'kan, bumbunya?
Masih ingat.
Tapi masaknya belum bisa seenak bikinan Ibu.
Jasmine mana, ya?
Masih bobok, Mas.
Mas, aku mau belanja, Ibu soalnya mau masak.
Boleh, ya?
Aku temani, ya.
"Temani", padahal alasan mau jajan, Bu.
Pamit ya, Bu.
- Hati-hati, ya. - Bu, pamit.
Sebentar, Mas, aku ambil dompet dulu.
Mas, berhenti dulu.
Itu ada Mang Basri.
Mang Basri?
- Mang? - Neng Alya?
Ya, Mang.
Mas ingat, 'kan?
- Kok masih ingat? - Dia yang urus semua pemakaman di sini.
Ya ampun, Mang Basri.
Neng Alya.
- Apa kabar, Mang? - Alhamdulillah, baik.
Ke mana saja, baru kelihatan?
Lagi sibuk, ya?
Ya, 'kan lagi pandemi. Bagaimana, Mang?
Oh, begitu.
Si kecil tidak dibawa?
Lagi main sama neneknya.
- Ditinggal sebentar di situ. - Ya.
- Silakan dilanjut. - Lanjut, ya.
- Senang melihat Mamang sehat. - Alhamdulillah.
- Yuk, Mang. - Ya, silakan.
- Mari, Mang. - Silakan, Kang.
- Hati-hati. - Ya.
- Asalamualaikum, Mang. - Alaikum salam
Satu, dua, tiga!
Satu, dua, tiga!
Lagi, ya? Satu, dua, tiga.
Jasmine?
Jasmine?
Lagi, ya? Satu, dua, tiga.
Dua!
Lagi.
Jasmine?
Ya, Nik?
Kau lagi main sama siapa?
Lagi main sama teman.
Sama teman?
Mana?
Itu.
Aduh, cucu Ninik sudah pintar mendongeng.
Ayo.
Lebih baik
bantu Ninik, ya? Di dapur, masak.
- Oke, Nik. - Ya? Sebentar lagi mamamu pulang.
Yuk.
- Ayo. - Yuk.
Kandunganmu itu sekarang sudah berapa bulan, Sri?
Sembilan bulan, Teh.
Insyaallah, sebentar lagi lahiran.
Alhamdulillah.
Lancar-lancar lahirannya, sehat-sehat.
No comments yet. Be the first to leave one.