The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Andi? Makan malam sudah siap.
Sebentar!
Tunggu sebentar. Jangan gegabah.
Tentu saja dia akan melakukan hal gegabah!
Apa rencanamu?
- Minggir. - Tidak.
Tidak. Apa... Kleo?
Dengar, mungkin itu hanya kesalahpahaman.
Mungkin dia mau melindungimu. Mungkin itu bukan dia.
Aku terkejut. Mungkin seseorang yang aku...
Kau punya senapan mesin di lemari dapur?
Tentu saja punya. Kau benar-benar gila.
Kau tak boleh membunuhnya.
- Ya, aku boleh. - Tidak.
Kita sepakat! Kau sudah berjanji. Tak ada lagi pembunuhan.
Kau membunuh Uwe!
Itu sangatlah berbeda!
- Itu pembelaan diri! - Ini pembelaan diri.
Anggap saja kau membunuhnya. Lalu, apa?
Apa semua pembunuhan ini menghasilkan sesuatu?
Apa memberi kemajuan? Apa kau jadi lebih bijak?
Jadi lebih bahagia?
Tidak.
Membunuh tak membawamu ke mana-mana. Itu...
membunuh...
orang.
Baiklah.
- Kau tak akan membunuhnya, 'kan? - Ya.
Aku hanya ingin bicara.
Bagus, itu yang kuinginkan, dan...
Ayo!
Dan kita akan tinggalkan itu...
Kita biarkan saja itu di sana?
Kau tak suka?
Aku yakin itu enak, tapi entah bagaimana,
aku tak lapar.
Aku mengerti.
Aku harus ke dokter.
Anja, tunggu.
Dengar, bagaimana jika kita pergi berlibur sebelum anak kita lahir?
Empat minggu di Kühlungsborn, hanya kita. Bagaimana?
- Bagaimana dengan pekerjaan? - Aku akan berhenti.
Tak ada lagi yang membeli barang Pralina.
Hanya masalah waktu sampai mereka memecatku.
Namun, aku akan memulai bisnisku sendiri. Asuransi.
Ide bagus. Ya. Asuransi itu bagus.
- Ya. Jadi, kau setuju? - Ya.
Begitu kau kembali, kita akan berkemas dan berangkat.
Hari ini? Secepat itu?
Tentu saja. Aku akan bebas.
Itu awal yang bagus.
- Ya? - Ya.
Anja, aku mencintaimu.
Kau dan keluarga kita,
adalah hal terbaik dalam hidupku.
Andi?
Aku juga mencintaimu.
Halo, Andi. Aku Sven...
Sialan, Kleo! Apa-apaan ini?
Apa yang kaulakukan?
Kau berjanji kepadaku. Kleo!
- Serius? - Minggir.
- Kenapa janji jika tak bisa menepatinya? - Masuk.
Aku akan masuk hanya karena aku mau!
Kleo?
Kleo, buka pintunya!
Sapi bodoh!
Sial, Kleo! Kau sungguh menembakku!
Ya.
Dia tak kooperatif.
Kenapa kau di Café International?
Kenapa aku di sana?
Uwe bilang akan membunuhmu, jadi, aku ke sana untuk melindungimu.
Begitu, ya.
Astaga, ini hanya kesalahpahaman!
Jadi, bukan kau yang menembakku.
Karena kau tak akan melakukan hal semacam itu.
Sialan! Kleo?
Kleo, kau tak apa-apa?
Apa?
Astaga.
Ya ampun.
Apa ada yang menukar pelurunya?
Kau membohongiku selama ini.
Itu semua hanya akting.
Jika kalian tak melatihku untuk selalu paranoid,
aku pasti sudah mati.
Kini, aku harus lakukan hal lain sesuai pelatihanku.
Selamat tinggal!
Tunggu! Tunggu, Kleo.
Ya, aku mengkhianatimu.
Aku mengkhianatimu karena mereka menyuruhku dan kupikir itu hal yang benar.
Kini, aku tahu itu salah.
Kita tahu kau harus membunuhku,
jadi, itu sebabnya aku mau jujur.
Lakukanlah yang kau mau.
Itu tentang koper Mielke.
Aku sudah tahu.
Kamerad Frey...
kabur dari negara ini dan menawarkan itu kepada BND.
Untungnya, kita ada orang di sana.
Agen ganda.
Ya. Yang memberikan info itu kepada kakekmu.
Otto mengirim agen terbaik untuk tugas itu.
Kau.
Apa isi koper itu?
Informasi. Mielke berhasil memperoleh beberapa dokumen.
Dokumen amat berbahaya.
Dia pakai itu untuk memeras penguasa. Dia jadi pengendali.
Informasi macam apa?
Kesepakatan rahasia antara...
Kau lihat wajahnya? Betapa bodohnya dia?
Apa?
Itu pistolnya Ramona.
Ya, ini milikku.
Kau Ramona.
Senang bertemu denganmu. Aku dengar banyak tentangmu.
Begitu pun aku.
Sedang apa kau di sini?
Aku harus mengawasinya.
Dia terlalu banyak tahu.
Omong-omong, kau tak akan tega membunuhnya, Kamerad. Benar?
Jika tidak, dia sudah lama mati.
Tak baik jika perasaan ikut bermain.
Berikan pistolmu.
Agar kau bisa menembakku?
Tidak, aku tak bisa.
Sayangnya, kau belum boleh mati.
Berikan pistolmu agar pria kecil ini bisa hidup.
Menurutku itu ide sangat bagus.
Kleo, aku tahu terkadang aku membuatmu kesal,
tapi pisau ini sangat tajam.
Tolong letakkan pistolnya. Kumohon.
Baik, akan kulakukan. Namun, hanya karena aku mau.
Tak tega lagi.
Baik, pergilah.
Sampai jumpa.
Apa...
Siapa dia?
Ada apa ini?
Ada satu yang gila... Wah!
Yang satunya datang dan...
- Hari super konyol! - Tidur nyenyak, Pemain Trompet Kecil.
Orang gila terus bermunculan!
Apa tak ada orang normal di Timur? Kenapa kalian tak bisa berkomunikasi?
Kleo, siapa itu?
Ramona.
Kau tak apa-apa?
Kleo, kita harus pergi. Sekarang.
Gila.
Thilo?
Dopi, keren. Keren sekali kau datang.
Saat teman menelepon, aku hadir.
Kau punya masalah?
Tentu saja.
Aku merasakannya.
- Di sini. - Luar biasa. Hubungan di antara kita.
Ya, luar biasa.
Dopi, kelab kita, lokasi yang kau temukan...
Luar biasa. Itu akan memukau semua orang.
Ya, aku tahu.
Aku juga tahu cara membayar tempatnya.
- Tak hanya untuk semalam, tapi selamanya. - Sungguh?
Akhirnya aku bisa memenuhi misiku.
Namun, itu berarti seseorang...
Yah,
aku harus lakukan sesuatu yang tak bermoral.
Keren.
Dilema klasik.
Seperti tragedi Yunani.
Benar sekali.
- Iphigenia di Tauris . - Tepat sekali.
Namun, misimu sangatlah penting.
Ya, begini...
Lebih dari apa pun. Tindakanmu tak perlu diragukan.
Pikirkan orang-orang di Sirius B yang memercayaimu.
Pikirkan putrimu yang menunggumu di sana.
Dopi, pertanda.
Mereka mengirimiku pertanda.
Astaga!
Kau pernah mencintainya, 'kan?
Kleo, ini bukan urusanku, aku turut berduka cinta atas kehilanganmu...
tapi kita harus bahas tujuan kita.
Apa dia memberitahumu sebelum dia...
Sebelum dia...
Apa pun yang bisa membantu kita?
Dia bilang ada agen ganda di BND.
Maaf?
Agen ganda di BND?
Baiklah.
Sven?
Ya?
Beberapa hari lalu, agen BND datang ke rumah kami.
Dia mau bicara dengan Kakek.
Dia...
Anne Geike.
"Anne Geike."
Ini.
Itu dia.
No comments yet. Be the first to leave one.