The first 200 lines.
Selamat pagi, Bu Howard.
Maksudku, "Selamat pagi." Aku tahu
kau melarangku memperpanjang vokalku sebelum kita di sekolah.
-Selamat pagi, Janine. -Selamat pagi. Jadi...
-Bu Howard? -Ya?
Bu Howard. Ternyata kau.
Kukira kau sudah pensiun sekarang.
Aku baru saja mengantar keponakanku.
Kau selalu menjadi guru favoritku, dan aku tidak pernah sempat berterima kasih
atas semua yang kau lakukan untukku saat TK.
Sayang, kau tidak perlu berterima kasih.
Kau yang melakukan ini.
Tentu saja, aku harus berterima kasih.
Sebelum aku di kelasmu, semua orang akan berkata,
"Dia yang harus diamankan."
Tapi berkat kau, aku selamat.
Aku sangat bangga padamu. Omong-omong, bagaimana kabar ibumu?
Itu rumit, tapi akan sangat berarti bagi ibuku
jika Bu Howard menanyakannya.
Sayang, senang bertemu denganmu
dan semoga harimu menyenangkan.
-Kau juga, Bu Howard. -Baiklah.
-Kau juga. -Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Lihat. Bu Howard? Itu sebabnya kita melakukan ini.
Membentuk pikiran-pikiran muda itu.
Menciptakan kehidupan baru, membuat koneksi itu. Itu...
Sayang, aku tak tahu siapa pemuda itu.
Selamat pagi.
SEKOLAH NEGERI WILLARD R. ABBOTT
Sepertinya ini hari baik klasik Schementi.
Kau tahu itu. Aku dapat tempat parkir favoritku,
macchiato-ku pas, dan tetanggaku akhirnya menemukan kucingnya,
jadi, aku tak lagi mendengarnya menangis menembus dinding.
Jacob, kau siap?
-Aku tak hanya siap, aku sangat siap. -Ya.
Siap untuk apa? Apa yang terjadi?
Kami punya tradisi kecil
membacakan ulasan Nilai untuk Guru dengan lantang saat ada yang baru.
Penilaianku selalu sangat menyanjung.
Ada Yelp untuk guru?
Ya. Kau ingin aku membantumu menyiapkan halaman?
Karena seperti yang tertulis di sini,
"Aku pandai menjelaskan ide rumit."
Tidak, terima kasih. Itu terdengar buruk.
Sial. Aku menemukan yang baru.
Baiklah.
Ada apa?
Bukan apa-apa. Aku baru dapat ulasan C minus,
yang akan menurunkan nilai rata-rataku dan menodai reputasiku selamanya.
Kau tahu? Ini seperti... Tapi itu bukan masalah besar.
Jika tradisi selalu mudah, semua orang akan memilikinya.
Semua orang begitu.
"Baik, tapi kurang pengalaman
dibandingkan guru kelas dua lain di Abbott."
Hei, itu aku. Guru kelas dua lainnya di Abbott.
Ini tidak terlalu buruk. Salah satu ulasanku sangat kasar,
pengawas harus memeriksaku di rumah.
Ya, tapi itu kau. Aku tak dapat ulasan buruk.
Kau baru saja dapat.
Tolong hentikan. Kau akan membuatku memuntahkan kopiku.
Dengar, abaikan ini. Ulasan di situs yang didesain dengan buruk
tak menentukan guru macam apa kau.
Ya, aku tahu. Aku hanya tak percaya
seluruh dunia bisa membaca bahwa aku guru yang buruk.
Hei, Nak, dengar. Tidak ada salahnya memiliki ruang untuk perbaikan.
Percayalah padaku,
guru lain yang lebih baik dan berpengalaman di Abbott.
Melissa banyak bermain.
Dia bercanda.
Kau tahu? Dia pandai melakukannya.
Satu hal lagi dia lebih baik dariku,
menurut ulasannya.
Dia seperti Lucille Ball.
Hei, Bung. Bisa beri tahu aku di mana aku bisa menemukan kotak surat?
-Akan kutunjukkan. -Tidak, katakan saja.
Tidak, ini bagus. Tidak apa-apa. Kita bisa berjalan bersama.
Omong-omong soal surat, bisa kita bicarakan USPS?
Pernahkah kau mendengar tentang pengiriman yang diinformasikan?
Apa kabar, Arthur, si Rambut Keriting, dari bocah berwajah PBS?
Selamat pagi juga, Raheem.
Kau membiarkan mereka bicara kepadamu seperti itu?
Koreksi aku jika aku salah, tapi anak-anak dan aku
terikat dalam tradisi kontes mengejek.
Itu juga disebut mengolok-olokk. Juga disebut membakar, menggoreng.
Banyak istilah memasak.
Dengar, Bung. Aku dari Baltimore.
Aku hanya tahu saat seseorang mengolok-olokmu, kau harus membalasnya.
Guru kami biasa mengolok-olok kami.
Jika tidak, kami tak akan menghormati mereka.
Kau hanya dikerjai.
Tentu saja, aku dikerjai.
Aku tak tahu cara mengolok-olok.
Itu tidak sulit.
Kau hanya perlu menerima apa yang orang berikan kepadamu, misalnya...
dasar bocah-lelaki-tua-berompi-kamper.
Sederhana, tapi tajam.
Baiklah. Terima kasih.
Kukira kau harus memberikan yang lebih.
Di acara mengolok-olok selebritas Dean Martin...
Di mana kotak suratnya?
Ya. Ayo.
Baiklah. Waktunya mengabsen.
Jadi, angkat tangan jika kalian tidak di sini.
Baiklah. Jadi, Nicole tidak ada di sini.
Janine, datanglah ke ruanganku.
Baiklah, Semuanya, tenang.
Baik, semua orang yang tak ada di sini, tolong bersikap baik, ya?
Aku akan segera kembali.
Dia akan segera kembali.
Bisakah dia melihatku?
-Hei, Sayang. -Hei, Ava.
Kau tahu aku tak bisa meninggalkan kelasku tanpa pengawasan seperti ini, 'kan?
Lima menit. Tidak mungkin ada masalah dalam lima menit.
Sebenarnya, banyak yang bisa menjadi masalah.
Jika kau bilang begitu. Omong-omong, salah satu murid Melissa
akan pindah ke kelasmu.
Benarkah? Kenapa?
Aku tak tahu. Banyak hal terjadi sepanjang hari.
Mungkin dia ingin lebih dekat ke kamar mandi.
Mungkin dia lebih menyukaimu.
Mungkin dia punya semacam perseteruan Meek Mill-Drake
dengan salah satu teman sekelasnya. Entahlah.
Mungkin dia lebih menyukaiku.
Jika kau sungguh ingin tahu, kau harus membaca berkasnya.
Aku sudah menyusunnya dari ayah terseksi.
Namanya Courtney Pierce dan ayahnya adalah "foine".
Tidak apa-apa. Aku tidak suka membaca berkasnya.
Aku ingin mengenal anak itu agar aku tidak punya prasangka.
Itu cara menggemaskan untuk memilih tidak siap.
Entah bagaimana kabar Melissa.
Kuharap dia tidak terlalu sedih.
Cari tahu sekarang.
Melissa, Janine dalam perjalanan.
Kau tahu itu keluar dari semua pengeras suara,
bukan hanya kelas tertentu, 'kan?
Kubilang kau dalam perjalanan.
Seperti Ron Weasley jika dia artis murahan.
Pria ini tampak seperti bermimpi di siniar.
Lihat dirimu,
pria-berkaus-biru-dan-bercelana-cokelat.
Dengan sepatu putih cerah
dan tali sepatu diikat pita kecil?
Ya. Tidak mungkin itu tidak sengaja jatuh.
Pak Vampir Akhir Pekan, itu sangat menyakiti perasaanku.
Astaga.
Raheem, maafkan aku.
Sudah seharusnya.
Dengan mulut berbentuk senja itu!
Kena!
Itu yang kami pakai. Ini seragam.
Kau bahkan tidak jeli, Bung.
Mereka bilang tahun pertama mengajar adalah yang tersulit.
Tapi...
bagaimana dengan tahun kedua?
-Minus satu dolar sama dengan... -Hei, Melissa. Hei.
-Apa? -Maaf.
Aku tahu kau bicara dengan Ava. Jadi, ini canggung.
Kenapa canggung?
Soal muridmu yang lebih memilihku.
Ya, tidak. Tidak canggung sama sekali. Hanya...
Ada beberapa hal yang harus kau tahu tentang Courtney
sebelum kau memasukkannya ke kelasmu.
Aku tahu kau lebih berpengalaman daripada aku,
tapi pemindahan ini membuktikan
aku punya sesuatu yang istimewa di kelasku yang membuat anak-anak bicara.
Courtney, kemarilah, Sayang.
Saatnya kau pergi
dengan guru barumu yang sangat percaya diri, Bu Teagues.
Ambil barang-barangmu.
Aku seperti Allen Iverson-nya guru,
dan kau seperti pria yang pernah dia injak.
Maksudmu juara NBA tiga kali, Tyronn Lue?
-Pria itu? -Ya, kau tahu basket,
tapi maksudku, mungkin aku bukan guru yang buruk.
Mungkin kau yang buruk.
Baiklah.
Courtney.
Aku ingin kau menjadi dirimu yang luar biasa
dengan Bu Teagues, ya?
Aku yakin kau akan bersenang-senang di kelasnya.
Baiklah.
Bersenang-senanglah.
Baiklah.
Lihat kalian semua, bersikap sangat baik.
Memberi contoh bagus untuk murid baru kita.
Hai. Aku Janine.
-Hai, Janine! -Hai, Janine!
Tidak. Dia bukan Janine. Namanya...
Namaku Janine Teagues.
-Hai, Janine Teagues! -Hai, Janine Teagues!
Bukan Janine.
Ya, benar.
Courtney?
Salah satu murid tersulit yang pernah kumiliki.
Dia akan memakan Janine hidup-hidup.
Baiklah, Semuanya, tolong berdiri untuk Ikrar Kesetiaan.
Kecuali Andrew, yang mengambil pendirian prinsip
melawan nasionalisme.
Ya. Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.