The first 200 lines.
SAVE ME
EPISODE 4
KEMENTERIAN KEHAKIMAN VAN PENGANGKUT
Dong-chul.
Seok Dong-chul!
Jawab aku, Dong-chul. Apa kau tak mendengarku?
Dong-chul!
Dong-chul.
Tetaplah tegar.
Aku berjanji akan...
Dong-chul. Tetaplah tegar.
Dong-chul.
Maafkan aku.
Maafkan aku, Dong-chul!
Dong-chul.
Dong-chul!
Maafkan aku.
Kondisinya tak akan membaik dengan obat.
Dia perlu opname jangka panjang.
Opname jangka panjang?
Berapa lama?
Minimal beberapa tahun.
Atau bisa saja seumur hidup.
Jalani prosedur pendaftarannya dahulu.
Jeong-gu!
Kau sedang apa di sana?
Kemari, minum sider dan makan kue beras.
Sider?
Ya, sider.
Kemarilah sekarang.
Sider?
Sider!
Ayah.
Ayah akan berbuat apa soal Ibu?
Sang-mi.
Jika kita membawanya ke rumah sakit, dia akan dikurung di bangsal kejiwaan.
Ayah tak tega mengirimnya ke penjara seperti itu.
Itu adalah tempat orang waras pun menjadi gila.
Maka mari kita membawanya
ke rumah sakit Seoul...
Tidak. Dokter tak bisa menolong.
Jangan khawatir, Sang-mi.
Ayah akan melindungimu dan ibumu
dengan segala cara.
Sekali lagi.
Bapa Baru kita!
Aku akan hidup sesuai dengan firman-Mu.
Biarlah itu terjadi!
Tolonglah kami agar tidak diperdaya oleh kebohongan,
agar kami tak terjatuh ke sumur berapi saat kami berpulang, Bapa.
Biarlah itu terjadi!
Hati-hati.
Kalian sudah tiba.
Selamat datang.
Halo.
Kau sedang apa di sana, Nak?
Kau mengikuti mereka kemari. Jadi, masuklah.
Sang-jin?
Apakah Sang-jin di sini?
Dia di sana.
Sang-jin.
Orang-orang di dunia luar masih bertengkar,
saling membenci, saling membunuh, dan saling menghina.
Tepat seperti Sodom dan Gomora.
Tapi kita akan menunggu kedatangan hari keselamatan
dan bersiap untuk akhirnya menemu-Mu, Bapa Baru kita.
Biarlah itu terjadi!
Dewa-dewa turun ke dunia Untuk melindungi kita
Berhentilah berduka, Jiwa-Jiwa Malang
Mari kita bergembira
Sertailah kami
agar kami bisa ikut masuk ke bahtera keselamatan
dan meninggalkan dunia yang jahat ini!
Aku percaya kepada-Mu!
Bapa Baru kita!
Bapa Baru kita!
Bapa Baru kita!
Bapa Baru kita!
Bapa Baru kita!
Bapa Baru kita!
Tunjukkanlah jalan menuju keselamatan itu kepada setiap kami.
Beranikanlah diriku
untuk terus mengorbankan semua kepunyaanku
bagi saudara dan saudariku di sini,
dan mendoakan mereka.
Berilah kami kekuatan
untuk pergi ke Surga Baru.
Sertailah kami.
Putramu sudah tiba.
Lepaskan aku, Ibu. Lenganku nyeri.
Kaukah itu, Sang-jin?
Ibu, maafkan aku karena meninggalkan Ibu.
Tapi masih ada Ayah
dan Sang-mi.
Kuharap Ibu akan lebih sehat dan makan dengan lahap.
Sang-jin.
Sang-jin.
Ibu.
Aku akan baik-baik saja.
Jangan mengkhawatirkan aku.
Jaga diri Ibu.
Tidak, Sang-jin.
Jangan pergi.
Sang-jin.
Ibu...
Ibu...
Jangan meninggalkan Ibu, Sang-jin.
Aku harus pergi sekarang, Ibu.
Pria yang di sana mengatakan
kini saatnya aku naik ke perahu.
Tidak.
Sang-jin.
Sang-jin.
Sang-jin.
Jangan pergi, Sang-jin.
Ibu.
Kita akan berjumpa lagi.
Tidak.
Ibu, Ibu
Ibuku
Tidak.
Aku harus pergi
Jangan mengkhawatirkan aku
Jalanilah kehidupan
Yang panjang dan bahagia
Sang-jin.
Sang-jin!
Sang-jin.
Sang-jin.
- Ibu! - Sayang!
Sayang!
Sayang, kau baik-baik saja?
Tidak.
Sang-jin...
Sang-jin tidak mati.
Sang-mi.
Kakakmu tidak mati, bukan?
Dia tidak mati.
Jawab Ibu, Sang-mi.
Sang-jin tidak mati, bukan?
Ayo. Jawab Ibu.
Jawab Ibu, Sang-mi!
Sang-jin tidak mati!
- Ibu. - Jawab Ibu, Sang-mi!
Sayang.
Jangan bersikap seperti ini.
Kau!
Kau juga melihatnya!
Kau melihat Sang-jin di rumah!
Kau melihatnya juga!
Sayang, kuasai dirimu!
Kau melihat Sang-jin di rumah!
Kau melihatnya!
Sayang!
Sayang!
Sang-jin tidak mati!
Dia tidak mati!
Kau melihat dia!
Istrimu dirasuki oleh roh yang sulit diusir.
Mungkinkah itu putraku?
Tidak, itu bukan putramu.
Lalu siapa...
Ini roh yang keji dan bertemperamen buruk.
Aku...
akan menetapkan tanggalnya bulan depan dan menghubungimu.
Mari kita coba sekali lagi.
Ambil ini.
Pasang ini diam-diam di pakaian dalamnya dan jaga agar selalu menempel padanya.
Itu jika kau tak ingin dia dan putrimu
menyusul putramu ke alam baka.
Benar juga.
Kirimkan sepuluh juta lagi besok kepadaku.
Tunggu, Pak.
Sepuluh juta lagi?
Astaga.
Roh-rohnya tak akan menjawab jika tidak dibayar.
Semua uang sumbangan duka sudah kuhabiskan
untuk membiayai pengusiran roh ini.
Demi dewa!
Baiklah.
Aku akan memberimu diskon 50 persen. Jadi, lima juta.
Tak boleh ditawar lagi.
Baiklah.
Terima kasih.
Jalannya gelap. Berhati-hatilah.
Aku pergi dahulu.
Astaga.
Guru, pergilah beristirahat.
- Biar kami tangani. - Aku tak apa-apa.
Kalian sudah mengantar para lansia ke kamar mereka?
Ayolah, Guru. Sudah bertahun-tahun, aku menekuni bisnis ini.
Diaken Jo, jaga ucapanmu.
Kenapa kau memarahiku lagi?
Kau memang orang yang baik,
tapi kurang manusiawi.
Kita dipilih secara khusus oleh Bapa Baru kita.
Kini setelah kau diselamatkan dan ditebus,
kau harus menjaga ucapanmu.
Ya, itu benar.
Aku sudah diselamatkan.
No comments yet. Be the first to leave one.