The first 200 lines.
"19 Des 2018, 8:00 Dekat Gapyeonng, Provinsi Geyeonggi"
Ini tempatnya?
Kita begadang semalaman.
Aku bahkan tak tidur.
Kita harus pecahkan kasus ini. Waktu saat ini tak penting.
- Ini tempatnya? - Tak ada siapa pun.
Dia bilang bertemu di sini.
Benar.
"Malam Tadi"
Apa? Poison?
The Criminal is You! NETFLIX ORIGINAL
Bukittinggi, 11 November 2019 Sub By Netflix - Manual Transl ate By AR5RY
"Episode Terakhir: Bunga Kematian"
Benar. Ini aku, Poison.
- Bagaimana kamu... - Poison?
Aku punya permintaan.
Kuberikan detailnya langsung nanti.
Ada apa ini?
Dia bilang akan bertemu di sini. Di mana dia?
Aku tak mencurigai Sersan Kim Min-jae.
Kim Min-jae pelakunya, 'kan?
"Bukti: Petunjuk Dari Pertemuan KILLOSOPHY"
"Berkas Audio Ponsel Dari Toserba"
"Kemungkinan Besar Kim Min-Jae Adalah Pembunuh Bunga"
Kita tak mencurigainya karena dia kolega Detektif Ahn.
- Sungguh. - Kita memercayainya.
Kamu tahu, penipu terkenal selalu tampak normal
dan bahkan cukup tampan.
- Sungguh? - Itu komentar tak jelas.
Itu sebabnya orang bilang aku seperti penipu.
- Berhenti menipu kami. - Astaga.
Kamu malah mirip orang yang mudah ditipu.
- Sulit dipercaya. - Kamu hanya bisa menipu kami.
Sungguh merepotkan
- tangani kasus sambil menjagamu. - Sial.
> Mungkinkah Orang Ini Poison?
- Dia tiba. - Apa?
- Itu dia? - Itu dia.
- Itu dia. - Itu dia.
- Kamu Poison, 'kan? - Benar.
Kamu ingat aku, 'kan?
Ahn I-gwon. Dia.
"Ahn I-Gwon, Alias Poison"
I-gwon?
Ada sebuah koper.
- Kami buka. - Satu, satu, satu, lima.
Dia hebat.
Tak ada yang mengikutimu?
Tak ada. Ada yang mengikutimu?
Kami mengenalimu meski pakai masker.
- Siapa pun bisa mengikutimu. - Sungguh.
Kita tak punya waktu untuk bercanda.
Soal apa ini?
Pembunuh Bunga menghubungiku.
Apa?
Dia membunuh asistenku.
"Pembunuh Bunga Membunuh Asisten Poison"
Aku juga diancam akan dibunuh.
Sungguh?
> Dia Bilang Pembunuhan K Yang Terakhir... Pembunuhan Akan Dimulai Lagi?
- Itu sebabnya aku mau kalian lihat ini. - Apa ini?
Ini koperku yang dijamin ke toserba.
Silakan dibuka. Jika berhasil,
kuberi alamat Kim Min-jae.
- Kim Min-jae. - Cari dia.
Kamu punya alamat Kim Min-jae?
Ya. Tolong buka kopernya.
Aku sangat takut akan dibunuh.
Astaga. Apa ini?
Apa ini?
- Apa ini? - Ada teka-teki di kedua sisi?
Teka-teki ini berbeda.
Dilihat dari gembok, sandinya empat angka.
- Tiga, enam, enam. - Lima.
- Dan ini... - Pasti ada polanya.
- Delapan, sepuluh. - Tiga, enam, enam.
Lima, enam.
Tak berpola.
Pasti ada polanya.
- Benar? - Pasti ada.
Harus ditemukan.
- Apa ini? - Apa ini?
- Entah. - Ini sulit.
Dia bisa cepat memecahkannya.
- Siapa? - Jae-pyung di Tim Detektif Genius.
- Pasti cepat terpecahkan. - Ya.
> Detektif Shin Jae-pyung Spesialisasi: Matematik, Kelemahan: Pelesetan
Kita bisa selamat, jika koper cepat terbuka.
- Kita semua bisa mati. - Kita?
Pembunuh Bunga memesan dua racun lagi.
- Apa? - Lagi?
Kami tak tahu
- itu untuk siapa. - Ya.
Lima, A , bintang.
Nol, U , bintang. Delapan, Yeo , bintang.
Kita harus ikuti ini untuk dapat angka tertentu.
- Lima. - Lima.
Polanya...
- Tiga, enam, enam. - Kenapa sulit?
Tiga, enam, enam.
- Ini membuatku gila. - Sulit sekali.
Ini teka-teki tersulit.
Ini belum pernah terjadi.
- Kita seharusnya sudah menjawabnya. - Benar.
Kita takkan bisa hidup panjang.
- Ini memperpendek umur kita. - Sungguh.
- Kita takkan mati karena racun, - Benar.
- tapi karena ini. - Kita jadi stres.
Kita akan mati karena stres.
Aku sangat stres.
- Detektif Jae-pyung. - Ada apa?
Maaf menelepon pagi-pagi.
Tak apa-apa.
Kami mendapat teka-teki saat mencari petunjuk.
Teka-teki ini mudah,
tapi kami ingin bandingkan jawaban kami denganmu.
- Baiklah. - Tunggu.
Kukirimkan gambarnya.
Cobalah pecahkan.
- Baik. - Baik.
> Telepon Lebih Memudahkan
Aku minta bantuannya untuk jaga-jaga.
Apa maksud angka ini?
Ini pasti petunjuk.
Aku paham kita harus mulai dari lima dan nol,
tapi... Aku paham.
- Baiklah. Apa? - Apa?
Jika mulai dari lima,
kita harus gambar A.
Lalu itu mengarah ke dua.
Sementara nol, kita gambar U . Mengarah ke empat.
Lalu dua kotak ke kiri
- untuk Yeo. - Baiklah.
- Benar. - Dua kotak ke kiri.
Untuk enam, naik dan kanan.
Itu dua. Tunggu.
Aku penasaran apa itu benar.
Dua, empat,
- satu, - Satu.
- dua. - Ini dua.
Dua, empat, satu, dua.
Terbuka!
> Terbuka!
- Hei. - Kamu luar biasa, Min-young.
Luar biasa.
- Dia tak mengecewakan. - Bagus.
- Terbuka? - Terima kasih.
- Mari lihat. - Tidak, koper ini milikku.
- Pasti ada isinya. - Terima kasih.
Kuberi alamatnya sesuai janji.
"Gapyeong, Provinsi Gyeonggi"
Pria itu, Jae-pyung.
- Dia sedang apa? - Dia sedang apa?
- Min-young, Kamu genius. - Dia pasti palsu.
Aku dapat balasan.
- Apa katanya? - Ya.
- "Dua, empat, satu, dua." - "Dua, empat, satu, dua."
Aku merinding.
"Apakah dua, empat, satu, dua?"
Katakan Min-young sudah pecahkan lebih dahulu.
Itu mengesankan.
Bukankah alamatnya lebih penting bagi kalian?
- Tunggu. - Kami punya waktu.
- Tunggu. - Kalian harus pergi.
- Terima kasih. - Baiklah.
Terima kasih banyak.
- Dah. - Dia aneh.
- Dah. - Hati-hati.
- Ayo ke alamat ini. - Ya.
Halo.
Ya. Kulakukan sesuai permintaanmu.
Tepati janjimu, dan jangan mencariku lagi.
Soal itu,
apa kamu sungguh Pembunuh Bunga?
Aku bertanya karena kamu biasanya membeli racun dengan cara lain.
- Min-young, bagaimana kamu pecahkan itu? - Sungguh.
Aku bangga pada Min-young.
- Ya. - Dia berhasil...
Teka-teki apa waktu itu?
Bagaimana dengan teka-teki dadu?
- Jadi mudah saat tahu jawabannya. - Itu sulit.
Sebagian sisi punya titik di tengahnya, 'kan?
Kita harus hitung berapa sisi yang punya titik di tengah
di dalam gambar itu.
Kamu tak paham, 'kan?
Kamu tertawa bodoh.
Kamu bingung apakah sebaiknya berlagak paham, 'kan?
- Kamu juga, 'kan? - Jujurlah.
- Kita akan ke rumah Kim Min-jae. - Ya.
- Ini alamatnya. - Kita tiba.
> Tiba Di Alamat Yang Diberikan Poison
Aku tak lihat siapa pun.
Aku penasaran apakah Kim Min-jae di dalam.
Dia bilang Kim Min-jae di sini.
Benar.
Apa ini?
Apa ini?
- Apa ini? - Kenapa ada labirin di rumah?
- Lalu... - Mobil.
- Ada mobil. - Aku melihatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.