The first 200 lines.
Hei.
Kau pernah mencium seseorang?
Hari itu,
kami berempat melakukan kejahatan.
Kejahatan itu
dikunci dalam kapsul waktu, yang tak akan pernah dibuka.
Putramu mengutil di tokoku.
Korban tewas adalah Hideyuki Sakuma, 40 tahun.
Smile Sakumaโฆ
Oshima diduga punya kaki tangan
yang membawa kabur 30 juta yen
dan pistol milik Polisi Kiyohara,
tapi uang dan pistol itu
- tak pernah ditemukanโฆ - Pertanyaannya,
siapa yang menembak Oshima?
Aku menembaknya.
Aku merasa tak layak bahagia.
Aku tak bisa ubah kenyataan
bahwa aku sudah berbuat kejahatan.
Maki.
Hari itu, aku ke tempat Sakuma sendirian
karena cuma itu pilihan yang kupunya.
Di mana pistolnya?
Maaf.
Di mana pistolnya? Di mana pistol sialan itu?
Aku menembak Manajer Smile Sakuma dengan pistol.
Sudah kuduga
kau akan menyerahkan pistolnya padaku.
Detektif Tobina,
ada kemungkinan kau tak membunuh Oshima.
Kita akan mengetahuinya setelah memeriksa pistol ini.
Kau mengambil pistol itu untuk bantu Junichi?
Astaga.
Aku baru terpikir judul yang bagus.
Ambil napas dalam-dalam itu penting.
Hampir saja, aku tadi tak bernapas.
Jangan berhenti. Tarik napas dalam-dalam.
Tarik napas. Dalam-dalam.
Rasanya nyaman.
Aku lupa tarik napas dalam-dalam saat merasa tak enak badan.
Tubuh terasa kaku, ya?
Benar sekali
- Itu lagu mandi. - Bu Nara.
Bu Nara.
Tolong tutup pintunya.
Apa yang terjadi?
Sekarang,
aku mau memeriksa
sisa peluru di pistol ini.
Itu
mungkin mengungkap kebenaran baru.
Sisa tiga peluru.
Detektif Tobina,
kita tak perlu bahas peluru yang kau tembak kena Oshima atau tidak,
karena kau
tak pernah menembakkan pistolnya.
Apa?
Kau masih kelas enam SD saat itu
dan baru saja menemukan jasad Polisi Kiyohara,
jadi kau dalam keadaan syok.
Saat tembakan terdengar dekat,
kau berasumsi kaulah yang menembaknya.
Apa hal itu mustahil?
Detektif Inoue, aku pinjam mobilmu.
Mau ke mana?
Kantor pusat polisi prefektur.
Aku Nagai.
POLSEK MITSUBA
Keisuke, kau yakin tak keberatan?
Tentu saja aku keberatan.
Saat Masaki tanya soal Makiko, aku bingung menjawab apa.
Aku akan melindungimu, Masaki.
Bagaimana dengan Ibu?
Dia akan baik-baik saja.
Kami bersamanya.
Tapi Junichi langsung menjawab.
Aku dihantam kenyataan.
Aku tahu tak akan bisa menang darinya.
Itu juga membuatku kesal.
Sebagai ayah Masaki aku mau tampak keren, tapi malah menyedihkan.
Kau bisa segera membalikkan keadaan.
Kau bilang ibu Maki akan membantu sampai Maki kembali,
tapi Masaki sebaiknya bersamamu, 'kan?
Ituโฆ
- Beginiโฆ - Apa? Tidak bisa?
Aku belum memberitahumu, tapiโฆ
Aku sudah menikah lagi.
Kapan?
Setahun lalu.
Kami juga akan segera punya bayi.
Maki tak cerita padaku.
Makiko baru tahu belakangan ini.
Apa?
POLSEK MITSUBA
Makiko Iwamoto
sudah menyerahkan diri dan mengaku membunuh Sakuma.
Pemeriksaan akan segera dimulai.
Lalu, pistolnya?
Polisi sudah menyitanya.
Begitu, ya.
Kurasa kasus ini sudah selesai.
KEPALA POLISI KOSUGI
Kau bersaksi
saat menolak ajakan seksnya,
dia mengancammu dengan pistol
dan saat kalian berkelahi,
kau mengambil pistol itu
dan menembak saat dia mendekat.
Apa itu benar?
Ya.
Kejadian yang malang.
Kau tak berniat membunuhnya,
tapi itu terjadi secara tak sengaja.
Tidak.
Apa kau akhirnya ingat
siapa aku?
Ini takdir.
Tapi kurasa sikap kurang ajarmu itu sangat menggoda.
Pada saat itu,
aku punya niat membunuh.
Aku juga
mau membunuh seseorang
yang menyakitiku atau orang kusayangi.
Hei,
setelah memeriksa pistol itu,
Detektif Tobina terbukti tak menembak siapa pun.
Ini yang membuatmu menangis?
Begitu, ya.
Kau
mau membebaskan Detektif Tobina dari rasa bersalah atas pembunuhan itu.
Kau sangat mau membantunya, ya?
Tapi sekarang
kaulah yang menanggung rasa bersalah karena membunuh orang.
Dia sudah siap.
Aku akan di sini semalaman, oke?
KOTONO
Maaf.
Ada apa?
Air ketubanku pecah.
Apa?
Aku sudah telepon rumah sakit
dan disuruh segera datang.
Keisuke.
Di mana kau sekarang?
Maaf, aku sekarang di Mitsuba.
Akuโฆ
Aku harus panggil taksi, ya?
- Bisa kau panggilkan taksi? - Oke, oven.
Ya.
- Dua setengah menit. - Aku segara ke sana.
Kurang lebih.
Dah.
- Tulis, "Ini chikuzenni. " - Ini chikuzenni.
Air ketuban istriku pecah.
Waktunya tak tepat.
Cepatlah pergi.
Aku akan menjaga Masaki.
Terima kasih.
- Ini. - Oke.
Hiromi.
Terima kasih.
Aku akan menginap di sini.
Oke.
- Ini. - Terima kasih.
Ibu ke kantor polisi
karena membunuh pria pasaraya itu?
Benar, 'kan?
Kenapa dia membunuhnya?
Dia berbuat hal yang jahat, 'kan?
Ibu
bilang padaku jangan merundung orang,
jadi kenapa dia membunuhnya?
Kenapa dia berbuat hal
semengerikan itu?
Hei! Beri tahu aku alasannya!
Masaki.
Apa kau sayang ibumu?
Aku tak suka
pembunuh.
Aku benci
Ibu.
Dia sangat jahat.
Itu karena aku mengutil.
Ini semua salahku.
Itu semua karena aku mengutil.
Itu karena aku mengutil.
Bagaimana Masaki?
Dia sudah tidur.
Syukurlah. Aku tadi khawatir mendengarnya histeris.
Junichi, kau mau kopi?
Terima kasih.
Omong-omong,
polisi yang menolong kita di hutan 23 tahun lalu
masih bekerja di sini, ya?
Ya. Pak Kepala Kosugi.
Kau ingat dia?
Ya, karena dia orang pertama yang menolongku di hutan.
Apa?
Kau bilang apa?
Tolong!
No comments yet. Be the first to leave one.