The first 200 lines.
Hanya beberapa jurnalku.
Ini hal-hal yang membuatku menangis.
Sepertinya ini pacar pertamaku.
Mudanya.
Ini tepat sebelum...
Sesuatu terjadi.
Selalu sulit bagiku untuk melihat...
Foto-foto diri lamaku.
Maaf.
Kau begitu muda.
Saat itu belum terjadi apa-apa.
- Sangat sulit bagiku untuk... - Tahu yang akan terjadi.
Ya, untuk tahu yang akan terjadi, dan memahami diriku saat itu.
Sampai aku...
Membaca kembali jurnal lamaku...
Barulah aku paham...
Situasiku, dan itu sungguh menyedihkan...
Karena aku sungguh kehilangan arah.
Aku mencoba melihat tanggalnya.
Bagaimana kau bisa punya jurnal ini?
Aku menyimpan jurnal ini sejak usiaku 15 tahun.
Aku menyimpannya selama tiga tahun, lalu kupikir semuanya sudah hilang.
Ini dia.
"Aku punya teman baru."
Saat aku melihat sesuatu, aku berpikir, di sinilah kami...
Dan ini cara kami sampai di sini.
Lalu dengan mengubah satu hal kecil...
Ini jadi seperti kisah Ray Bradbury di mana mereka menginjak kupu-kupu...
Dan semuanya berubah selamanya.
Sambutlah si cantik Evan Rachel Wood, Semuanya.
Gadis Bermasalah
Menurutku, tugasku sebagai seorang seniman...
Adalah mengintimidasi da memancing orang...
Membuat mereka mempertanyakan segalanya.
Manson!
Ingat saat Evan Rachel Wood dan Marilyn Manson berpacaran?
Dia menyiksaku dengan cara membuatku kelaparan...
Kurang tidur, dan mengancam nyawaku.
Ada rumor bahwa kau wanita lajang.
Itu rumornya?
Benar atau tidak? Kau akan membenarkan atau menyangkal?
- Apa ketakutan terbesarmu? - Kurasa pada diriku sendiri.
Takut kehilangan kendali.
Pasangan yang putus sambung...
Marilyn Manson dan Evan Rachel Wood...
Resmi mengakhiri hubungan mereka.
Aku tidak ingat bagaimana rasanya tidak takut.
12 Maret 2019
Aku tidak akan pernah sama lagi.
Bagian Satu: Jangan Jatuh
Musim Panas 2020
Aku di sini hari ini untuk bicara tentang...
Evan Rachel Wood Aktris/Aktivis
Brian Warner.
Juga dikenal dunia sebagai Marilyn Manson.
Hubunganku dan Brian putus sambung selama empat setengah tahun...
Mulai pertengahan tahun 2006, saat usiaku 18 tahun...
Hingga awal tahun 2011, saat usaha melarikan diriku untuk terakhir kali.
Beberapa tahun usai hubungan itu berakhir...
Aku menjadi aktivis...
Berjuang untuk korban dan penyintas kekerasan dalam rumah tangga...
Dan pelecehan seksual.
Illma Gore, yang merupakan seniman dan aktivis...
Bekerja sama denganku membangun Koalisi UU Phoenix...
Yaitu sekelompok penyintas dan advokat...
Yang bekerja sama untuk mengorganisasi...
Dan meloloskan legislasi di sebanyak mungkin negara bagian.
Tapi aku masih takut menyebut nama Brian di depan umum.
Aku ingin menyebutkan namanya. Hanya itu yang ingin kulakukan.
Aku menerima sejumlah pesan ancaman...
Yang mengatakan aku harus diam, orang-orang tahu di mana aku tinggal.
Brian juga menyatakan jika aku mengatakan sesuatu...
Dia akan mengejarku.
Dia pernah bilang akan menyerang seluruh keluargaku...
Dan akan mulai dengan ayahku.
Aku punya anak, dan itu sangat menakutkan.
Menuduh Brian tanpa dukungan itu terlalu berisiko.
Ini fotoku yang dia ambil.
Kau bisa lihat betapa mudanya aku.
Aku masih remaja.
Berapa usianya saat itu?
Usianya 37 tahun.
Ini saat kami ditato pada Hari Valentine.
Aku sangat muda.
Saat melihat foto-foto ini, aku berpikir...
"Astaga, aku seperti anak kecil."
Kau memang masih anak-anak.
Kemarilah, kita akan masuk untuk mengambil sapu...
Dan menyapu sarang laba-laba itu.
- Baiklah, ayo. - Ayo.
Hei, Evan.
Kau tahu permainan yang selalu Ayah mainkan denganmu?
Kamera mengejarmu?
Ayo.
Ayah! Kamera!
Kameranya mengejarku!
Rumahku saat kecil menyenangkan...
Tapi kurasa memiliki sisi gelap.
Kami tinggal di Cary...
Carolina Utara, pinggiran kota Raleigh.
Kota kecil yang menyenangkan.
Kami tumbuh dalam keluarga aktor yang sangat artistik...
Dan kami sering tampil bersama di teater.
Ira David Wood III Teater Pullen Park
Aku direktur Theatre in the Park.
Bisa dibilang, di sanalah Ira dan Evan tumbuh besar.
Itu ruang bermain mereka.
Aku dan Evan mulai berakting saat masih sangat muda.
Aku dapat kartu SAG saat usiaku sembilan tahun.
Kurasa Evan mendapatkan kartunya saat usianya lima atau enam tahun.
- Masuk ke rumah. - Tidak, Ayah.
Ayo.
Cobalah keluar dari sana, aku bersumpah...
Aku akan membakarnya denganmu di dalamnya.
Ayolah, Dik...
Dia hanya bilang begitu, dia tak akan melakukannya.
Charlie, kau tahu dia pasti akan melakukannya.
Suatu hari nanti, dia akan melakukannya dan aku takut.
Pukul 20.50 11 Mei 1994
Kau percaya mereka melakukan ini pada wajahku?
Aku ingat berjalan...
Ke ruang pertunjukan dan pintunya terbuka suatu hari.
Kurasa saat itu Evan berusia tujuh tahun...
Dan dia duduk sendirian di atas panggung.
Dia membuat monolog.
Dia berakting di teater kosong.
Aku ingat berhenti di pintu masuk dan menontonnya...
Lalu aku tahu kalau dia punya bakat alami.
Dia punya bakat dan hasrat untuk itu.
Kurasa karena kami aktor...
Dan berasal dari latar belakang itu, kami sering menggunakan imajinasi.
Sebagian besar hari-hari kami adalah menciptakan...
Dunia kami sendiri di halaman belakang.
Lihat dan pelajari.
Aku mencoba menjatuhkan sepatu di sini, dalam tiga, dua, satu...
Lihat, aku akan menukarnya di kursi.
Satu, dua, tiga.
Kring, kring, kring.
Halo?
- Tidak. - Dia bilang apa?
Dia bilang apa?
Kaisar kerajaan.
Ya, akulah kaisar kerajaan. Ada apa?
Raja ingin bertemu denganmu.
Baiklah, Pelayan, aku siap.
Berikan kepadaku.
Dingin.
Selalu campur aduk.
Keadaan berjalan lancar, kau bergembira...
Kau melakukan sesuatu dan merasa senang...
Lalu sesuatu berubah.
Kami akan ke pantai jika kau dan Jackie...
Sudah selesai mengobrol.
Ya, aku mencoba mencari tahu tentang audisimu untuk Wellville .
Terima kasih. Aku sudah dewasa.
Aku ingin tahu.
Tentu saja, mari kita perjelas fakta bahwa kau ingin tahu.
Ada banyak pertengkaran, banyak teriakan, banyak ketegangan.
Tunjukkanlah betapa bersih dan bagusnya kamarmu...
Kepada semua orang.
Di sini ada meja bersih seperti biasa.
Rumah kami bau bagi orang yang masuk...
Dan tidak terbiasa dengan baunya.
Kami akan menyunting ini nanti.
Kami agak berhati-hati.
Jelas ada kekerasan di rumahku...
Yang kusaksikan saat masih kecil.
Ancaman kekerasan selalu ada.
Aku ingat suatu kali...
Ada hari yang intens di rumah...
Di mana orang tuaku bertengkar dan saling membentak.
Saat itu aku empat atau lima tahun, dan aku dan kakakku pergi saja.
Ya, kami keluar...
Untuk menghindari pertengkaran mereka.
Kami masih bisa mendengar teriakan dari luar rumah...
Lalu kami sadar tidak ada yang mencari kami...
Dan tak ada yang tahu kami pergi.
Kami saling menatap...
Dan duduk di tengah jalan masuk...
Saling berpegangan dan mulai menangis.
Aku bilang...
"Kita harus selalu ada untuk satu sama lain.
Aku berjanji akan selalu ada untukmu."
Tapi itu hanya kami.
Pernikahan orang tuaku mulai hancur...
Saat usiaku sembilan tahun.
Bila melihat orang tuaku bertengkar seperti itu...
Terkadang aku menyela.
Aku pernah meneriaki mereka berdua...
Dan memohon agar mereka berhenti.
Ayahku menyuruhku duduk dan berkata...
"Kami bertengkar karena saling mencintai."
Dia bilang ini yang dilakukan pasangan yang saling mencintai.
Saling mencintai.
Aku berpikir, "Astaga.
Ini yang kuajarkan kepada mereka."
Ini yang kuajarkan kepadanya bahwa berteriak, menjerit...
Dan bertengkar itu hal yang dilakukan pasangan yang saling mencintai.
Pada saat itu, aku berpikir...
"Kami tak boleh terus seperti ini."
No comments yet. Be the first to leave one.