The first 182 lines.
SERIAL ANIME NETFLIX ORIGINAL
KABUKICHO ICHIBANGAI
Tempatnya di titik buta yang dikelilingi lampu neon,
bayangan gedung yang jarang diperhatikan orang.
Tetapi entah bagaimana saat itu dia menoleh ke arah situ.
Di ruang terbuka kecil di belakang gedung,
pertempuran maut akan segera mulai.
Apa mereka akan berkelahi?
Melawan pria sebesar itu, dia pasti akan mati.
Kau gila.
Jika mengamatiku lebih saksama,
kau akan sadar aku bukan pria baik, dan jauh lebih kuat darimu.
Tetapi kau memancingku untuk berkelahi.
Kau pasti tak waras.
Dia benar.
Kau lebih kuat dariku?
Omong kosong. Tunjukkan saja betapa kuatnya dirimu.
Dasar banyak membual.
Apa? Yang benar saja!
Matilah dia.
Aku benar.
Kau gila.
Pria besar itu mirip dewa pengawal, Nio.
Bahkan
dewa pengawal itu ada di punggungnya.
Tubuh apa itu? Seperti Terminator.
Tak mungkin dia bisa kalahkan monster itu.
Dia terbiasa berkelahi, sudah kuduga.
Terlalu cepat! Bagaimana bisa pria besar sepertinya bergerak cepat?
Bukan.
Keunggulannya...
Tembok beton dihancurkan hanya dengan satu tendangan!
Sudah kuduga. Sepatu bot berlapis besi.
Aku sungguh tak mau terkena tendangannya.
Tak mungkin dia bisa menang.
Pria ramping tampan mengalahkan pria besar dan kekar?
Memang selalu terjadi dalam fiksi. Tetapi...
khayalan macam itu tak mungkin ada di dunia nyata.
Hei.
Jangan menghindar terus.
Kau yang ingin berkelahi.
- Kini giliranmu... - Baik, ini dia!
Berengsek!
Dia terluka.
Kini kau mengerti...
siapa yang penantang, bukan?
Baik...
kekuatan pukulannya...
akan kuhancurkan.
Wah.
Tulang lenganmu bergeser.
Aku masih bisa...
Bisa apa?
Kau salah.
Kau sudah dihabisi.
Dia...
Dia menang!
Sudah selesai.
Namamu...
Boleh tahu namamu?
Pertanyaan itu terlontar dari mulutnya.
Walau pria itu seusia putranya,
muncul rasa hormat tinggi dalam hatinya terhadap pria lebih kuat ini.
Ohma Tokita.
Tn. Ohma Tokita...
Dan...
namamu?
Kau...
menanyakan namaku?
Aku...
Aku Kazuo Yamashita, Pak!
Kau Kazuo Yamashita?
Baik.
Kalau begitu...
kau mau berkelahi juga?
Apa?
Tekanan apa ini?
Tak mungkin lelucon.
Dia serius.
Aku bisa mati.
Aku tak bisa bernapas...
Tidak.
Tak mau?
Mengecewakan.
Kazuo Yamashita, usia 56.
Pria serius, menikah dan punya dua anak lelaki.
Pada masa prima tak pernah mabuk, berjudi, atau membayar untuk seks,
tetapi untuk pertama kali dalam 15 tahun, dia meniduri wanita pada malam itu.
Yang mendorongnya adalah...
insting untuk pertahanan diri.
Setelah melihat adegan mirip pembunuhan yang tak pernah dia rasakan,
instingnya langsung merasakan bahaya kehidupan.
Karena merasa terpojok, dia memilih melestarikan spesiesnya
secepat mungkin.
Makanya dia melakukan reproduksi.
Tetapi dia tak pernah tahu alasan dia melakukannya.
KENGAN
PENERBIT NOGI
Yamashita.
Bulan ini kau juga tak memenuhi kuota.
Aku sungguh minta maaf.
Bulan depan pasti bisa.
KAZUO YAMASHITA PENERBIT NOGI, GRUP NOGI
"Bulan depan"? Kau berkata begitu tiap bulan.
HIROSHI MATSUI PENERBIT NOGI, GRUP NOGI
Jujur, perkataanmu tak meyakinkan.
Bos mengomeli Tn. Yamashita lagi.
Melempar tugas merepotkan ke Tn. Yamashita, dan dia bermalasan.
- Kau dengar? - Ya, tentu!
Aku tak punya alasan.
Sial! Dia hanya bocah yang bisa naik jabatan lewat nepotisme.
Andai aku sekuat pria itu,
akan kuperlakukan bajingan ini seperti itu!
Apa aku bodoh?
Aku menunduk karena tak bisa begitu.
Maaf mengganggu.
Pak Presiden!
Jika butuh aku, panggil saja ke kantormu.
FUTOSHI HOSOME PENERBIT NOGI, GRUP NOGI
Bukan kau yang ingin kutemui.
Yamashita.
Ada orang spesial yang ingin bicara denganmu.
Segera datangi dia, tanya keperluannya.
Apa sungguh dia?
Astaga.
Kau habis berbuat apa?
Maaf?
KANTOR PUSAT GRUP NOGI
Terima kasih telah meluangkan waktu.
HIDEKI NOGI, PIMPINAN GRUP NOGI
Maaf mengganggu saat kau sibuk.
Tak apa, Pak!
Orang kecil dari salah satu anak perusahaan dipanggil
oleh pimpinan grup?
Apa salahku?
Konflik.
Menurutmu apa cara terbaik
untuk menyelesaikan konflik?
Menyelesaikan konflik?
Benar.
Kata "menyelesaikan" sederhana, tetapi ada jutaan cara untuk melakukannya,
seperti mediasi, negosiasi, dan mendorong.
Yang paling efektif...
adalah memakai kekerasan.
Memakai kekerasan?
Serang musuh dengan kekerasan sampai dia kewalahan.
Itu saja tak menyelesaikan konflik.
Kau benar.
Tentu saja kekerasan bisa efektif dipakai sebagai sistem keamanan,
tetapi hanya jika terkendali.
Tak ada untungnya jika kekerasan tak beraturan.
Hanya menyebabkan tirani tak terhentikan.
Tahun 1714, walau Zaman Edo adalah masa damai,
konflik kejam antar pedagang selalu ada.
Mereka menginginkan hak tertinggi dan eksklusif sebagai pedagang,
menjadi pemasok Keluarga Kekaisaran.
Mereka pakai segala cara, seperti ancaman, konspirasi, pembunuhan...
untuk menyingkirkan saingan dari industri mereka.
Rantai kekerasan menyebar sangat luas...
sampai para pedagang sendiri tak bisa mengendalikannya.
Dunia hampir tenggelam dalam kerusuhan.
Zaman itu perlu aturan...
untuk mengendalikan pertempuran.
Ietsugu Tokugawa, syogun ketujuh,
memanggil para pedagang pada tengah permasalahan,
dan dia memberi perintah.
Jika mau menyelesaikan masalah, harus bertempur secara adil.
Saran sederhana dan terus terang dari seorang anak.
Tetapi tak satu pun dari mereka
yang bisa memperoleh jawaban sederhana ini.
Siap dilaksanakan.
Kekerasan digantikan ketertiban.
Para pedagang membentuk asosiasi yang menyelenggarakan pertandingan
saat ada konflik kepentingan.
Aturannya sederhana.
Pertempuran satu lawan satu, tanpa senjata.
Petarung ahli yang disewa kedua pihak
saling bertempur mewakili para pedagang sampai ada pemenang.
Seiring waktu, kekerasan dikembangkan menjadi seni bela diri.
Salah satu anggota asosiasi itu adalah leluhurku.
Grup Nogi berutang kemakmurannya kepada dia.
Lantas?
No comments yet. Be the first to leave one.