The first 200 lines.
Aku pernah mendengar bahwa istri Cendekiawan Shen
merupakan gadis paling berbakat di Desa Huai.
Aku pun pergi melihatnya karena merasa penasaran.
Ternyata benar,
Nyonya Shen memiliki penampilan unik
yang tiada duanya.
Jadi, saat aku bertemu dengan Nona Kedua Jiang,
aku benar-benar terkejut.
Sebab dia dan Xue Fangfei punya paras yang sama persis.
Kaisar,
apa Kaisar pernah dengar
soal dua orang yang sangat mirip,
padahal bukan kerabat?
Jika keluarga tiga orang kebetulan dibunuh
pada saat yang sama,
dua orang yang mirip bukanlah kebetulan.
Aku kasihan pada Nona Kedua Jiang
yang sepuluh tahun di Balai Gadis Suci.
Saat mau kembali ke Keluarga Jiang,
dia dibunuh secara brutal oleh seseorang.
Bahkan Arsiparis, ayah kandung Nona Kedua Jiang,
tak tahu kebenarannya.
Tuan Putri Pertama,
apa maksud ucapan Anda?
Mohon jelaskan.
Kenapa gadis yang sepuluh tahun tinggal di Balai Gadis Suci
sejak usia delapan tahun
bisa kalahkan anak bangsawan keluarga terpandang
dan dapat peringkat pertama di ujian tahunan
tanpa dibimbing?
Banyak orang yang menderita.
Kenapa Nona Kedua Jiang berusaha keras
menyelamatkan Xue Huaiyuan?
Satu-satunya penjelasan
untuk semua ini
adalah kau bukan Jiang Li,
tapi Xue Fangfei.
Ini kejahatan menipu Kaisar.
Benar.
Kejahatan menipu Kaisar.
Ini dosa besar.
- Benar, Kaisar pun ditipu. - Beraninya.
Tuan Putri Pertama,
jika aku Xue Fangfei seperti kata Anda,
kenapa rakyat Desa Huai yang mengikutiku ke ibu kota tak tahu?
Xue Fangfei besar di Desa Huai.
Rakyat Desa Huai pasti kenal.
Tuan Putri Pertama boleh kirim orang untuk cari tahu
aku ini Xue Fangfei atau Jiang Li.
Yang ke ibu kota untuk mengadu pada Kaisar
tentu sudah diajak bersekongkol.
Jika tak keberatan dengan interogasi kasar,
itu bisa dicoba.
Mereka yang berani ke ibu kota untuk mengadu ke Kaisar
tak takut mati.
Tuan Putri
mau mereka menderita lagi?
Semua, lihat.
Dia masih lindungi rakyat Desa Huai.
Kaisar,
hamba dan rakyat Desa Huai
sudah berjuang
untuk lindungi pejabat baik dari ketidakadilan.
Hamba tak tahu kenapa penampilan hamba
menyinggung Tuan Putri Pertama
sampai dia bersikeras
melibatkan orang yang sudah mati
untuk menghabisi hamba.
Kemampuan Nona Kedua Jiang untuk buat tuduhan balik
luar biasa.
Tapi aku tak tertarik pada hidup dan matimu.
Aku cuma kasihan pada Arsiparis,
Pejabat Ye,
dan orang yang tertipu olehmu.
Terutama Kaisar
yang bersimpati pada pejabat baik.
Itu menyentuh hati.
Sayangnya, pada akhirnya,
Kaisar dimanfaatkan.
Kasus Xue Huaiyuan baru saja diselidiki.
Semua ucapan hamba benar.
Entah apa maksud Tuan Putri Pertama
dengan "dimanfaatkan".
Sebenarnya
dari mana Tuan Putri Pertama dengar
omongan bahwa aku Xue Fangfei?
Sabar.
Sebentar lagi kupertemukan kau dengan kenalan lama.
Pejabat Pengadilan,
bawa saksiku.
Bawa masuk saksinya.
Salam pada Kaisar.
Siapa dia?
Dia Shou Zhen, Ketua Balai Gadis Suci,
yang dihuni Nona Kedua Jiang sepuluh tahun.
Meski Shou Zhen dihukum oleh Kaisar karena berzina,
perbuatan Nona Kedua Jiang yang menipu Kaisar
juga hal besar.
Itu sebabnya aku minta izin
untuk mengeluarkan Ketua Shou Zhen.
Begitu diizinkan, aku tahu hal yang menarik.
Entah siapa yang lakukan kecurangan
dengan memenjarakan Ketua Shou Zhen
di Kota Hui yang jaraknya ribuan kilometer.
Demi menemukannya,
aku berusaha keras.
Tapi hal ini tak mendesak
dan bisa diselidiki nanti.
Hal terpenting saat ini adalah mengenali orang.
Shou Zhen,
perhatikanlah.
Apa dia Jiang Li?
Tuan Putri Pertama,
dia jelas bukan Jiang Li.
Perhatikan.
Jika bicara sembarangan,
kupotong lidahmu.
Hamba melihat Jiang Li tumbuh
dari usia delapan tahun hingga 18 tahun.
Meski dia jadi abu, aku bisa mengenalinya.
Dia
bukan Jiang Li.
Jika itu benar,
di mana Jiang Li?
Sepertinya ini perlu ditanyakan pada Nona Keluarga Xue.
Ketua,
kau bilang aku bukan Jiang Li.
Lalu, di mana Jiang Li yang asli?
Kau
membunuhnya.
- Dia melakukannya? - Baik.
Jika benar
aku membunuh Jiang Li,
bagaimana aku membunuhnya
dan di mana mayatnya?
Kau membunuhnya.
Kau sudah bakar mayatnya.
Tentu aku tidak tahu.
Aku yang ditemui Nyonya Liu saat di Balai Gadis Suci.
Kenapa tak buka kedokku saat itu?
Saat itu aku bingung
karena kau janji
akan membebaskanku saat jadi
Nona Kedua Jiang.
Itu sebabnya aku merahasiakannya.
Jadi, ini alasanmu memfitnahku.
Apa?
Memfitnahmu?
Kau sungguh pandai menuduh balik.
Kaisar.
Ketua Balai Gadis Suci tak baik
dan pernah berzina.
Ucapan orang seperti ini tak bisa dipercaya.
Pasti ada yang menjanjikannya
akan dibebaskan
dengan memfitnahku.
Mohon selidiki.
Bukan.
Ucapanku benar.
- Kau bukan... - Pertama,
kau tak tahu caraku membunuh Jiang Li.
Kedua,
kau tak tahu Jiang Li yang asli di mana.
Atas dasar apa kau memfitnahku?
Apalagi,
Balai Gadis Suci diawasi.
Bagaimana bisa seseorang ditukar begitu saja?
Selain itu,
Tong'er, pelayan pribadiku,
tumbuh denganku sejak kecil.
Kau mau bilang dia juga ditukar?
Itu karena kalian bersekongkol.
Ayahku tahu Tong'er
setia padaku.
Dia tinggalkan Keluarga Jiang
dan ikut menderita di Balai Gadis Suci.
Jika aku menyamar,
apa dia akan membiarkanku?
Shou Zhen, kuperingatkan.
Siapa pun yang menghasutmu untuk memfitnahku,
ingatlah.
Kau berhasil atau tidak,
nasibmu tak akan berakhir baik.
Kau bersaksi di depan Kaisar hari ini.
Jika berhasil,
kau akan dihukum.
Jika gagal,
kau tetap akan dihukum.
Kau tetap rugi.
Cara agar aman
hanyalah luruskan pikiran
dan bedakan benar dan salah.
Nona Xue pandai bicara.
Kau bisa memutarbalikkan fakta.
Tampaknya Tuan Putri Pertama
tak mau memercayai ucapanku hari ini.
Sebenarnya, selain Ketua, ada orang lain
di Balai Gadis Suci yang bisa buktikan
aku Jiang Li yang asli.
Siapa?
No comments yet. Be the first to leave one.