Die Now

Die Now (端脑)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Die Now Episode 9
A Commentary by novi mustika

Tags

other
Published on: 2018-03-13
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ketakutan

Permainan

Peperangan

Waktu

Jebakan

Pahlawan

Die Now

Kau... Kau Nomor 11.

Benar. Itu aku.

Bertemu denganku adalah waktunya kau mati.

Apa yang harus kita lakukan? Akankah Nomor 7 berada dalam bahaya?

Kau salah. Nomor 7 tidak akan berada dalam bahaya,

karena pembunuh sebenarnya bukan Nomor 11,

tapi Nomor 7.

Nomor 7? Bagaimana mungkin?

Bukankah kau bilang sebelumnya kalau Nomor 11--

Karena keberadaan Nomor 11, sewajarnya membuat kita percaya bahwa

dari Nomor 1 sampai Nomor 10 adalah tim bertahan. Dan Nomor 11 adalah pembunuhnya.

Tapi, sistem tidak pernah mengatakan itu.

Jadi Nomor 11 bisa jadi pemain biasa tersendiri.

Dan pembunuh sebenarnya, bersembunyi di antara kita,

Nomor 7.

Nomor 11, Nomor 7 adalah pembunuhnya!

Bunuh dia! Kalau kau bunuh dia, maka kau menang!

Cepat bunuh dia, Nomor 11.

Tunggu... kau tahu peraturannya, kan?

Kau tidak bisa menyerang pembunuh.

Kau... Kau sudah tahu ini?

Tidak.

Aku tiba-tiba berpikir ini saat aku melihat Nomor 4 diracuni.

Karena jika Nomor 11 adalah pembunuhnya,

bagaimana dia bisa membunuh seseorang dengan jarak jauh dan tidak terdeteksi?

Tapi jika Nomor 7 adalah pembunuhnya, hal-hal berubah. Semuanya masuk akal.

Lalu kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?

Kau membuatku khawatir dengan Nomor 7 begitu lama.

Karena, aku belum bisa menemukan cara untuk menemukan si pembunuh.

Pikirkan lebih cermat. Di malam kematian Nomor 6,

suara sistem dan suara teriakan Nomor 9 terjadi pada saat yang bersamaan.

Saat kita sampai ke lokasi kejadian, waktu kematian Nomor 6 belum terlalu lama.

Saat itu, keadaan racun Nomor 6

hampir sama dengan Nomor 4 sekarang.

Tapi... Tapi Nomor 4 sudah lama diracuni.

Benar.

Racun dari jarum beracun seharusnya tidak menyebar dengan sangat cepat.

Jadi aku pikir, penyebab kematian Nomor 6 itu sebenarnya bukan karena jarum beracun.

Tapi dia sudah diracuni sebelumnya.

Jangan dengarkan dia. Aku pikir menyiapkan senjata untuk melindungi dirimu sendiri adalah ide yang pintar.

Minumlah.

Botol air mineral!

Nomor 7 pasti meracuni air Nomor 6!

Dia tahu itu, untuk kita, air adalah sumber daya yang penting.

Jadi dia memberikannya ke Nomor 6, mengetahui kalau dia akan minum tanpa pertanyaan.

Racunnya tidak muncul sampai malam hari.

Nomor 7 pasti tidak tidur malam itu.

Begitu dia mendengar teriakan, dia bergegas menuju ke mayat

dan memasukkan jarum beracun ke lehernya.

Jadi, kita semua berpikir Nomor 6 terbunuh karena jarum beracun.

Jadi, kita tidak bertanya lebih lanjut.

Tapi... Jika pembunuh sebenarnya adalah Nomor 7....

dialah yang pertama pergi ke kamar kecil di hari itu.

Bagaimana dia tahu kalau Nomor 9 juga akan pergi?

Tindakan Nomor 9 begitu tiba-tiba.

Dia jelas orang yang paling penakut,

tapi dia berinisiatif pergi ke kamar kecil sendirian.

Aku hanya berpikir satu alasan.

Ini artinya kau dipilih oleh sistem.

Mungkin jika pembunuh membunuhmu, dia akan menerima poin bonus istimewa.

Kau serius?

Hati-hati.

Aku tidak mau jalan lagi!

Kita harus istirahat selagi masih aman.

Terserah. Aku juga mau ke kamar kecil. Tolong tunggu aku.

Aku tidak bisa lagi!

Nomor 9, mau kemana?

Aku mau kencing.

Apa aku perlu melapor padamu?

Jadi Nomor kecil tidak ke kamar kecil.

Dia hanya menunggu di hutan untuk Nomor 9 memakan umpan.

Kalau begitu seperti ini, Nomor 7 bisa tinggal di kelompok untuk membunuh orang.

Mengapa dia pergi sendiri?

Itu karena Nomor 11 adalah kartu liar.

Jika Nomor 7 ingin memenangkan permainan,

dia harus menemukan Nomor 11. Aku juga menemukan bukti yang ditinggalkan Nomor 11 sebelumnya.

Saat itu, Nomor 7 terlihat terkejut. Sekarang aku berpikir tentang itu.

Itu sangat menarik.

Nomor 11 yang tidak bisa dia temukan selama ini datang kepadanya dengan sendirinya.

Lalu, mengapa Nomor 7 tidak langsung membunuh Nomor 11?

Mengapa dia meracuni Nomor 4, dan menculik Nomor 3?

Jika Nomor 11 terbunuh, kita akan berpikir Nomor 7 yang melakukannya.

Pada saat itu, jika dia menyelinap kembali dan membunuh seseorang,

dia akan terungkap. Jadi, dia harus beraksi selangkah demi selangkah.

Pertama membunuh Nomor 3 dan Nomor 4, lalu membunih Nomor 11.

Lalu hanya kita berdua yang tersisa.

Pada saat itu, jika dia menyergap salah satu dari kita,

bahkan jika dia terlihat, hasilnya tidak akan mempengaruhi permainannya.

Lalu apa kita punya kesempatan untuk menang?

Berdasarkan situasi sekarang,

Jika Nomor 7 benar-benar ditundukkan Nomor 11,

kemungkinan kemenangan kita akan kecil.

Tapi, kita belum menyelesaikan pilihan ini.

Kelangsungan hidup Nomor 4 adalah kuncinya.

Selama Nomor 4 tidak mati, Nomor 7 tidak akan berani membunuh yang lain.

Jika Nomor 4 bisa bertahan hari ini,

maka Nomor 7, dari tidak membunuh seseorang hari ini,

akan melanggar peraturan membunuh seseorang per hari.

Ini satu-satunya kelemahan Nomor 7 yang bisa kita manfaatkan.

Nomor 11! Cepat bunuh dia!

Nomor 11! Jangan ragu! Bunuh dia cepat!

Kalau kau membunuhnya, kita akan menang! Nomor 11!

Dasar cerewet!

Nomor 11, kenapa kau membunuhnya?

Dia teman satu timmu.

Dia bukan pembunuhnya.

Aku tidak dapat menahan diri. Tanganku gatal.

Ah, benar. Kalau begini, kau harus memastikan Nomor 4 mati karena racun malam ini.

Jika tidak, tidak ada cara untuk benar-benar menang.

Tidak peduli apa, aku tidak bisa melakukan apapun untukmu. Kerjakan sendiri.

Tidak normal!

Seorang pemain meninggal karena penyebab tidak wajar.

Pemain lain punya waktu 10 menit untuk memeriksa jasadnya.

Siapa itu?

Entah Nomor 3 atau Nomor 11.

Ini kesempatan besar kalau itu Nomor 3.

Tapi bagaimana bisa Nomor 7, sebelum memastikan Nomor 4 belum mati,

membunuh Nomor 3 dengan ceroboh?

Apa sesuatu yang tidak terduga terjadi?

Satu-satunya kesempatan kita untuk menang telah datang.

Benarkah?

Orang tidak normal sialan itu! Dia mengacaukan segalanya!

Kelihatannya aku harus melakukan cara ini sekarang.

Apa? Nomor 1 dan Nomor 10 meninggalkan Nomor 4.

Kelihatannya mereka benar-benar takut.

Benar. Keberuntungan masih di pihakku.

Kalian membuat keputusan yang salah. Sekarang kalian akan mendapatkan balasannya.

Kita bertemu lagi, Nomor 7.

Benar, hutannya hanya sebesar ini.

Setelah berkeliling, kita saling bertemu lagi.

Kenapa dengan Nomor 4?

Apakah pembunuhnya muncul lagi?

Pembunuh?

Bukankah pembunuhnya berdiri di depanku sekarang?

Berhenti berpura-pura, Nomor 7. Kami sudah tahu.

Aku bertaruh di tasmu ada pelacak lokasi.

Sayang sekali kau tidak memperhatikan itu.

Setelah berpura-pura pergi, kau kembali lagi.

Kau pasti tidak berpikir ini.

Apa kau tidak takut kalau aku membunuhmu?

Jangan lupa. Sebagai pembunuh, kau punya kuota untuk membunuh.

Setelah membunuh Nomor 3 hari ini. Kau

tidak peduli kalau kau tidak bisa membunuh kami,

kalau kau tidak bertindak, aku akan mengalahkan Nomor 4.

Naluri alami tubuhnya akan meningkatkan sirkulasi darahnya. Dia akan segera mati karena racun.

Kau akan kalah juga.

Itu benar. Kau pintar.

Tapi, tebakanmu salah.

Aku tidak membunuh Nomor 3.

Aku datang, adik kecil tersayang.

Itu benar-benar kau.

Nomor 11?

Jadi kau masih memikirkan aku?

Xia Chi sayang.

Jangan panggil aku kecil sayang.

Aku akan memberitahumu rahasia yang lain.

Dia benar. Aku yang membunuh Nomor 3.

Aku juga mengambil fotonya. Lumayan bagus. Mau lihat?

Kak, kau membuat kesalahan? Nomor 3 itu teman satu tim kita.

Siapa yang peduli? Tidak masalah selama kita berdua yang tersisa.

Aku tidak bisa membiarkan sampah itu menghentikan kita dari menikmati hidup kita sebagai pasangan.

Si Manis kecil

Kau sunguh.... cabul.

Ini tidak bagus! Nomor 3 tidak bisa bertahan lebih lama.

Seorang pemain telah meninggal. Kau bisa memeriksanya sekarang.

Hal-hal berjalan dengan lancar dari yang kuduga.

Nomor 4 mati karena racun. Itu tidak ada hubungannya denganku.

Pemain tidak boleh menyerang pembunuh. Kau tahu itu.

Baiklah, kau tidak bisa membunuh lagi hari ini.

Mengapa aku tidak membunuhmu jadi kita berdua akan mati?

Apa yang kau lakukan?!

Nomor satu telah menunjukkan begitu banyak inisiatif.

Apa yang kau ragukan?

Nomor 11. Kau tidak bisa memakai cara yang jelas ini untuk membuat seseorang membunuh yang lainnya.

Pemain Nomor 1 meinggal karena ketidaksengajaan.

Ini tidak termasuk di catatan. Tidak ada pelanggaran. Permainan berlanjut.

Kalau kau ingin bergabung menyerangku, lakukan semaumu.

Aku mengaku kalah. Pokoknya, kali ini aku tidak kehilangan banyak poin.

Aku masih punya lebih di saldoku. Aku bisa menggunakan kesempatan ini utnuk mengunjungi orangtuaku di dunia yang kalah.

Tunggu. Apa yang barusan kau katakan?

Dunia yang kalah?

Kau bedebah yang tidak pernah kalah sebelumnya.

Kalau kau kalah di permainan ini, kau akan kembali ke dunia asal.

Dunia asal? Maksudmu kembali ke...

Dunia nyata.

Apakah itu masuk atau keluar, kau melewati aula permainan.

Selamat memasuki Die Now

Selain pertama kali memasuki permainan dan melewati aula permainan,

untuk beberapa kali, tidak peduli masuk atau keluar permaianan,

aku tidak melewati aula permainan.

Mengapa seperti ini?

- Mengapa seperti ini? - Bagaimana aku tahu?

Bagaimanapun, kalau kau memenangkan permainan ini, kau pergi ke dunia Die Now untuk menikmati semua ketenaran dan keberuntungan.

Die Now subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Die Now

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left