The first 200 lines.
Apa kau akhirnya ingat siapa aku?
Ya.
Putramu mengutil
di tokoku.
Kita jangan terus dimanipulasi.
Dia minta apa?
Korban tewas adalah Hideyuki Sakuma, 40 tahun.
Peluru dari jasad korban
ditembakkan dari pistol milik ayah Keisuke.
Aku yang melakukannya.
Di mana pistolnya?
Di hari melayat,
setelah kita menggali kapsul waktu, itu aku kubur lagi di sana.
Kancing jaketmu?
Hilang. Itu jaket yang kupakai saat bertemu Sakuma.
Polisi datang.
Ada yang mau kutanyakan padamu.
Bisakah kau datang ke kantor polisi?
Alibi Makiko tak sesuai.
Aku perlu sedikit waktu lagi.
Aku mau meninjau ulang
insiden yang terjadi 23 tahun lalu.
Orang yang membunuh Oshima
adalah aku.
Tidak terbayang perasaan Junichi
setelah menembak seseorang.
Bagaimana kau menjalaninya?
Aku merasa tak layak bahagia.
Aku takut kalau orang lain mengetahui siapa aku sebenarnya.
Apa benar Naoto pelakunya?
Aku merasa Naoto melindungi Makiko.
Kenapa, Maki?
Aku seharusnya melindungimu, Maki.
Apa Makiko membawa pistol itu?
Apa Makiko
menembak Hideyuki Sakuma dengan pistol itu?
Tidak, akulah yang melakukannya!
Lalu, apa maksudmu
saat tadi bilang mau melindungi Maki?
Ceritakanlah.
Makanya, aku menembak kakakkuโฆ
Kau menutupinya demi Makiko, 'kan?
Tenang saja karena ini yang kuinginkan.
Maki pun mengerti.
Apa maksudmu?
Naoto.
Naoto!
Ada hal yang kau dan Keisuke tak ketahui.
Ada hal yang cuma aku dan Maki ketahui.
Apaโฆ
Hai.
Ada apa kau kemari?
Aku tadi di salon Makiko.
- Hari ini, ya? - Ya.
Apa Makiko baik-baik saja?
Dia tak ada di salon hari ini.
Berhenti mendesakku.
Di situ.
Lihat, di situ!
Gantikan aku.
Aku mengandalkan kalian. Jangan kacaukan ini.
- Halo? - Apa Makiko menghubungimu?
Tidak. Ada apa?
- Makiko menghilang. - Apa?
Aku tak bisa menghubunginya.
Kau punya kunci rumahnya?
Naoto!
Lama tak bertemu.
Sudah cukup lama, ya.
Pilih universitas prefektur?
Wajar saja. Kau memang tekun belajar.
Lalu, apa rencanamu, Maki?
Aku mau menjadi penata rambut.
Penata rambut?
Aku berencana masuk sekolah kecantikan tahun depan.
- Itu cocok untukmu. - Benar, 'kan?
Tapi untuk dapat surat rekomendasi, nilai Matematikaku harus naik.
Aku ingat dulu sering membantumu mengerjakan PR Matematika.
Aku lupa soal itu.
Kalau kau mau, aku bisa membantumu.
Belajar Matematika?
Ya, kalau kau mau.
Itu akan sangat membantu,
tapi kau juga harus belajar untuk ujian masuk, 'kan?
Bagaimana kalau belajar dua jam,
sepekan sekali? Itu tak masalah bagiku.
Benarkah?
Luar biasa.
Kalau begitu, bantu aku dengan bagian ini?
Aku tak bisa memecahkannya.
- Bagian ini memang sulit. - Benar, 'kan?
Untuk ini, letakkan tanda minusnya di dalam kurungโฆ
Begitu, ya. Tanda minusnyaโฆ
Lalu, aku buat seperti iniโฆ
Kuperiksa ke lantai atas.
Kurasa Makiko menembak Hideyuki
dan Naoto mengubur pistolnya.
Pada malam acara melayat,
saat kita menggali kapsul waktu, pistolnya tak ada.
Naoto menguburnya setelah itu?
Ya, begitulah kata Naoto.
Jadi, aku memeriksanya.
Pistolnya tak ada.
Apa?
Kalau ada yang menggalinya, itu Makiko.
Junichi.
Ada sesuatu yang belum kukatakan.
Pak Sakuma,
maksudku,
si bajingan itu
tak puas hanya dengan 300 ribu yen yang kami berikan di awal.
Serius? Itu gila.
Dia minta lagi?
Ya.
Apa tuntutannya?
Kalau tak menurutinya, dia akan lapor ke sekolah Masaki esoknya.
Apa yang dia minta?
Dia mau Makiko tidur dengannya.
Sungguh menjijikkan!
Kalau kau tak menemuinya besok sendirian di waktu yang sama, kesepakatan batal.
Katanya, dia akan kembalikan uangnya dan segera menghubungi pihak sekolah.
Ayo, akhiri ini. Kita harus lapor ke polisi.
Tunggu.
Apa?
Aku akan susun rencana.
Rencana untuk apa?
Jangan bilang kau mauโฆ
Tidak, aku tak akan sudi melakukannya.
Lalu, apa rencanamu?
Akan kuberi dia lebih banyak uang.
Uang?
Ini kota kecil, aku sudah dengar gosip tentangnya.
Katanya dia punya utang judi.
Dia pasti sangat butuh uang.
Kalau memberinya uang, kau akan diperas olehnya selamanya.
Akan kucoba bernegosiasi dengannya sekali lagi.
Dilihat dari sisi mana pun, tak ada ruang bernegosiasi.
Masa depan Masaki dipertaruhkan.
Sekali ini saja. Kalau itu gagal, aku menyerah.
Aku akan lapor polisi saat itu juga.
Jadi,
kalian pertama kali bertemu di restoran pukul 20.00,
lalu berpisah.
Kau ke hotel
dan dia berbohong bilang ke salon rambut,
tapi kau tak tahu dia pergi ke mana.
Lalu, kalian bertemu lagi pukul 22.30.
Ya.
Lalu, kami ke toko bersama pada pukul 23.00.
SMILE SAKUMA
Aku akan ke sana.
Kurasa aku juga harus ikut.
Jangan ikut.
Pak Sakuma?
Aku masuk.
Dia sudah mati.
Perutnya berlumuran darah.
Kita harus bagaimana? Perlukah lapor polisi?
Ayo, pergi.
Oke, yaโฆ
Apa?
Kita pergi dari sini.
Kubilang bahwa harus melapor ke polisi!
Tapi
itu juga salahku tak bersikap tegas.
Kau lihat pistolnya, senjata untuk membunuh itu?
Tidak,
aku tak melihatnya.
Lewat sini.
Aku harus ambil barangku.
Nomor yang Anda hubungi sedang tak dapat menjawab.
Tinggalkan nama dan pesan setelah tanda bunyi.
Makiko.
Makiko menghilang.
Keberadaan Masaki juga tak diketahui.
Makiko menghilang bersama Masaki dan membawa pistol itu.
Kau mengerti apa artinya ini?
Makiko tak mungkin tenang-tenang saja saat kau menanggung kesalahannya.
Junichi, kau tak akan mengerti yang terjadi
antara aku dan Maki.
Meski kau menanggungnya,
kau tak bisa mengubah fakta dia membunuh.
Aku tahu itu lebih daripada siapa pun.
Lagi pula, Makiko terpojok karena kau melindunginya.
Dia terpojok?
Makiko membawa pistol itu.
Pasti masih ada peluru yang tersisa.
Tidak mungkinโฆ
Maki tak mungkin berniat melakukan hal semacam ituโฆ
Naoto,
aku mohon padamu.
Aku mau kau menyelamatkan Makiko.
Kumohon.
Aku
sudah berbohong.
Sebenarnya, aku tak membunuh kakakku.
Astagaโฆ
Kenapa kau berbohong?
Apa itu untuk melindungi
Makiko Iwamoto?
No comments yet. Be the first to leave one.